Category Archives: Traveling

View salah satu sudut Angke Kapuk

Jalan-Jalan ke Hutan Bakau “Angke Kapuk”

Sabtu kemarin (5/12) saya bersama teman saya jalan-jalan ke tempat wisata yang katanya sih (sudah lama) ngehit di Jakarta, yakni Taman Wisata Alam “Angke Kapuk”. Lokasinya berada di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Tepatnya di belakang Tzu Chi International School.

Kami ke sana naik bus TransJakarta dari halte busway Monas. Bus yang kami naiki sama persis dengan bus TransJakarta lainnya. Kami cukup terkejut juga sih. Sebab yang saya baca di internet, katanya bus ke PIK ini ada tulisan BKTB-nya. BKTB adalah singkatan dari Bus Kota Terintegrasi Busway. Tapi bus yang kami naiki tak ada tulisan tersebut.

Kami lagi nggak hoki saat itu. Ketika kami tiba di halte Monas, pas banget bus yang ke PIK Continue reading

padang edelweiss surya kencana (photo by ferdian)

Pendakian Gunung Gede 3.0 (Hari 2-Tamat)

Minggu, 29 November 2015

Pukul 4.45 saya terbangun. Butuh beberapa menit untuk saya sampai benar-benar tersadar. Rasa pegal-pegal mulai terasa di badan.

Saya keluar tenda. Brrr… Ya Allah, dinginnya. Angin yang dari tadi malam berhembus, ternyata masih berhembus juga subuh itu. Kabut pun juga belum hilang. Saya langsung mengerjakan sholat subuh di samping tenda.

Seusai sholat, saya berpikir kegiatan apa berikutnya yang mau saya kerjakan. Sepertinya rasa kantuk hilang karena dihapus hawa dingin yang saya rasakan. Oh ya, perlu restock persediaan air nih, pikir saya saat itu. Saya pun pergi membawa 3 botol kosong menuju kali kecil tempat mengambil air.

Dari posisi tenda, saya tinggal berjalan lurus mengikuti cekungan kali yang sudah mati (tak ada airnya). Tidak jauh letaknya dari tenda kami. Sudah ada beberapa orang yang mengantri mengambil air dari saluran yang menetes. Alirannya begitu kecil. Saya pun memilih mengambil air dari Continue reading

Hiking to Mount Gede (photo by Ferdian)

Pendakian Gunung Gede 3.0 (Hari 1)

Sabtu, 28 November 2015

Setelah hampir setahun absen di dunia pendakian gunung, akhirnya akhir pekan kemarin saya kesampaian lagi pergi naik gunung. Terakhir kali naik gunung yaitu Desember tahun lalu ke Gunung Semeru. Seharusnya bulan lalu saya pergi melakukan pendakian ke Gunung Rinjani. Tiket pesawat sudah dibeli. Namun sayang, saya batal pergi karena tidak bisa meninggalkan kerjaan di kantor.

Gunung Gede menjadi pilihan pendakian kali ini karena dekat dari Bandung dan Jakarta, kota domisili saya dan teman-teman yang ingin melakukan pendakian, sehingga tidak memerlukan persiapan khusus membeli tiket kereta api atau pesawat. Pendakian Gunung Gede ini menjadi kali ketiga bagi saya.

Mencetak SIMAKSI

Awalnya ada 12 orang yang bergabung untuk ikut pendakian ini. Kami sudah mendaftar secara online sejak sebulan sebelumnya. Namun, seminggu sebelum hari H, hanya 5 orang yang konfirmasi jadi. Tak masalah, kami yang 5 orang ini pun tetap jalan.

Kami sepakat menetapkan meeting point di Cibodas pada hari Sabtu (28/11) pukul 9 pagi. Saya berangkat dari Bandung dan 4 orang lainnya dari Jakarta.

Sebenarnya kami mendaftar naik Gunung Gede melalui pintu masuk Gunung Putri. Namun kami harus mencetak SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) terlebih dahulu di Continue reading

Kali Pertama Ikutan Full Marathon

Akhirnya pecah telur juga. Dua hari yang lalu (22/11) untuk pertama kalinya saya mengikuti lari full marathon alias lari 42,195 km. Saya ikutan lari full marathon itu di event Penang Bridge International Marathon (PBIM) 2015. Setahun yang lalu di event yang sama, saya mengikuti lari yang kategori half marathon. Alhamdulillah target ikutan full marathon di tahun berikutnya berhasil terpenuhi. 

Bisa dibilang nekat juga sih. Sejujurnya sejak terakhir ikutan half marathon setahun yang lalu, saya tidak pernah lari lebih dari belasan kilo. Makanya sempat ragu-ragu juga sih apakah saya kuat untuk tiba-tiba berlari sejauh 42,195 km ini.

Dan ternyata memang tidak kuat. Namun alhamdulillah saya Continue reading

Royal Palace

Ke Phnom Penh Lagi

Pekan lalu saya berkesempatan traveling ke Kamboja kembali. Bukan khusus jalan-jalan sih. Ada suatu keperluan sebenarnya.

Tiga hari saya berada di Phnom Penh, ibukota Kamboja. Sedangkan satu setengah tahun yang lalu saya hanya sempat mampir setengah hari saja di kota ini, dalam rangkaian perjalanan backpacking Indochina dari Kuala Lumpur hingga Ho Chi Minh. Dalam masa setengah hari itu saya hanya sempat mengunjungi kawasan Riverside (tepi sungai Mekong) dan taman depan Royal Palace saja. Karena itu tentu saja puas banget lah kali ini.

Di sela-sela waktu 3 hari itu saya sempat berjalan-jalan ke beberapa tempat di Phnom Penh. Riverside dan Royal Palace tentu saja salah satu di antaranya. Ke Phnom Penh menurut saya tidak lengkap kalau tidak mampir ke tempat ini.

Saya pergi ke kedua tempat itu saat sore hari. Menyenangkan sekali suasana sore di sana. Banyak orang Continue reading

Rumah adat Shan State

Catatan Perjalanan Solo Backpacking di Myanmar 4D3N: Day 4 – Yangon (Bag. 2)

Pagi itu jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Seharusnya pukul segitu matahari sudah membagikan kehangatannya kepada penduduk kota Yangon. Namun ternyata awan mendung masih setia menutupi langit sedari subuh.

Saya dan bapak mertua senior saya keluar rumah memakai payung. Kami pergi ke restoran di dekat flat untuk menikmati sarapan. Saya memesan menu nasi goreng dengan telor mata sapi. Enak juga ternyata nasi gorengnya. Saya suka bagaimana telor mata sapi itu disajikan. Dia tidak ditaruh di atas nasi goreng langsung, tetapi ditempatkan pada piring terpisah dan disiram kuah kari. Tidak saya sangka kuning telornya yang masih setengah matang bercampur dengan kuah kari ternyata memberikan rasa yang enak yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.

Ke National Races Village

Seusai sarapan, saya pamitan kepada mertua senior saya untuk pergi ke National Races Village. Saya bertanya bus no berapa yang menuju ke sana dari downtown ini. Tanpa saya duga beliau malah langsung membantu saya menyegatkan bus. Saya pun jadinya tidak tahu sebenarnya bus no berapa yang saya tumpangi, haha. Tulisannya keriting semua.

Bus kota di Yangon ini besar-besar. Jumlahnya juga banyak. Penumpangnya pun juga hampir selalu penuh. Mungkin karena di Yangon ini bebas Continue reading

Catatan Perjalanan Solo Backpacking di Myanmar 4D3N: Day 4 – Yangon (Bag. 1)

Rabu, 19 Agustus 2015

Pukul setengah 5 subuh bus yang saya tumpangi akhirnya tiba di di terminal bus Aung Mingalar, Yangon, mengakhiri perjalanan selama 11 jam. Langit masih gelap. Saya turun dari bus. Banyak sopir taksi sudah menunggu di luar bus menyambut para penumpang yang baru turun.

Para sopir taksi tersebut menawarkan jasanya kepada setiap penumpang, tak terkecuali saya. Saya lagi-lagi dikira orang Myanmar. Begitu saya menggeleng dan mengatakan saya bukan orang Myanmar, salah seorang dari mereka menebak, “Are you from Thailand?”

Saya tersenyum sambil mengatakan, “No. I’m not from Thailand.” Itu bukan kali pertama juga saya dikira orang Thailand.

Sejujurnya pengalaman orang lain salah menebak negara asal saya itu adalah hal yang cukup menarik bagi saya. Saya penasaran berapa negara yang mereka sebutkan sampai akhirnya mereka bisa menebak dengan benar. Jarang sekali mereka berhasil menebak dengan tepat saya berasal dari Indonesia pada tebakan pertama, kedua, atau bahkan tak jarang hingga ketiga.

Ada sopir taksi lain yang menebak Malaysia. Yang cukup bikin kaget, Continue reading