padang edelweiss surya kencana (photo by ferdian)

Pendakian Gunung Gede 3.0 (Hari 2-Tamat)

Minggu, 29 November 2015

Pukul 4.45 saya terbangun. Butuh beberapa menit untuk saya sampai benar-benar tersadar. Rasa pegal-pegal mulai terasa di badan.

Saya keluar tenda. Brrr… Ya Allah, dinginnya. Angin yang dari tadi malam berhembus, ternyata masih berhembus juga subuh itu. Kabut pun juga belum hilang. Saya langsung mengerjakan sholat subuh di samping tenda.

Seusai sholat, saya berpikir kegiatan apa berikutnya yang mau saya kerjakan. Sepertinya rasa kantuk hilang karena dihapus hawa dingin yang saya rasakan. Oh ya, perlu restock persediaan air nih, pikir saya saat itu. Saya pun pergi membawa 3 botol kosong menuju kali kecil tempat mengambil air.

Dari posisi tenda, saya tinggal berjalan lurus mengikuti cekungan kali yang sudah mati (tak ada airnya). Tidak jauh letaknya dari tenda kami. Sudah ada beberapa orang yang mengantri mengambil air dari saluran yang menetes. Alirannya begitu kecil. Saya pun memilih mengambil air dari kubangan yang berada di bawahnya. Airnya lumayan banyak dan tampak jernih. Insya Allah belum tercemar, batin saya.

Memasak Sarapan

Sesampainya di tenda, saya mulai mencuci peralatan memasak dan piring-piring bekas makan malam sebelumnya menggunakan air yang baru diambil tadi. Teman-teman yang lain ikut bergabung.

Air yang baru saja saya ambil ternyata masih kurang, tidak mencukupi untuk dipakai memasak. Ferdian dan Fahmi kemudian pergi mengambil air lagi. Sedangkan saya menanak nasi dengan menggunakan air yang tersisa. Listi memasak mie instan di kompor satunya lagi. Dia juga merebus air untuk membuat kopi bagi kami.

Setelah Ferdi dan Fahmi kembali, kami mulai memasak makanan menu sarapan kami pagi itu. Kami membuat sop seadanya dengan bahan wortel dan buncis. Selain itu kami juga membuat nasi goreng dengan lauk pauk nugget dan sosis. Khairul kebagian tugas membuat nasi goreng. Wew, banyak bangetlah pokoknya menu kami pagi itu, haha.

GOPR1189.jpg

Memasak sarapan pagi (photo by Ferdian)

Singkat cerita, setelah semua makanan siap, tentu saja kami segera melahap menu sarapan kami pagi itu. Kenyang banget! Soal rasa sih, ya gituuu deh. Nggak jelas gitu rasanya, haha. Tapi alhamdulillah bisa makan.

Ke Puncak Gede

Usai makan, saya meng-encourage teman-teman, kecuali Khairul, yang memang baru pertama kali ke Gunung Gede ini untuk ke pergi puncak. Cuaca sendiri masih sangat berkabut saat itu, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Angin pun masih berhembus cukup kencang dan dingin. Saya sendiri sudah 2 kali naik Gunung Gede sebelumnya, jadi tidak terlalu bernafsu untuk pergi ke puncak.

Ferdian, Khairul, dan Fahmi akhirnya naik ke puncak. Sementara itu, selagi mereka bertiga naik ke puncak, saya dan Listi membereskan peralatan masak dan makan kami. Kami juga mulai mengepaki barang-barang kami agar ketika mereka datang, kami bisa langsung cabut turun.

Di Puncak Gunung Gede (photo by Ferdian)

Di Puncak Gunung Gede (photo by Ferdian)

Perjalanan Turun

Sebenarnya di SIMAKSI yang kami urus, kami mendaftar untuk turun via Cibodas. Namun, karena cuaca yang tidak bersahabat, kami memutuskan untuk turun via Gunung Putri. Trek yang lebih pendek menjadi pertimbangan kami juga saat itu.

Benar saja, ketika kami tengah membongkar tenda, hujan turun. Ferdian, Khairul, dan Fahmi sudah kembali dari puncak ketika itu, sehingga mereka bisa membantu saya dan Listi membongkar tenda.

Untungnya hujan deras tersebut tidak berlangsung lama. Sekitar 15 menit saja sepertinya. Tapi tetap saja hujan tersebut membuat sebagian pakaian saya basah kuyup. Cuaca yang berangin dan berkabut terasa semakin dingin karena kehujanan.

Tepat pada pukul 11.30 kami pun mulai berjalan kaki menyusuri Surya Kencana menuju Gunung Putri. Sebelum benar-benar meninggalkan Surya Kencana, kami menyempatkan untuk foto-foto di padang Edelweiss yang saat itu hanya terlihat sekelebat saja ditelan kabut.

Foto-foto di padang edelweiss (photo by Ferdian)

Foto-foto di padang edelweiss (photo by Ferdian)

Begitu kami masuk ke dalam hutan, kabut pun menghilang. Begitu pula angin kencang yang bertiup di Surya Kencana juga menghilang begitu kami berada di dalam hutan. Perjalanan turun ke Gunung Putri ini kami tempuh dalam waktu 4 jam.

Tepat pukul 4 sore kami tiba di pos lapor Gunung Putri. Alhamdulillah cuaca di Gunung Putri sangat cerah. Kami bisa merasakan kembali kehangatan sinar matahari.

Istirahat di perjalanan turun (photo by Ferdian)

Istirahat di perjalanan turun (photo by Ferdian)

Di pos lapor Gunung Putri saya menyerahkan SIMAKSI kepada petugas. Oleh petugas kami diminta untuk menyerahkan trash bag kelompok kami untuk ditimbang. Baru kali ini saya naik ke Gunung Gede sampahnya ditimbang. Hmm… Aturan baru kah?

Kembali ke Kota

Sebelum kami semua pulang kembali ke kota masing-masing, kami mampir dulu di salah satu warung di Gunung Putri. Di sana kami bersih-bersih diri serta melaksanakan sholat jama’ dhuhur dan ashar.

Di Gunung Putri ini banyak angkot yang menunggu para pendaki untuk dicarter. Kami mencarter salah satu angkot tersebut dengan ongkos 100.000 sampai ke Cipanas. Di Cipanas saya berpisah dengan teman-teman. Saya kembali ke Bandung, sementara mereka semua kembali ke Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s