Category Archives: Traveling

Melihat Pembangunan Bandung di Bandung Planning Gallery

Bertambah lagi satu tempat menarik di Kota Bandung yang bisa menjadi pilihan destinasi kita untuk berwisata. Bandung Planning Gallery (BPG) namanya. Baru saja diresmikan pada tanggal 1 Agustus 2017 kemarin.

Lokasinya sangat strategis, berada di Jl. Wastukencana no. 2. Masih berada dalam kompleks yang sama dengan Balai Kota Bandung. Posisinya tepat di samping Taman Sejarah, menghadap ke Jl. Aceh.

Taman Sejarah

Taman Sejarah

Parkir

Ada beberapa tempat parkir yang bisa tersedia untuk pengunjung. Pertama, tempat parkir yang terletak persis di samping BPG  (masuk dari Jl. Aceh). Selain itu pengunjung juga bisa parkir di tempat parkir halaman balai kota, baik yang menghadap Jl. Wastukencana ataupun yang menghadap Jl. Merdeka.

Saya sendiri karena waktu itu belum tahu lokasi persis BPG ini, akhirnya parkir di halaman Balai Kota. Setelah itu dari sana saya berjalan kaki melalui jalan tembus menuju Taman Sejarah. Ketika sampai di BPG baru tahu di sana ternyata tersedia tempat parkir juga.

Jam Buka

Bandung Planning Gallery ini hanya buka pada hari Senin-Sabtu saja. Hari Minggu dan hari libur nasional mereka tutup. Jam bukanya dari pukul 09.00 hingga 16.00. Ada jam istirahat pukul 12.00-13.00.

Waktu berkunjung ke sana, kebetulan jam kedatangan saya Continue reading

Advertisements
Pantai Kuta

Company Outing ke Bali: Day 3 – Main ke Pantai Kuta (Tamat)

Selasa, 23 Mei 2017

Sebetulnya hingga malam sebelumnya pada hari ketiga ini kami belum menentukan agenda kami akan ke mana. Agak dilematis sih. Waktu yang kami punya untuk hari ketiga ini agak tanggung. Cuma setengah hari.

Awalnya sempat diwacanakan ingin main watersport di Tanjung Benoa. Tapi anak-anak kemudian mengurungkan rencana tersebut karena setelah dipikir-pikir agak repot untuk packing kalau harus basah-basahan lagi sebelum pulang. Harga water sport-nya pun setelah dilihat-lihat ternyata mahal juga. Hahaha.

Setelah melalui beberapa pertimbangan ya sudah hari ketiga ini kami memutuskan untuk bersantai saja. Pagi-pagi renang bareng di kolam renang hotel. Terus jam 9 pergi ke Pantai Kuta.

Suasana kolam renang H. Sovereign Bali saat sunrise

Suasana kolam renang H. Sovereign Bali saat sunrise

Pagi-pagi sekitar pukul setengah 7 kami datang ke area kolam renang. Belum ada orang sama sekali selain kami ketika itu. Petugas yang berjaga pun masih belum tampak. Kolam renang sendiri menurut Continue reading

Company Outing ke Bali: Day 2 – Tour Nusa Lembongan

Senin, 22 Mei 2017

Pagi itu saya dan beberapa teman kantor yang cowok mengawali hari dengan mengikuti sholat subuh berjamaah di Masjid Nurul Huda yang berada di belakang H. Sovereign Hotel. Sehari sebelumnya kami tidak sempat untuk sholat di Masjid Nurul Huda ini karena waktu yang tidak pas.

Saya tidak menyangka jamaah yang ikut sholat subuh ternyata bisa sampai 5 shaf. Ba’da sholat saya iseng mencoba menghitung satu shaf kurang lebih terdapat sekitar 20-25 orang. Kalau dijumlah, artinya total ada 100-an orang lebih.

Sebuah angka yang tentunya cukup besar mengingat lokasi masjid yang berada agak jauh dari pemukiman. Selain itu tentu saja mengingat umat muslim termasuk kelompok minoritas di Bali ini. Kebanyakan jamaah datang dengan menaiki sepeda motor.

Jamaah subuh Masjid Nurul Huda

Jamaah subuh Masjid Nurul Huda

Tour Nusa Lembongan

Agenda jalan-jalan kami hari itu adalah mengikuti tour wisata Nusa Lembongan. Paket tour sudah kami pesan sejak seminggu sebelumnya kepada sebuah agen yang kami temui di internet.

Pukul 8 pagi usai sarapan kami dijemput untuk menuju Pantai Sanur. Perjalanan ke Pantai Sanur ini memakan waktu kurang lebih 30-40 menit dari hotel. Tiba di Pantai Sanur, kami masih menunggu jam keberangkatan kapal kami pukul 9.30.

Menunggu kapal di Pantai Sanur

Menunggu kapal di Pantai Sanur

Perjalanan dari Pantai Sanur menuju Dermaga Jungut Batu di Nusa Lembongan ini kurang lebih menempuh waktu 30 menit. Pagi itu kapal yang kami tumpangi penuh dengan penumpang. Kapasitas kapal sendiri kurang lebih sekitar 40 orang.

Di dalam kapal

Di dalam kapal

Mangrove Forest Tour

Setibanya di Nusa Lembongan kami sudah ditunggu oleh guide kami, bli Gede, bersama temannya. Setelah menyambut kami dan saling berkenalan, tanpa banyak membuang waktu kami Continue reading

Pantai Pandawa

Company Outing ke Bali: Day 1 – Pantai Pandawa & Jimbaran

Minggu, 21 Mei 2017

Usai menempuh penerbangan selama kurang lebih 1,5 jam dari Bandung, pesawat Lion Air yang kami tumpangi, alhamdulillah, mendarat tepat waktu di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Ketika itu menurut Waktu Indonesia Tengah (WITA) jam telah menunjukkan pukul 1 siang.

Setelah 7 tahun berlalu, ini adalah kali kedua saya menginjakkan kaki di Pulau Bali. Tapi ini adalah yang pertama kalinya saya datang ke Bali melalui jalur udara. 7 Tahun yang lalu saya pergi ke Bali dengan cara backpacking, sambung-menyambung berbagai macam moda transportasi mulai dari kereta api (Bandung-Banyuwangi), kapal laut (Ketapang-Gilimanuk), bus (Gilimanuk-Denpasar), sampai taksi (Denpasar-Pantai Kuta).

baca juga: Catatan Liburan Akhir Tahun 2010 (Day 3) : Denpasar Moon

Tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Kali ini saya datang ke Bali dalam rangka liburan kantor kecil saya. Alhamdulillah ini liburan terjauh yang pernah kantor kami lakukan. Terakhir, liburan paling jauh kantor itu tiga tahun yang lalu ke Yogyakarta.

baca juga: Cave Tubing di Goa Pindul

Di Bali ini kami berlibur selama 3 hari 2 malam saja. Selama jalan-jalan di Bali ini kami menyewa satu elf untuk berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Elf sudah kami booking sejak seminggu sebelumnya.

Sejak tiba di bandara, kami sudah Continue reading

Chin Woo Stadium - Swimming Pool

Renang di Chin Woo Stadium

Ketika beberapa waktu yang lalu saya stay beberapa hari di Kuala Lumpur, badan sempat terasa tidak enak karena lama tidak berolahraga. Sayangnya saya tidak sempat membawa sepatu lari. Tapi untungnya saya tidak lupa membawa kacamata dan celana renang.

Saya pun googling mencari tempat renang yang dekat dengan kawasan KL Sentral. Chin Woo Stadium keluar dalam daftar paling atas. Dan ternyata memang dekat. Bisa dicapai dengan menaiki monorail. Dari stasiun monorail KL Sentral tinggal naik monorail sampai stasiun Maharajalela. Tarifnya RM2,2.

Dari stasiun Maharajalela itu sebenarnya ada shortcut melalui Merdeka Stadium menuju Chin Woo Stadium. Namun, ketika itu tengah ada pekerjaan konstruksi. Saya pun harus berjalan kaki memutar melalui Jalan Petaling-Jalan Hang Jebat. Tapi masih walking distance kok. Bahkan, Chin Woo Stadium ini ternyata juga masih walking distance dari Pasar Seni.

Chin Woo Stadium

Chin Woo Stadium

Chin Woo Stadium sendiri sebenarnya adalah sebuah kompleks olahraga. Tidak hanya ada kolam renang di situ. Tapi juga ada hall untuk olahraga lain.

Fasilitas kolam renangnya buka setiap hari Senin-Jumat pukul 14.00-20.00 dan Sabtu-Minggu (dan hari libur) pukul 09.00-20.00. Tarifnya RM5,3 untuk dewasa. Kalau jadi anggota, ada tarif khusus sih. Tapi kalau di sini cuma beberapa hari saja ya buat apa. 😂

Saya pergi ke Chin Woo Stadium pada Sabtu sore. Ramai sekali ketika itu. Banyak masyarakat yang berenang di sana. Ada kolam renang untuk anak kecil juga. Yang untuk dewasa kedalaman kolam renangnya mungkin ada 2 meter.

Di Chin Woo Stadium ini ada peraturan yang mengatakan pengunjung harus berenang memakai pakaian renang beneran. Pakaian biasa nggak diperbolehkan. Yang saya lihat sih memang semua pengunjung yang datang pakai pakaian renang.

Namun, ada satu hal yang saya tidak nyaman di sini. Kamar bilas laki-lakinya tidak ada tutupnya 😰. Saya pun terpaksa tidak bilas di sana. Mending bersih diri di toilet aja.

 

 

 

 

Buka Puasa di Masjid Negara

Buka Puasa dan Tarawih di Masjid-Masjid di Shah Alam dan KL

Pada awal Ramadhan kemarin, dalam rangka urusan kerjaan, saya terpaksa tinggal selama 6 hari di kota Shah Alam dan Kuala Lumpur, Malaysia. Walaupun sudah beberapa kali ke Malaysia, ini pertama kalinya saya ke sana saat bulan Ramadhan.

Sebuah pengalaman yang saya sudah nanti-nantikan sebelumnya. Saya ingin sekali suatu saat bisa merasakan suasana Ramadhan di negara lain. Alhamdulillah akhirnya kesempatan itu datang juga di Ramadhan tahun ini.

Tidak ada perbedaan yang signifikan terkait durasi puasa di Shah Alam dan KL ini dengan Bandung, kota di mana saya berdomisili saat ini. Durasi puasa di Shah Alam dan KL ini hanya lebih lama 30 menitan daripada di Bandung. Di Bandung (zona GMT+7) waktu Maghrib adalah pukul 17.41 dan Subuh adalah pukul 04.34 (±13 jam). Sedangkan di KL yang berada di zona waktu GMT+8, waktu Maghrib adalah pukul 19.22 dan Subuh adalah pukul 05.40 (±13,5 jam).

Kesempatan Ramadhan pertama di negeri orang ini pun saya manfaatkan untuk mencoba suasana berbuka puasa dan sholat tarawih di berbagai masjid yang ada di sana. Berikut ini adalah 5 masjid yang sempat saya datangi untuk berbuka puasa dan sholat tarawih selama di sana.

1. Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah (Shah Alam)

Menurut catatan Wikipedia, masjid ini adalah masjid terbesar di Malaysia dan yang kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal di Jakarta, Indonesia. Kabarnya masjid ini mampu menampung jamaah hingga 24.000 orang! Namanya diambil dari nama pendirinya yaitu Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, Sultan Negeri Selangor.

Masjid Sultan Shalahuddin Abdul Aziz Shah saat maghrib

Masjid Sultan Shalahuddin Abdul Aziz Shah saat maghrib

Sayangnya, karena saya baru datang ke masjid ini saat adzan dikumandangkan, saya pun tidak kebagian hidangan berbukanya. Hanya ikut merasakan “suasana”-nya saja 😆.

Memang sangat ramai sekali jamaah yang datang.Tak pasti juga berapa jumlahnya. Tapi mungkin sampai ribuan.

Umumnya yang saya lihat mereka datang dengan keluarga. Banyak saya lihat pasangan suami istri yang duduk secara melingkar makan bersama anak-anaknya. Hidangan buka puasanya sendiri dikemas dalam tupperware-tupperware begitu. Dan menunya langsung makanan berat.

Sholat Maghrib baru dilaksanakan sekitar 15-20 menit setelah adzan. Secara umum, kultur di sini memang berbeda dari yang biasa kita temui di Indonesia. Di Malaysia ini Continue reading

2D1N di Bandar Seri Begawan (Bag. 3-Tamat): Kuliner

Selain mengunjungi objek-objek wisata, saya juga tidak melewatkan kesempatan berkunjung ke Bandar Seri Begawan ini dengan mencoba menikmati kuliner setempat. Selama 2 hari di Bandar Seri Begawan itu saya 4 kali makan di beberapa tempat di sana.

baca juga: 2D1N di Bandar Seri Begawan (Bag. 2): Tourist Attraction

Pada tulisan ini saya ingin berbagi cerita mengenai ke-4 tempat makan saya tersebut. Dua di antaranya yang saya sebutkan pertama merupakan kuliner lokal khas Brunei. Sementara dua sisanya adalah restoran “asing”.

1. Nasi Katok Seri Mama

Kata orang tidak lengkap jika pergi ke Brunei Darussalam jika belum mencoba Nasi Katok. Nasi Katok merupakan makanan khas Brunei Darussalam yang sangat populer.

Menunya sangat sederhana, yakni berupa nasi lemak, sepotong ayam goreng, dan sambal. Harganya flat di mana-manaHanya 1 dolar Brunei (~Rp9.500) saja. Untuk ukuran Brunei, harga tersebut tentu saja tergolong murah.

“Katok” di sini jangan diartikan dalam bahasa Jawa lho ya. Maknanya bisa saru nanti, hahaha. “Katok” di sini maknanya adalah “ketuk” dalam bahasa Indonesia.

Dari yang saya baca di internet ada beberapa versi mengenai asal mula bagaimana dinamakan “katok” itu. Tapi kurang lebih intinya sama.

Sejarahnya dahulu makanan ini dijual  Continue reading