Category Archives: Indonesia

Jalan-Jalan di Indonesia

Pendakian Gunung Sumbing Via Kaliangkrik (Bag. 3-Tamat): Puncak Sejati

Senin, 26 Desember 2016

Pukul 1.30 alarm dari HP Kuncoro berdering. Tak lama kemudian Kuncoro membangunkan kami semua. Butuh beberapa menit bagi saya untuk benar-benar tersadar.

Usai membangunkan kami, Kuncoro keluar untuk menyalakan kompor. Ia memasak air untuk membuat minuman hangat.

Niam yang juga sudah bangun, mengeluarkan bungkus mie goreng dari dalam tasnya. Ia lalu menyalakan kompor yang lainnya untuk membuat mie goreng. Sudah lapar rupanya dia, hahaha.

Setelah kantuk saya benar-benar hilang, saya keluar dari tenda agar badan bisa menyesuaikan diri dengan hawa dingin di luar. Dan tentunya supaya tidak mengantuk lagi, hehehe.

Kami berencana untuk melakukan perjalanan summit dini hari itu. Kami sengaja bangun dini hari sekali karena waktu kami terbatas. Kami menargetkan jam 5 sore paling telat sudah tiba di Kota Magelang.

Beberapa saat kemudian saya kembali ke dalam tenda untuk menyiapkan barang-barang yang hendak dibawa dalam perjalanan ke puncak dini hari itu. Air mineral, powerbank, dan ponco saya masukkan ke dalam tas kecil.

Ketika kami semua sudah bersiap akan berangkat, ternyata Continue reading

Advertisements
Melewati hutan antara Pos 2-3

Pendakian Gunung Sumbing Via Kaliangkrik (Bag. 2): Mendaki Sampai Pos 3

Minggu, 25 Desember 2016

Basecamp (1722 mdpl) – Pos 1 (2127 mdpl)

Dari basecamp menuju Pos 1 ini di awal medan trek masih berupa jalan cor-coran karena masih berada di dalam dusun. Kemiringan jalannya lumayan terjal. Selepas keluar dari dusun, kami melewati ladang-ladang milik warga setempat.

Di jalan kami cukup sering berpapasan dengan warga yang sedang bercocok tanam di ladangnya. Beberapa warga juga tampak tengah turun membawa ranting-ranting kayu bakar, rumput, atau hasil ladang mereka.

Mereka sangat ramah kepada pendaki. Suka menyapa kami dan tak sedikit yang bilang, “Monggo pinarak mas…”

Cukup banyak variasi tanaman yang ditekuni oleh penduduk setempat di ladang-ladang mereka ini. Sejauh mata memandang, saya melihat tanaman-tanaman antara lain seperti kol, bawang, wortel, dan teh. Selain itu, masih ada lagi tentunya.

Berjalan melalui ladan-ladang warga

Berjalan melalui ladan-ladang warga

Di situ medan trek yang kami hadapi sudah berupa anak-anak tangga yang tersusun dari batu-batu. Jalan yang kami lalui juga konsisten menanjak terus. Belum sampai pos 1 Continue reading

Pendakian Gunung Sumbing Via Kaliangkrik (Bag. 1): Menuju Basecamp

Minggu, 25 Desember 2016

Pada pukul 5 pagi KA Kutojaya Selatan yang saya tumpangi bersama kawan saya, Kuncoro, tiba di Stasiun Kutoarjo. Stasiun Kutoarjo ini merupakan stasiun pemberhentian terakhir kereta tersebut. Kemudian kami bergegas mencari mushola untuk mengerjakan sholat subuh.

Usai sholat subuh, kami berjumpa dengan Amy di mushola. Dengan Amy ini kami baru berkenalan pada pendakian ini. Amy adalah teman kantor Niam, teman kami yang berasal dari Magelang. Amy juga naik kereta api yang sama dengan kami, hanya beda gerbong.

Dari stasiun, kami bersama-sama berjalan kaki menuju jalan besar, tepatnya Jalan Nasional III yang juga merupakan jalan lintas selatan. Jaraknya tidak jauh, hanya 300 meter saja dari stasiun.

Di seberang jalan tampak Bus Sumber Alam tujuan Semarang tengah mengetem. Kami menyeberang jalan kemudian menaiki bus tersebut. Tujuan kami adalah pergi menghampiri rumah Niam di daerah Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Tarif bus dari Kutoarjo menuju Magelang adalah Rp15.000.

Setelah menunggu bus mengetem beberapa lama, bus akhirnya berangkat tepat pukul 6 pagi. Perjalanan menuju Mertoyudan ini menempuh waktu sekitar 1,5 jam.

Di rumah Niam, kami berkenalan dengan Ardhan, teman Niam yang juga ikut bergabung dalam pendakian ke Gunung Sumbing ini. Jadi total ada 5 orang dalam rombongan kami.

Pada pendakian Gunung Sumbing ini kami memilih untuk naik via Kaliangkrik, sebuah Continue reading

Berendam Air Belerang di Songgoriti, Batu

Liburan long weekend Maulid Nabi beberapa waktu yang lalu saya manfaatkan untuk pulang kampung ke Malang. Kebetulan saat itu 2 orang teman saya juga datang dari Jakarta berkunjung ke Malang untuk menghadiri undangan pernikahan. Mereka berdua pun saya ajak berkeliling di Kota Malang dan Batu.

Salah satu tempat yang kami datangi adalah Pemandian Air Panas Alami (PAPA) Songgoriti. Kami datang ke sana sekitar pukul 8 pagi untuk berendam air panas belerang yang mata airnya berasal dari Gunung Kawi itu.

Di PAPA ini ada dua jenis tempat berendam. Yakni, kolam terbuka dan kamar rendam privat. Kami bertiga memilih untuk berendam di kamar rendam.

kamar_rendam

Kamar-kamar rendam

Ada 2 harga paket rendam yang disediakan. Paket 1 harganya Rp20.000, dengan fasilitas mendapatkan handuk (tidak untuk dibawa pulang), 1 sachet sabun kecil, 1 sachet sampo, plus mendapatkan minuman teh atau kopi serta snack biskuit. Sedangkan paket 2 harganya Continue reading

Main ke Teras Cikapundung

Sejak Bandung dipegang Ridwan Kamil, ruang-ruang publik di Kota Bandung ini mulai mendapatkan perhatian yang serius. Taman-taman kota yang sudah ada direnovasi menjadi lebih cantik dan public-friendly. Beberapa taman baru juga dibuat. Salah satunya adalah Teras Cikapundung.

Teras Cikapundung ini sebenarnya sudah dibuka sejak akhir tahun lalu. Namun baru-baru ini saja saya menyempatkan main ke sana bersama seorang teman. Nggak baru-baru banget juga sih, udah 2 bulan yang lalu kayaknya, tapi baru sempat cerita sekarang, wkwkwkwk.

Saya ke sana pada hari Minggu. Suasananya sungguh ramai ketika itu. Kebanyakan warga datang ke sana bersama keluarganya. Tak sedikit pula kelompok muda-mudi yang berkunjung ke sana. Meriah banget lah pokoknya.

Saya ingat ketika jaman saya masih kuliah dulu, lahan Teras Cikapundung ini dulunya adalah kawasan yang kurang tertata. Dahulu di kawasan tersebut terdapat tempat untuk penampungan barang-barang rongsok dan sampah sementara. Juga ditempati oleh sejumlah rumah bedeng. Namun kini sudah Continue reading

Jalan-Jalan Ke Dusun Bambu

Pertengahan September yang lalu salah seorang teman saya main ke Bandung. Dia memang cukup sering main ke Bandung. Biasanya kami pergi nonton ke mall atau kulineran. Bosan ke mall lagi ke mall lagi tiap ke Bandung, secara impulsif kami tiba-tiba kepikiran ide main ke Dusun Bambu yang berlokasi di Lembang. Kebetulan kami berdua sama-sama belum pernah ke sana.

Dusun Bambu sendiri sebenarnya termasuk tempat wisata yang baru. Tahun ini usianya baru menginjak tahun ketiga. Namun tempat wisata ini sudah sangat populer di kalangan wisatawan.

Tak mengherankan sih. Dusun Bambu memang memiliki banyak landscape menarik di dalamnya. Istilah anak generasi Y landscape-nya instagrammable bangetlah

Perjalanan Menuju Dusun Bambu

Perjalanan menuju Dusun Bambu ini tidaklah sulit. Jika dilihat di Google Maps, dari daerah Dago jarak ke Dusun Bambu ini sekitar 17 km. Kami ke sana hari Sabtu siang jam 11-an. Jalanan alhamdulillah sangat lancar. Hanya macet di Jalan Cipaganti dan sekitaran Terminal Parongpong. Itu pun tidak panjang.

Kalau dihitung, perjalanan kami dengan mengendarai sepeda motor kurang lebih memakan Continue reading

Ke Ranu Kumbolo Lagi (Bagian 2-Tamat)

Sabtu, 23 Juli. Pagi itu, usai melakasanakan sholat subuh, saya berjalan-jalan di sekitar tenda. Melakukan sedikit stretching untuk menghangatkan badan. Temperatur di Ranu Kumbolo pagi itu masih cukup dingin.

Setelah itu, bersama teman saya, kami menyusuri garis tepi Ranu Kumbolo hingga ke sisi utara. Empat kali ke Ranu Kumbolo, saya tak pernah bosan dengan suasana pagi di sana. Saya benar-benar menikmati suasana pagi Ranu Kumbolo kali itu. Apalagi Ranu Kumbolo saat itu tak seramai kunjungan saya 2 bulan sebelumnya ke sana.

rakum di pagi hari

Sinar matahari pagi baru menyinari sebagian Ranu Kumbolo

Tak terasa waktu sudah menjelang pukul 8 pagi. Lama juga kami berjalan-jalan menyusuri Ranu Kumbolo ini. Bener-bener nggak terasa.

Teman-teman mulai memasak makanan untuk sarapan. Saya cuma membantu nyuci-nyuci piring saja sesudahnya. Hahaha. Habisnya job masak-memasak sudah terisi semua.

Usai sarapan, kami langsung bergegas untuk packing. Sebagian juga ada yang bersih-bersih diri. Berbeda dengan pengalaman saya saat ke Gede-Pangrango Continue reading