Category Archives: Indonesia

Jalan-Jalan di Indonesia

Kelud Volcano Road Run 2018

Lari di Kelud Volcano Road Run (KVRR) 2018

Dua minggu lalu saya mengikuti ajang lari bertajuk Kelud Volcano Road Run (KVRR) 2018 dengan rute berjarak 10 km. Sesuai namanya, ajang tersebut diadakan di Gunung Kelud yang terletak di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dengan medan lari berupa jalan beraspal.

Ada medan trail-nya juga sih, berupa tanah pasir berkerikil. Tapi panjangnya kira-kira tidak lebih dari 1 km. Itupun baru ditemui menjelang garis finish yang terletak di sekitar kawah Gunung Kelud.

Trek 1 km terakhir menjelang finish

Trek 1 km terakhir menjelang finish

Untuk elevasinya, dalam KVRR ini peserta berlari dari ketinggian sekitar 600 meter dan finish di ketinggian sekitar 1200 meter. Kalau menurut catatan aplikasi saya, bahkan di KM 9 ketinggiannya mencapai 1324 meter. Lumayan tinggi kan? Bisa dibayangkan kayak gimana tanjakannya. Hahaha.

Elevasi KVRR 2018

Elevasi KVRR 2018

Saya sendiri baru bisa berlari dengan pace normal ketika turunan di 1 kilometer terakhir dan satu Continue reading

Advertisements
Zona Atung

Nonton Asian Games 2018 di GBK

Tak terasa sudah sepekan Asian Games 2018 berlalu. Alhamdulillah kita patut berbangga karena sebagaimana kita tahu, Indonesia sebagai tuan rumah berhasil meraih kesuksesan, baik secara prestasi maupun penyelenggaraan.

Sukses prestasi karena Indonesia bisa mengakhiri Asian Games di peringkat ke-4 dengan perolehan total medali emas jauh melebihi target. Sukses penyelenggaraan karena secara umum semua event pertandingan dapat terselenggara dengan baik dan antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat untuk menyaksikan berbagai pertandingan yang ada. Tak ketinggalan pula, apresiasi tinggi diberikan oleh Komite Olimpiade Asia (OCA) kepada Indonesia.

Dalam multisport event 4 tahunan itu alhamdulillah saya juga mendapat kesempatan untuk turut menjadi saksi sejarah. Pada hari ke-8 Asian Games 2018 yang lalu, saya berangkat dari Bandung menuju Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta untuk ikut menonton Asian Games.

Kala itu sebenarnya saya ingin menyaksikan olahraga favorit saya, yakni badminton. Sayangnya di lokasi tidak dijual tiket on the spot sama sekali. Untungnya masih ada beberapa cabang olahraga lain yang menjual tiket pertandingan hari itu di GBK.

Suasana loket pembelian tiket

Suasana loket pembelian tiket

Saya dan kawan saya akhirnya memutuskan untuk Continue reading

Trail Run di Goat Run Series 2018 – Gunung Guntur (Bag. 2-Tamat)

Tepat pada pukul 7 pagi, start pun dimulai. Peserta dari kedua kategori, 20 km dan 35 km, semua start bersamaan.

Sampai 10 km pertama kedua kategori memiliki rute yang sama. Setelah mengitari kawah Gunung Guntur, kedua kategori berpisah rute. Kategori 20 km putar balik turun kembali ke jalur semula, sementara kategori 35 km masih harus naik lagi sampai ke puncak kemudian turun melalui jalur yang berbeda.

Sekitar 3 km pertama rute yang dilalui masih berupa jalan beraspal. Selepas itu trek sudah berupa tanah berkerikil. Elevasinya pun secara bertahap juga semakin meningkat.

Kilometer awal Goat Run Gunung Guntur

Kilometer awal Goat Run Gunung Guntur

Berlari di kampung. Gunung Guntur tampak di kejauhan.

Berlari di kampung. Gunung Guntur tampak di kejauhan.

Saya yang pertama kali berlari di gunung ini tidak memasang target muluk-muluk. Yang penting asal bisa finish strong. Saya mencoba menghemat tenaga dengan berjalan kaki setiap melalui tanjakan dan berlari di medan yang datar dan juga turunan.

Water station pertama ada di KM 4. Ada berbagai macam refreshment yang tersedia. Mulai dari semangka, pisang, isotonik, dan air mineral.

Water station di KM 4

Water station di KM 4

Sampai sekitar 2 km selepas water station KM 4 medan masih berupa alam terbuka dengan tanah pasir berkerikil dan ilalang di kanan kiri jalan. Setelah itu, menjelang water station kedua di KM 8 Continue reading

Suasana menjelang start

Trail Run di Goat Run Series 2018 – Gunung Guntur (Bag. 1)

Awal bulan April ini (8/4) saya mengikuti event lari lintas alam (trail run) Goat Run yang diselenggarakan di Gunung Guntur, Kabupaten Garut. Ini pertama kalinya saya mengikuti sebuah event lari yang diadakan di sebuah gunung.

Goat Run sendiri adalah sebuah seri event lari yang setiap tahunnya terdapat 3 perlombaan. Gunung Guntur ini adalah event pertama dari Goat Run Series pada tahun ini. Berikutnya event akan diadakan di Gunung Slamet (Juli) dan Gunung Lawu (Oktober).

Ada 2 kategori yang diselenggarakan pada setiap event. Yakni, 20 km dan 35 km. Pada penyelenggaraan di Gunung Guntur ini saya memilih untuk mengikuti kategori 20 km.

Race Pack Collection di Favehotel Cimanuk

Sabtu sore (7/4) saya berangkat menuju Garut dengan mengendarai sepeda motor dari Bandung. Sampai di Garut tepat saat masuk waktu maghrib. Saya singgah di Masjid Agung Tarogong untuk melaksanakan sholat maghrib.

Kebetulan ketika itu Garut tengah dirundung hujan deras. Karena itu usai sholat saya memutuskan untuk tetap bertahan di dalam masjid sembari menunggu hujan reda.

Setelah hujan reda, saya melanjutkan perjalanan menuju Favehotel Cimanuk, tempat mengambil race pack, yang tinggal berjarak 2 km saja. Proses pengambilan race pack berjalan sangat smooth. Semua persyaratan yang diminta, seperti surat keterangan sehat dan surat waiver, sudah saya siapkan sejak di Bandung.

Menginap di Villa D’Roemah Hampor

Usai mengambil race pack, saya pergi menuju Villa D’Roemah Hampor, penginapan yang sudah saya pesan sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Lokasinya cukup dekat baik dari Favehotel maupun Kantor Bupati Garut, tempat start dan finish perlombaan.

Di penginapan tersebut hanya ada 4 kamar. Di sana saya berjumpa dengan ketiga penghuni kamar lain yang ternyata juga sesama peserta Goat Run. Mereka tengah mengobrol-ngobrol di meja makan penginapan. Saya pun ikut nimbrung mengobrol-ngobrol dengan mereka sampai jam 9 malam.

Menariknya, mereka ternyata sesama alumni almamater dengan saya juga. Ada alumni Tambang ’88, Teknik Fisika ’09, dan ada alumni Mesin ’08. Sebuah kebetulan yang tak disangka-sangka.

Foto bareng di penginapan sebelum berangkat lari

Foto bareng di penginapan sebelum berangkat lari

Mengenai penginapannya sendiri, menurut saya cukup recommended, terutama dari segi desain interiornya yang kental dengan nuansa tradisional Jawa. Furnitur yang digunakan pun dominan terbuat dari kayu. Banyak juga perabotan dengan desain antik yang menghiasi ruangan.

Meja makan tempat mengobrol di Villa D'Roemah Hampor

Meja makan tempat mengobrol di Villa D’Roemah Hampor

Hari H

Keesokan harinya, Ahad (8/4), kami pergi menuju Kantor Bupati Garut, tempat dibukanya event, dengan berboncengan sepeda motor. Kebetulan selain saya, ada satu orang lagi yang datang dari Bandung juga dengan mengendarai sepeda motor.

Ketika itu masih ada banyak waktu yang kami miliki sampai start dilakukan. Kami memanfaatkannya untuk melakukan pemanasan.

Para pelari menjelang start

Para pelari menjelang start

Sekitar setengah jam menjelang start, MC memberikan arahan agar semua peserta berkumpul di belakang garis start. Ada beberapa acara pembuka yang diadakan panitia sebelum lari dimulai, antara lain ada atraksi kambing jantan yang besar (entah apa namanya), kemudian ada acara deklarasi anti-hoax yang dipandu oleh pihak kepolisian setempat, dan disambung dengan sambutan-sambutan dari pihak yang terlibat dalam event ini. (bersambung)

Jalan-Jalan di Padang & Bukittinggi (Bag. 4-Tamat): Danau Singkarak

Sesampainya di hotel kami langsung menikmati sarapan pagi yang disediakan oleh pihak hotel. Saya mengambil menu Nasi Goreng Padang. Rasanya cukup sedap. Inginnya sih nambah. Tapi tidak ingin kekenyangan juga karena harus memberikan ruang untuk menyantap kuliner berikutnya. Hehehe.

Namun, rupanya keputusan itu harus saya sesali karena setelah itu ternyata kami tak sempat singgah untuk kulineran sampai tiba di bandara. Hiks, hiks.

Yup, pagi itu setelah check-out sekitar pukul 9.30 kami langsung tancap gas menuju Bandara Internasional Minangkabau. Kami mengambil rute yang berbeda dengan keberangkatan. Kami memilih rute melalui Danau Singkarak.

Check-out dari Hotel Maison

Check-out dari Hotel Maison

Kurang lebih setelah menempuh perjalanan 1,25 jam dari Bukittinggi, kami tiba juga di kawasan Danau Singkarak. Masya Allah… Danau Singkarak ini sungguh begitu luasnya! Mobil kami berjalan terus menyusuri jalan di tepi Danau Singkarak ini.

Kami singgah sejenak di salah satu warung yang banyak berjejer di tepi Danau Singkarak untuk membeli oleh-oleh. Komoditas yang paling banyak dijajakan di warung-warung tersebut tentu saja ikan Bilih yang memang endemik Danau Singkarak.

Deretan warung di tepi Danau Singkarak

Deretan warung di tepi Danau Singkarak

Saya membeli satu bungkus ikan bilih dengan total berat 1/4 kg seharga Rp80.000. Rizky pun juga membeli yang sama. Selain itu, Continue reading

Jalan-Jalan di Padang & Bukittinggi (Bag. 3): Menikmati Pagi di Janjang Saribu & Janjang Koto Gadang

Pagi itu sekitar jam 6 masing-masing dengan menumpang Gojek, saya dan Rizky pergi meninggalkan hotel menuju Janjang Saribu. Dari Hotel Maison tempat kami menginap, Janjang Saribu ini tidaklah jauh. Hanya 2 km saja.

Saya sempat agak nggak yakin ketika dikasih tahu oleh driver Gojek bahwa kami sudah sampai di depan pintu masuk tempat wisata Janjang Saribu. Bagaimana tidak, yang dibilang pintu masuk itu ternyata adalah sebuah gang.

Memang sih di depan gang tersebut terdapat gapura bertuliskan “Jenjang Seribu”. Namun di dalam gang tersebut lebih tampak seperti pekarangan rumah penduduk dibandingkan sebuah tempat wisata.

Kami pun berjalan saja terus masuk ke dalam. Dan ketika sampai di ujung, tampak di hadapan kami sebuah keindahan alam yang begitu menyejukkan mata. Masya Allah…

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Di hadapan kami terbentang sebuah lembah yang dikelilingi bukit-bukit curam. Di tengahnya mengalir sebuah sungai yang membelah lembah menjadi dua bagian. Pagi itu kabut tebal dan udara sejuk yang menyelimuti lembah berpadu membuat perasaan hati ini begitu tenang memandang keindahan yang terbentang di hadapan.

Itulah lembah yang dikenal dengan nama Ngarai Sianok. Janjang Saribu sendiri adalah deretan anak tangga yang menghubungkan Continue reading

Jalan-Jalan di Padang & Bukittinggi (Bag. 2): Malam Minggu di Jam Gadang

Dalam perjalanan dari Padang ke Bukittinggi kami sempat singgah di dua tempat. Pertama kami mampir ke Air Terjun Lembah Anai yang terletak tepat di pinggir jalan raya trans Sumatera yang menghubungkan Kota Padang dengan Bukit Tinggi. Air Terjun Lembah Anai ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Tanah Datar.

Sayangnya kami tiba di sana ketika waktu sudah memasuki maghrib. Langit sudah agak gelap. Jadi saya tidak bisa dengan jelas mengambil gambar air terjun tersebut.

Sebentar saja kami berkunjung ke Air Terjun Lembah Anai ini. Setelah mengambil foto yang hasilnya pun buram karena gelap, kami pun kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Kota Padang Panjang, kami singgah lagi di Rumah Makan Sate Mak Syukur untuk makan malam. Sate Mak Syukur ini kabarnya merupakan Sate Padang yang paling enak dan sudah melegenda di kalangan wisatawan.

Terbukti ketika kami datang ke sana, banyak rombongan pelancong yang bersantap malam di sana. Bahkan sampai ada beberapa bus juga parkir di sana.

Kemasyhuran Rumah Makan Sate Mak Syukur ini pun sampai ke kalangan tokoh-tokoh pejabat nasional juga. Dari foto-foto yang dipajang tampak bahwa Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan mantan presiden SBY pun juga pernah berkunjung ke sana.

Foto-foto pejabat yang berkunjung ke Sate Mak Syukur

Foto-foto pejabat yang berkunjung ke Sate Mak Syukur

Saya dan Rizky sama-sama memesan Sate Padang serta Teh Talua. Ini kali pertama saya mencoba Continue reading