Category Archives: Indonesia

Jalan-Jalan di Indonesia

Outbound di Grafika Cikole

Hari Ahad minggu kemarin (14/4) saya bersama teman-teman kantor mengadakan acara jalan-jalan ke Lembang. Tepatnya di Terminal Wisata Grafika Cikole. Di sana kami bermain paintball dan permainan outbound lainnya.

Seperti jalan-jalan sebelumnya ke Ranca Upas, kali ini kami juga motoran ramai-ramai ke Cikole. Bedanya kali ini perjalanan tak sampai sejauh ke Ranca Upas.

Baca juga: Camping di Kampung Cai Ranca Upas

Gerbang pintu UPI menjadi meeting point kami. Setelah semuanya komplit, pukul 8.30 kami meninggalkan UPI menuju ke Grafika Cikole.

Tidak semuanya ikut meeting point di UPI. Teman-teman yang dari Cimahi janjian langsung ketemu di Grafika Cikole karena memang melalui rute yang berbeda.

Kumpul di depan UPI
Kumpul di depan UPI

Pagi itu jalan menuju Lembang cukup padat di beberapa titik. Terutama menjelang Farm House. Selepas itu jalanan relatif lebih lengang, apalagi selepas Alun-Alun Lembang.

Kurang lebih waktu tempuh perjalanan kami adalah 30 menit untuk sampai di Grafika Cikole. Tak lama kemudian rombongan dari Cimahi tiba juga di Grafika Cikole.

Continue reading
Advertisements
Ranca Upas

Camping di Kampung Cai Ranca Upas

Selepas dari jalan-jalan ke Kawah Cibuni Rengganis Sabtu itu (19/1), saya dan teman-teman tidak langsung pulang ke Bandung. Kami semua pergi ke Kampung Cai Ranca Upas yang juga masih berada di kawasan Ciwidey.

Kami memang berencana untuk camping di sana. Perlengkapan seperti tenda, matras, sleeping bag, lampu senter, kompor portable, panci, dan peralatan makan sudah kami bawa. Khusus untuk tenda, matras, dan sleeping bag, kami menyewanya di salah satu toko rental peralatan outdoor yang ada di Jl. Gagak, Bandung sebelum berangkat.

Tiket Masuk

Kampung Cai Ranca Upas ini adalah sebuah kompleks tempat wisata alam yang menawarkan berbagai macam aktivitas di sana. Selain camping, aktivitas lain yang juga tidak kalah populernya adalah berkunjung ke penangkaran rusa.

Jika ingin camping, setiap pengunjung akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp10.000, selain biaya tiket masuk sebesar Rp15.000. Selain itu ada biaya tambahan yang dikenakan untuk sepeda motor yang menginap. Biayanya Rp5.000 per sepeda motor, selain biaya parkir normal Rp3.000.

Jadi untuk berkemah di Ranca Upas, setiap orang setidaknya akan perlu mengeluarkan biaya Rp25.000 dan Rp8.000 untuk parkir sepeda motornya. Untuk mobil, saya tidak tahu biayanya.

Semua biaya itu dibayarkan saat akan melewati pos penjagaan di gerbang masuk kompleks. Ada petugas yang akan menghitung.

Area parkir sepeda motor di Ranca Upas
Area parkir sepeda motor di Ranca Upas

Oh ya, jangan lupa bawa uang yang cukup ya. Di sana tidak ada ATM soalnya.

Continue reading
Kawah Cibuni Rengganis

Berendam Air Panas Belerang di Kawah Cibuni Rengganis

Sabtu minggu lalu (19/1) saya bersama teman-teman kantor jalan-jalan ke salah satu tempat wisata di kawasan Ciwidey, Bandung Selatan, yakni Kawah Cibuni atau dikenal juga dengan nama Kawah Rengganis. Kawah Cibuni ini berada tidak jauh dari Situ Patengan, salah satu tempat wisata yang sangat terkenal di Ciwidey.

Kami datang menjelang waktu Dhuhur. Saat itu, Kawah Cibuni ini tidak begitu ramai didatangi pengunjung. Cuaca agak sedikit mendung.

Tidak ada tiket yang dipungut untuk memasuki kawasan wisata ini. Kita hanya dikenakan biaya parkir sepeda motor sebesar Rp5.000 per motor.

Sebelum ini, menurut penuturan teman saya yang sudah 2 kali pergi ke sana, ada biaya tiket masuk yang dikenakan. Ketika itu memang Kawah Cibuni masih dikelola oleh perusahaan swasta. Namun pengelolaan itu sekarang diserahkan ke warga karena perusahaan tersebut rupanya tidak mengantongi izin.

Sepintas topografi Kawah Cibuni ini mengingatkan saya pada kawah di Gunung Papandayan. Asap belerang mengepul dari beberapa lubang di sela-sela bebatuan kapur berwarna kekuningan. Warna kuning itu sepertinya dihasilkan karena batu terpapar asap belerang secara terus-menerus.

Continue reading

Lari Full Marathon di Borobudur Marathon 2018 (Bag. 1): Sebelum Race Day

Tiga minggu lalu saya mengikuti lari full marathon (FM) di event Borobudur Marathon (BM) 2018. Itu adalah kali ketiga saya berlari FM dan yang pertama saya berlari FM di Indonesia. Dua event FM sebelumnya yang saya ikuti adalah di Penang Bridge International Marathon 2015 dan 2017.

baca juga: Kali Pertama Ikutan Full Marathon

Awalnya saya tidak kepikiran untuk mengikuti event BM 2018 ini. Tapi karena diajak teman saya, Dani, saya pun mendaftar di hari-hari terakhir pendaftaran. Dia berambisi untuk pecah telor full marathon tahun ini.

Saya pun juga tertantang untuk memperbaiki catatan waktu FM saya sebelumnya yang begitu mepet dengan cut off time (COT), yakni 6:50 dan 7:05. Sudah lama sebetulnya saya tidak lari long distance. Event Relay 8 – ITB Ultra Marathon 2018 satu bulan sebelumnya saya manfaatkan sebagai ajang latihan untuk persiapan BM 2018 ini.  

Race Pack Collection

Saya dan Dani janjian untuk ketemuan ketika Race Pack Collection (RPC) di Hotel Grand Artos, Magelang, pada H-1. Dani datang dari arah Jogja, sementara saya datang dari arah Semarang setelah menempuh perjalanan dengan kereta api dari Bandung dan disambung dengan travel ke Magelang.

Suasana RPC begitu ramai saat itu. Selain RPC, di Artos Mall yang gedungnya menjadi satu dengan Hotel Grand Artos juga diadakan expo dengan tema lari.

Continue reading
Kelud Volcano Road Run 2018

Lari di Kelud Volcano Road Run (KVRR) 2018

Dua minggu lalu saya mengikuti ajang lari bertajuk Kelud Volcano Road Run (KVRR) 2018 dengan rute berjarak 10 km. Sesuai namanya, ajang tersebut diadakan di Gunung Kelud yang terletak di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dengan medan lari berupa jalan beraspal.

Ada medan trail-nya juga sih, berupa tanah pasir berkerikil. Tapi panjangnya kira-kira tidak lebih dari 1 km. Itupun baru ditemui menjelang garis finish yang terletak di sekitar kawah Gunung Kelud.

Trek 1 km terakhir menjelang finish

Trek 1 km terakhir menjelang finish

Untuk elevasinya, dalam KVRR ini peserta berlari dari ketinggian sekitar 600 meter dan finish di ketinggian sekitar 1200 meter. Kalau menurut catatan aplikasi saya, bahkan di KM 9 ketinggiannya mencapai 1324 meter. Lumayan tinggi kan? Bisa dibayangkan kayak gimana tanjakannya. Hahaha.

Elevasi KVRR 2018

Elevasi KVRR 2018

Saya sendiri baru bisa berlari dengan pace normal ketika turunan di 1 kilometer terakhir dan satu Continue reading

Zona Atung

Nonton Asian Games 2018 di GBK

Tak terasa sudah sepekan Asian Games 2018 berlalu. Alhamdulillah kita patut berbangga karena sebagaimana kita tahu, Indonesia sebagai tuan rumah berhasil meraih kesuksesan, baik secara prestasi maupun penyelenggaraan.

Sukses prestasi karena Indonesia bisa mengakhiri Asian Games di peringkat ke-4 dengan perolehan total medali emas jauh melebihi target. Sukses penyelenggaraan karena secara umum semua event pertandingan dapat terselenggara dengan baik dan antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat untuk menyaksikan berbagai pertandingan yang ada. Tak ketinggalan pula, apresiasi tinggi diberikan oleh Komite Olimpiade Asia (OCA) kepada Indonesia.

Dalam multisport event 4 tahunan itu alhamdulillah saya juga mendapat kesempatan untuk turut menjadi saksi sejarah. Pada hari ke-8 Asian Games 2018 yang lalu, saya berangkat dari Bandung menuju Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta untuk ikut menonton Asian Games.

Kala itu sebenarnya saya ingin menyaksikan olahraga favorit saya, yakni badminton. Sayangnya di lokasi tidak dijual tiket on the spot sama sekali. Untungnya masih ada beberapa cabang olahraga lain yang menjual tiket pertandingan hari itu di GBK.

Suasana loket pembelian tiket

Suasana loket pembelian tiket

Saya dan kawan saya akhirnya memutuskan untuk Continue reading

Trail Run di Goat Run Series 2018 – Gunung Guntur (Bag. 2-Tamat)

Tepat pada pukul 7 pagi, start pun dimulai. Peserta dari kedua kategori, 20 km dan 35 km, semua start bersamaan.

Sampai 10 km pertama kedua kategori memiliki rute yang sama. Setelah mengitari kawah Gunung Guntur, kedua kategori berpisah rute. Kategori 20 km putar balik turun kembali ke jalur semula, sementara kategori 35 km masih harus naik lagi sampai ke puncak kemudian turun melalui jalur yang berbeda.

Sekitar 3 km pertama rute yang dilalui masih berupa jalan beraspal. Selepas itu trek sudah berupa tanah berkerikil. Elevasinya pun secara bertahap juga semakin meningkat.

Kilometer awal Goat Run Gunung Guntur

Kilometer awal Goat Run Gunung Guntur

Berlari di kampung. Gunung Guntur tampak di kejauhan.

Berlari di kampung. Gunung Guntur tampak di kejauhan.

Saya yang pertama kali berlari di gunung ini tidak memasang target muluk-muluk. Yang penting asal bisa finish strong. Saya mencoba menghemat tenaga dengan berjalan kaki setiap melalui tanjakan dan berlari di medan yang datar dan juga turunan.

Water station pertama ada di KM 4. Ada berbagai macam refreshment yang tersedia. Mulai dari semangka, pisang, isotonik, dan air mineral.

Water station di KM 4

Water station di KM 4

Sampai sekitar 2 km selepas water station KM 4 medan masih berupa alam terbuka dengan tanah pasir berkerikil dan ilalang di kanan kiri jalan. Setelah itu, menjelang water station kedua di KM 8 Continue reading