Author Archives: otidh

About otidh

Muslim | Informatician | Blogger | Interisti | Kera Ngalam | Railfan | Badminton-Football-Running-Cycling-Hiking-Traveling-Book Enthusiast

Sentra Vaksinasi Covid-19 Polkesmas

Mendapatkan Vaksin Sinovac Dosis Pertama

Alhamdulillah. Akhirnya saya divaksin juga. Pada hari Sabtu kemarin (17/7) saya mengikuti kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan di lingkungan kampus Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Polkesma).

Hunting Info Vaksin

Saya bilang “akhirnya” karena saya harus mencari info ke mana-mana mengenai kegiatan vaksinasi baik di Bandung maupun di Malang. Kebetulan saya domisili Bandung, sementara KTP masih alamat Malang.

Sebenarnya nggak ke mana-mana juga sih haha. Cuma modal HP saja. Saya follow beberapa akun Instagram seperti @infovaksincovid_19 (info vaksin di berbagai daerah di Indonesia) dan @immuninme (info vaksin khusus wilayah Malang Raya).

Di Bandung saya selalu kehabisan kuota. Setiap ada info pendaftaran vaksin, saya sering terlambat untuk mendaftarkan diri. Pernah berhasil dapat kuota, tapi baru akhir Juli jadwal divaksinnya. Akhirnya saya urungkan.

Sebelum PPKM Darurat berlangsung, saya memutuskan untuk pulang ke Malang karena puskesmas dekat rumah ternyata akan melaksanakan kegiatan vaksinasi. Sayangnya, saya juga selalu kehabisan kuota vaksin di sana.

Beberapa kali datang selalu kalah antrian karena ternyata pihak puskesmas juga lebih memprioritaskan orang lansia. Bahkan pernah suatu hari saya lihat di Instagram Story puskesmas tersebut bahwa kupon antrian sudah habis sebelum waktu sholat subuh, sekitar jam 4.20. Weww.

Continue reading

It’s Coming (To) Rome

“It’s coming to Romee, it’s coming to Romee..”

Begitulah teriakan Bonucci setelah Italia memastikan gelar juara Euro 2020 melalui adu tendangan penalti melawan Inggris pada final Euro 2020 5 hari yang lalu. Tagline “It’s coming home” yang biasa didengungkan di media berhasil diplesetkan oleh Italia menjadi “It’s coming (to) Rome”.

Sebagai pendukung setia Italia, tentu saja rasanya puas banget menyaksikan Italia mendapatkan gelar juara kembali setelah pada tahun 2006 lalu saya juga menyaksikan Italia mendapatkan gelar Piala Dunia di Jerman. Apalagi Euro 2020 ini adalah turnamen comeback-nya Italia setelah absen di Piala Dunia 2018 lalu.

Piala Dunia 2018 bagi saya ketika itu adalah turnamen sepakbola paling hampa karena tidak ada tim yang saya jagokan. Hahaha. Lebay banget. Saya sempat menuliskan unek-unek saya ketika itu di sini.

Di turnamen Euro 2020 ini untuk pertama kalinya saya merasa optimistis Italia bisa meraih gelar juara sejak turnamen belum digulirkan. Selama ini walaupun memandang Italia sebagai tim kuat, tapi saya selalu merasa banyak negara lain yang lebih solid dan potensial untuk menjadi juara.

Continue reading
menampung air hujan dengan ember

Berkah Air Hujan

Ini cerita 2-3 minggu lalu sebenarnya. Saat itu daerah di mana saya tinggal sedang mengalami penggiliran air PDAM. Air PDAM hanya mengalir pada jam-jam tertentu.

Namun rupanya ketika jam giliran air menyala pun debit airnya tidak cukup deras sehingga air tidak kuat untuk naik ke torrent air kontrakan saya.

Lewat waktu subuh, air pun juga sudah habis duluan. Ada beberapa hari juga di mana kontrakan benar-benar tidak mendapat pasokan air sama sekali.

Untungnya ketika itu beberapa hari turun hujan deras di Kota Bandung. Saya bersama teman-teman kontrakan menampung air hujan tersebut dengan ember-ember yang kami punya.

Terasa sekali berkahnya air hujan kala itu. Air hujan tersebut bisa langsung kami manfaatkan untuk kebutuhan rumah seperti mencuci piring, mandi, wudhu, dan istinja.

Ketika itu hujan deras turun secara rutin dalam beberapa hari. Kami benar-benar tertolong karena hujan tersebut. Manfaat air hujan itu sungguh terasa bagi kami.

Pada saat bersamaan di tempat lain yang masih berada di Kota Bandung, ternyata hujan deras tersebut justru menyebabkan banjir. Banjir tersebut menyebabkan macet di beberapa ruas jalan (salah satu beritanya ada di sini). Bahkan di dekat Pasar Cikaso kabarnya ada gerobak tukang ayam goreng yang hanyut terbawa arus banjir.

Tentu saja dua perspektif kejadian yang kami alami dan orang lain alami itu adalah sebuah paradoks. Saya pun menjadi sedikit merenung.

Air hujan yang seharusnya merupakan sebuah berkah bagi semua makhluk di bumi ini, ternyata juga bisa menjadi musibah. Apakah air hujannya yang salah? Tentu sama sekali tidak.

Jangan-jangan selama ini kita mungkin lebih sering bersikap take for granted atas air hujan yang turun. Air hujan dianggap angin lalu saja.

Tak jarang kita juga mungkin pernah mendengar keluhan seperti “Duh, hujan lagi, hujan lagi” atau “Duh hujan nih, bakal banjir lagi sepertinya” pada saat hujan turun. Na’udzubillah min dzalik. Semoga kita tidak sampai begitu, mengeluarkan celaan atau penyesalan atas hujan yang dirasa mengganggu aktivitas kita.

Sebaliknya, kita seyogyanya mengikuti anjuran Rasulullah untuk selalu mensyukuri turunnya air hujan dengan berdo’a agar hujan tersebut memberikan keberkahan dan kebermanfaatan.

اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat. (HR. Bukhari)

Jika hujan ternyata turun dengan lebatnya hingga menimbulkan kekhawatiran pada kita, rupanya Rasulullah pun sudah mencontohkan doanya pula.

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَر

Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan (HR. Bukhari)

Dari contoh doa Rasulullah tersebut sudah semestinya kita perlu banyak-banyak bersyukur kepada Allah ketika hujan turun. Banyak manfaat hujan yang bisa kita rasakan. Jika hujan ternyata menyebabkan banjir atau longsor, sudah semestinya pula menjadi renungan bersama. Mungkin memang kitanya sendiri yang kurang menjaga atau melestarikan lingkungan sekitar kita.

Agar Kebiasaan Tak Terputus

Tak jarang ketika kita sedang mencoba untuk konsisten dalam menjalani sebuah kebiasaan (yang positif), akan ada saja hal-hal yang menginterupsi kita pada suatu saat tertentu sehingga menyebabkan kita melewatkan kebiasaan tersebut. Interupsi itu datangnya bisa dari faktor internal atau eksternal.

Faktor internal bisa disebabkan memang lagi sakit atau malas misalnya. Sedangkan faktor eksternal bisa terjadi karena tiba-tiba ada pekerjaan lain yang lebih penting untuk dilakukan atau kondisi di luar yang memang tidak memungkinkan, seperti cuaca buruk misalnya.

Dalam hal semangat, kerajinan, atau kegigihan, yang namanya manusia, pasti ada yang namanya naik turun. Siapapun bisa mengalami. Di dalam Islam bahkan ada istilahnya untuk menyebut fenomena ini, yakni futur. Futur, sebagaimana saya kutip dari sini, bermakna rasa malas dan lemah setelah sebelumnya ada masa rajin dan semangat.

Menurut James Clear dalam bukunya, Atomic Habit, ketika kebiasaan kita mendapatkan interupsi — sehingga kita melewatkannya — kita perlu menyikapinya dengan menerapkan prinsip sederhana: never miss twice. Jangan sampai kita melewatkan untuk yang kedua kalinya. Begitu terlewat lagi, besar kemungkinan kita berat untuk melanjutkan kebiasaan tersebut, hingga akhirnya lama-lama akan hilang.

Missing once is an accident. Missing twice is the start of a new habit.

~ James Clear (Atomic Habits)

Sekadar sharing contoh kasus saja. Salah satu hobi saya adalah lari. Dalam seminggu saya menjadwalkan untuk lari sebanyak 3x. Di antara jadwal lari itu biasanya saya selingi dengan 1-2 hari untuk beristirahat. Sekali lari biasanya saya mematok target lari dengan jarak tertentu.

Dalam seminggu saya memiliki target bisa berlari mencapai mileage minimal 20K. Sebagai contoh, jika 2 hari yang lalu saya berlari 5K, hari ini berlari 7K, berarti lusa saya harus berlari minimal 8K agar target pribadi tersebut tercapai.

Pada kenyataannya, untuk bisa konsisten berlari dengan mengejar mileage tersebut, tidaklah semudah membalik telapak tangan. Kadang kala ketika sudah tiba jadwalnya untuk lari, walaupun berlari sudah menjadi kebiasaan, perasaan malas itu selalu ada saja.

Semakin berat dengan ditambah justifikasi seperti cuaca yang sedang dingin-dinginnya (suhu pagi hari di Bandung dan Malang pada waktu-waktu tertentu bisa kurang dari 20°C), badan yang masih lelah karena aktivitas sehari sebelumnya, rasa kantuk yang masih menghinggapi, atau teringat hari itu ada deadline di kantor.

Pikiran-pikiran negatif yang muncul tersebut tentu saja membuat energi aktivasi yang saya perlukan untuk memulai berlari menjadi sangat besar. Apalagi membayangkan saya harus berlari jauh lebih dari 5 km dan bakal menghabiskan waktu lebih dari 30 menit ditambah dengan waktu untuk pemanasan dan pendinginan.

Sepertinya benar apa yang disampaikan oleh James Clear. Permasalahan itu seringkali ada dalam cara berpikir kita. Kita terlalu menuntut kesempurnaan sehingga malah membuat kita menunda-nunda atau bahkan tidak memulainya.

If you can’t do something perfectly, then you shouldn’t do it all. Pola pikir negatif seperti itulah yang kita sering kali terjebak di dalamnya.

Begitu saya skip lari di jadwal yang seharusnya, efeknya berlanjut ke hari setelahnya. Energi aktivasi yang diperlukan juga semakin besar. Belum lagi badan, terutama kaki, perlu adjustment lagi agar kuat berlari sejauh biasanya.

Karena itu James Clear menekankan bahwa penting sekali untuk sekadar show up. Dalam kasus saya, contoh bentuk show up itu mungkin hanya sekadar work out sederhana (biasanya latihan strength untuk memperkuat kaki dan core) atau jalan kaki.

It’s easy to train when you feel good, but it’s crucial to show up when you don’t feel like it — even if you do less than you hope.

~ James Clear (Atomic Habits)

Energi yang dikeluarkan untuk kedua contoh tadi tidaklah besar. Mudah untuk dilakukan dan tidak ada lari-larinya sama sekali. Tapi keduanya berkontribusi kepada kebiasaan lari saya tersebut.

Selain itu juga masih kongruen dengan identitas yang ingin saya bangun melalui kebiasaan lari tersebut. Yakni menjadi orang yang (berusaha) selalu tetap bugar. Dengan cara tersebut, ketika tiba jadwal berikutnya untuk lari lagi, saya bisa tetap nyetel.

Sebagaimana yang juga disampaikan James Clear dalam bukunya, Atomic Habits, identity adalah layer terpenting yang harus dimiliki seseorang untuk menjaga agar suatu kebiasaan tersebut dapat bertahan lama (bahkan sepanjang hidup), dibandingkan dengan kebiasaan yang sekadar berbasiskan outcome atau process. Karena itu, penting bagi kita untuk menetapkan identitas yang ingin kita bangun terlebih dahulu sebelum menerapkan sebuah kebiasaan.

Bakso Damas

Makan Bakso dengan Aneka Topping di Bakso Damas

Malang itu surganya bakso. Kalau ditanya bakso apa yang paling recommended, sebagai orang Malang saya suka susah jawabnya. Hahaha.

Saya yakin tiap orang punya bakso favoritnya masing-masing. Warung bakso-baksoan ini akan sangat mudah Anda temui di berbagai sudut Malang Raya.

Setiap warung bakso itu memiliki citra rasanya masing-masing. Tak sedikit mereka juga memiliki menu yang kreatif dan unik.

Insya Allah semuanya enak. Jangankan warung bakso yang besar, bakso keliling yang lewat depan rumah saja juga nggak kalah enaknya.

Tapi kalau ditanya warung bakso mana yang populer di kalangan pelancong, ini lebih mudah menjawabnya. Biasanya warung bakso ini bisa populer karena memang selain enak, tentunya juga didukung faktor lokasi dan memang sudah berdiri sejak lama. *Mudah-mudahan nggak capek ya*

Nah, sebagai warga yang tinggal di daerah jalan ikan-ikanan di Malang, warung bakso terdekat yang sering menjadi jujugan saya dan keluarga adalah Bakso Damas yang terletak di daerah Griya Shanta. Sudah lama kami menjadi pelanggan Bakso Damas ini.

Dulu Bakso Damas masih menempati warung kecil yang dindingnya masih terbuat dari triplek kayu. Lama-lama warung kecil tersebut sedikit diperluas. Sejak setahun (atau 2 tahun lalu) Bakso Damas sudah meninggalkan warung tersebut dan menempati rumah bertingkat yang terletak di sampingnya.

Aneka Gorengan Bakso Damas

Bakso Damas ini menjadi favorit saya karena gorengannya beraneka macam. Di antaranya ada goreng kembang, goreng panjang, dan goreng bulat. Di warung-warung bakso pada umumnya goreng tersebut memang biasanya selalu tersedia.

Tapi tunggu dulu. Daftar tersebut masih berlanjut lagi. Ada goreng usus lilit, goreng usus cincang, goreng ati, goreng udang mekar, goreng usus bulat, dan paru sapi. Selain aneka gorengan, siomaynya pun juga cukup bervariasi. Ada siomay udang kembang, siomay udang panjang, dan siomay daging.

Selain gorengan dan siomay, masih ada topping yang lain seperti tahu putih, tahu isi bakso, sate telur puyuh, sate ati ampela, dan ceker ayam. Perlu tambahan karbo? Bisa tambah mie kuning, mie soun, atau lontong. 😬

Daging baksonya sendiri, atau pentol kalau orang Malang menyebutnya, juga ada beberapa varian. Ada bakso kasar, bakso halus, bakso jumbo urat pedas, bakso kotak pedas, dan bakso isi telur. Favorit saya adalah bakso kasar dan bakso jumbo urat pedasnya.

Baru-baru ini bahkan Bakso Damas mengeluarkan menu andalan baru, yakni bakso bakar. Sayang saya belum sempat mencobanya.

Saking banyaknya pilihan topping-nya saya sampai sering bingung untuk memilih yang mana. Ingin mencoba setiap macamnya. Saya sendiri biasanya dalam satu mangkuk bisa terdiri atas campuran 5 topping plus 2 bakso ukuran kecil. Dengan porsi segitu saja sudah terasa kenyang. Hahaha.

Daftar Menu Bakso Damas

Makan bakso tak lengkap tanpa adanya kuah. Bisa dibilang kuah bakso adalah kunci. Kuah itu juga yang memberikan aroma dan rasa pada hidangan bakso yang kita makan. Entah bagaimana menurut orang lain, namun menurut saya kuah Bakso Damas ini terasa cukup asin. Nah, untuk menetralkan rasa, biasanya saya tambah sambal dan sedikit kecap. Selain memang karena saya suka pedas juga sih.

Jika kita sudah mulai agak bosen makan bakso, bakso, dan bakso lagi, kita bisa mencoba menu non-bakso di Bakso Damas ini. Bakso Damas kini juga telah menghadirkan menu non-bakso seperti nasi rawon, nasi ayam geprek, dan nasi ceker.

Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba makan Bakso Damas, bisa langsung datang saja ke restorannya di Jl. Soekarno Hatta No.70, Malang. Bukanya dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam.

Oh ya belakangan ini saya baru tahu Bakso Damas ternyata juga menjual bakso frozen. Bahkan Bakso Damas juga memiliki lapak di Tokopedia (linknya di sini) untuk melayani pembelian bakso frozen tersebut. Tidak hanya bakso frozen, kita juga bisa membeli aneka gorengannya juga secara online.

Atap Stasiun Malang Kota Baru

Wajah Stasiun Malang Kota Baru yang Baru

Selasa kemarin (1/6) untuk pertama kalinya saya merasakan naik kereta api dari Stasiun Malang Kota Baru yang baru. Semoga nggak bingung ya sama kata-katanya hahaha. Kok sudah ada kata “baru” setelah kota terus pakai kata “baru” lagi setelahnya.

Buat yang belum tahu, di Malang ada 3 stasiun kereta api yang beroperasi, yakni Stasiun Belimbing, Stasiun Malang Kota Baru, dan Stasiun Malang Kota Lama. Jika Anda mendengar nama “Stasiun Malang” saja, tanpa embel-embel tambahan, berarti maksudnya adalah Stasiun Malang Kota Baru yang berada di pusat kota itu, dekat balai kota dan alun-alun tugu.

Pada bulan April tahun 2019 yang lalu PT KAI memulai pembangunan gedung stasiun yang baru di sisi timur menghadap ke Jl. Panglima Sudirman (beritanya di sini). Setelah 2 tahun berlalu, gedung baru tersebut akhirnya sudah jadi dan resmi dioperasikan untuk penumpang per tanggal 10 Mei 2021 kemarin (beritanya di sini).

Gedung Stasiun Malang yang baru ini tampak sangat modern. Mirip sekali dengan bandara. Desain atapnya sangat artistik. Bentuknya terinspirasi dari bentuk Gunung Putri Tidur yang tampak membentang di sisi barat Kota Malang.

Gunung Putri Tidur ini sendiri bukanlah nama gunung yang sebenarnya. Ia merupakan deretan gunung-gunung yang jika diamati dari Kota Malang tampak seperti seorang putri yang sedang tidur. Mengenai Gunung Putri Tidur ini, saya pernah menceritakannya di sini.

Continue reading

I M Scudetto

Sudah lama saya tidak menulis komentar tentang sepakbola di blog ini. Mungkin karena klub favorit saya, Inter Milan, sudah lama sekali tidak pernah punya prestasi yang membanggakan. Semenjak mandapatkan treble dan ditutup dengan menjadi juara piala dunia antar klub pada tahun 2010, Inter mulai memasuki — istilah para fan sepakbola — banter era. 😂

Praktis, setelah momen bersejarah tahun 2010 itu hingga tahun ini, Inter Milan hanya pernah menjadi menjadi juara sekali saja, yakni Coppa Italia 2010-2011. Dari Jaman pergantian kepemilikan klub dari Massimo Moratti ke Erick Tohir terus ke Sunning, ternyata “prestasi terbaik” berikutnya baru hadir pada musim lalu dengan menjadi runner-up Serie A dan Liga Eropa.

Setelah 11 tahun berlalu, akhirnya pada musim 2020-2021 ini Inter Milan mendapatkan kembali scudetto Serie A. Dengan sangat meyakinkan pula. Gelar juara sudah dikunci pada pekan 34 dan memiliki selisih akhir 12 poin dengan peringkat dua, AC Milan. Selamat! Congratulazioni!

Bahagia sekali akhirnya melihat kapten tim, Samir Handanovic, bisa mengangkat tropi untuk pertama kalinya semenjak bergabung pada tahun 2012. Jika boleh merangkum perjalanan Inter Milan 11 tahun terakhir, menurut saya Samir Handanovic ini lah yang paling konsisten mainnya dan bisa dibilang (satu-satunya?) pemain dengan kualitas world class yang dimiliki oleh Inter Milan. Kesetiaan selama 9 tahun akhirnya terbayar. 😀

Ketika Antonio Conte didatangkan pada 2 tahun lalu, mulai banyak tambahan pemain bagus yang bergabung juga dengan Inter Milan. Yang paling outstanding — tanpa mengecilkan peran pemain lainnya — tentu saja menurut saya adalah Romelu Lukaku, Achraf Hakimi, dan (unexpectedly) Nicolo Barella.

Saya tahu Nicolo Barella sudah menjadi wonderkid semenjak di Cagliari. Namun tidak menyangka perannya bisa menjadi sangat vital secepat ini di Inter Milan. Begitu pula dengan Alessandro Bastoni yang menjadi exceptional sekali di bawah asuhan Antonio Conte.

Skuad yang ada sekarang saya lihat sudah semakin solid. Tambahan pemain baru relatif tidak terlalu diperlukan. Rotasi pemain di Serie A musim ini berjalan cukup baik juga.

Yang menarik tentu saja menantikan kiprah Inter Milan musim depan di Liga Champions. Dengan status juara Serie A peluang Inter Milan semakin besar tentunya untuk terhindar dari grup neraka.