Tarawih Pertama Ramadan 1442 H

Tak terasa malam ini kita bertemu kembali dengan bulan Ramadan yang mulia. Bulan Ramadan kali ini memang masih dalam suasana pandemi sebagaimana bulan Ramadan tahun lalu. Namun pada Ramadan kali ini alhamdulillah masjid-masjid sudah mengadakan sholat tarawih berjamaah kembali.

Pada tahun lalu, hampir semua masjid, khususnya masjid-masjid besar, meniadakan kegiatan sholat tarawih untuk umum. Saya sendiri tahun lalu sebulan full cuma bisa tarawih di rumah saja.

Masjid Salman ITB menjadi pilihan saya untuk melaksanakan sholat tarawih pada malam pertama Ramadan ini. Pada tahun lalu Masjid Salman ITB juga termasuk salah satu masjid yang meniadakan kegiatan ibadah full selama bulan Ramadan untuk umum.

Yang menjadi imam tarawih pada malam ini adalah Muzammil Hasballah. Tentunya beliau sudah tidak asing lagi bagi kita semua, seorang qari Al-Quran yang namanya sudah menasional dan juga alumni Arsitektur ITB. Masjid Salman adalah masjid favorit saya untuk tarawih karena bacaan Al-Quran imam-imamnya yang merdu.

Kegiatan sholat tarawih di Masjid Salman ITB ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah tidak asing lagi di era sekarang. Shaf diatur dengan menerapkan physical distancing dengan jarak 1 meter dengan kanan kiri dan selang-seling antar barisnya. Jamaah juga diwajibkan untuk mengenakan masker dan membawa peralatan sholat sendiri.

Jamaah yang mengikuti kegiatan sholat tarawih malam ini didominasi oleh mahasiswa. Saya tidak menyangka ternyata banyak juga mahasiswa yang datang sholat di Masjid Salman ini walaupun selama ini kegiatan perkuliahan masih dilakukan secara virtual.

Ruangan utama Masjid Salman tadi sepengamatan saya terlihat penuh. Untuk tempat sholatnya sendiri panitia Ramadan (P3R) Masjid Salman sudah menyiapkan hingga depan kantin Salman. Koridor depan kantin Salman yang biasanya menjadi tempat lalu lalang orang-orang, kini dijadikan sebagai tempat suci untuk melaksanakan sholat juga.

Jumlah rakat tarawih masih sama seperti kebiasaan yang ada di Masjid Salman, yakni 4 rakaat salam, 4 rakaat salam, dan ditutup dengan Witir 3 rakaat (4-4-3). Bedanya, pada Ramadan kali ini tidak ada ceramah yang biasa dilakukan setelah sholat Isya dan sebelum sholat Tarawih. Namun ceramah tetap ada dengan dilakukan secara online pada pukul 20.30.

Usai sholat Witir, jamaah juga banyak yang langsung pulang. Pada tahun-tahun sebelumnya biasanya masih cukup banyak yang tadarus hingga jam 9 malam. Namun tadi tak lama setelah Witir, pintu-pintu koridor masjid mulai ditutup dan lampu depan mimbar mulai dipadamkan.

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

Implementasi Proses Bisnis dengan Camunda (Bag. 1)

Dalam pengembangan suatu sistem informasi biasanya diawali dengan aktivitas requirement gathering. Di dalam aktivitas tersebut biasanya seorang analis, selain mengumpulkan informasi dari klien terkait kebutuhan sistem informasi, ia juga akan menggambar diagram alir (flowchart) proses bisnis yang akan diimplementasi nantinya.

Adanya flowchart ini dapat membantu menyamakan pemahaman antara pihak analis dan subject matter expert (SME) terkait. SME bisa memeriksa dan memastikan bahwa proses bisnis yang tergambar pada flowchart tersebut sudah sesuai.

Setelah diagram proses bisnis tersebut disetujui (sign-off) oleh pihak SME, biasanya developer bisa memulai membangun aplikasi — entah itu web, desktop, atau mobile based — dengan mengacu pada diagram tersebut.

Katakanlah aplikasi telah selesai dibuat. Pertanyaan berikutnya biasanya muncul. Bagaimanakah para stakeholder tahu bahwa aplikasi yang dibuat memang konsisten dengan proses bisnis yang sudah dirancang?

Dalam pemrograman biasa, kita biasanya akan membuat field status untuk menyatakan suatu proses bisnis sedang berada di task mana. Field status tersebut akan diperbaharui setiap kali suatu aksi — misalkan input data atau approval — dilakukan.

Dengan kata lain, status tersebut berperan dalam merepresentasikan suatu proses bisnis sedang berada di task mana. Pergantian status itu juga bisa kita gunakan dalam pengujian untuk memastikan ia telah sesuai dengan alur proses bisnis yang didefinisikan.

Pada kasus yang sederhana, field status tersebut cukup. Pada kasus yang sedikit lebih kompleks, misalkan ada beberapa parallel task yang harus dikerjakan sebelum aktor bisa melangkah ke task berikutnya, field status itu mungkin cukup tapi agak tricky untuk men-tracking status tiap parallel task tersebut. Kita perlu membuat field yang lain untuk menyimpan parallel task mana yang sudah dikerjakan.

Belum lagi kita perlu menyiapkan field untuk menyimpan waktu kapan tiap aksi dilakukan. Dengan kondisi yang demikian, tentunya akan terdapat banyak boilerplate code yang kita perlu implementasi.

Untungnya hal-hal tersebut dapat direduksi dengan memanfaatkan workflow engine yang sudah banyak bertebaran di sana. Untuk dapat menggunakannya kita perlu menggambarkan proses bisnis yang ingin kita implementasi dengan mengikuti standar BPMN (Business Process Model and Notation).

BPMN ini sepintas agak mirip dengan flowchart. BPMN memiliki lebih banyak notasi yang lebih detail dari segi kegunaannya. Untuk simbol gateway misalnya. Ada beberapa macam gateway di BPMN yang bisa digunakan seperti parallel gateway, inclusive gateway, dan exclusive gateway. Lalu ada simbol timer untuk menyatakan kapan suatu event akan dimulai atau selesai.

Contoh BPMN dengan melibatkan 3 aktor

Dari sisi programming, penggunaan workflow engine tentunya akan memudahkan, terutama untuk implementasi suatu proses bisnis yang kompleks dan panjang. Programmer bisa lebih fokus pada aliran data dalam proses bisni. Proses bisnis juga menjadi lebih auditable. Pihak analis dan SME juga dapat melihat sistem informasi yang diimplementasi memang konsisten dengan proses bisnis yang sudah dirancang dan disepakati di awal.

Ada banyak workflow engine yang bertebaran di luar sana. Salah satunya adalah Camunda, sesuai dengan judul tulisan ini. Camunda adalah Java-based workflow engine. Kita bisa menjalankan Camunda ini sebagai service yang terpisah atau embedded di dalam aplikasi Java kita. Namun sebetulnya sistem informasi yang kita bangun tidak harus menggunakan bahasa Java untuk dapat menggunakan Camunda ini karena Camunda menyediakan opsi REST API untuk integrasi.

Kenapa Camunda? Keputusan menggunakan Camunda ini sendiri sebetulnya karena rekomendasi dari partner kami. Kebetulan saya pribadi lebih banyak spend waktu sebagai Java developer jadi learning curve-nya tidak begitu curam untuk mempelajari bagaimana implementasi dengan menggunakan Camunda ini. Apalagi dibantu juga dengan dokumentasinya yang lengkap.

Selain itu Camunda juga memiliki fitur lain seperti menyediakan modeler untuk merancang proses BPMN. Lalu juga memiliki dashboard (cockpit) untuk visualisasi status process instanceprocess instance yang berjalan di dalam BPMN.

Saya sendiri sejujurnya agak telat mengetahui pasal BPMN ini. Mungkin baru sekitar 3 tahun yang lalu. Namun baru benar-benar memanfaatkannya untuk sebuah projek baru-baru ini.

Dahulu ketika kuliah Sistem Informasi sepertinya belum pernah disinggung pasal ini. Mungkin karena ketika itu belum terlalu populer. BPMN 2.0 sendiri baru diluncurkan pada Desember 2013.

Dalam tulisan berikutnya, saya akan mencoba membuat contoh sederhana bagaimana Camunda dapat diimplementasikan.

Perpanjangan STNK 5 Tahunan di Kota Malang

Tahun ini adalah waktunya saya untuk memperpanjang STNK sepeda motor saya. Awalnya saya berniat melakukan cek fisik di Samsat Bandung. Saya sudah datang ke Samsat Bandung yang ada di Jl. Pajajaran. Namun ternyata salah satu persyaratannya adalah harus membawa BPKB asli.

Sayangnya BPKB asli saya ada di Malang. Saya pun tidak bisa cek fisik di sana. Jadilah saya melakukan cek fisik saja di Malang. Kebetulan karena sedang WFH juga, jadi bisa pulang ke Malang agak lama.

Baru saja Sabtu kemarin saya mengurus perpanjangan STNK di Samsat Kota Malang yang terletak di Jl. Supriadi no. 80 (kawasan Sukun). Pada hari Sabtu, jam kerjanya lebih pendek. Samsat Kota Malang hanya melayani cek fisik pada pukul 8.00-10.30. Sedangkan pada hari Senin-Jumat, jam layanannya adalah 8.00-12.30. Hari Minggu libur.

Ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam perpanjangan STNK 5 tahunan ini. Alurnya kurang lebih bisa dilihat pada diagram yang dipajang di kantor Samsat Kota Malang berikut ini:

Diagram tahapan layanan STNK

1. Cek Fisik

Saya tiba di Kantor Samsat Kota Malang sekitar jam 8 pagi. Dengan masih mengendarai sepeda motor, saya langsung menuju tempat pelayanan cek fisik. Untuk mengetahui letak area layanan cek fisik, Anda bisa mengikuti papan petunjuk arah bertuliskan “Cek Fisik” atau bisa bertanya pada juru parkir di depan kantor Samsat Malang Kota.

Patokan masuknya adalah jalan berikut:

Jalan menuju tempat pelayanan cek fisik. Roda 2 ambil lajur kiri. Roda 4 ambil lajur kanan.

Sembari menunggu giliran cek fisik, kita bisa mengambil blanko cek fisik di loket yang ada di depan terlebih dahulu. Untuk pengambilan, kita perlu untuk menunjukkan BPKB asli, STNK asli, dan KTP asli. Blanko ini nantinya akan diisi oleh petugas yang melakukan cek fisik.

Loket pengambilan blanko cek fisik

Prosesnya cepat saja. Selesai cek fisik, kita bisa memarkirkan kendaraan di area parkir. Biaya parkir sepeda motor Rp3.000.

Continue reading
KAI Logistik

Kirim Sepeda Motor via KAI Logistik

Pekan lalu saya mengirim paket sepeda motor dari Bandung ke Malang via KAI Logistik. Awalnya saya pikir kantor KAI Logistik ini berada di sisi selatan Stasiun Bandung yang terletak di Jl. Stasiun Barat. Sebab kata teman saya, pada akhir tahun 2020 lalu dia mengirim sepeda motor juga dari sana.

Rupanya, kantor KAI Logistik yang di selatan Stasiun Bandung tersebut sudah tidak melayani pengiriman barang lagi. Sepertinya kantor tersebut hanya berfungsi sebagai gudang untuk naik turun barang. Untuk pengiriman, saya diarahkan ke kantor KAI Logistik yang berada di Jl. Kebon Jukut, samping Kartika Sari.

Kantor KAI Logistik Bandung di Jl. Kebon Jukut no. 1

Setibanya di kantor KAI Logistik kita perlu mengambil nomor antrian dulu di meja depan pintu masuk. Setelah itu kita akan dipanggil ke loket pelayanan sesuai dengan nomor antrian.

Di loket kita akan ditanya mengenai barang yang akan kita kirim dan tujuan pengiriman. Karena saya akan mengirimkan sepeda motor, petugas meminta kita untuk menunjukkan STNK untuk di-copy dan kunci sepeda motor untuk dicek kondisinya. Nanti kita akan mendapatkan form checklist hasil pemeriksaan kondisi sepeda motor kita yang perlu kita tandatangani.

Ketika tiba di kantor KAI Logistik ini, ban belakang sepeda motor saya ternyata bocor. Pihak KAI Logistik tidak mempermasalahkannya. Kondisi tersebut hanya dicatat saja saat pengiriman.

Biaya pengiriman sepeda motor dari Bandung ke Malang dengan KAI Logistik ini adalah sebesar Rp604.000. Mahal ya.. wkwkw. Itupun sudah termasuk diskon. Aslinya Rp756.000. Mengenai tarif ini kita bisa mengeceknya juga melalui website KAI Logistik di https://kalogistics.co.id/. Bisa cek resi juga di situ.

Padahal salah satu alasan saya pilih KAI Logistik ini karena tahun lalu pernah baca artikel berita yang menyebutkan bahwa KAI baru saja meluncurkan layanan Rail Express. Pengiriman sepeda motor 110 CC dari Bandung ke Malang cuma dipatok Rp210.000. Tapi belakangan saya baru tahu Rail Express ini sudah diintegrasikan dengan KALOG Express menjadi KAI Logistik pada awal tahun ini. Mungkin singkatannya juga masih sama, KALOG.

Terkait dengan STNK dan kunci motor, kita diberikan pilihan apakah hendak menyertakannya dalam pengiriman atau tidak. Karena saya berencana untuk mengambil sendiri ketika di Malang, jadi STNK dan kunci motor itu saya bawa sendiri.

Sepeda motor yang saya paketkan siang itu, ternyata langsung dikirimkan sore itu juga dengan menumpang KA Malabar. Keesokan harinya saya mendapatkan notifikasi SMS bahwa sepeda motor saya sudah bisa diambil.

Tempat pengambilan paket KAI Logistik di Stasiun Malang

Di Stasiun Malang, tempat pengambilan paket KAI Logistik ini berada persis di sisi selatan pintu kedatangan penumpang. Alamatnya di Jl. Trunojoyo 10. Bukanya dari jam 8 pagi hingga 5 sore.

Saat pengambilan, saya hanya perlu menunjukkan kertas resi yang saya dapatkan ketika pengiriman. Jika diambil orang lain, orang tersebut perlu menunjukkan KTP asli dan menyerahkan fotokopinya untuk administrasi pengambilan.

Menikmati Baso Istighfar

Akhirnya kesampaian juga menikmati Baso Istighfar. Baso ini sempat viral sekitar 4-5 tahun lalu. Tapi saya baru hari ini mencobanya hahaha.

Disebut istighfar mungkin karena ukuran baksonya yang besar sekali dengan diameter seukuran mangkok. Sehingga seseorang mungkin akan sampai beristighfar jika harus memakannya seorang diri. 😅

Nama resmi baso ini sebenarnya Baso Solo Condong Raos. Namun terkenal dengan nama Baso Istighfar atau Baso Astaghfirullah. Lokasinya berada persis di belakang BTC (Bandung Trade Center) Mall, Kota Bandung.

Ada beberapa variasi menu baso yang tersedia. Saat saya datang ke sana bersama 4 orang teman yang, kami memesan Baso Istighfar untuk dimakan berlima. Harganya Rp120.000.

Daftar menu di warung Baso Solo Condong Raos

Kalau menurut keterangan di menunya, sebenarnya Baso Istighfar itu porsi untuk berempat (4 mangkok mie). Namun karena ternyata mas-mas penjualnya tahu 4 orang teman saya berasal dari daerah yang sama (sekitaran Solo Raya), masnya berbaik hati menggratiskan tambahan 1 mangkok porsi mie. Alhamdulillah. 😁

Baso Istighfar

Ukuran basonya sendiri memang besar sekali. Untuk dimakan berlima pun masih terasa besar, hehehe. Saat disajikan, masnya memotong baksonya menjadi beberapa bagian untuk kami berlima.

Baso Istighfar dipotong menjadi beberapa bagian

Nggak kalah lah sama Nusret #Saltbae yang viral motong-motong beef steak itu hehehe. Bedanya nggak ada aksi tabur garam kayak Nusret itu. Wkwkwk.

Konfigurasi Tempat Duduk Kereta Api Selama Pandemi

Selama pandemi ini seperti kita ketahui bersama, KAI memiliki kebijakan untuk membatasi jumlah kursi penumpang sebanyak 70%. Dari persentase tersebut artinya ada sejumlah pasangan kursi yang hanya boleh diisi seorang saja.

Awalnya saya tidak aware bahwa batasan kursi penumpang itu 70%. Saya pikir karena kebijakan social distancing, maka batasannya adalah 50%. Saya baru menyadari kebijakan 70% itu ketika saya duduk bersebelahan dengan penumpang lain. Padahal sebelumnya saya duduk sendirian.

Saya mencari informasi mengenai konfigurasi tempat duduk kereta api ini di internet dan menemukannya pada twit akun Twitter resmi PT KAI berikut ini:

Twit KAI mengenai konfigurasi kursi kereta api selama pandemi
Konfigurasi KA kelas Eksekutif dan Bisnis selama pandemi
Konfigurasi KA kelas Ekonomi SS 80 seat dan new image 80 seat selama pandemi
Konfigurasi KA kelas Ekonomi 80 seat dan difabel 64 seat selama pandemi
Konfigurasi KA kelas Ekonomi 106 seat selama pandemi

Kebijakan batas okupansi kereta api 70% ini sepertinya masih akan berlaku untuk beberapa waktu ke depan sampai keadaan normal. Jadi saya akan masih akan perlu melihat infografis ini sebagai acuan dalam memesan tiket perjalanan kereta api. 😁

Mencoba Mendaftar UTMB 2021

Bagi penggemar lari lintas alam atau yang dikenal dengan trail running, event UTMB (Ultra-Trail du Mont-Blanc) tentunya tidak asing lagi. Bisa dibilang event UTMB adalah the mecca of ultra trail running. Siapa yang tidak ingin lari di sana. Lari melintasi dan menikmati indahnya pemandangan pegunungan yang terbentang di perbatasan Italia, Swiss, dan Prancis.

Tidak semua orang bisa mendaftar event UTMB (dan race-race lainnya yang diselenggarakan bersamaan dalam event UTMB). Ada poin yang harus dikumpulkan agar eligible untuk mendaftarkan diri pada event tersebut.

Semenjak menggemari trail running, saya secara bertahap mencoba untuk mengumpulkan poin agar bisa lolos kualifikasi event UTMB tersebut. Setiap event trail running menawarkan jumlah poin yang berbeda-beda dan berbeda juga antar kategorinya. Jumlah poin yang dihitung untuk keikutsertaan UTMB adalah akumulasi poin yang didapatkan dari maksimum 2 event.

Dari event Gede Pangrango 100 (GP100) tahun 2019 kategori 25K saya bisa mendapatkan 2 poin. Lalu saya mendapatkan 2 poin lagi dari event Coast To Coast Night Trail Ultra 2020 kategori 50K. Total 4 poin itu membuat saya eligible untuk mendaftar race OCC (Orsières – Champex – Chamonix) yang berjarak 55K.

Status eligibility untuk mengikuti race-race di UTMB

Ada beberapa kloter pendaftaran yang dibuka dengan kriteria-kriteria tertentu. Saya baru memenuhi kriteria pendaftaran yang dibuka pada kloter terakhir awal Februari lalu. Saya tak melewatkan kesempatan tersebut. Saya mencoba mendaftar race OCC. Dalam pendaftaran tersebut ada beberapa data yang harus kita isi dan beberapa pertanyaan yang harus kita jawab. Selain itu ada deposit sebesar 50 Euro yang harus kita bayarkan.

Continue reading