Indihome Run

Ikut Event Lari Lagi

Setelah terakhir mengikuti Penang Bridge International Marathon (PBIM) 2015 tahun lalu, sekitar 2 minggu yang lalu saya akhirnya mengikuti event lari lagi. Wow, tak terasa hampir setahun absen ternyata.

Jika event tahun lalu saya ikut lari kategori 42 km, kini saya hanya ikut kategori 10 km. Mulai dari nol lagi.

baca jugaKali Pertama Ikutan Full Marathon

Event lari yang baru saja saya ikuti itu adalah Indihome Run. Dari namanya sudah ketahuan lah ya siapa yang mengadakan, hehehe.

Kebetulan event tersebut diadakan di Bandung. Jarang-jarang ada event lari, apalagi dengan rute 10 km, di Bandung.

Tantangan mengadakan event lari di Bandung adalah menyediakan jalan yang benar-benar steril dari kendaraan. Amat susah karena tidak cukup tersedia ruas jalan alternatif untuk kendaraan seandainya beberapa ruas jalan ditutup untuk event lari.

Karena itu sejak awal saya memang tidak menaruh ekspektasi tinggi terhadap event ini. Saya hanya ingin menikmati kembali lari di sebuah event perlombaan. Dan tentunya menjadi terpacu untuk tetap rutin melakukan olahraga lari.

Terkait penyelenggaraan event Indihome Run itu sendiri ada banyak kekurangan yang saya rasakan.

Jalan yang tidak steril tadi adalah salah satunya. Dan terkait hal tersebut saya sudah maklum. Kekurangan lainnya adalah jumlah medalinya yang (sepertinya) kurang.

Don’t get me wrong. Saya bukannya ikut lari demi mengincar medali. Ada seorang teman yang saya ajak ikut event lari, dan itu adalah yang pertama bagi dia. Sebuah medali mungkin akan memberikan kesan yang menyenangkan bagi dia.

Catatan waktunya cukup bagus sebenarnya. Ada di kisaran 1 jam lebih sedikit. Sayangnya ia tidak mendapatkan medali. Syukurnya, meskipun dia kecewa, dia masih semangat untuk ikutan event-event lari berikutnya.

Untuk saya sendiri, saya belum tahu akan ikut event lari apa berikutnya. Yang pasti saya skip event PBIM tahun ini. Demikian pula Bromo Marathon. Event lari yang lain tahun ini juga kebanyakan sudah mulai menutup pendaftarannya. Kalaupun masih buka, harga tiketnya sudah tinggi. Hmmm… kayaknya bakal menunggu tahun depan saja.😀

 

ka matarmaja lebaran

Berganti-Ganti Kereta

Pada musim arus balik lebaran kali ini saya (sempat) tidak kebagian tiket kereta api. Mulanya terpikir untuk naik bus malam saja dari Malang ke Bandung. Namun melihat berita mengenai kemacetan parah di Brexit (Brebes Exit), jadi berpikir seribu kali untuk naik bus. Tapi saya bahkan tak perlu sampai berpikir dua kali untuk naik bus. Karena saat mengecek ketersediaan tiket beberapa PO bus, ternyata sudah pada sold out.

Sementara itu tiket pesawat saya cek juga sudah mencapai minimum 1,3 juta. Akhirnya pilihan terbaik memang tetap kereta api. Sebenarnya pada tahun-tahun sebelumnya saya pun juga beberapa kali kehabisan tiket kereta api dari kampung saya ke Bandung. Tapi selalu saja dapat tiket sisa hasil pembatalan tiket orang lain.

Namun kali ini saya tidak beruntung seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya dapat tiket sisa, tapi dari Jogja. Lumayanlah. Tinggal mikir gimana cara sampai Jogjanya.

Dari Malang ada Continue reading

Sakit Saat Puasa

Sejak beberapa hari yang lalu kondisi fisik kurang bersahabat. Awalnya mengalami radang tenggorokan dan bersin-bersin. Setelah 2 hari berlalu, alhamdulillah radang tenggorokan menghilang sejak terapi minum air jeruk.

Namun, datang sakit berikutnya. Pilek, batuk, dan badan meriang. Mandi sampai menggigil. Karena itu, hari Minggu kemarin saya terpaksa bed rest untuk memulihkan kondisi. Alhamdulillah meriang menghilang. Namun, pilek dan batuk masih menghinggapi hingga kini.

Dan terakhir gigi terasa ngilu. Padahal gigi dalam keadaan baik-baik saja. Sempat bingung juga. Nah ini yang kemudian memancing rasa penasaran saya apakah ngilunya ada hubungannya dengan sakit yang saya alami. Googling, googling, googling, baru tahu ternyata itu gejala sinusitisLumayan pengetahuan baru, haha.

Saya kutip dari artikel iniSinus adalah rongga pada bagian dalam tulang pipi dan di atas tulang rahang atas (maxilla) yang berhubungan dengan rongga hidung (nasal cavity). Pada kondisi normal, sinus ini terisi oleh udara. Pada saat kita mengalami influenza, allergi oleh serbuk bunga, atau iritasi bahan-bahan kimia, maka sinus ini akan terisi oleh lendir (mucus). Upaya mengeluarkan lendir melalui hidung tak selalu berhasil, sehingga lendir yang menumpuk di situ menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Kondisi inilah yang dinamakan dengan sinusitis.

Pas banget sakit ini terjadi pas momennya pas lagi bulan puasa. Nafsu makan menjadi berkurang. Tapi alhamdulillah sejauh ini sakit ini tidak sampai membuat saya tidak berpuasa.

Dalam kondisi seperti ini, tentu menjadi diingatkan kembali begitu berharganya nikmat sehat. Mau ngapa-ngapain ada pilek dan batuk yang menjadi penghambat dalam beraktivitas. Sangat mengganggu, tapi tetap harus disyukuri, masih diberikan kekuatan untuk beraktivitas. Alhamdulillah.

Pilah-Pilih Siaran Sepak Bola

Kebetulan lagi momennya Euro 2016 dan Copa America Centenario. Hampir tiap hari selama bulan puasa ini selalu ada siaran sepak bola. Terutama saat babak grup.

Namun, tak seperti dulu ketika masih jaman sekolah atau kuliah, saya bisa mengikuti turnamen dengan menonton beberapa pertandingan. Untuk Copa America Centenario, saya tak menonton satu pertandingan pun. Berita yang saya baca tentang Copa America Centenario ini hanya ketika Brazil gagal lolos babak grup karena kalah oleh gol tangan Tuhan Peru dan Lionel Messi yang 3 kali berturut-turut gagal membawa Argentina juara setelah kalah tragis di final.

Sedangkan Euro 2016, saya baru menonton 3 pertandingan Italia di babak grup saja. Sejak kecil saya memang selalu mendukung Italia di setiap event internasional apapun. Maklum anak generasi 1990-an, mulai menonton sepakbola saat Serie A tengah jaya-jayanya. dan sampai sekarang masih belum berpaling ke lain liga, termasuk timnasnya. Ketika Italia kalah, ya berakhir sudah turnamen tersebut bagi saya, kecuali Continue reading

keyboard emoji

Emoji di Desktop

Menggunakan emoji (bukan smiley/emoticon) sudah menjadi hal yang tak asing lagi kita lakukan saat menulis pesan melalui smartphone. Pada aplikasi messaging seperti Whatsapp dan Telegram, fitur untuk menambahkan emoji dapat langsung kita kenali karena ditampilkan dalam bentuk shortcut yang memang visible di ujung kiri text box untuk menulis pesan.

whatsapp send message

Shotcut emoji di Whatsapp

Selain itu (pada Android) emoji itu bisa ditambahkan melalui fitur di dalam virtual keyboard juga. Di virtual keyboard tersebut ada shortcut bergambar yang kurang lebih sama dengan shortcut di Whatsapp tadi. Kita bisa memilih emoji dari daftar yang isinya juga sama.

emoji keyboard

Shortcout emoji di keyboard Android

Nah, selain di smartphone, di komputer desktop pun kita bisa menambahkan emoji dengan mudah. Kalau kita cari di keyboard fisik komputer kita, tentu saja nggak bakal ketemu shortcut emoji seperti di Android itu. Untuk pengguna OS Windows 8 ke atas, caranya sangat mudah. Kita bisa pakai virtual keyboard yang tersedia di Desktop. Cara membukanya seperti ini (cukup setup sekali saja)

  1. Klik kanan Taskbar
  2. Pilih “Toolbars”
  3. Pilih “Touch Keyboard”
  4. Klik ikon emoji

preview keyboard emoji

Saya baru tahu, haha 😅😅. Maklum, jarang pakai emoji kalau ngetik di desktop. Untuk pengguna OS lainnya, bisa lihat caranya di artikel WordPress ini. Saya baru ngehnya juga setelah baca artikel itu. Sebelumnya biasa copy paste dari emoji yang sudah ada di website lain aja sih. Haha. Ternyata emoji sudah tersedia juga di virtual keyboard bawaan OS.

ranu kumbolo jernih

Catatan Perjalanan ke Ranu Kumbolo (Bagian 3-Tamat): Menikmati Ranu Kumbolo

Minggu, 8 Mei 2016. Suhu Ranu Kumbolo subuh itu terasa cukup dingin. Namun kondisi itu tak menghalangi para pendaki yang berkemah di Ranu Kumbolo ini untuk bangun lebih awal demi menyaksikan matahari terbit pagi itu.

Berangsur-angsur ratusan pendaki memadati garis tepi Ranu Kumbolo. Mereka berdiri berjajar menantikan sunrise di Ranu Kumbolo ini. Beberapa orang tampak sibuk memasang tripod dan melakukan pengaturan terhadap kamera mereka.

Niat awal saya dan Listi yang ingin menyaksikan sunrise dari depan tenda — tenda kami hanya berjarak 5 meter saja dari tepi Ranu Kumbolo — pun urung terlaksana. Pemandangan kami terhalang oleh keramaian orang-orang itu.

Kami pun memutuskan pergi mencari tempat yang agak sepi. Setelah tenda kami kunci, kami pergi menjauhi kerumunan. Kami berjalan menuju ke tempat yang lebih tinggi.

Dari tempat tersebut saya bisa menyaksikan dengan leluasa ke arah bukit di ujung Ranu Kumbolo yang menjadi tempat munculnya matahari dari Continue reading

ranu kumbolo (2)

Catatan Perjalanan ke Ranu Kumbolo (Bagian 2): Bermalam di Ranu Kumbolo

Begitu sampai Ranu Pani kami langsung mengurus SIMAKSI. Walaupun sudah mendaftar online, kami masih perlu mengisi formulir pendakian, termasuk mengisi daftar barang bawaan.

Namun, ada prosedur baru yang saya temui dalam pendakian Semeru kali ini. Sebelum SIMAKSI disahkan, calon pendaki diwajibkan untuk mengikuti briefing yang diadakan pihak Taman Nasional.

perizinan semeru

Mengurus SIMAKSI pendakian Semeru

Semua calon pendaki dikumpulkan dalam sebuah aula yang terletak di belakang kantor tempat registrasi. Di sana kami mendengarkan pengarahan dari mas-mas utamanya mengenai kondisi medan pendakian. Beliau menjelaskan mengenai hal-hal yang harus menjadi perhatian pendaki sepanjang jalur pendakian, mulai dari Pos 1 hingga puncak Gunung Semeru.

Beberapa hal dari briefing tersebut yang menarik perhatian saya di antaranya: Continue reading