Tasik Putrajaya

Lari di Putrajaya

Salah satu hal yang saya sukai dari Putrajaya, Malaysia, selain kotanya teratur dan tidak ramai, adalah banyaknya pilihan tempat untuk berlari yang tersedia di sana. Trotoarnya sangat lebar, panjang, dan juga terawat. Kita bisa nyaman berlari di sana tanpa khawatir tersandung oleh batu, terperosok ke dalam lubang, atau berhadapan dengan kendaraan yang menyelonong ke trotoar.

Selain trotoarnya yang oke, Putrajaya juga memiliki jogging track yang dibangun mengelilingi tepi Tasik Putrajaya (Putrajaya Lake). Sepanjang jogging track itu kita bisa melalui berbagai taman yang tentunya juga akan memanjakan mata.

baca juga: Putrajaya Sightseeing Tour

Menariknya lagi, rute jogging track ini sangat panjang. Cocok bagi mereka yang ingin berlatih lari jarak jauh. Saya tak tahu pasti berapa panjang kelilingnya. Mungkin 10K boleh dapat. Kalau masih kurang juga, bisa dikombinasikan dengan melipir ke trotoar di dalam kota sampai melalui kawasan Dataran Putra depan Istana Perdana.

Area kawasan Dataran Putra

Area kawasan Dataran Putra

Bagi mereka yang lebih suka bersepeda, jangan khawatir, jogging track di tepi Tasik Putrajaya itu juga boleh dilalui oleh sepeda. Saya cukup sering menemui pesepeda yang lalu lalang di jogging track tersebut. Tak jarang mereka bersepeda dengan kencang juga. Maklum, jogging track ini cukup lebar dan tidak ramai orang juga.

Jogging track di tepi Tasik Putrajaya

Jogging track di tepi Tasik Putrajaya

Jogging track juga melalui Masjid Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin a.k.a Masjid Besi

Jogging track juga melalui Masjid Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin a.k.a Masjid Besi

 

 

 

Advertisements
Kelud Volcano Road Run 2018

Lari di Kelud Volcano Road Run (KVRR) 2018

Dua minggu lalu saya mengikuti ajang lari bertajuk Kelud Volcano Road Run (KVRR) 2018 dengan rute berjarak 10 km. Sesuai namanya, ajang tersebut diadakan di Gunung Kelud yang terletak di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dengan medan lari berupa jalan beraspal.

Ada medan trail-nya juga sih, berupa tanah pasir berkerikil. Tapi panjangnya kira-kira tidak lebih dari 1 km. Itupun baru ditemui menjelang garis finish yang terletak di sekitar kawah Gunung Kelud.

Trek 1 km terakhir menjelang finish

Trek 1 km terakhir menjelang finish

Untuk elevasinya, dalam KVRR ini peserta berlari dari ketinggian sekitar 600 meter dan finish di ketinggian sekitar 1200 meter. Kalau menurut catatan aplikasi saya, bahkan di KM 9 ketinggiannya mencapai 1324 meter. Lumayan tinggi kan? Bisa dibayangkan kayak gimana tanjakannya. Hahaha.

Elevasi KVRR 2018

Elevasi KVRR 2018

Saya sendiri baru bisa berlari dengan pace normal ketika turunan di 1 kilometer terakhir dan satu Continue reading

Light through the forest

Trekking di Bukit Wawasan

Akhir bulan Agustus yang lalu kebetulan saya tengah berada di Malaysia. Seperti biasa setiap main ke Malaysia, saya selalu roger-roger dengan kawan di sana, Ab dan Dj.

Ab mengajak saya hari Ahad pekan itu untuk pergi trekking di Bukit Wawasan, Puchong. Sayang, hari itu Dj tak dapat bergabung.

Pagi itu kami tiba di kawasan pintu masuk Bukit Wawasan sekitar pukul 8 pagi. Ramai sekali kendaraan yang terparkir di kawasan tersebut.

Halaman parkir kawasan Bukit Wawasan sampai tak cukup memuat kendaraan para pengunjung. Bahu jalan pun terpaksa menjadi tempat parkir juga. Kami sendiri harus parkir kendaraan di sebuah sekolah yang berjarak sekitar kira-kira 100 meter dari tempat parkir Bukit Wawasan.

Bahu jalan di sekitar Bukit Wawasan yang dipakai parkir

Bahu jalan di sekitar Bukit Wawasan yang dipakai parkir

Tampaknya Bukit Wawasan ini merupakan destinasi favorit masyarakat sekitar untuk mengisi akhir pekan. Pergi trekking bersama sahabat atau keluarga. Sebuah kegiatan yang menyehatkan dan tentunya juga sekaligus refreshing dari hiruk pikuk kota. Continue reading

Zona Atung

Nonton Asian Games 2018 di GBK

Tak terasa sudah sepekan Asian Games 2018 berlalu. Alhamdulillah kita patut berbangga karena sebagaimana kita tahu, Indonesia sebagai tuan rumah berhasil meraih kesuksesan, baik secara prestasi maupun penyelenggaraan.

Sukses prestasi karena Indonesia bisa mengakhiri Asian Games di peringkat ke-4 dengan perolehan total medali emas jauh melebihi target. Sukses penyelenggaraan karena secara umum semua event pertandingan dapat terselenggara dengan baik dan antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat untuk menyaksikan berbagai pertandingan yang ada. Tak ketinggalan pula, apresiasi tinggi diberikan oleh Komite Olimpiade Asia (OCA) kepada Indonesia.

Dalam multisport event 4 tahunan itu alhamdulillah saya juga mendapat kesempatan untuk turut menjadi saksi sejarah. Pada hari ke-8 Asian Games 2018 yang lalu, saya berangkat dari Bandung menuju Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta untuk ikut menonton Asian Games.

Kala itu sebenarnya saya ingin menyaksikan olahraga favorit saya, yakni badminton. Sayangnya di lokasi tidak dijual tiket on the spot sama sekali. Untungnya masih ada beberapa cabang olahraga lain yang menjual tiket pertandingan hari itu di GBK.

Suasana loket pembelian tiket

Suasana loket pembelian tiket

Saya dan kawan saya akhirnya memutuskan untuk Continue reading

Bakar-Bakar Sate Daging Kurban

Jumat minggu kemarin, bertepatan dengan hari ke-2 Tasyrik, dalam rangka Idul Adha kantor mengadakan acara bakar-bakar sate daging kurban. Lumayan seru juga kegiatannya. Kami saling bahu-membahu dalam menyiapkan sate daging sampai disajikan.

Ada tim yang membeli perlengkapan. Ada tim yang menyiapkan bumbu sate. Ada tim yang menyiapkan arang. Ada tim yang mengipas-ngipasi sate. Dan ada tim yang memotong-motong buah pepaya juga untuk pencuci mulut.

Membakar arang

Membakar arang

Membumbui sate

Membumbui sate

Baru kali ini sih kami mengadakan kegiatan ini. Bagus lah buat mempererat teman-teman tukang ngoding ini supaya nggak di depan komputer terus, hehehe.

Makan-makan

Makan-makan

 

 

terminal arjosari

Beli Tiket Bus di Traveloka

Saya sebetulnya sangat jarang berpergian jarak jauh dengan naik bus. Selama bertahun-tahun wara-wiri Bandung-Malang, baru 2 kali saya naik bus yang melayani jurusan tersebut.

Transportasi kereta api selalu menjadi pilihan utama saya. Pengalaman terakhir naik bus Malang-Bandung 3 tahun yang lalu membuat saya kapok karena saya harus melalui perjalanan selama 22 jam. Bandingkan dengan kereta api yang (normalnya) ‘hanya’ menempuh perjalanan selama 16 jam. Ketika itu memang tengah libur long weekend sehingga macet parah tak bisa dihindari.

Sebetulnya saya suka juga naik bus. Karena itu, ketika mengetahui Traveloka menjual tiket bus juga, saya pun ingin mencoba fitur baru tersebut. Apalagi Traveloka sering mengadakan diskon untuk pembelian tiket bus ini.

Ketika saya membeli tiket beberapa waktu yang lalu, saya mendapat diskon 12%. Tiket bus Pahala Kencana Malang-Bandung yang semula Rp252.000 menjadi hanya Rp221.760. Jika membeli di agen, menurut informasi yang saya peroleh dari penumpang lain, harganya Rp280.000.

Ternyata lebih murah beli online di Traveloka. Jika dibandingkan dengan tiket kereta api Malang-Bandung yang saya naiki, yang biasanya ada di kisaran 270.000-345.000, tentu Continue reading

Ngopi di Kantor

Teman-teman di kantor lagi menggandrungi kopi. Kalau dulu biasanya beli kopi sachet, sekarang teman-teman mulai menyukai kopi original. Kalau dulu juga biasanya bikin kopi cuma diaduk biasa, sekarang di kantor sudah ada alat manual brewing seperti French Press dan Vietnam Drip.

Kebetulan beberapa waktu yang lalu di sebuah toko kopi online beberapa kali ada program promo. Kami membeli French Press dan Vietnam Drip di sana. Selain itu di sana kami juga membeli beraneka kopi yang berasal dari berbagai daerah.

Menariknya, mereka ternyata juga menjual kopi yang berasal dari negara lain. Kami pun tertarik untuk mencobanya. Sementara ini kami baru mencoba kopi Brazil.

Kegiatan membikin kopi ini ternyata bisa menjadi selingan atau hiburan tersendiri di kantor. Bereksperimen dengan alat brewing dan mencoba rasa kopi dari berbagai daerah.