2D1N di Bandar Seri Begawan (Bag. 1): Transportasi & Akomodasi

Sehari setelah mengikuti event The Straight Path Convention akhir Maret lalu, tepatnya pada tanggal 27-28 Maret, saya melanjutkan traveling ke Bandar Seri Begawan, ibukota Brunei Darussalam. Cuma 2 hari saja karena memang untuk mengisi hari kejepit yang bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi.

baca juga: Datang ke The Straight Path Convention 2017

Selain itu untuk memenuhi rasa penasaran saya dengan Brunei Darussalam sih. Tentu saja 2 hari itu sangat tidak cukup untuk mengenal Brunei. Dari 2 hari itu yang saya dapatkan mungkin cuma gambaran mengenai bagaimana situasi pusat kota di Bandar Seri Begawan saja.

Oh ya, berbeda dengan tulisan-tulisan traveling saya sebelumnya di mana saya biasa bercerita secara kronologikal, kali ini saya akan bercerita dengan membaginya ke dalam pokok-pokok bahasan cerita.

Booking Hotel

Tidak seperti biasanya jika hendak traveling ke suatu tempat untuk pertama kali, saya pergi ke Brunei ini tanpa membekali diri dengan riset yang cukup. Biasanya saya cukup detail melakukan riset mengenai tempat tujuan yang akan saya datangi dengan membuat itinerary tempat-tempat yang akan dikunjungi. Termasuk bagaimana Continue reading

Advertisements

Kuliah Umum Dr. Zakir Naik di Bekasi

Alhamdulillah Sabtu malam yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk hadir langsung mendengarkan kuliah umum Dr. Zakir Naik di Bekasi, tepatnya di Stadion Patriot Chandrabaga. Ramai juga peserta yang datang pada acara itu. Ramai banget malah. Bahkan jauh melebihi jumlah tiket yang sudah ditetapkan.

Menurut salah satu media berita yang saya baca sebelum acara, tiket yang sudah dilepas tercatat sejumlah 46.000 orang, dengan 4.000 di antaranya adalah tamu undangan VIP. Namun, setelah acara saya membaca postingan salah seorang tokoh panitia di Facebook yang mengabarkan jumlahnya jauh lebih banyak dari itu, lebih dari 50.000 orang karena masih ada ribuan (bahkan puluhan ribu) orang yang terpaksa menonton di luar stadion.

Fariq Naik, putra Dr. Zakir Naik, mengawali kuliah umum dengan tema “Misconception About Islam”. Setelah itu break sholat Isya’ dan dilanjutkan Continue reading

Datang ke The Straight Path Convention 2017

Alhamdulillah 2 pekan lalu saya berkesempatan untuk hadir mengikuti event The Staight Path Convention yang digelar di Matrade Exhibition & Convention Center, Kuala Lumpur. Saya mengetahui event ini dari halaman Facebook Mufti Ismail Menk sekitar sebulan sebelumnya.

Saya tertarik untuk datang terus terang karena ingin mendengarkan secara langsung ceramah dari Mufti Menk. Selama ini saya hanya mengikuti beliau via sosial media dan YouTube saja.

Saya pun langsung mengajak seorang teman untuk mendaftar event ini. Alhamdulillah gayung bersambut. Setelah mendaftar event ini, kami segera membeli tiket penerbangan pulang pergi sekalian jauh-jauh hari, mengingat tanggal event tersebut bertepatan dengan long weekend di Indonesia.

Matrade

Matrade, tempat dilangsungkannya The Straight Path Convention 2017

Satu pekan menjelang hari H, qadarullah, teman saya mengabari bahwa dia terpaksa tidak jadi ikut karena ia baru saja diterima untuk menjadi volunteer dalam suatu program wildlife sanctuary di hutan Sumatra. Sebuah kesempatan yang menurut saya juga sayang jika dia lewatkan. Akhirnya saya pun berangkat sendiri.  

Insya Allah ini kali pertama saya mengikuti konferensi Islam internasional seperti ini. Dengan skala event yang besar pula. Juga  Continue reading

Menyeberang Jalan di Brunei

Ada banyak hal menarik yang saya temui saat traveling ke Brunei Darussalam. Salah satunya adalah pengalaman saya saat menyeberang jalan raya di kawasan Pusat Bandar, Bandar Seri Begawan.

FYI, jalanan di Brunei ini lengangnya masya Allah. Kalau niat, bisa saja kita menghitung jumlah mobil yang lewat dengan tangan, eh mata kosong, dalam durasi waktu tertentu. Bahkan di pusat kotanya sekalipun.

Jadi ceritanya di suatu siang saya ingin menyeberang jalan dari Waterfront menuju Mall Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah. Sisi jalan di depan Waterfront sudah saya seberangi. Saya berdiri di separator. Saat akan lanjut menyeberang, saya melihat ada mobil yang melaju dengan kecepatan sedang dari arah kiri.

Sebenarnya jika dipaksa untuk menyeberang, masih sempat bagi saya walaupun sambil agak berlari. Namun saya menahan diri untuk menyeberang, memberikan kesempatan kepada mobil tersebut untuk melintas. Toh cuma ada 2 mobil saja.

Alangkah terkejutnya saya, mobil tersebut tiba-tiba berhenti tepat sebelum di hadapan saya. Terlihat seorang encik berpeci yang mengendarai mobil tersebut  Continue reading

Din

Ada satu bagian yang menarik perhatian saya ketika membaca buku The Muqaddimah versi terjemahan dalam bahasa Inggris oleh Franz Rosenthal. The Muqaddimah sendiri aslinya merupakan magnum opus Ibnu Khaldun yang ditulis pada tahun 1377 dalam bahasa Arab.

Walaupun buku tersebut merupakan buku terjemahan dalam bahasa Inggris, ada beberapa kata yang dibiarkan tetap dalam kata bahasa Arabnya. Sebab, kata-kata tersebut memang tidak bisa diterjemahkan secara literal begitu saja.

Salah satunya adalah ‘din’ atau ‘deen’ (دين). Memang di buku tersebut Rosenthal tetap menerjemahkan secara literal menjadi ‘religion’, sebuah terjemahan yang sudah lumrah sebenarnya.

Tapi ia memberikan catatan kaki pada bagian itu.  Ketika menerjemahkan kata ‘din’ menjadi ‘religion’, Rosenthal memberikan catatan kaki seperti ini: ‘Religion’ is here used in the more general sense of ‘way of doing things’. 

Menjadi menarik karena dengan memberi catatan kaki itu itu, seolah Rosenthal ingin menunjukkan bahwa ‘din’ itu bukan sekedar ‘religion’. Ada perbedaan di situ.

***

Yup, insya Allah kita sudah paham bahwa Islam sebagai ‘din’ tidak hanya sebuah faith atau mengatur ibadah ritual saja, tapi juga setiap aspek dalam kehidupan manusia. Mungkin karena itulah Rosenthal menyebutnya sebagai ‘way of doing things’ atau dalam frasa lainnya ‘way of life’. Mengenai konsep ‘din’ ini sendiri ternyata ada pembahasannya tersendiri yang lebih mendalam.

Menyeberang Suramadu Demi Bebek Sinjay

Masih seputar kuliner Surabaya. Setelah di tulisan sebelumnya saya bercerita mengenai kuliner Sambel Belut Surabaya (SBS) H. Poer, kali ini saya ingin bercerita mengenai pengalaman saya menjajal kuliner Bebek Sinjay. Bukan di Surabaya-nya sih, melainkan melipir sedikit ke pulau seberang, yakni Pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Bangkalan.

Saya pergi ke sana berdua dengan teman saya berboncengan sepeda motor. Jaraknya dari hotel kami yang lokasinya berada di dekat Balai Kota adalah 30 km. Perjalanan kami tempuh dalam waktu 42 menit.

Kenapa mau jauh-jauh ke sana? Alasan utamanya sebenarnya karena kami ingin mencoba rasanya melewati Jembatan Suramadu, hahaha. Kebetulan kami berdua memang sama-sama belum pernah ke Jembatan Suramadu.

baca juga[Kuliner] Bebek Kaleyo Bandung

Nah, sudah jauh-jauh ke Suramadu kenapa nggak sekalian mencoba kuliner terkenal di Madura, pikir kami. Pilihan kami jatuh kepada Bebek Sinjay karena lokasinya tidak terlalu jauh dari Jembatan Suramadu.

Menyeberang Jembatan Suramadu

Menyeberang Jembatan Suramadu

Kami tiba di rumah makan Bebek Sinjay tepat jam 12 siang. Pas sekali dengan waktu makan siang.  Setelah memarkir sepeda motor Continue reading

Kuliner Spesial Belut Surabaya

Menikmati Belut di Spesial Belut Surabaya

Minggu lalu, setelah sekian lama, akhirnya saya berkesempatan untuk main ke Surabaya. Saya pun tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menikmati kulineran di sana. Salah satu kuliner yang saya cari adalah kuliner belut.

Sudah lama saya tidak menikmati kuliner belut ini. Dahulu semasa masih menetap di Malang, mungkin 1-2 minggu sekali saya biasa menikmati lalapan belut di dekat rumah. Setelah berdomisili di Bandung agak susah menemukan kuliner yang satu ini, terutama yang pas di lidah.

Dapat rekomendasi dari seorang teman, katanya belut di Spesial Sambal Surabaya (SBS) H. Poer jangan sampai dilewatkan. Jadilah saya pergi ke SBS pada kesempatan itu.

Saya pergi ke cabang SBS yang berada di Jl. Banyu Urip No.139 bersama seorang teman saya jam 9 malam. Ketika itu kebetulan merupakan malam minggu. Walaupun sudah di atas jam 9, ternyata warung masih Continue reading