Atap Stasiun Malang Kota Baru

Wajah Stasiun Malang Kota Baru yang Baru

Selasa kemarin (1/6) untuk pertama kalinya saya merasakan naik kereta api dari Stasiun Malang Kota Baru yang baru. Semoga nggak bingung ya sama kata-katanya hahaha. Kok sudah ada kata “baru” setelah kota terus pakai kata “baru” lagi setelahnya.

Buat yang belum tahu, di Malang ada 3 stasiun kereta api yang beroperasi, yakni Stasiun Belimbing, Stasiun Malang Kota Baru, dan Stasiun Malang Kota Lama. Jika Anda mendengar nama “Stasiun Malang” saja, tanpa embel-embel tambahan, berarti maksudnya adalah Stasiun Malang Kota Baru yang berada di pusat kota itu, dekat balai kota dan alun-alun tugu.

Pada bulan April tahun 2019 yang lalu PT KAI memulai pembangunan gedung stasiun yang baru di sisi timur menghadap ke Jl. Panglima Sudirman (beritanya di sini). Setelah 2 tahun berlalu, gedung baru tersebut akhirnya sudah jadi dan resmi dioperasikan untuk penumpang per tanggal 10 Mei 2021 kemarin (beritanya di sini).

Gedung Stasiun Malang yang baru ini tampak sangat modern. Mirip sekali dengan bandara. Desain atapnya sangat artistik. Bentuknya terinspirasi dari bentuk Gunung Putri Tidur yang tampak membentang di sisi barat Kota Malang.

Gunung Putri Tidur ini sendiri bukanlah nama gunung yang sebenarnya. Ia merupakan deretan gunung-gunung yang jika diamati dari Kota Malang tampak seperti seorang putri yang sedang tidur. Mengenai Gunung Putri Tidur ini, saya pernah menceritakannya di sini.

Continue reading

I M Scudetto

Sudah lama saya tidak menulis komentar tentang sepakbola di blog ini. Mungkin karena klub favorit saya, Inter Milan, sudah lama sekali tidak pernah punya prestasi yang membanggakan. Semenjak mandapatkan treble dan ditutup dengan menjadi juara piala dunia antar klub pada tahun 2010, Inter mulai memasuki — istilah para fan sepakbola — banter era. ๐Ÿ˜‚

Praktis, setelah momen bersejarah tahun 2010 itu hingga tahun ini, Inter Milan hanya pernah menjadi menjadi juara sekali saja, yakni Coppa Italia 2010-2011. Dari Jaman pergantian kepemilikan klub dari Massimo Moratti ke Erick Tohir terus ke Sunning, ternyata “prestasi terbaik” berikutnya baru hadir pada musim lalu dengan menjadi runner-up Serie A dan Liga Eropa.

Setelah 11 tahun berlalu, akhirnya pada musim 2020-2021 ini Inter Milan mendapatkan kembali scudetto Serie A. Dengan sangat meyakinkan pula. Gelar juara sudah dikunci pada pekan 34 dan memiliki selisih akhir 12 poin dengan peringkat dua, AC Milan. Selamat! Congratulazioni!

Bahagia sekali akhirnya melihat kapten tim, Samir Handanovic, bisa mengangkat tropi untuk pertama kalinya semenjak bergabung pada tahun 2012. Jika boleh merangkum perjalanan Inter Milan 11 tahun terakhir, menurut saya Samir Handanovic ini lah yang paling konsisten mainnya dan bisa dibilang (satu-satunya?) pemain dengan kualitas world class yang dimiliki oleh Inter Milan. Kesetiaan selama 9 tahun akhirnya terbayar. ๐Ÿ˜€

Ketika Antonio Conte didatangkan pada 2 tahun lalu, mulai banyak tambahan pemain bagus yang bergabung juga dengan Inter Milan. Yang paling outstanding — tanpa mengecilkan peran pemain lainnya — tentu saja menurut saya adalah Romelu Lukaku, Achraf Hakimi, dan (unexpectedly) Nicolo Barella.

Saya tahu Nicolo Barella sudah menjadi wonderkid semenjak di Cagliari. Namun tidak menyangka perannya bisa menjadi sangat vital secepat ini di Inter Milan. Begitu pula dengan Alessandro Bastoni yang menjadi exceptional sekali di bawah asuhan Antonio Conte.

Skuad yang ada sekarang saya lihat sudah semakin solid. Tambahan pemain baru relatif tidak terlalu diperlukan. Rotasi pemain di Serie A musim ini berjalan cukup baik juga.

Yang menarik tentu saja menantikan kiprah Inter Milan musim depan di Liga Champions. Dengan status juara Serie A peluang Inter Milan semakin besar tentunya untuk terhindar dari grup neraka.

Bersepeda ke Gubukklakah

Minggu lalu (16/5) saya bersepeda ke Desa Gubukklakah yang berada di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Desa Gubukklakah ini sebenarnya bukan tujuan utama dalam acara sepeda santai yang diadakan bertepatan dengan H+3 lebaran ini di mana ketua panitia dan pesertanya adalah saya sendiri ๐Ÿ˜‚.

Tujuan utama sebenarnya adalah Jemplang yang merupakan gerbang masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dari arah Malang. Namun karena ternyata TNBTS sedang tutup, akhirnya saya terpaksa gowes hingga Desa Gubukklakah saja.

Pagi itu saya berangkat dari rumah sekitar pukul 5.15. Checkpoint pertama adalah Pasar Tumpang yang berjarak kurang lebih 20 km dari rumah. Jarak tersebut saya tempuh dalam waktu 1 jam. Jalannya relatif datar. Ada beberapa petak yang menanjak dan ada beberapa petak yang menurun. Namun secara keseluruhan jalannya cenderung landai.

Di Pasar Tumpang saya tidak berhenti karena kebetulan jalannya menurun. Saya langsung bablas saja hingga pertigaan Jl. Pahlawan Tim-Jl. Pahlawan Barat.

Bagi Anda yang pernah naik gunung ke Semeru atau Bromo dari Malang mungkin sudah familiar dengan Pasar Tumpang ini karena merupakan checkpoint tempat di mana jeep-jeep transportasi ke Semeru atau Bromo mangkal. Biasanya kawasan ini selain ramai dengan orang-orang yang berbelanja ke pasar, juga ramai dengan para pendaki yang memanggul tas-tas carrier.

Continue reading
E-KTP

Mengganti E-KTP yang Rusak di Kantor Dukcapil

Entah karena keseringan difotokopi atau kegesek-gesek di dalam dompet, kondisi E-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) saya sudah lama sangat memprihatinkan. Lapisan plastik yang berisi printout data diri di E-KTP saya sudah mengelupas sampai-sampai saya harus mengelemnya dengan double tape. Beberapa pinggiran plastik bahkan sudah tersobek dan hilang entah ke mana sobekannya.

Karena kondisi E-KTP yang rusak itu, saya berkali-kali gagal di proses e-KYC (Know Your Customer) di beberapa aplikasi yang menerapkan proses verifikasi identitas secara otomatis. Sepertinya mereka menggunakan OCR (Optical Character Recognition) untuk mengidentifikasi data diri yang tertera pada E-KTP sehingga jika E-KTP rusak tentunya akan gagal terbaca.

Mumpung saya masih WFH di Malang, kesempatan ini saya manfaatkan untuk mengurus penggantian E-KTP yang rusak ini. Prosesnya ternyata sangat mudah. Kita cukup mendatangi saja Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Di Malang, Kantor Dukcapil ini berada di Jl. Mayjen Sungkono, Kedungkandang. Dari GOR Ken Arok, kantor tersebut masih berjarak sekitar 2,5 km ke arah selatan. Dari rumah saya jaraknya lebih jauh lagi, yakni sekitar 15 km.

Kantor Dukcapil Kota Malang

Untuk mengurus penggantian E-KTP ini, kita cukup membawa E-KTP yang rusak dan 1 lembar fotokopi Kartu Keluarga (KK). Tidak ada persyaratan lain yang diminta. KK asli pun tidak diminta. Kalau ingat jaman dahulu, kita masih perlu surat pengantar RT/RW untuk mengurus KTP ini. Sekarang tidak ada lagi.

Enaknya saat saya datan ke sana, untuk proses penggantian E-KTP ini tidak ada antrian sama sekali. Di Kantor Dukcapil Malang, proses penggantian E-KTP ini dilayani di loket nomor 19.

Loket 19 untuk mengurus penggantian E-KTP (palinng kiri)

Sebetulnya proses penggantian E-KTP ini bisa selesai dalam sehari. Namun ketika saya datang ke sana, saya diberitahu oleh petugas loket yang melayani bahwa sedang ada masalah jaringan sehingga tidak bisa diproses hari itu.

Saya diminta untuk datang lagi 3 hari kemudian untuk pengambilan E-KTP yang baru. Saya diberikan secarik kertas tanda terima untuk pengambilan E-KTP nanti. Alhamdulillah 3 hari kemudian E-KTP saya yang baru ternyata memang sudah jadi. Semoga awet. ๐Ÿ˜…

Efek Kopi

Tahun lalu saya menulis artikel dengan judul serupa di sini. Ketika itu saya nggak bisa tidur setelah untuk pertama kalinya mencoba kopi Indo****.

Setelah momen itu sebetulnya saya sudah nggak pernah mengalami lagi susah tidur gara-gara mengonsumsi kopi. Nah, kemarin malam kejadian tersebut ternyata terulang lagi. Hahaha.

Jadi ceritanya kemarin itu untuk pertama kalinya saya membuat akun di aplikasi milik sebuah coffee chain yang tengah naik daun di Indonesia setelah mendengarkan cerita seorang teman yang sudah sering memesan di sana. Katanya, proses pemesanannya sungguh praktis.

Sebagai seorang yang juga sering terlibat untuk merancang atau implementasi business process dalam sebuah sistem IT, saya suka meng-observe dan mencoba suatu pengalaman menggunakan aplikasi tertentu untuk menambah referensi saya ketika mengerjakan sebuah projek di kemudian hari.

Setelah mendengar ceritanya, tentu saja saya jadi penasaran untuk mencoba. Apalagi kata teman saya, ada banyak benefit yang bisa didapatkan jika memesan langsung via aplikasi coffee chain tersebut dibandingkan via aplikasi pihak ketiga.

Nah, setelah membuat akun, ternyata saya mendapatkan beberapa voucher sebagai reward pengguna baru. Karena masa berlaku voucher-nya terbatas, ya sudah langsung saja saya memesan kopi menggunakan voucher tersebut. Dengan voucher tersebut saya akan mendapatkan gratis 1 kopi susu gula aren untuk pembelian 1 kopi yang sama. Wah, lumayan banget kata saya. Alhamdulillah.

Dua kopi susu gula aren (merek dirahasiakan ๐Ÿ˜†)

Jadilah kemarin saya mengonsumsi 2 kopi susu gula aren sekaligus. Tidak saya sangka-sangka. Malamnya saya nggak ngantuk sama sekali. Bahkan dada agak berdebar-debar.

Saya mungkin baru bisa tertidur sekitar jam 1-an pagi. Itu pun Jam 3.15 sudah terbangun lagi karena mengigau. Setelah itu tidak tidur lagi karena tanggung sudah dekat subuh juga jam 4.10. Habis subuh pun tidak bisa tidur lagi karena memang sudah planning untuk sepedaan.

Bisa jadi karena itu kopi pertama saya setelah sebulan absen minum kopi di bulan Ramadan, badan saya ibaratnya mulai dari nol lagi dalam memproses kafein. Padahal biasanya saya kebal-kebal saja minum kopi hitam apalagi kopi susu. Masih bisa tidur normal. Bisa jadi kaget juga sih langsung minum 2 gelas. Hahaha.

Silaturahmi Lebaran Secara Virtual Jilid 2

Seperti halnya tahun lalu, tahun ini qadarullah rupanya pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Larangan mudik diberlakukan oleh pemerintah tanggal 6-17 Mei dengan maksud mencegah penyebaran Covid-19.

Saya termasuk yang beruntung bisa mudik ke rumah orang tua seminggu sebelum larangan tersebut diberlakukan. Bahkan kereta api yang saya tumpangi ketika itu masih terbilang biasa saja okupansinya, jika tidak ingin dibilang sepi.

Namun, saya dan orang tua tidak bisa mudik ke rumah eyang yang berada di Jawa Tengah. Keluarga besar kami tidak bisa berkumpul bersama merayakan Idul Fitri sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Akan tetapi alhamdulillah dua hari yang lalu kami masih bisa bersilaturahmi secara virtual melalui aplikasi Zoom. Seperti tahun lalu, kali ini saya juga diminta untuk menginisiasi dan menjadi host dalam zoom meeting keluarga besar tersebut. XD

Silaturahmi virtual keluarga besar via Zoom

Sayangnya tidak semuanya bisa bergabung dalam sesi Zoom tersebut. Namun alhamdulillah setidaknya setiap masing-masing keluarga anak-anaknya eyang terdapat perwakilan yang bisa hadir.

Dalam acara silaturahmi virtual biasalah saling bertegur sapa satu sama lain dan bertanya kabar. Setelah berbasa-basi satu sama lain, acara dimulai dengan sambutan dan sedikit kultum. Ketika itu kebetulan Bapak yang mengisi karena pakde yang biasanya memimpin pertemuan keluarga mengalami kendala teknis pada microphone beliau.

Lalu masing-masing keluarga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan ucapan lebaran. Setelah itu lanjut bincang-bincang hal lain-lain lagi.

Total pertemuan tersebut mungkin hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam saja karena memang tanggung sih agak mepet dhuhur bisa mulainya. Namun tetap disyukuri karena masih bisa bertemu walaupun baru secara virtual.

Tahun depan harapannya tentu saja semoga pandemi ini sudah berakhir dan kita semua bisa bersilaturahmi kembali secara langsung. Apalagi tahun depan eyang insya Allah akan menginjak usia yang ke-100 sehingga tentunya momen tersebut akan terasa manis jika semua anak, cucu, dan cicit beliau bisa berkumpul bersama. Aamiin Allahumma aamiin.

Be Like Kante, Tetap Energik Ketika Berpuasa

Bagi penggemar bola, khususnya yang mengikuti Liga Champions, tentunya sudah tahu bahwa bintang babak semifinal minggu lalu adalah N’Golo Kante. Dia 2 kali terpilih menjadi man of the match (MOTM) dalam pertandingan melawan Real Madrid.

Hebatnya dia melakukannya dalam kondisi ketika sedang berpuasa. Luar biasa! Dalam pertandingan leg kedua, total jarak 11,38 km telah dia tempuh sepanjang pertandingan!

Bagi saya hal tersebut tentunya sangat inspiratif. Terbukti puasa tidak menghalangi Kante untuk bermain seperti biasa. Malah ternyata puasa Ramadan ini memberikan berkah bagi dia bisa menjadi MOTM.

Walaupun ini kembali lagi ke kondisi fisik setiap orang yang tentunya berbeda, pelajaran yang bisa diambil di sini menurut saya adalah jangan sampai puasa menjadi alasan untuk membenarkan sikap lemas atau malas untuk beraktivitas seperti biasa.

Apalagi jika aktivitas kita tidak banyak melibatkan aktivitas fisik secara berat. Insya Allah seharusnya kita bisa tetap energik dalam beraktivitas sebagaimana biasanya. Kuncinya di mindset.

Ini tulisan untuk refleksi diri sendiri sebetulnya hehe. Kalau bagi saya pribadi, yang cukup menghalangi aktivitas seperti biasa saat puasa itu lebih kepada menahan kantuk. Biasanya dengan melakukan stretching bisa segar kembali. Tapi memang tantangannya harus disiplin.

Puasa memang tinggal 2 hari lagi insya Allah. Tapi insya Allah inspirasi dari Kante ini bisa menjadi pengingat juga untuk puasa-puasa berikutnya. ๐Ÿ˜€