Tag Archives: cloud

Huawei Cloud

Bermain-Main dengan Huawei Cloud

Beberapa bulan terakhir ini, saya sedang sangat menikmati bermain-main dengan cloud platform dari Huawei. Maklum, ini pengalaman pertama saya menggunakan cloud milik Huawei ini. Jika Google memiliki cloud platform yang populer dengan singkatan GCP (Google Cloud Platform) dan Amazon dengan AWS-nya (Amazon Web Services), nama cloud platform yang dimiliki Huawei ini adalah Huawei Cloud. Namun sepertinya tidak ada singkatan populernya.

Perkenalan dengan Huawei Cloud ini terjadi karena kebetulan di kantor sedang ada projek dengan klien yang tengah bekerja sama dengan Huawei. Mereka mendapatkan cash coupons dari Huawei dengan nominal yang cukup banyak dengan masa kadaluarsa selama 3 bulan.

Ketika cash coupons tersebut habis beberapa waktu lalu, alhamdulillah ternyata Huawei masih memberikan support-nya untuk klien kantor kami itu dengan memberikan kuota bulanan yang bisa kami gunakan untuk berlangganan service-service yang tersedia. Budget itu untuk saat ini sangat cukup kami gunakan untuk men-deploy backend dan webapp selama masa pengembangan sebelum benar-benar go-live nanti.

Beberapa servis yang kami gunakan untuk kebutuhan klien kami di antaranya adalah:

  • Elastic Cloud Server (ECS): Ekuivalen dengan Compute Engine di GCP dan Elastic Compute Cloud (EC2) di AWS. Layaknya server, digunakan untuk hosting backend, web, database, atau aplikasi lainnya. Ada banyak region yang sudah didukung oleh Huawei. Namun dibandingkan dengan GCP dan AWS tentu saja masih kalah banyak. Region terdekat dengan Indonesia yang didukung saat ini adalah Region Singapura.
  • Relational Database Service (RDS): Ekuivalen dengan servis dengan nama yang sama di AWS dan Cloud SQL di GCP. Servis ini memudahkan kita dalam mengelola basis data. Saat ini RDS di Huawei hanya tersedia untuk MySQL, PostgreSQL, dan Microsoft SQL Server saja. Jika ingin menggunakan MongoDB, bisa memanfaatkan Document Database Service (DDS).
  • Object Storage Service (OBS): Ekuivalen dengan Cloud Storage di GCP dan Simple Storage Service (S3) di AWS. Digunakan untuk penyimpanan file. Ada beberapa tipe storage berdasarkan kebutuhan aksesnya, yakni standard, infrequent access, dan archive.
  • Host Security Service (HSS): HSS ini diaktifkan dengan cara mem-binding-nya dengan ECS. HSS ini akan memberikan proteksi pada server dari serangan brute force dan mendeteksi vulnerabilities yang terdapat pada server.
  • Cloud Container Engine (CCE): Ekuivalen dengan Google Kubernetes Engine (GKE) di GCP. Melalui servis ini kita memanfaatkan Kubernetes untuk mengelola dan melakukan deployment untuk containerized application. Di dalam servis CCE ini terdapat fitur Image Repository yang ekuivalen dengan Google Container Registry (GCR) di GCP. Image Repository milik Huawei ini memungkinkan kita untuk mengunggah Docker Image melalui command line dari lokal kita atau mengunggahnya secara manual.
Dasbor Deployment di CCE

Sejauh ini alhamdulillah tidak ada banyak kesulitan dalam memahami dan menggunakan servis-servis di Huawei Cloud ini. Secara UI, console yang mereka sediakan cukup simple, clean, neat, dan intuitif menurut saya. Apalagi kalau sebelumnya dari kita pernah menggunakan layanan cloud juga dari provider lain seperti GCP atau AWS, akan cepat juga memahami menu-menu dan action-action-nya. Kebetulan juga klien kami mendapatkan support dari tim Huawei sehingga ketika ada pertanyaan teknis, kami juga bisa menanyakannya kepada tim mereka.

Blaast

Mungkin sebagian sudah ada yang pernah mendengar tentang judul di atas. Blaast? Makanan apaan sih itu :D? Saya sendiri pertama kali mendengar tentang “Blaast” adalah sekitar bulan Maret lalu ketika ada teman yang memosting di milis jurusan bahwa ‘mereka’ akan datang ke ITB jauh-jauh dari Finlandia untuk mengadakan sosialisasi dan kerja sama dengan civitas ITB. Namun, saat itu saya sendiri belum begitu menaruh perhatian, hingga akhirnya kemarin ada kakak angkatan yang memosting kembali di milis dan memberikan sedikit informasi mengenai Blaast.

Buat yang ingin tahu Blaast itu apa, mengutip dari salah satu postingan di milis jurusan saya, Blaast itu adalah suatu mobile development platform yang berbasis cloud service. Kalau teman-teman buka situsnya, di sana jelas tertera tagline mereka: “forget hardware, your next phone is in the cloud”. Selain itu, dalam sedikit company profile sebagaimana yang tertera di situs ArcticStartup mereka (Blaast Ltd) menyatakan, “At Blaast, we believe that everything from your mobile apps to personal data, from email to settings, will be in the cloud. That’s why we’re building the world’s first cloud-based mobile platform.” Dari situ tampaknya sudah jelas bahwa aplikasi-aplikasi Blaast akan bersifat cloud-based alias semua aplikasi itu akan di-hosting di cloud (baca: internet).

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa aplikasi-aplikasi Blaast itu dicoding dengan menggunakan Javascript. Jenis-jenis mobile devices yang support J2ME otomatis akan support juga terhadap Blaast ini. Untuk platform Android, kabarnya saat ini mereka tengah mengusahakan untuk compatible juga di sana.

Rencana ke depannya mereka juga akan membuat market place sendiri (Blaast App Store), di mana semua aplikasi akan disimpan di cloud server mereka. Untuk mendorong pertumbuhan developer Blaast, mereka pun mengadakan kompetisi membuat aplikasi Blaast yang dimulai dari tanggal 14 Mei sampai 11 Juli 2011. Hadiah yang ditawarkan pun sangat menarik, di antaranya Macbook Pro, Trip to Europe, dan Smartphones. Kalau dilihat dari salah satu hadiahnya, yakni ‘Trip to Europe’, agaknya mereka memang mengincar developer-developer dari luar Eropa, khususnya Asia. Bahkan, kabarnya mereka akan melakukan launching secara resmi di Indonesia (simak video di bawah).

Wah, saya jadi tertarik untuk ngoprek nih. Mudah-mudahan di tengah kesibukan Tugas Akhir (TA) ini masih bisa menyisihkan waktu untuk ngoprek kakas yang satu ini. Buat teman-teman yang mungkin tertarik juga untuk ngoprek dan bahkan ikutan bikin aplikasi Blaast bisa download SDK-nya di sini. Kecil kok ukurannya, cuma 10 MB. Di salah satu menu di sana juga terdapat tutorial/guide serta referensi untuk bekerja dengan SDK tersebut. Tetapi untuk bisa mengunduh dan membaca guide dan referensi tersebut, kita harus sign up dulu ke situs developer.blaast.com. Dalam paket SDK itu juga terdapat beberapa contoh aplikasi yang dapat kita jalankan dan pelajari source code-nya. So, happy exploring! 😀

Screenshoot Blaast Rocket

Screenshoot Blaast Rocket developer tool