Tag Archives: klinik pratama

Bumi Medika Ganesa ITB

Menerima Vaksin Booster AstraZeneca

Belakangan ini di media massa ramai diberitakan bahwa vaksinasi booster akan menjadi syarat seseorang untuk diperbolehkan mudik nanti (baca di sini). Alhamdulillah jauh sebelum ramai pemberitaan itu, pada bulan Februari yang lalu saya dan istri telah menerima vaksin booster AstraZeneca.

Kala itu kami mengikuti kegiatan vaksinasi yang diadakan oleh UPT Kesehatan Institut Teknologi Bandung (ITB) di Klinik Pratama ITB. Kami mendaftar melalui website UPT Kesehatan ITB. Kebetulan selain memberikan kuota untuk civitas akademika ITB, mereka juga memberikan kuota untuk masyarakat umum.

Btw, saya baru tahu lokasi “Klinik Pratama” ITB ini ternyata sama dengan lokasi Bumi Medika Ganesa (BMG) ITB yang berada di samping Masjid Salman ITB. Kalau membaca artikel ini, Klinik Pratama ITB ini ternyata baru saja diresmikan pada awal tahun 2019 yang lalu. Pantas saja namanya terasa kurang familiar bagi saya.

Ini untuk pertama kalinya kami ke BMG lagi semenjak lama menanggalkan status sebagai mahasiswa. Kami saling bercerita mengenai pengalaman kami di BMG ini.

Istri bercerita dulu dia pernah mendapatkan tindakan bedah minor di bagian kaki di BMG ini. Sementara saya dulu pernah periksa ke dokter di BMG ini karena pernah mengalami maag yang cukup parah hampir seminggu nggak hilang-hilang dan pernah juga mengalami pilek berat yang sangat mengganggu.

Dalam kegiatan vaksinasi ini, saya dan Istri mendapatkan jadwal vaksin shift pertama pukul 7.30 pada (kalau tidak salah) hari ke-9 penyelenggaraan. Pada jam segitu peserta vaksin yang datang sudah lumayan ramai. Tapi alhamdulillah masih dapat nomor antrian di angka 30-an.

Antri vaksin booster di Klinik Pratama ITB

Prosesnya berjalan cepat. Begitu datang kami langsung setor KTP ke petugas, dapat nomor antrian, lalu menunggu panggilan.

Saat tiba waktunya nomor antrian kita dipanggil, pertama-tama yang kita datangi adalah petugas pendaftaran. Di situ ada beberapa data yang perlu kita konfirmasi. Setelah itu KTP dikembalikan.

Berikutnya menunggu giliran screening. Oleh petugas screening, tensi kita diukur lalu kita diberikan beberapa pertanyaan mengenai kondisi kita. Setelah itu lanjut ke ruang suntik vaksin.

Selesai vaksin, lanjut lagi ke area observasi. Di sana kita menunggu sekitar 10-15 menit. Nanti kita akan dipanggil lagi oleh petugas yang lain yang akan menanyakan kondisi kita setelah divaksinasi. Di sana pula kita akan memperoleh print out sertifikat vaksin booster yang sudah kita terima.

Ini untuk pertama kalinya saya mendapatkan vaksin AstraZeneca setelah sebelumnya pada vaksin pertama dan kedua mendapatkan Sinovac. Saya merasakan efek yang lebih kuat setelah menerima vaksin AstraZeneca ini.

Usai vaksin pagi itu saya masih sempat masuk kerja. Tapi siang harinya saya merasa agak mual dan pusing. Namun saya masih paksakan untuk bekerja seperti biasa. Saya harus melawan rasa kantuk dan pusing yang lumayan 😅. Padahal sudah ngopi juga.

Keesokan harinya, saat bangun tidur saya merasakan demam. Badan meriang dan terasa pegal-pegal. Kepala juga terasa pusing-pusing. Ternyata benar cerita yang selama ini saya sering dengar bahwa vaksin AstraZeneca ini efeknya lebih terasa daripada vaksin Sinovac.

Jadinya saya banyak tiduran hari itu. Malamnya suhu badan sudah agak kembali normal. Tapi badan masih pegal-pegal dan lemas. Efek ini masih saya rasakan hingga keesokan harinya lagi. Alhamdulillah pada malam ketiga usai divaksin, saya sudah merasa enakan lagi. Esoknya sudah bisa kembali beraktivitas normal kembali.