Tag Archives: malang

Kirim Paket Motor via Herona Express

Beberapa waktu yang lalu saya mencoba mengirim sepeda motor dari Malang ke Bandung menggunakan jasa ekspedisi via kereta api. Perusahaan jasa expedisi via kereta api ini sebenarnya ada beberapa. Yang populer ada KALOG (anak perusahaan PT. KAI) dan PT. Herona Express.

Saya sempat bingung juga memilih untuk menggunakan jasa perusahaan yang mana. Saya belum ada pengalaman menggunakan jasa keduanya sama sekali sebelumnya. Ngubek-ngubek websitenya, saya tak menemukan informasi yang saya butuhkan mengenai syarat-syarat, prosedur, dan tarif pengiriman. Sempat nemu sih salah satu artikel yang menyebutkan mengenai tarif. Tapi sepertinya sudah tidak up to date karena sudah ditulis lama sekali.

Saya juga bertanya kepada teman yang pernah memaketkan sepeda motor via kereta api. Dia menggunakan jasa Herona Express. Dan pengalamannya cukup bagus.

Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Herona Express. Pertama saya datang ke kantor Herona Express di Stasiun Malang untuk menanyakan tarif dan syarat-syarat pengiriman. Tarif pengiriman sepeda motor bebek dari Malang ke Bandung adalah Continue reading

Advertisements
Landing di lapangan rumput (photo by Rika)

Wisata Paralayang di Batu

Hari Sabtu pada masa liburan Natal yang lalu (26/12), saya bersama lima orang teman pergi bermain paralayang di kawasan Wana Wisata Gunung Banyak, Batu. Kami sudah mengagendakan wisata paralayang ini jauh-jauh hari. Satu bulan lebih ada kayaknya.

Salah seorang teman saya, Rika, selalu keep in touch dengan salah satu contact person Wisata Paralayang sana. CP tersebut yang selalu mengabari Rika tentang kondisi terkini aktivitas paralayang di sana. Yup, aktivitas paralayang ini sangat bergantung pada kondisi angin yang ada. Jadi walaupun kami sudah mengagendakan tanggal segitu, tidak bisa dipastikan apakah kondisi angin pada hari itu bersahabat untuk aktivitas paralayang.

Nah, pada Sabtu pagi itu sebenarnya kami sempat menerima kabar bahwa kondisi angin di Gunung Banyak — lokasi wisata paralayang berada — tidak mendukung. Kami disarankan untuk Continue reading

Berburu Tiket Sisa Arus Balik

Alhamdulillah akhirnya dapat juga tiket untuk arus balik ke Bandung :). Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku memang suka membeli tiket balik mepet menjelang atau sesudah lebaran. Agak spekulatif memang. Risiko untuk kehabisan tiket kereta selalu ada.

Habisnya mau bagaimana lagi, schedule lebaranku (berasa orang sibuk aje… :D) tiap tahunnya sering berbeda. Maksudnya, kepastian apakah aku balik ke Bandung dari Malang kah, atau Solo kah, atau Jogja kah, tergantung dari jadwal acara keluarga saat mudik.

Nah, sampai pagi tadi tak ada tiket tersisa untuk kereta jurusan ke Bandung, baik dari Malang, Surabaya, atau bahkan Solo/Jogja. Sesekali setiap beberapa menit mengecek ketersediaan tiket melalui situs http://tiket.kereta-api.co.id ataupun aplikasi Android ‘Tiket Kereta Api’.

Mau naik pesawat, sayang di ongkos karena tarif pesawat Surabaya-Bandung minimal sudah mencapai 700 ribuan. Itu belum termasuk ongkos transport dari Malang ke bandara Juandanya. Akhirnya cuma bisa berharap ada orang-orang yang membatalkan tiket keretanya.

Sisa kursi KA Harina

Sisa kursi KA Harina

Alhamdulillah menjelang siang, ngecek lagi situs Tiket KA, ternyata ada 2 kursi yang tersedia untuk KA Harina. Ndak apa-apalah naik yang ini saja walaupun terpaksa harus ke Surabaya dulu. Daripada nanti kehabisan lagi karena menunggu kursi kosong KA Malabar yang nggak datang-datang :D.

Cukup diuntungkanlah dengan sistem tiket online yang sekarang. Masih teringat beberapa tahun yang lalu harus ngecek langsung ke stasiun untuk melihat ketersediaan tiket. Dan enaknya sekarang bayarnya juga bisa secara online, jadi bagi mereka yang ingin membeli tiket, bisa melakukan transaksi pembelian tiket dari mana saja, tak perlu ke stasiun.

Bagi Anda yang masih belum mendapatkan tiket, pantau saja terus situs tiket KA itu. Refresh setiap beberapa menit. Begitu ada tiket tersedia harus langsung gerak cepat agar tidak keduluan oleh para pemburu tiket lainnya. Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, pembatalan tiket ini biasanya masih berpeluang terjadi hingga sejam menjelang keberangkatan.

Catatan Perjalanan ke Ranu Kumbolo & Bromo (Bagian 2): Ranu Pani

Hari 2: Jumat, 16 November 2012

Pukul 7.05 keretaku tiba di Stasiun Malang Kota Baru. Hebat euy, bisa tiba tepat sesuai yang tertulis di jadwal. Setibanya di stasiun aku tidak langsung keluar, tetapi duduk di peron jalur 1 menunggu kedatangan Luthfi dan Neo dari Jakarta. Sementara Pras dan adiknya sudah berada di Malang sejak sehari sebelumnya dan menginap di sebuah wisma dekat stasiun.

Stasiun Malang

Stasiun Malang

Sekitar pukul 7.40 kereta Matarmaja dari Jakarta Pasar Senen tiba. Ramai sekali rombongan ber-carrier yang terlihat turun dari kereta. Tujuan mereka belum tentu ke Semeru seperti halnya kami. Banyak sekali destinasi wisata dengan Malang Raya ini. Ada berbagai macam tempat wisata Kota Batu yang berjarak hanya kurang dari 60 menit dari pusat kota.Ada juga Pulau Sempu, Pantai Sendang Biru, Pantai Balekambang, Pantai Goa Cina, Bromo, dsb.

Kami bersih-bersih diri dahulu secara bergantian di dalam stasiun. Sementara itu, Pras dan adiknya menunggu di luar stasiun. Cukup lama kami berada di stasiun. Maklum, kamar mandi stasiun sedang laris saat itu. Banyak penumpang yang baru tiba juga ikut menumpang mandi di sana. Sepertinya mereka juga sama seperti kami, traveler yang hendak melanjutkan jalan-jalan di Kota Malang dan sekitarnya.

Ketika yang lain sedang bersih-bersih diri, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiriku. Ternyata beliau adalah sopir angkot yang menawariku untuk borongan ke Tumpang. Beliau menawarkan tarif Rp 100.000 untuk kami berlima sampai ke Tumpang. Aku pun mencoba menawar antara 50.000 – 60.000. Tapi bapak tersebut hanya mau menurunkan tawaran di angka 75.000. Hmm … daripada naik angkot dua kali dan harus menggotong-gotong carrier, memang lebih enak carter angkot karena langsung ke tujuan. Akhirnya, tawaran itupun kuiyakan.

Naik Angkot

Naik Angkot

Pukul 9.45 kami berangkat meninggalkan stasiun dengan menumpang angkot carteran. Di depan angkot kami ternyata juga ada angkot lain yang dicarter oleh rombongan anak-anak UI  berjumlah sekitar 13 orang. Nah, kalau mereka ini kenanya 100.000 karena orangnya banyakan. Perjalanan ke Tumpang ini memakan waktu sekitar 30 menit. Perlu diingat, karena ini carteran, jadi waktu tempuhnya lebih cepat.

Tujuan kami di Tumpang adalah basecamp Pak Rus. Di sana sudah berkumpul rombongan anak UI tadi. Aku pun bernegosiasi dengan ketua rombongan anak UI ini untuk join dengan mereka ke Ranu Pani. Pak Rus juga memperbolehkan. Masing-masing dari kami dikenakan ongkos 30.000 untuk menumpang truk Pak Rus ke Ranu Pani. Kami sepakat untuk berangkat ke Ranu Pani setelah sholat Jumat.

Basecamp Pak Rus

Basecamp Pak Rus

Sembari menunggu waktu keberangkatan, aku dan Neo mampir ke Indomaret di dekat Pasar Tumpang untuk membeli kebutuhan logistik. Selain itu, kami juga mampir di Puskesmas belakang Pasar Tumpang untuk membuat surat keterangan sehat. Ibu-ibu petugas Puskesmas itu ternyata sudah tahu apa tujuan kami ke sana :D. Maklum, puskesmas ini adalah langganan para calon pendaki untuk membuat surat keterangan sehat.

Oh ya, perlu diketahui persyaratan untuk mendaki Gunung Semeru ini selain surat keterangan sehat (fotocopynya) adalah Continue reading

Catatan Liburan Akhir Tahun 2010 (Day 6) : Malangku Rumahku

Rabu, 29 Desember 2010. Dari pelabuhan Ketapang kami berjalan menuju stasiun Banyuwangi Baru yang berjarak tidak sampai 1 km. Menurut rencana, rute berikutnya adalah naik Gunung Bromo melalui jalur Probolinggo. Untuk sampai ke Probolinggo, kami akan menumpang KA Tawang Alun yang berangkat pukul 5 tepat dari stasiun Banyuwangi Baru. Akan tetapi, kabar yang menyebutkan bahwa erupsi Gunung Bromo masih terus berlangsung, membuat kami memikirkan ulang rencana tersebut. Sempat terjadi diskusi yang cukup lama di antara kami mengenai keputusan yang akan diambil. Namun, pada akhirnya kami seapakat bahwa kami akan membeli tiket KA Tawang Alun dengan mengambil tujuan ke Malang. Jika dalam perjalanan kondisi abu tidak terlalu parah, kami akan turun di stasiun Probolinggo dan jadi pergi ke Gunung Bromo. Setelah itu, aku langsung membeli empat tiket KA Tawang Alun jurusan Malang seharga Rp18.500 per orang.

Perjalanan dengan KA Tawang Alun

Pukul setengah 5 ketika kami memasuki peron, sudah stand by KA Tawang Alun di jalur 2 stasiun Banyuwangi Baru. Masih ada waktu setengah jam lagi sebelum berangkat. Aku pun mencari toilet dan mushola untuk melaksanakan sholat shubuh.

KA Tawang Alun

KA Tawang Alun

Pukul 5 pagi tepat kereta diberangkatkan. Pagi itu KA Tawang Alun terdiri atas 4 gerbong ekonomi bermotif nutri sari dan ditarik 1 lokomotif berjenis BB. Kondisi dalam gerbong penumpang masih cukup sepi. Mungkin karena baru berangkat dari stasiun pertama dan di samping itu stasiun Banyuwangi Baru juga berada di sebuah daerah pinggiran Banyuwangi yang tidak begitu ramai. Begitu kereta berangkat ketiga temanku yang lain itu langsung tertidur. Masih ngantuk sepertinya mereka karena kurang tidur.

Tertidur

Tertidur

Ketika kereta Tawang Alun tiba di stasiun Klakah (55 km sebelum Probolinggo), kepala stasiun Klakah meminta penumpang untuk menutup semua jendela dan pintu kereta untuk mengantisipasi masuknya abu Gunung Bromo ke dalam kereta. Benar saja, sepanjang perjalanan setelah Klakah ini, di sisi kanan dan kiri terlihat abu-abu beterbangan. Walaupun semua jendela sudah ditutup, tetap saja masih banyak debu yang masuk melalui celah-celah di dalam kereta. Yang paling kentara adalah tumpukan pasir yang tiba-tiba sudah nyaris tebal saja di atas meja kecil samping jendela kereta. Tumbuhan-tumbuhan dan rumah-rumah yang dilalui sepanjang perjalanan juga tampak terselimuti abu. Aku berani bilang, abu yang sekarang ini lebih tebal dari pada sewaktu kami berangkat ke Bali 4 hari yang lalu. Orang-orang di dalam kereta pun semuanya ikut mengenakan masker.

Melihat kondisi abu yang cukup parah itu, kami akhirnya memutuskan untuk tidak jadi ke Bromo. Mungkin lain waktu ya teman-teman. Yang paling tampak kekecewaanya adalah si Neo yang terlihat sangat berkeinginan untuk pergi ke Bromo. Aku sendiri sudah pernah sekali ke Bromo sewaktu SMA dulu.

Tanaman pun tertutup abu

Tanaman pun tertutup abu

Para penumpang menggunakan masker (kecuali Kamal :D)

Para penumpang menggunakan masker (kecuali Kamal :D)

Tiba di Malang

Waktu telah menunjukkan sekitar pukul 1 siang ketika kami sampai di Lawang, atau “pintu”nya Kota Malang ini. Belasan menit kemudian kereta tengah melalui kawasan Karangploso ketika Neo berkata, “Bau rokoknya kok menyengat ya di sini.” Ya wajar saja di kiri kereta ini terletak sebuah pabrik rokok yang sangat besar di Malang yang sudah dikenal orang.

Akhirnya tiba juga kereta ini di Malang. Kami turun di stasiun Malang Kota Baru. Suasana stasiun saat itu sangat ramai. Banyak calon penumpang yang menunggu kereta. Bahkan sebagian besar dari mereka langsung berebut naik kereta yang baru saja kami tumpangi ini. Kami pun terpaksa berdesak-desakan mencari jalan keluar.

Sampai di luar stasiun, kami tidak langsung pergi. Kami mampir dulu ke Continue reading

Debut Naik KA Malabar

Akhirnya kesampaian juga keinginan untuk naik KA Malabar. Keinginan itu baru tersalurkan saat perjalanan kembali ke Bandung dari Malang pada hari Ahad, 25 juli 2010. Sebenarnya aku memiliki kesempatan untuk naik pertama kalinya pada hari Jumat, 23 Juli 2010, saat pulang ke Malang. Tapi berhubung nggak keburu untuk mengejar keberangkatan KA Malabar pukul 15.30 karena masih ada kegiatan hingga pukul 15.45, akhirnya terpaksa harus naik KA langganan sebelumnya, KA Mutiara Selatan.

KA Malabar ini memang cukup unik. Dalam satu rangkaian ada 3 kelas kereta berbeda, yaitu ekonomi plus, bisnis, dan eksekutif. Aku sendiri membeli tiket yang kelas ekonomi. Gerbong ekonomi KA Malabar terlihat masih baru. Bahkan ada sebagian kursi yang masih ada plastiknya. Tapi sayang, beberapa kaca tampak sudah retak, sepertinya habis dilempar batu.

Gerbong kelas bisnis dan eksekutif KA Malabar merupakan limpahan dari KA Parahyangan yang sudah tidak dioperasikan lagi. Jadi tidak heran kalau untuk gerbong kelas eksekutifnya tidak ada TV-nya seperti KA Parahyangan.

KA Malabar berangkat dari Malang tepat pukul 15.30 dan tiba di Bandung menurut jadwal adalah pukul 8.37.

Kalau ingin sholat dalam perjalanan, kita bisa numpang di ruangan kecil (ruangan awak KA Malabar) di kereta makan. Tentunya minta izin dulu ke mas-masnya. Ramah kok orangnya…

Yang jelas, dengan adanya KA Malabar ini aku tidak perlu repot-repot siang-siang harus ke Surabaya atau Jombang dulu buat mengejar KA Mutiara Selatan yang ke Bandung.

KA Malabar langsir ke jalur 1 Stasiun Malang

KA Malabar langsir ke jalur 1 Stasiun Malang

KA Malabar melintasi jalur 1 Stasiun Malang

KA Malabar melintasi jalur 1 Stasiun Malang

KA Malabar siap berangkat dari jalur 1

KA Malabar siap berangkat dari jalur 1

Interior kereta penumpang kelas ekonomi KA Malabar

Interior kereta penumpang kelas ekonomi KA Malabar

Reuni Akbar SMP dan SMA

Minggu depan, atau tepatnya tanggal 24 Juli 2010, secara kebetulan ada acara temu alumni MTsN Malang I di Malang, bebarengan juga dengan acara musyawarah nasional (Munas) dan temu alumni SMAN 3 Malang di Jakarta. Keduanya sama-sama merupakan tempat di mana aku bersekolah dulu. Info ini aku dapat dari salah satu situs jejaring sosial, pengumumannya kurang lebih sebagai berikut:

Munas & Reuni Akbar Ikatan Alumni SMAN 3 Malang (Ikasmariagitma):

” For information to all alumni member .. ” …Reminder
—————————————————-======
” WORO-WORO”
…Kepada Yth,
PENGURUS IKASMARI AGITMA
* Cabang : Malang, Surabaya, Bandung, Jakarta, Batam, Yogyakarta.
=============================================
Dengan hormat,
Bersama ini kami beritahukan bahwa Dewan Pengurus Pusat IKASMARI AGITMA bermaksud mengadakan :
“MUNAS II & REUNI AKBAR Th. 2010 pada :
* SESI I
Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Juli 2010
Pukul : 08.00 s/d 13.00 wib
Acara : MUNAS ( Pemilihan Ketua Umum )
Tempat : Gedung Pertemuan ” Bima Sakti “
Perum Triloka – AU, – Belakang MBAU
Jl.Raya Pasar Minggu ..
Jakarta Selatan
** SESI II
Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Juli 2010
Pukul : 18.00 s/d 23.00 wib
Acara : Reuni Akbar … Silaturahmi Lintas Angkatan ( SILINA )
Tempat : Gedung Persada – Halim Perdana Kusuma…
Jakarta Timur …
ps : Tiket = Rp 50.000 / orang .. **di Tempat …
Kepada rekan-rekan pengurus cabang dimohon meneruskan informasi ini kepada seluruh anggotanya masing-masing.
Nara Sumber : Nani AK Subronto ( Ketua Eksekutif )
Salam,
Pudjiasmanto
Humas – DPP .
—————————-
…. nb : mohon di sebarkan ke teman teman alumni … TQ .. ***
Reuni MTsN Malang I (Oiya, nama ikatan alumninya apa ya…?):

Assalammualaikum Wr. Wb.

alhamdulillah, setelah sekian lama berdiskusi dan saling share dengan pihak MTsN Malang satu, akhirnya saat ini kami bisa sampaikan bahwa

Reuni Akbar MTsN Malang I dilaksanakan pada:

Hari : Sabtu, 24 Juli 2010
Waktu : 07.00 – 10.00
Acara : Pengakraban

dan

Hari : Minggu, 25 Juli 2010
Waktu : 09.00 – Selesai
Acara : Puncak Acara

Yang acara reunian SMA cuma sehari doang, sementara itu acara reunian yang MTs dua hari. Seandainya dua-duanya sama-sama di Malang, jelas aku sempatkan pulang ke Malang. Tapi sekarang lagi kerja praktek di Bandung. Sebenarnya bisa saja sih pulang Jumat, trus Ahad balik lagi ke Bandung. Tapi aku juga pingin datang reuni akbar SMA di Jakarta. Tapi melihat yang paling besar kemungkinan teman-teman seangkatan untuk datangnya, ya yang reunian MTsN itu karena yang satunya kan tempatnya di Jakarta, jauh dari Malang, jadi mungkin akan sedikit teman-teman seangkatanku yang ke sana. Wah, jadi bingung… 😀