Landing di lapangan rumput (photo by Rika)

Wisata Paralayang di Batu

Hari Sabtu pada masa liburan Natal yang lalu (26/12), saya bersama lima orang teman pergi bermain paralayang di kawasan Wana Wisata Gunung Banyak, Batu. Kami sudah mengagendakan wisata paralayang ini jauh-jauh hari. Satu bulan lebih ada kayaknya.

Salah seorang teman saya, Rika, selalu keep in touch dengan salah satu contact person Wisata Paralayang sana. CP tersebut yang selalu mengabari Rika tentang kondisi terkini aktivitas paralayang di sana. Yup, aktivitas paralayang ini sangat bergantung pada kondisi angin yang ada. Jadi walaupun kami sudah mengagendakan tanggal segitu, tidak bisa dipastikan apakah kondisi angin pada hari itu bersahabat untuk aktivitas paralayang.

Nah, pada Sabtu pagi itu sebenarnya kami sempat menerima kabar bahwa kondisi angin di Gunung Banyak — lokasi wisata paralayang berada — tidak mendukung. Kami disarankan untuk memprioritaskan agenda yang lain. Padahal kami sudah standby di alun-alun Batu jam 8 pagi.

Kami pun mencoba mencari alternatif wisata yang lain. Sayangnya wisata macam Jatim Park, Museum Angkut, dan Batu Night Spectacular bukanya agak siang. Akhirnya secara random tiba-tiba keluar ide ke Taman Rekreasi Selecta. Jadilah kami pergi ke sana. Kebetulan saya sudah lama tidak pergi ke sana. Terakhir kali ke sana rasanya waktu SMP.

Dari Selecta sebenarnya kami ingin melanjutkan ke destinasi wisata berikutnya, yakni Coban Rondo. Namun di tengah perjalanan menuju Coban Rondo, tiba-tiba Rika dikabari oleh CP Wisata Paralayang-nya bahwa aktivitas paralayang sudah bisa dilangsungkan. Saat itu jam menunjukkan sekitar pukul setengah 11 pagi. Kami pun langsung berbelok arah menuju Gunung Banyak.

Rute menuju ke sana cukup mudah. Dari arah Batu kita tinggal mengikuti jalan utama ke arah Pujon. Setelah itu belok kanan masuk ke kawasan wisata Songgoriti. Sepeda motor dikenakan tarif tiket masuk kawasan wisata Songgoriti sebesar Rp1.000.  Di kawasan wisata Songgoriti ini kita cukup mengikuti petunjuk arah menuju wisata paralayang. Seandainya masih belum jelas, kita juga dapat dengan mudah bertanya kepada warga sekitar.

Suasana di Gunung Banyak

Suasana di Gunung Banyak

Suasana Kawasan Wisata Gunung Banyak saat itu sangat ramai. Setiap pengunjung Kawasan Wisata Gunung Banyak dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000. Tarif parkir sepeda motor Rp3.000.

Sesampainya di lokasi, kami semua langsung mendaftarkan diri untuk mencoba paralayang. Setiap peserta dikenakan biaya sebesar Rp350.000. Biaya tersebut adalah biaya terbang tandem dan sudah termasuk asuransi, ojeg dari tempat landing kembali ke lokasi, dan sertifikat.

Kami harus menunggu hingga 2,5 jam hingga akhirnya tiba giliran kami. Memang ramai sekali peminat paralayang di musim liburan ini. Selagi menunggu giliran, kami mengamati peserta-peserta lain yang mendapatkan kesempatan lebih dahulu, terutama mengamati bagaimana cara mengenakan perlengkapan paralayang, bagaimana take-off dilakukan, dan bagaimana posisi di udara. Oh ya, pihak EO paralayang menyediakan tongsis (tongkat narsis) secara gratis yang bisa kita pakai untuk foto-foto saat paralayang. HP-nya tentu saja pakai punya sendiri, hehe.

Salah satu peserta tengah bersiap-siap, dan latar belakang seseorang yang tengah terbang paralayang sendirian

Salah satu peserta tengah bersiap-siap, dan latar belakang seseorang yang tengah terbang paralayang sendirian

Parasut digeber di landasan

Parasut digeber di landasan

Terus terang di awal menjelang take off saya sempat deg-degan juga sih. Tapi setelah melayang di udara perasaan tersebut hilang dalam sekejap. Asyik banget malah! Sensainya sungguh luar biasa! Saat melayang di udara, terasa hawa dingin dari angin yang menerpa. Tapi enak kok hawanya, seger!

Saat melayang di udara, saya sempat mengobrol-ngobrol dengan pilot tandem saya. Masnya menjelaskan bagaimana teknik cara mengontrol parasut saat di udara. Ada pula teknik cara menaikkan parasut lebih tinggi lagi di udara dan sebagainya. Masnya tidak menjelaskan semuanya secara detail sih. Sambil setengah berpromosi, kata masnya sih kalau ingin tahu lebih lengkapnya bisa ikut kursus yang mereka adakan, hehe.

Sayangnya durasi paralayang saya cukup sebentar. Mungkin karena antriannya masih panjang juga. Kalau di waktu yang agak longgar sepertinya bisa agak lama. Soalnya di awal-awal saya amati peserta sebelumnya lebih lama durasinya dibanding saya.

Landing di lapangan rumput (photo by Rika)

Landing di lapangan rumput (photo by Rika)

Kami mendarat di sebuah lapangan rumput yang lumayan luas. Posisi saat mendarat cukup simpel. Kita tinggal meluruskan kaki saja ke depan dan akan mendarat dalam posisi duduk berselonjor. Di dekat lapangan sudah menunggu beberapa tukang ojeg yang siap mengantarkan kembali ke lokasi paralayang di Gunung Banyak.

Well, akhirnya kesampaian juga mencoba paralayang untuk pertama kalinya. Ketagihan sih dengan sensasi melayang di udaranya. Tapi kalau melihat harganya yang segitu, kayaknya masih pikir-pikir lagi untuk mencoba paralayang berikutnya, hehehe. Entah kapan.:mrgreen:

Ini cuplikan pengalaman terbang tandem paralayang kemarin yang sempat saya rekam:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s