Category Archives: Kereta Api

Bepergian dengan Kereta Api di Masa Pandemi

Libur hari kemerdekaan dan long weekend yang menyusul sesudahnya ini saya manfaatkan untuk pulang kampung ke Malang. Akhirnya, saya pulang kampung (dan ke luar kota) lagi setelah sekitar setengah tahun mendekam di Bandung.

Kekhawatiran akan tertular Covid-19 atau menjadi carrier tentunya pasti ada. Namun, mumpung ada libur yang bisa dipakai lumayan panjang saat ini, jadi kesempatan ini tidak boleh dilewatkan. Entah kapan lagi libur panjang berikutnya.

Kereta Api menjadi pilihan saya yang paling nyaman dan (insya Allah) aman menurut saya untuk bepergian saat ini walaupun belum ada kereta api yang langsung ke Malang pada tanggal yang saya pilih. Saya harus transit dulu di Surabaya dan berganti kereta api lagi ke Malang.

Tiket sudah saya beli sejak sekitar 10 hari sebelum keberangkatan. Alhamdulillah masih banyak kursi kosong. Mungkin memang masih sedikit orang yang bepergian di masa pandemi ini. Atau mungkin lebih memilih naik kendaraan pribadi.

Untuk dapat diizinkan melakukan perjalanan dengan kereta api, setiap calon penumpang wajib juga untuk menyertakan surat keterangan non-reaktif pada hasil rapid test-nya. Surat ini akan diperiksa saat pemeriksaan tiket di pintu boarding.

Continue reading

Mencoba Coworking Space Stasiun Gambir

Beberapa hari lalu saya bersama seorang teman kantor ada perjalanan dinas ke Jakarta untuk rapat di kantor klien. Tiket KA Argo Parahyangan sudah dibeli sehari sebelumnya dengan jadwal keberangkatan jam 5 pagi.

Dengan jadwal tersebut kami bisa mengejar jadwal rapat yang biasanya diadakan pada pukul 9 pagi. Namun pada sore sebelum hari H kami mendapatkan kabar bahwa jadwal rapat mundur ke jam 1 siang. Artinya ada waktu kosong sekitar 4 jam sebelum rapat.

Sempat bingung juga karena tidak tahu kami akan menunggu di mana. Untungnya hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah. Di Stasiun Gambir rupanya ada coworking space.

Lokasinya sangat mudah ditemui. Ia berada di sebelah kiri pintu kedatangan, tepatnya di samping kedai makanan “WOW Eat Drink Click”.

Tidak ada biaya yang dipungut untuk bisa menggunakan coworking space ini. Syaratnya hanya menunjukkan boarding pass kereta api dengan jadwal keberangkatan atau kedatangan pada hari yang sama serta telah meng-install aplikasi KAI Access pada ponsel kita.

Selain itu, kita juga akan ditanya mengenai keperluan kita untuk menggunakan coworking space ini. Kami bilang bahwa kami ingin bekerja menggunakan laptop di situ karena memang ada hal yang perlu kami persiapkan untuk meeting di siang harinya.

Selain bekerja, keperluan lainnya sepertinya tidak akan diperbolehkan untuk menggunakan coworking space ini. Saya sempat mendengar ada beberapa ibu-ibu yang ingin duduk-duduk di coworking space untuk menunggu kereta api. Oleh resepsionisnya disarankan untuk duduk di kursi tunggu stasiun saja.

Memang di dalam coworking space ini cukup cozy suasananya. Ada fasilitas AC yang bikin adem dibandingkan harus duduk-duduk di luar. Lalu ada wifi dan colokan yang tentunya membuat kita bisa mengisi daya ponsel atau laptop kita setiap saat.

Interior salah satu sudut coworking space Stasiun Gambir

Di dalam coworking space ini juga kita tidak perlu khawatir kehausan. Ada dispenser air minum yang menyediakan air panas, dingin, dan biasa. Gelas plastik juga sudah disediakan.

Namun di dalam coworking space ini, tamu tidak diperbolehkan memakan makanan atau minuman dari luar. Mungkin agar kebersihannya tetap terjaga.

Setiap pengunjung dibatasi maksimal selama 2 jam untuk dapat menggunakan coworking space ini. Namun dalam pengalaman saya kemarin, saya tidak ‘diusir’ walaupun masih bertahan di coworking space hingga 2,5 jam. Mungkin karena saat itu pengunjung yang ada hanya sekitar 3 orang dari kapasitasnya yang saya perkirakan bisa memuat hingga 16 orang.

Bagi para pekerja atau mungkin pelajar yang sedang melakukan perjalanan dengan kereta api seperti saya ketika itu, keberadaan coworking space ini tentunya sangat membantu. Kita bisa tetap produktif dengan mengerjakan tugas kantor atau kampus di sela-sela perjalanan.

Kalau berdasarkan artikel ini, kehadiran coworking space di stasiun relatif masih baru sepertinya. Baru menjelang pertengahan tahun ini. Walaupun demikian hadirnya coworking space di stasiun ini merupakan terobosan yang layak diapresiasi!

Transportasi Umum ke Gunung Salak via Cidahu

Dalam event Goat Run – Gunung Salak minggu lalu, berbekal informasi dari internet, saya menggunakan transportasi umum untuk menuju ke Javana Spa (Cidahu, Sukabumi), lokasi race central ajang tersebut. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi juga pengalaman saya kemarin.

Ada dua jenis moda transportasi umum yang bisa dipilih untuk menuju ke sana. Yakni, kereta api dan bus. Kebetulan saya mencoba keduanya. Pergi naik kereta api, pulang naik bus.

Saya berangkat naik kereta api Argo Parahyangan dari Bandung ke Jakarta dan menyambung naik KRL ke Bogor. Dari Stasiun Bogor kemudian saya jalan kaki sedikit menuju Stasiun Bogor Paledang untuk naik KA Pangrango tujuan Sukabumi, turun di Stasiun Cicurug.

Stasiun Bogor Paledang

Dalam sehari, KA Pangrango ini memiliki jadwal 3x perjalanan Bogor-Sukabumi PP. Pastikan kita sudah membeli tiketnya jauh-jauh hari agar tidak kehabisan tempat duduk. Saya menaiki KA Pangrango dengan jadwal keberangkatan pukul 13.10 dan tiba pukul 14.07.

Dari Bandung sebetulnya bisa juga naik bus langsung ke Bogor atau Sukabumi. Tapi saya lebih memilih untuk naik kereta api karena waktu tempuh yang fixed, perjalanan lebih santai, dan bisa ngecharge HP juga.

Stasiun Cicurug

Persis dari depan Stasiun Cicurug, tanpa perlu menyeberang jalan raya, saya langsung melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkutan kota (angkot) berwarna putih menuju Cidahu. Ongkosnya Rp7.000. Angkot ini cukup banyak wira-wiri di depan stasiun.

Continue reading
Loket di Stasiun Bandung

Kini Pembatalan Tiket KAI Bisa Online

Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda, tapi dulu bagi saya membatalkan tiket kereta api adalah sebuah aktivitas yang sungguh merepotkan. Di saat proses pembelian tiket sudah online, tapi untuk membatalkannya kita masih harus datang ke stasiun, ambil nomor antrian, dan menunggu dipanggil (untuk dapat membatalkan tiket).

Proses menunggu giliran dilayani itu bisa memakan waktu hingga berjam-jam. Pengalaman terburuk saya di Stasiun Bandung, pernah hampir 2 jam nomor saya belum dapat panggilan. Menurut hitung-hitungan saya ketika itu, saya masih harus menunggu minimal 1 jam lagi. Tidak ingin banyak membuang waktu, saya pun akhirnya memutuskan untuk kembali saja keesokan harinya dan datang lebih pagi.

Biasanya salah satu siasat saya agar tak perlu ikut antrian reguler, adalah datang ke stasiun saat hari H keberangkatan sesuai tiket. Dengan begitu baru kita bisa membatalkan di loket yang disediakan khusus. Tapi tentu saja tidak setiap kasus saya bisa datang ke stasiun pada hari H.

Untungnya, segala kerepotan itu kini dapat dihindari. PT KAI (Kereta Api Indonesia) telah menyediakan opsi pembatalan secara online melalui aplikasi KAI Access. Fitur ini sudah tersedia sejak 2 bulan yang lalu sebenarnya. Bulan lalu saya baru saja berkesempatan untuk mencobanya dan baru hari ini menceritakan pengalaman saya setelah saya memastikan dana refund memang sudah masuk ke rekening saya.

Continue reading

Tukar Tiket Kereta Api Gratis

Mungkin tidak banyak yang tahu jika PT. KAI (Kereta Api Indonesia) memiliki loyalty program bagi pelanggan. Pelanggan yang melakukan sejumlah perjalanan kereta api sesuai dengan yang disyaratkan KAI bisa menukarkannya dengan satu tiket gratis.

Saya sudah lama mendengar adanya program ini sejak beberapa tahun yang lalu. Tapi belum pernah memanfaatkan program ini karena jumlah tiket yang saya kumpulkan belum memenuhi persyaratan.

Beberapa waktu yang lalu, saya menanyakan kepada KAI melalui Twitter perihal program tersebut, apakah masih berlaku dan jika masih, bagaimana detail ketentuannya.

Berikut jawaban akun Twitter KAI tersebut berkaitan dengan detail persyaratan dan ketentuan loyalty program ini.

Syarat :

  1. Memiliki 20 dengan rentang waktu 12 bulan atau 15 dengan rentang waktu 6 bulan sejak keberangkatan tiket pertama.
  2. Diharuskan memiliki bukti fisik (jika keberangkatan awal per 01 Juli 2016). Jika terdapat kendala cetak pada (tinta luntur/tidak jelas), silakan melampirkan bukti pembayaran sebagai pembanding atau catat kode booking pada bagian belakang yang dimiliki.

Ketentuan :

  1. Perjalanan dengan KA kelas Komersial.
  2. Data penumpang sesuai.
  3. Perjalanan dihitung sejak tanggal keberangkatan tiket pertama dan tidak boleh lebih dari rentang waktu yang ditentukan, apabila lewat dari rentang waktu tersebut maka sudah tidak berlaku.
  4. Tiket gratis tidak dapat dilakukan perubahan jadwal maupun pembatalan.
  5. Tiket gratis yang diberikan adalah dengan kelas dan relasi terendah, sesuai yang terdapat pada tiket awal yang dikumpulkan.
  6. Silakan datang ke Customer Service di stasiun, dengan membawa tiket fisik dan identitas yang sesuai pada tiket, untuk dilakukan pengecekan dan verifikasi data.
  7. Selanjutnya, petugas kami akan mengarahkan untuk tahapan berikutnya.

Kemarin saya akhirnya berkesempatan sendiri memanfaatkan loyalty program ini. Saya datang ke Customer Service (CS) Stasiun Bandung dengan membawa 20 tiket perjalanan KA yang telah saya kumpulkan selama setahun ke belakang ini.

Oleh CS yang melayani saya, tiket-tiket saya tersebut diverifikasi. Setelah memeriksa satu per satu tiket saya tersebut, CS menjelaskan kepada saya bahwa saya hanya bisa mendapatkan tiket gratis untuk relasi Jakarta-Bandung kelas ekonomi saja.

Tidak mengejutkan bagi saya. Persis dengan pemahaman saya mengenai ketentuan loyalty program ini. Walaupun banyak di antara tiket yang saya kumpulkan itu adalah tiket perjalanan Bandung-Surabaya/Malang dan juga ada kelas bisnis/eksekutif, tetapi tetap yang diambil adalah relasi terpendek dan kelas terendah di antara tiket yang terkumpul tersebut. Dalam kasus saya adalah relasi Bandung-Jakarta dan kelas ekonomi.

CS kemudian mencap setiap tiket itu yang menandakan bahwa tiket telah diverifikasi. Setelah itu saya diminta untuk mengisi formulir pemesanan tiket KA dan mengambil antrian untuk loket pemesanan.

Peran CS hanya memverifikasi saja. Pemesanan tetap dilakukan di loket pemesanan biasa sambil menyerahkan formulir dan menunjukkan tiket-tiket yang sudah dicap tadi.

Tiket KA gratis

Lumayan lah dapat tiket gratis. Hehehe. 😄

Update 09-Feb-2019

Alhamdulillah, hari ini sudah terkumpul 20 tiket dan bisa dapat tiket gratisan lagi. Hehehe.

Tiket sudah diverifikasi
Tiket sudah diverifikasi

Buka dan Sahur Gratis di Kereta Api

Ada program baru yang diluncurkan PT KAI dalam Ramadan kali ini. PT KAI membagi-bagikan makanan untuk berbuka puasa dan sahur kepada penumpang kereta api secara gratis mulai H-10 hingga H-1 Idul Fitri.

Semalam dan tadi pagi saya juga ikut menikmati program ini. Ketika KA Mutiara Selatan yang saya tumpangi meninggalkan Stasiun Bandung pukul 16.50, ada pengumuman yang menginformasikan bahwa seluruh penumpang akan memperoleh makanan berbuka dan sahur gratis.

Tak lama kemudian, beberapa prama dan prami kereta api berkeliling membagikan nasi kotak dan satu gelas air mineral kepada setiap penumpang. Menu berbuka saat itu adalah nasi goreng dengan lauk telor dadar dan nugget.

Sedangkan menu sahurnya kurang lebih juga sama. Hanya bedanya kali ini pakai nasi putih. Makanan sahur sudah mulai didistribusikan ketika jam menunjukkan pukul 2.30.

Menu buka puasa

Menu buka puasa

Menu sahur

Menu sahur

Alhamdulillah, tentu saja sebagai penumpang saya sangat senang dengan adanya program ini. Tapi saya rasa masih kurang sosialisasi di awal. Penumpang di sebelah saya sudah terlanjur membawa bekal makanan sendiri bersama keluarganya. Jadi ‘terpaksa’ dobel makannya, hehe.

Kalau saya sendiri, untungnya sempat mengetahui adanya program ini dari media sosial sebelum melakukan perjalanan. Jadi tidak perlu membawa bekal makanan sendiri.

Bagi Anda yang ingin mengetahui apakah kereta api yang Anda tumpangi termasuk bagian dalam program ini dapat melihatnya di press release PT KAI di sini. Mengenai menu makanan, jika melihat di media sosial, sepertinya bervariasi antar kereta api. Beda hari mungkin juga beda menu.

Selamat mudik!

 

 

Berganti-Ganti Kereta

Pada musim arus balik lebaran kali ini saya (sempat) tidak kebagian tiket kereta api. Mulanya terpikir untuk naik bus malam saja dari Malang ke Bandung. Namun melihat berita mengenai kemacetan parah di Brexit (Brebes Exit), jadi berpikir seribu kali untuk naik bus. Tapi saya bahkan tak perlu sampai berpikir dua kali untuk naik bus. Karena saat mengecek ketersediaan tiket beberapa PO bus, ternyata sudah pada sold out.

Sementara itu tiket pesawat saya cek juga sudah mencapai minimum 1,3 juta. Akhirnya pilihan terbaik memang tetap kereta api. Sebenarnya pada tahun-tahun sebelumnya saya pun juga beberapa kali kehabisan tiket kereta api dari kampung saya ke Bandung. Tapi selalu saja dapat tiket sisa hasil pembatalan tiket orang lain.

Namun kali ini saya tidak beruntung seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya dapat tiket sisa, tapi dari Jogja. Lumayanlah. Tinggal mikir gimana cara sampai Jogjanya.

Dari Malang ada Continue reading