Transportasi Umum ke Gunung Salak via Cidahu

Dalam event Goat Run – Gunung Salak minggu lalu, berbekal informasi dari internet, saya menggunakan transportasi umum untuk menuju ke Javana Spa (Cidahu, Sukabumi), lokasi race central ajang tersebut. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi juga pengalaman saya kemarin.

Ada dua jenis moda transportasi umum yang bisa dipilih untuk menuju ke sana. Yakni, kereta api dan bus. Kebetulan saya mencoba keduanya. Pergi naik kereta api, pulang naik bus.

Saya berangkat naik kereta api Argo Parahyangan dari Bandung ke Jakarta dan menyambung naik KRL ke Bogor. Dari Stasiun Bogor kemudian saya jalan kaki sedikit menuju Stasiun Bogor Paledang untuk naik KA Pangrango tujuan Sukabumi, turun di Stasiun Cicurug.

Stasiun Bogor Paledang

Dalam sehari, KA Pangrango ini memiliki jadwal 3x perjalanan Bogor-Sukabumi PP. Pastikan kita sudah membeli tiketnya jauh-jauh hari agar tidak kehabisan tempat duduk. Saya menaiki KA Pangrango dengan jadwal keberangkatan pukul 13.10 dan tiba pukul 14.07.

Dari Bandung sebetulnya bisa juga naik bus langsung ke Bogor atau Sukabumi. Tapi saya lebih memilih untuk naik kereta api karena waktu tempuh yang fixed, perjalanan lebih santai, dan bisa ngecharge HP juga.

Stasiun Cicurug

Persis dari depan Stasiun Cicurug, tanpa perlu menyeberang jalan raya, saya langsung melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkutan kota (angkot) berwarna putih menuju Cidahu. Ongkosnya Rp7.000. Angkot ini cukup banyak wira-wiri di depan stasiun.

Saya menumpang angkot ini hingga pemberhentian terakhir di Terminal Cidahu, persis di depan Indomaret. Indomaret ini adalah minimarket terakhir yang bisa ditemui pada jalur menuju Gunung Salak.

Di Terminal Cidahu ada banyak ojek yang mangkal. Saya melanjutkan lagi perjalanan ke Javana Spa dengan menaiki ojek. Tarif yang dipatok sama mereka adalah Rp25.000 untuk sampai ke camping ground Cidahu. Tapi karena Javana Spa masih jauh lagi, ongkosnya lebih mahal, yakni Rp40.000.

Sebelum camping ground Cidahu ini kita akan melewati sebuah gerbang masuk ke dalam kawasan. Di sana sebetulnya ada biaya tiket masuk yang dikenakan untuk pengunjung. Namun karena saya datang untuk mengikuti Goat Run, saya tidak perlu membayar lagi di sana. Untuk pulangnya saya janjian sama abang ojek tersebut agar menjemput saya karena di Javana Spa tidak ada ojek.

Javana Spa (Cidahu, Sukabumi)

Rencana awal saya balik dari Sukabumi ini adalah naik KA Pangrango lagi jam 5 sore. Bahkan, tiket sudah saya beli. Tapi ternyata saya bisa selesai lari lebih awal. Jadi saya pikir lebih baik pulang lebih awal sekalian supaya tidak kemalaman.

Sayangnya saya tidak kebagian tiket KA Pangrango yang pukul 11.32. Akhirnya saya memutuskan untuk balik naik bus saja ke Jakarta. Saya menaiki bus jurusan Sukabumi-Kalideres.

Sebuah keputusan yang kemudian saya syukuri karena siang itu terjadi mati listrik di seantero Jawa Barat, Jakarta, dan Banten (dan sebagian Jawa Tengah juga). Seandainya saya jadi naik kereta juga tidak bisa menyambung naik KRL karena mati listrik dan bisa-bisa saya ketinggalan kereta balik ke Bandung juga.

Harga karcis bus ekonomi Sukabumi-Kalideres ini juga sama seperti KA Pangrango, Rp30.000. Saya turun di kawasan Grogol. Setelah itu menyambung bus Transjakarta menuju Stasiun Gambir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s