Tag Archives: tiket kereta api

Tukar Tiket Kereta Api Gratis

Mungkin tidak banyak yang tahu jika PT. KAI (Kereta Api Indonesia) memiliki loyalty program bagi pelanggan. Pelanggan yang melakukan sejumlah perjalanan kereta api sesuai dengan yang disyaratkan KAI bisa menukarkannya dengan satu tiket gratis.

Saya sudah lama mendengar adanya program ini sejak beberapa tahun yang lalu. Tapi belum pernah memanfaatkan program ini karena jumlah tiket yang saya kumpulkan belum memenuhi persyaratan.

Beberapa waktu yang lalu, saya menanyakan kepada KAI melalui Twitter perihal program tersebut, apakah masih berlaku dan jika masih, bagaimana detail ketentuannya.

Berikut jawaban akun Twitter KAI tersebut berkaitan dengan detail persyaratan dan ketentuan loyalty program ini.

Syarat :

  1. Memiliki 20 dengan rentang waktu 12 bulan atau 15 dengan rentang waktu 6 bulan sejak keberangkatan tiket pertama.
  2. Diharuskan memiliki bukti fisik (jika keberangkatan awal per 01 Juli 2016). Jika terdapat kendala cetak pada (tinta luntur/tidak jelas), silakan melampirkan bukti pembayaran sebagai pembanding atau catat kode booking pada bagian belakang yang dimiliki.

Ketentuan :

  1. Perjalanan dengan KA kelas Komersial.
  2. Data penumpang sesuai.
  3. Perjalanan dihitung sejak tanggal keberangkatan tiket pertama dan tidak boleh lebih dari rentang waktu yang ditentukan, apabila lewat dari rentang waktu tersebut maka sudah tidak berlaku.
  4. Tiket gratis tidak dapat dilakukan perubahan jadwal maupun pembatalan.
  5. Tiket gratis yang diberikan adalah dengan kelas dan relasi terendah, sesuai yang terdapat pada tiket awal yang dikumpulkan.
  6. Silakan datang ke Customer Service di stasiun, dengan membawa tiket fisik dan identitas yang sesuai pada tiket, untuk dilakukan pengecekan dan verifikasi data.
  7. Selanjutnya, petugas kami akan mengarahkan untuk tahapan berikutnya.

Kemarin saya akhirnya berkesempatan sendiri memanfaatkan loyalty program ini. Saya datang ke Customer Service (CS) Stasiun Bandung dengan membawa 20 tiket perjalanan KA yang telah saya kumpulkan selama setahun ke belakang ini.

Oleh CS yang melayani saya, tiket-tiket saya tersebut diverifikasi. Setelah memeriksa satu per satu tiket saya tersebut, CS menjelaskan kepada saya bahwa saya hanya bisa mendapatkan tiket gratis untuk relasi Jakarta-Bandung kelas ekonomi saja.

Tidak mengejutkan bagi saya. Persis dengan pemahaman saya mengenai ketentuan loyalty program ini. Walaupun banyak di antara tiket yang saya kumpulkan itu adalah tiket perjalanan Bandung-Surabaya/Malang dan juga ada kelas bisnis/eksekutif, tetapi tetap yang diambil adalah relasi terpendek dan kelas terendah di antara tiket yang terkumpul tersebut. Dalam kasus saya adalah relasi Bandung-Jakarta dan kelas ekonomi.

CS kemudian mencap setiap tiket itu yang menandakan bahwa tiket telah diverifikasi. Setelah itu saya diminta untuk mengisi formulir pemesanan tiket KA dan mengambil antrian untuk loket pemesanan.

Peran CS hanya memverifikasi saja. Pemesanan tetap dilakukan di loket pemesanan biasa sambil menyerahkan formulir dan menunjukkan tiket-tiket yang sudah dicap tadi.

Tiket KA gratis

Lumayan lah dapat tiket gratis. Hehehe. 😄

Advertisements

Berganti-Ganti Kereta

Pada musim arus balik lebaran kali ini saya (sempat) tidak kebagian tiket kereta api. Mulanya terpikir untuk naik bus malam saja dari Malang ke Bandung. Namun melihat berita mengenai kemacetan parah di Brexit (Brebes Exit), jadi berpikir seribu kali untuk naik bus. Tapi saya bahkan tak perlu sampai berpikir dua kali untuk naik bus. Karena saat mengecek ketersediaan tiket beberapa PO bus, ternyata sudah pada sold out.

Sementara itu tiket pesawat saya cek juga sudah mencapai minimum 1,3 juta. Akhirnya pilihan terbaik memang tetap kereta api. Sebenarnya pada tahun-tahun sebelumnya saya pun juga beberapa kali kehabisan tiket kereta api dari kampung saya ke Bandung. Tapi selalu saja dapat tiket sisa hasil pembatalan tiket orang lain.

Namun kali ini saya tidak beruntung seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya dapat tiket sisa, tapi dari Jogja. Lumayanlah. Tinggal mikir gimana cara sampai Jogjanya.

Dari Malang ada Continue reading

Prosedur Baru Pembatalan Tiket Kereta Api

Jujur, aku baru tahu ternyata PT KAI telah menerapkan prosedur baru pembatalan tiket kereta api terhitung sejak 1 Maret 2013 yang lalu. Prosedur yang baru ini kualami sendiri kemarin Jumat sewaktu membatalkan tiket di Stasiun Malang Kota Baru.

Tiket promo kereta api

Tiket kereta api

Seperti diketahui, pada sistem lama calon penumpang cukup menyerahkan tiket yang dibatalkan pada loket stasiun dan orang tersebut langsung menerima secara tunai uang sejumlah 75% dari harga tiket dan diterima saat itu juga. Prosedur tersebut sangat mudah dan tidak berbelit.

Namun, pada sistem yang baru ini calon penumpang harus mengisi formulir pembatalan tiket terlebih dahulu dan menyerahkan fotocopy-an identitas yang sesuai dengan yang tertera pada tiket. Uang hasil pembatalan tersebut tidak langsung diserahkan pada saat itu juga, tetapi baru bisa dicairkan 30-45 hari sesudahnya, bisa secara tunai atau transfer ke bank. Sungguh lama nian bukan.

Rupanya perubahan sistem ini, seperti yang disebutkan pada beberapa media massa seperti Suara Merdeka, Bisnis Jateng, dan Rada Jogja, adalah demi membatasi ruang gerak para calo. Menurutku itu alasan yang make sense sih. Aku dulu pernah berpikir, dengan sistem boarding pass — menunjukkan kartu identitas sesuai tiket — yang diterapkan PT KAI, kira-kira celah apa yang mungkin bisa dimanfaatkan oleh calo.

Saat itu aku kepikiran dua: (1) Calo memberikan fotocopy-an identitas — atau bahkan kartu identitas yang “asli”, tapi tentu saja sebenarnya palsu (buat sendiri) —  yang sesuai dengan tiket kepada sasarannya. Walaupun ini agak absurd, tapi jika petugas tidak secara teliti membandingkan wajah dengan yang tertera pada identitas tersebut, calon penumpang tersebut bisa tetap lolos. Soal fotocopy-an, saya pernah beberapa kali mendapati petugas yang meloloskan calon penumpang yang cuma menunjukkan fotocopy-an kartu identitas saja karena calon penumpang beralasan macam-macam yang membuat petugas luluh. (2) Calo membuat deal dengan calon penumpang untuk membatalkan tiket yang dibelinya sehingga calon penumpang tersebut dapat membeli tiket tersebut via loket resmi sesuai identitasnya. Tentunya dalam deal tersebut, calon penumpang akan membayar ke calo di luar harga normal. Tapi untuk kasus ini sebenarnya agak berisiko sih. Bagaimana apabila di saat bersamaan di loket stasiun lain ada pula calon penumpang yang menunggu hingga detik terakhir munculnya tiket yang dibatalkan, bisa-bisa calon penumpang yang tadi deal dengan calo bisa keduluan oleh calon penumpang di tempat lain.

Hmm… sebagai catatan, aku tidak tahu “teori” di atas apakah sungguh benar terjadi di lapangan. Yang jelas, dengan sistem baru di mana pihak yang membatalkan tiket baru memperoleh uang setelah 30-45 hari, tentu akan menjadi berpikir panjang sebelum membeli ataupun membatalkan tiket. Namun, aku tetap bertanya-tanya apakah sistem yang baru ini dapat menekan angka pembatalan tiket seperti yang diklaim PT KAI bahwa ada rata-rata 20% pembatalan tiket dari total 50.000 transaksi per hari.

Tiket Mudik Lebaran

Kemarin pagi (5 Agustus 2010) saya membeli tiket KA Malabar kelas ekonomi plus. Sempat nggak percaya, terhitung mulai sekitar H-7 lebaran sampai H-1 (3-9 September 2010) harga tiket untuk kelas ekonomi melonjak drastis menjadi Rp 150.000. Padahal dengan harga segitu 3 tahun lalu saya naik KA Mutiara Selatan kelas bisnis dari Bandung ke Surabaya. Sekarang tarif kelas bisnis pada waktu H-7 sampai H-1 itu harganya jadi Rp 250.000 (untuk KA Malabar). Sementara eksekutifnya bertarif Rp 380.000. Melonjak gila-gilaan lah pokoknya.