Category Archives: Random

Tidak Maag Ketika Berpuasa

Bagi saya hal menarik dari berpuasa adalah kemampuan tubuh untuk beradaptasi dalam kondisi lapar dan dahaga. Maksud saya begini. Ketika tidak berpuasa, setiap kali melewatkan makan, terutama sarapan pagi, perut saya akan meronta-ronta. Namun ketika berpuasa, hal itu alhamdulillah tidak saya rasakan.

Beberapa hari yang lalu saya melewatkan waktu sahur ketika sedang dinas. Saya bangun beberapa menit setalah azan subuh dikumandangkan. Efek kopi hitam yang saya minum malam sebelumnya membuat saya baru bisa tidur pukul 1 malam. Alarm yang sudah saya setel tak terdengar oleh saya.

Saya pun terpaksa menjalani hari itu dengan perut kosong. Saya cemas tak ada energi untuk berakvitias hari itu. Apalagi dari penginapan saya masih perlu berjalan kaki hampir 1 km menuju tempat dinas. Saya takut apabila rasa sakit akibat maag menyerang sehingga saya tidak bisa menjalani aktivitas dengan normal.

Alhamdulillah nyatanya saya bisa menjalani hari itu dengan lancar. Aktivitas saya yang banyak melibatkan kerja otak juga tidak terhambat. Padahal pada hari biasa sebelum Ramadan, jika melewatkan sarapan pagi, saya tidak pernah bisa bekerja dengan baik akibat rasa sakit gejala maag dari perut yang meronta-ronta sebagai.

Dari yang saya dari sebuah artikel, salah satu efek puasa adalah berkurangnya asam lambung yang diproduksi. Walaupun demikian, masih dalam artikel yang sama disebutkan bahwa memikirkan makanan atau mencium baunya dapat merangsak otak kita untuk memerintahkan lambung untuk memproduksi asam lambung lagi.

Advertisements

Mahalnya Harga Tiket Penerbangan Domestik

Akhirnya saya menuangkan juga kekesalan saya di blog ini. Seperti yang sudah diketahui bersama sejak awal tahun 2019 ini harga tiket pesawat domestik melambung tinggi.

Saya sebetulnya bukan orang yang sering bepergian dengan pesawat antar kota di Indonesia. Kampung dan tempat domisili saya sekarang masih sama-sama di Pulau Jawa. Masih ada bus dan kereta api yang masih menjadi pilihan yang ramah.

Dahulu sesekali saya pergi menaiki pesawat jika ada urusan yang mendadak, atau memang tengah ada promo. Harga rata-rata tiket termurahnya ketika itu memang bersaing dengan kereta api kelas eksekutif.

Ketika harga tiket melambung tinggi awal tahun ini, saya belum merasakan dampaknya secara langsung. Hingga beberapa waktu yang lalu ada kawan dekat saya yang hendak menikah di Pekanbaru.

Saya melihat harga tiket pesawatnya gila-gilaan. Satu arah harga tiketnya 1,1 juta paling murah. Pada tahun kemarin, dengan harga segitu saya sudah bisa pulang-pergi naik pesawat ke nikahan teman saya di Padang. Bahkan lebih murah sedikit.

Karena kenaikan harganya yang tidak masuk akal bagi saya, akhirnya saya pun urung datang ke nikahan kawan saya itu. Mungkin kenaikan harga itu masih bisa ditoleransi jika saya pergi bukan untuk 1-2 hari saja di sana.

Dampak kenaikan harga ini tentunya akan lebih terasa bagi mereka yang domisili dan kampung halamannya berbeda pulau. Seperti kawan kantor saya yang orang tuanya tinggal di Ambon. Sekali naik pesawat sekarang minimal 2,5 juta. Pulang pergi sudah habis 5 juta.

Dengan harga yang sama sudah bisa dapat tiket ke Jepang dan sekitarnya PP. Akhirnya untuk urusan wisata orang lebih pilih ke luar negeri.

Tidak mengherankan apabila jumlah penumpang domestik menurun. Jumlah penerbangan pun juga turut berkurang.

Tapi rupa-rupanya, walaupun jumlah penumpang menurun, kalau menurut artikel ini, jumlah pendapatan maskapai malah meningkat karena naiknya tiket pesawat itu. Well, sepertinya bukan tidak mungkin fenomena ini masih akan terus bertahan untuk beberapa waktu ke depan dan bahkan seterusnya.

*sumber gambar: WordPress Free Photo Library

Membentuk Kebiasaan Baru dalam Sekian Hari

Ada poin yang menarik bagi saya pada dialog antara Pandji Pragiwaksono dan Deddy Corbuzier dalam vlog YouTube di bawah ini. Yakni ketika Pandji bertanya berapa lama usaha yang kira-kira ia perlukan untuk memiliki badan atletis seperti Deddy.

Deddy menjawab 21 hari. Menurut Deddy, 21 hari itu adalah jumlah hari yang diperlukan untuk membentuk kebiasaan baru.

Setelah mendengar jawaban Deddy itu, saya pun googling dengan kata kunci “21 days rule to form new habit”. Saya penasaran apakah teori ini adalah teori Deddy sendiri atau ada landasan yang dia ikuti.

It turns out that the 21-day rule is really a thing. Dalam artikel ini disebutkan bahwa dr. Maxwell Maltz adalah orang yang mengeluarkan teori tersebut setelah mengamati pola yang terjadi pada pasiennya.

“These, and many other commonly observed phenomena tend to show that it requires a minimum of about 21 days for an old mental image to dissolve and a new one to jell.”

dr. Maxwell Maltz

Tapi yang juga ditekankan oleh dr. Maltz, 21 hari itu adalah jumlah hari minimum untuk menghilangkan kebiasaan lama dan membentuk kebiasaan baru. Jadi bukan selalu 21.

Pada penelitian yang lain oleh dokter yang berbeda — masih disebutkan dalam artikel yang sama — rupanya rata-rata jumlah hari yang diperlukan untuk membentuk kebiasaan baru itu adalah 66 hari. Phillippa Lally, dokter yang melakukan penelitian tersebut, menyebutkan bahwa dari hasil penelitiannya itu juga, sebetulnya jumlah hari itu bisa bervariasi mulai dari 18 hingga 254 hari, tergantung pada beberapa faktor.

Terlepas dari berapa jumlah hari yang scientifically proven, menurut saya penting juga memiliki target jumlah hari sebagai bagian dalam usaha membentuk kebiasaan baru itu. Setidaknya itu ada goal yang konkret yang bisa kita kejar dan evaluasi.

Bakar-Bakar Sate Daging Kurban

Jumat minggu kemarin, bertepatan dengan hari ke-2 Tasyrik, dalam rangka Idul Adha kantor mengadakan acara bakar-bakar sate daging kurban. Lumayan seru juga kegiatannya. Kami saling bahu-membahu dalam menyiapkan sate daging sampai disajikan.

Ada tim yang membeli perlengkapan. Ada tim yang menyiapkan bumbu sate. Ada tim yang menyiapkan arang. Ada tim yang mengipas-ngipasi sate. Dan ada tim yang memotong-motong buah pepaya juga untuk pencuci mulut.

Membakar arang

Membakar arang

Membumbui sate

Membumbui sate

Baru kali ini sih kami mengadakan kegiatan ini. Bagus lah buat mempererat teman-teman tukang ngoding ini supaya nggak di depan komputer terus, hehehe.

Makan-makan

Makan-makan

 

 

Ngopi di Kantor

Teman-teman di kantor lagi menggandrungi kopi. Kalau dulu biasanya beli kopi sachet, sekarang teman-teman mulai menyukai kopi original. Kalau dulu juga biasanya bikin kopi cuma diaduk biasa, sekarang di kantor sudah ada alat manual brewing seperti French Press dan Vietnam Drip.

Kebetulan beberapa waktu yang lalu di sebuah toko kopi online beberapa kali ada program promo. Kami membeli French Press dan Vietnam Drip di sana. Selain itu di sana kami juga membeli beraneka kopi yang berasal dari berbagai daerah.

Menariknya, mereka ternyata juga menjual kopi yang berasal dari negara lain. Kami pun tertarik untuk mencobanya. Sementara ini kami baru mencoba kopi Brazil.

Kegiatan membikin kopi ini ternyata bisa menjadi selingan atau hiburan tersendiri di kantor. Bereksperimen dengan alat brewing dan mencoba rasa kopi dari berbagai daerah.

 

 

Nobar Olimpiade di Negeri Jiran

Seminggu yang lalu tepat badminton di Olimpiade Rio 2016 tengah memasuki babak-babak yang seru-serunya. Salah satunya adalah pertandingan final ganda campuran yang tepat dilangsungkan pada hari peringatan kemerdekaan negara kita, tanggal 17 Agustus.

Babak final tersebut mempertandingkan pasangan ganda campuran kebanggaan kita, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melawan ganda campuran negeri jiran Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Kebetulan saat itu saya tengah berada di Kuala Lumpur. Saya pun menonton pertandingan final itu di sana. Saya ikutan nonton bareng di sebuah restoran mamak India muslim. Restoran tersebut memasang 2 layar proyektor, masing-masing di halaman depan dan belakang restoran. Dan juga ada beberapa TV di dalam.

Pengunjung restoran memenuhi kursi-kursi yang disediakan. Karena datang sendiri, saya pun berbagi meja dengan pengunjung yang lain.

Sepanjang pertandingan diri ini rasanya gatal untuk melemparkan kepalan tangan atau berteriak girang setiap poin diraih pasangan kita. Tapi terpaksa saya tahan karena saya pendukung Indonesia sendirian. Apalagi pasangan Malaysia tengah benar-benar dibantai oleh Tontowi/Liliyana malam itu. Penonton lainnya pun lebih banyak Continue reading

Emoji di Desktop

Menggunakan emoji (bukan smiley/emoticon) sudah menjadi hal yang tak asing lagi kita lakukan saat menulis pesan melalui smartphone. Pada aplikasi messaging seperti Whatsapp dan Telegram, fitur untuk menambahkan emoji dapat langsung kita kenali karena ditampilkan dalam bentuk shortcut yang memang visible di ujung kiri text box untuk menulis pesan.

whatsapp send message

Shotcut emoji di Whatsapp

Selain itu (pada Android) emoji itu bisa ditambahkan melalui fitur di dalam virtual keyboard juga. Di virtual keyboard tersebut ada shortcut bergambar yang kurang lebih sama dengan shortcut di Whatsapp tadi. Kita bisa memilih emoji dari daftar yang isinya juga sama.

emoji keyboard

Shortcout emoji di keyboard Android

Nah, selain di smartphone, di komputer desktop pun kita bisa menambahkan emoji dengan mudah. Kalau kita cari di keyboard fisik komputer kita, tentu saja nggak bakal ketemu shortcut emoji seperti di Android itu. Untuk pengguna OS Windows 8 ke atas, caranya sangat mudah. Kita bisa pakai virtual keyboard yang tersedia di Desktop. Cara membukanya seperti ini (cukup setup sekali saja)

  1. Klik kanan Taskbar
  2. Pilih “Toolbars”
  3. Pilih “Touch Keyboard”
  4. Klik ikon emoji

preview keyboard emoji

Saya baru tahu, haha 😅😅. Maklum, jarang pakai emoji kalau ngetik di desktop. Untuk pengguna OS lainnya, bisa lihat caranya di artikel WordPress ini. Saya baru ngehnya juga setelah baca artikel itu. Sebelumnya biasa copy paste dari emoji yang sudah ada di website lain aja sih. Haha. Ternyata emoji sudah tersedia juga di virtual keyboard bawaan OS.