Tag Archives: idul adha

Bakar-Bakar Sate Daging Kurban

Jumat minggu kemarin, bertepatan dengan hari ke-2 Tasyrik, dalam rangka Idul Adha kantor mengadakan acara bakar-bakar sate daging kurban. Lumayan seru juga kegiatannya. Kami saling bahu-membahu dalam menyiapkan sate daging sampai disajikan.

Ada tim yang membeli perlengkapan. Ada tim yang menyiapkan bumbu sate. Ada tim yang menyiapkan arang. Ada tim yang mengipas-ngipasi sate. Dan ada tim yang memotong-motong buah pepaya juga untuk pencuci mulut.

Membakar arang

Membakar arang

Membumbui sate

Membumbui sate

Baru kali ini sih kami mengadakan kegiatan ini. Bagus lah buat mempererat teman-teman tukang ngoding ini supaya nggak di depan komputer terus, hehehe.

Makan-makan

Makan-makan

 

 

Advertisements
Sholat Idul Adha

Selamat Idul Adha 1435 H

Eid Mubarak to all muslim brothers in the world, whether celebrating today or tomorrow!

Selamat Idul Adha untuk saudara-saudara sesama muslim di seluruh dunia, baik yang merayakan hari ini atau besok!

Alhamdulillah tadi pagi saya ikut melaksanakan sholat Idul Adha yang diadakan di lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Dipati Ukur, Bandung. Banyak juga jamaah yang mengikuti sholat Ied pagi ini.

Selamat berqurban juga untuk para shohibul qurban yang akan melaksanakan qurbannya baik pada Hari Raya Idul Adha ataupun hari tasyrik nanti. Semoga Allah menerima semua amalan kita dan kita semua bisa meneladani ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan Nabi Ibrahim dan Ismail AS.

Selamat Idul Adha 1432 H

🙂 SELAMAT IDUL ADHA 1432 H 🙂

Hari ini 6 November 2011 atau bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijah 1432 H yang berarti merupakan salah satu hari yang istimewa dalam Islam, yakni hari raya Idul Adha atau yang dikenal juga dengan hari raya haji dan hari raya qurban. Alhamdulillah, pada Idul Adha kali ini tak ada perbedaan penetapan waktu sebagaimana yang terjadi pada tahun lalu.

Ini kali keempat aku merayakan Idul Adha di kota Bandung ini. Sungguh merayakan hari raya di tanah perantauan tanpa adanya keluarga di sekeliling kita itu nggak enak :(. Utamanya tentu saja tak ada makanan, tak ada tongseng, tak ada gule, tak ada sate, dsb sebagaimana kebiasaan dahulu kala berlebaran Idul Adha di rumah bersama orang tua, hehehe… 😀

Namun ada yang spesial pada kesempatan Dzulhijah tahun ini. Alhamdulillah, orang tuaku akhirnya mendapatkan kesempatan untuk pergi haji ke tanah suci pada pelaksanaan haji kali ini. Semoga beliau berdua dimudahkan dalam menjalani ibadah haji di sana dan menjadi haji yang mabrur. Amin.

sumber gambar : blogspot dengan sedikit editing

Selamat Hari Raya Idul Adha 1431 H

Allahuakbar… Allahuakbar… Allahuakbar… Walillahilhamd!

Gema takbir pagi ini terus berkumandang di mana-mana menandai telah datangnya hari raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1431 H. Di Indonesia sendiri terjadi perbedaan mengenai penentuan awal bulan Dzulhijah. Pemerintah menetapkan Idul Adha jatuh pada hari Rabu besok tanggal 17 November 2010. Sementara, sebagian yang lain ada yang sudah merayakannya pada hari ini, Selasa 16 November 2010 sama seperti dengan yang ditetapkan di Arab Saudi dan negara-negara Islam lainnya. Di Bandung sendiri ternyata cukup banyak umat muslim yang mengikuti sholat Idul Adha hari selasa ini, seperti yang saya ikuti di lapangan monumen perjuangan dekat Universitas Padjajaran Dipati Ukur.

Labbaikallahumma labaik!

Sehari sebelumnya, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah kemarin, jamaah haji yangberada di padang Arafah sedang melaksanakan salah satu rangkaian haji yangdisebut sebagai puncak atau inti ibadah haji, yaitu wukuf. Dalam ibadah wukuf itu seorang Amirul Haj akan memberikan khutbah kepada para jamaah. Jamaah haji asal Indonesia saat menjalani wukuf juga mendengarkan khutbah dari Menteri Agama selaku Amirul Haj mereka (beritanya dapat baca di sini). Salah satu isi khutbah yang disampaikan beliau, beliau mengingatkan bahwasannya wukuf mempunyai makna sebagai replika kehidupan baru di Padang Mahsyar saat manusia dibangkitkan kembali dari kematian oleh Allah kelak. Saat itu, semua manusia sama di hadapan Allah. Yang membedakan hanya kualitas imannya.

Khutbah haji yang paling bersejarah sepanjang masa adalah khutbah yang disampaikan Rasulullah SAW di padang Arafah saat haji wada’ pada tanggal 9 Dzulhijah 10 H dan diikuti 124.000 jama’ah dari berbagai suku bangsa. Banyak pesan berharga yang beliau sampaikan pada khutbah haji perpisahan saat itu. Di antaranya adalah pesan agar selalu menjaga tali ukhuwah Islamiyah dan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan sunnah beliau yang mana dengan menjalani hidup berdasarkan kedua pedoman itu hidup manusia tidak akan tersesat. Beliau juga menekankan kepada jamaah saat itu agar menghilangkan sikap rasialisme yang sampai saat ini pun masih terjadi. Suatu ras warna kulit merasa lebih baik dari ras warna kulit yang lain atau suatu suku bangsa merasa lebih baik dari bangsa lain. Sesungguhnya, kata Rasulullah, keutamaan seseorang itu diukur dari ketaatannya dan besarnya rasa takutnya kepada Allah SWT. Di akhir khutbah, beliau menyampaikan wahyu Allah QS Al-Ma’idah ayat 3, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

Pada wahyu tersebut Allah menunjukkan bahwasannya Islam adalah agama yang telah sempurna yang di dalamnya sudah mencakup ibadah ritual dan aturan-aturan kehidupan untuk manusia. Berbicara mengenai ketundukan dan ketaatan kepada Allah SWT, pada salah satu ibadah rangkaian haji ini, yaitu Thowaf, di mana jamaah melakukan ritual mengitari ka’bah sebanyak 7 putaran dengan Continue reading