Monthly Archives: January 2016

Mencoba Google Cardboard

Sebelumnya, bagi yang belum pernah mendengar apa itu Google Cardboard, bisa cek artikel di Wikipedia ini atau di website Google ini. Penjelasan singkatnya, Google Cardboard ini adalah media untuk menonton dan merasakan aplikasi Virtual Reality (VR) atau Augmented Reality (AR) yang dijalankan pada smartphone Android.

Jadi beberapa waktu yang lalu saya membeli Google Cardboard ini di salah satu situs e-commerce. Kebetulan sedang ada diskon yang lumayan lah ketika itu. Alasan membeli Google Cardboard ini karena penasaran sih sebenarnya. Google Cardboard ini sendiri sebenarnya sudah populer setahun belakangan ini lah, atau bahkan lebih.

Ini dia penampakan packaging Google Cardboard Continue reading

Advertisements

Wasted Talent

“I only just realised over the last few years that the problem was not the Coach, it was me. When I worked with a rigid tactician, I’d rebel. When I had a soft Coach, I’d take a nap. The truth is it wasn’t the fault of the Coach if I didn’t give my best. I realised it too late.”
– Antonio Cassano (quoted from Football-Italia.net)

Sebenarnya sangat jarang sekali saya membahas perihal pemain sepak bola di blog saya ini. Tapi beberapa hari yang lalu saya sempat membaca artikel hasil wawancara Antonio Cassano di sebuah artikel di Football-Italia.net. Bagi saya ada hal yang bisa diambil sebagai pelajaran dari wawancara tersebut sehingga menarik untuk saya share di blog ini.

Salah satunya adalah quote di atas, berisi tentang pengakuan Antonio Cassano bahwa dia sendirilah yang sebenarnya menghancurkan karir sepak bolanya. Untuk rekaman video wawancaranya bisa dilihat di sini, tapi tentu saja dalam bahasa Italia dan tidak ada subtitle, hehe.

“For the last 10 years people have said I was a wasted talent.”

Siapa yang tak kenal Antonio Cassano? Malang melintang bermain di klub-klub besar seperti AS Roma, Real Madrid, Inter Milan, dan AC Milan. Sejak masa mudanya bermain di klub kecil Bari, orang-orang menyebutnya sebagai wonderkid, pemain muda dengan skill cemerlang yang berpotensi menjadi pemain bintang di kemudian hari. Sebagai penggemar Liga Serie A Italia, dia termasuk salah satu pemain yang saya kagumi sewaktu kecil karena Continue reading

Never Stop Learning

Berkecimpung di dalam dunia Teknologi Informasi (TI), di mana teknologi dengan cepatnya berkembang termasuk bermunculannya teknologi baru, saya menyadari betul bahwa kami-kami ini — para pelaku di dunia TI — dituntut untuk terus meng-upgrade pengetahuan dan skill kami mengenai perkembangan teknologi terkini. Jika tidak, tentu saja akan terlibas dalam persaingan yang semakin ketat.

“Unless you do something beyond what you’ve already mastered, you will never grow.”
– Ronald E. Osborne

Sebenarnya selama ini pun saya sudah meluangkan waktu untuk membaca-baca blog atau dokumentasi tentang IT dan mengikuti kuliah online di Coursera (walaupun banyak bolongnya :D). Sebagai bagian dari memotivasi diri agar bisa lebih rajin belajar lagi, saya merasa perlu membuat target terukur. Yaitu, dengan mendokumentasikan hal-hal baru yang sudah saya pelajari itu ke dalam sebuah tulisan. Seperti kata Ali bin Abi Thalib RA. :

“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”
– Ali bin Abi Thalib RA.

Yup, dengan mendokumentasikannya harapannya tentu akan lebih menancap di memori saya dan akan memaksa saya untuk lebih memahami hal-hal yang akan saya tulis. Tulisan-tulisan teknikal ini nantinya akan saya coba taruh di blog terpisah (masih belum dibuat blognya :D). Untuk setahun pertama ini targetnya tidak muluk-muluk. Harapannya dalam 2 minggu bisa bikin 1 artikel lah, atau 1 bulan 2 artikel. Well, bisa dibilang ini resolusi tahun 2016 lah. 🙂

View Sabana 1 dan Gunung Merapi di kejauhan

Catatan Pendakian Gunung Merbabu (Hari 2-Tamat)

Jumat, 1 Januari 2016

Pukul setengah 5 pagi saya terbangun dari tidur. Setelah kesadaran benar-benar terkumpul, saya keluar dari tenda untuk melaksanakan sholat shubuh. Temperatur di Pos 3 Merbabu ini ternyata tak sedingin seperti yang saya rasakan di Surya Kencana, Gunung Gede, pada pendakian sebulan sebelumnya. Cuaca di sini pun juga sangat bersahabat, tidak berangin dan tidak berkabut.

Seusai sholat subuh, saya menyalakan kompor sembari menunggu yang lain terbangun. Mbak Meli, mas Teguh, dan mas Jamal menyusul keluar dari tenda mereka masing-masing. Saya memasak air hangat untuk menyeduh kopi.

Sementara itu di ufuk timur, matahari berangsur-angsur mulai naik melewati horizon. Langit di sekitarnya berubah menjadi berwarna kuning keemasan.

Naik ke Puncak

Pukul setengah 6 saya, Listi, dan mas Jamal bersiap-siap untuk naik ke puncak. Kami menyiapkan makanan dan minuman pada tas kecil kami untuk bekal di jalan. Tepat pukul 5.45 kami memulai perjalanan menuju puncak Merbabu.

Ketika tengah mendaki bukit menuju Sabana 1, saya membalikkan badan dan melihat ke arah Pos 3. Masya Allah… Continue reading

Memasuki kawasan hutan cemara

Catatan Pendakian Gunung Merbabu (Hari 1)

Kamis, 31 Desember 2015

Bus Kramat Djati yang saya tumpangi dari Bandung tiba di Terminal Boyolali tepat ketika waktu menunjukkan pukul 5.30. Di terminal telah menunggu Listi, mbak Meli, mas Teguh, dan mas Jamal. Mereka masing-masing datang dari Jakarta dan Cikampek. Kecuali Listi, yang lain baru saya kenal saat itu.

Selain kami, di terminal juga ada 2 orang pendaki lagi yang juga hendak naik Merbabu. Mereka berdua datang dari Majalengka. Kami semua berencana untuk naik Gunung Merbabu melalui pintu masuk Selo.

Di terminal telah menunggu sebuah minibus jurusan Boyolali-Cepogo-Selo. Bus tersebut belum mau berangkat jika penumpang bus dirasa belum cukup. Total saat itu kami sudah bertujuh. Oleh mas sopirnya sebenarnya sudah ditawari berangkat saat itu juga. Kami meminta masnya untuk menunggu lebih lama lagi karena kami perlu belanja logistik dulu. Tapi oleh masnya kami ditawari untuk belanja di sekitar Pasar Cepogo saja. Kami pun setuju. Jadilah kami berangkat saat itu juga.

Belanja Logistik di Cepogo

Setelah 30 menit perjalanan, bus tiba di Pasar Cepogo. Tak ada penumpang tambahan yang naik sepanjang perjalanan itu. Sepi juga penumpangnya. Pantas kata masnya nggak banyak bus yang menuju Selo ini. Di atas jam 11 siang sudah nggak ada bus yang ke Selo katanya.

Di Cepogo ini terdapat pasar yang sangat luas. Ada pusat sayur-sayurannya pula. Lebih murah daripada beli di Boyolali. Di sekitar pasar terdapat minimarket Indomaret dan Rahma Swalayan.

Di Cepogo kami membeli kebutuhan logistik, terutama untuk perbekalan makanan selama pendakian nanti. Namun di sini kami tidak berhasil mendapatkan gas kaleng. Untungnya Continue reading

2015 In Review

Tiap awal tahun rasanya kurang afdhol kalau nggak posting statistik tahun sebelumnya. Alhamdulillah tahun 2015 kemarin jumlah view blog ini ternyata bisa naik sampai 50% daripada tahun sebelumnya (2014 In Review).

Nggak menyangka bakal sedrastis itu kenaikannya karena dari segi jumlah artikel yang saya tulis sebenarnya tahun ini menurun. Tahun 2016 mudah-mudahan bisa lebih rajin menulis lagi. Sekian lama menulis blog, saya menyadari menulis itu ternyata bisa menjadi hiburan tersendiri. 🙂

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 230,000 times in 2015. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 10 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Landing di lapangan rumput (photo by Rika)

Wisata Paralayang di Batu

Hari Sabtu pada masa liburan Natal yang lalu (26/12), saya bersama lima orang teman pergi bermain paralayang di kawasan Wana Wisata Gunung Banyak, Batu. Kami sudah mengagendakan wisata paralayang ini jauh-jauh hari. Satu bulan lebih ada kayaknya.

Salah seorang teman saya, Rika, selalu keep in touch dengan salah satu contact person Wisata Paralayang sana. CP tersebut yang selalu mengabari Rika tentang kondisi terkini aktivitas paralayang di sana. Yup, aktivitas paralayang ini sangat bergantung pada kondisi angin yang ada. Jadi walaupun kami sudah mengagendakan tanggal segitu, tidak bisa dipastikan apakah kondisi angin pada hari itu bersahabat untuk aktivitas paralayang.

Nah, pada Sabtu pagi itu sebenarnya kami sempat menerima kabar bahwa kondisi angin di Gunung Banyak — lokasi wisata paralayang berada — tidak mendukung. Kami disarankan untuk Continue reading