Category Archives: Oprek

Nexus 5 – Stuck in TWRP Bootloop

I was trying to install LineageOS on my Nexus 5 by following the steps mentioned in this link. However my phone got stuck in the TWRP bootloop after installing the TWRP as my custom recovery. It kept showing the message: “Failed to mount ‘/data’ (Invalid argument)“.

I also couldn’t boot into the OS. It always got stuck in the TWRP bootloop. I even couldn’t get to see the TWRP menus.

Fortunately I stumbled upon a thread in Reddit. The TS also had the same issue with me. I tried one of the solution suggested in that thread. In my PC terminal I ran the command: “fastboot format userdata“.

Annddd… It worked like a charm! What happened next was I could get into the TWRP menus and continue to install LineageOS. ūüôā

Advertisements
Oprek Nexus 5

Mengganti Kamera Nexus 5

Menyambung tulisan sebelumnya, setelah kamera pesanan saya dari eBay tiba di rumah, saya pun segera membedah HP Nexus 5 saya. Oh ya, step-step untuk mengganti kamera Nexus 5 ini saya mengikuti tutorial yang ada di video ini:

Video tutorial tersebut sangat mudah dipahami. Mungkin karena step-step dan komponen yang terlibat di dalamnya juga tidak rumit.

Saya sudah mencobanya, dan alhamdulillah kamera yang baru dapat berjalan dengan baik. Fokusnya tidak ada masalah. Jadi benar bahwa sumber permasalahan gagal fokus yang saya alami sebelumnya ada pada kamera, bukan pada firmware atau aplikasi.

Pada tulisan ini saya hanya  Continue reading

Mount HD Eksternal dengan OS Windows di Dalamnya

Masih berhubungan dengan tulisan sebelumnya, di SSD yang baru ini saya memutuskan untuk hijrah ke OS (Operating System) Ubuntu. Sebelumnya di hard disk (HD) yang lama saya menggunakan Windows 8. HD yang lama itu kemudian saya jadikan sebagai HD eksternal. Di dalamnya masih terinstall Windows 8.

Namun ada hal yang perlu diperhatikan ketika ingin menjadikan hard disk dengan OS Windows (versi 8 ke atas) sebagai HD eksternal. Pastikan bahwa Windows benar-benar telah dalam kondisi fully shutdown, bukan hybrid shutdown (setengah shutdown dan setengah hibernate) yang memang adalah default configuration dari Windows 8 (dan juga 10).

Jika tidak, maka HD tersebut tidak akan bisa diakses saat berada di OS Linux (dalam kasus saya, saya menggunakan Ubuntu). Mounting bisa, tapi hanya dalam mode read-only saja.

Untuk melakukan full shutdown ini cukup simpel. Kita bisa melakukannya dari Command Prompt dengan menjalankan perintah sebagai berikut:

shutdown /s /t 0

Kata “shutdown” sudah jelas adalah perintah untuk melakukan¬†shutdown (atau reboot). Sementara itu parameter “/s” menyatakan¬†shutdown,¬†bukan¬†reboot¬†(dinyatakan dengan “/r”) atau¬†hybrid shutdown¬†(dinyatakan dengan “/hybrid”). Sementara parameter “/t 0” menyatakan berapa detik komputer harus melakukan¬†shutdown¬†sejak perintah itu dieksekusi. Karena itu parameter “/t 0”¬†menyatakan bahwa komputer akan melakukan¬†shutdown¬†seketika¬†command¬†line¬†dieksekusi.

Apabila OS sudah benar-benar shutdown, HD tersebut pun bisa di-mount dengan sebagaimana mestinya di OS Linux. Kita bisa melakukan aksi read & write terhadap HD tersebut.

 

Upgrade Hard Disk Laptop ke SSD

Mulanya upgrade ke SSD bukanlah sebuah opsi bagi saya. Saya masih nggak yakin sih soal lifespan dari SSD. Selain itu saya merasa dengan hard disk (HD) yang ada sudah cukup untuk melakukan pekerjaan saya sehari-hari sebagai kuli kode. Apalagi RAM juga sudah di-upgrade ke 8 GB.

Saya menggunakan laptop mostly untuk ngoding aplikasi web baik PHP maupun Java. Sama browsing juga yang pasti. Untuk menjalankan IDE dan berbagai macam aplikasi servis secara bersamaan, laptop saya masih kuat lah.

Namun beberapa bulan belakangan ini saya harus multitasking sambil ngoding Android juga. Nah di situlah mulai muncul masalah. Laptop saya ternyata tidak cukup kuat untuk dipakai menjalankan Android Studio bersamaan dengan aplikasi yang lain.

Akhirnya saya pun memutuskan untuk meng-upgrade laptop dengan SSD. Agak telat sih. Beberapa teman kantor sudah pada upgrade ke SSD sejak lama. Dan saya coba memang cukup handal dalam menjalankan berbagai aplikasi. Rasanya nyaris tidak pernah ngelag.

Saya membeli SSD merek Samsung dengan tipe 850 EVO 250 GB di Tokopedia. Harga aslinya 1,2 juta. Tapi karena kebetulan saya Continue reading

Emoji di Desktop

Menggunakan emoji (bukan smiley/emoticon) sudah menjadi hal yang tak asing lagi kita lakukan saat menulis pesan melalui smartphone. Pada aplikasi messaging seperti Whatsapp dan Telegram, fitur untuk menambahkan emoji dapat langsung kita kenali karena ditampilkan dalam bentuk shortcut yang memang visible di ujung kiri text box untuk menulis pesan.

whatsapp send message

Shotcut emoji di Whatsapp

Selain itu (pada Android) emoji itu bisa ditambahkan melalui fitur di dalam virtual keyboard juga. Di virtual keyboard tersebut ada shortcut bergambar yang kurang lebih sama dengan shortcut di Whatsapp tadi. Kita bisa memilih emoji dari daftar yang isinya juga sama.

emoji keyboard

Shortcout emoji di keyboard Android

Nah, selain di smartphone, di komputer desktop pun kita bisa menambahkan emoji dengan mudah. Kalau kita cari di keyboard fisik komputer kita, tentu saja nggak bakal ketemu shortcut emoji seperti di Android itu. Untuk pengguna OS Windows 8 ke atas, caranya sangat mudah. Kita bisa pakai virtual keyboard yang tersedia di Desktop. Cara membukanya seperti ini (cukup setup sekali saja)

  1. Klik kanan Taskbar
  2. Pilih¬†“Toolbars”
  3. Pilih¬†“Touch Keyboard”
  4. Klik ikon emoji

preview keyboard emoji

Saya baru tahu, haha ūüėÖūüėÖ. Maklum, jarang pakai emoji¬†kalau ngetik di¬†desktop.¬†Untuk pengguna OS lainnya, bisa lihat caranya di artikel WordPress ini. Saya baru ngehnya juga setelah baca artikel itu. Sebelumnya biasa¬†copy paste¬†dari emoji yang sudah ada di website lain aja sih. Haha. Ternyata emoji sudah tersedia juga di¬†virtual¬†keyboard¬†bawaan OS.

DuinoLab starter kit

Let’s Play With Arduino

Ceritanya lagi pingin mencari hobi baru yang menghibur. Tapi gara-gara ngelihat teman yang mengunggah kegiatannya mengoprek Arduino di media sosial, akhirnya ikutan tertarik juga. Saya pun memesan Arduino starter kit dari duinolab.com di salah satu toko online. Kebetulan lagi ada diskon 14% tanggal 14 Februari kemarin.

Ada komponen apa saja di dalam kotak tersebut? Ini dia daftar komponennya:

Bagi pemula seperti saya tentunya bingung harus memulai dari mana jika dihadapkan pada komponen-komponen tersebut. Apalagi background saya dari Teknik Informatika yang memang tidak banyak berhubungan dengan komponen hardware seperti itu. Dulu cuma pernah dapat kuliah Sistem Digital yang mungkin ada sedikitlah berkaitan dengan ini.

Untungnya DunioLab.com sudah menyediakan berbagai macam tutorial projek-projek kecil menggunakan komponen-komponen yang ada di webnya. Jadi bagi para pemula yang masih tahap belajar, tentu tutorial tersebut sangat membantu.

Let’s play with arduino!¬†

Mencoba Google Cardboard

Sebelumnya, bagi yang belum pernah mendengar apa itu Google Cardboard, bisa cek artikel di Wikipedia ini atau di website Google ini. Penjelasan singkatnya, Google Cardboard ini adalah media untuk menonton dan merasakan aplikasi Virtual Reality (VR) atau Augmented Reality (AR) yang dijalankan pada smartphone Android.

Jadi beberapa waktu yang lalu saya membeli Google Cardboard ini di salah satu situs e-commerce. Kebetulan sedang ada diskon yang lumayan lah ketika itu. Alasan membeli Google Cardboard ini karena penasaran sih sebenarnya. Google Cardboard ini sendiri sebenarnya sudah populer setahun belakangan ini lah, atau bahkan lebih.

Ini dia penampakan packaging Google Cardboard Continue reading