Tag Archives: google

Google Pixel Mati Sendiri Walaupun Daya Baterai Masih Banyak

Sekitar 5 bulan yang lalu HP Google Pixel saya mengalami masalah. HP mati secara tiba-tiba ketika baterai masih menunjukkan daya sekitar 30%.

Saya pun mencoba untuk menyalakan ulang dengan menekan tombol power seperti biasa. HP sempat menyala sampai menunjukkan halaman booting logo Google. Namun tak lama kemudian HP kembali mati.

Selanjutnya saya mencoba mencolokkan HP ke listrik. Barangkali saya salah lihat persentase daya baterai tadi. Mungkin sebenarnya baterai sudah dalam kondisi daya 5% atau kurang sehingga mati sendiri.

Dalam keadaan HP tercolok ke listrik, HP saya nyalakan. HP berhasil booting dan bisa masuk ke dalam sistem. Saya coba biarkan daya terisi hingga full 100%.

Setelah daya baterai terisi penuh, saya mencoba menggunakan HP dalam keadaan tidak tercolok ke listrik. Ternyata bisa dipakai normal.

Tapi keadaan itu tidak bertahan lama. Baterai cepat sekali drop-nya. Jika sebelumnya HP mendadak mati saat persentase baterai 30%, kini HP sudah mati saat baterai masih 50%.

Saya mencoba men-charge kembali HP saya hingga 100%. Lagi-lagi baterai HP tidak bertahan lama. Persentase baterai ketika HP mati semakin naik dan naik. Terakhir walaupun indikator baterai sudah menunjukkan 100%, begitu kabel charger saya copot, HP langsung mati.

Masalah yang Umum Terjadi

Saya pun mencari informasi mengenai permasalahan yang saya alami di internet. Rupanya kasus ini bukanlah hal yang aneh lagi terjadi pada HP flagship Google, khususnya Google Pixel.

Banyak orang yang melaporkan kasus yang sama. Keluhan-keluhan itu bisa kita jumpai di berbagai artikel atau forum internet. Beberapa di antaranya ada ini, ini, ini, dan ini.

Awalnya saya pikir mungkin ada bug pada update firmware yang diberikan. Sebab yang saya masih tidak paham, HP masih mampu menyala lama ketika saya biarkan dalam mode bootloader atau recovery.

Karena itu saya mencoba untuk menginstal ulang ROM ke versi yang lebih baru. Namun masalah masih terjadi lagi. Saya coba instal ulang ROM ke versi yang lebih lama, ternyata juga tidak menyelesaikan masalah. Padahal langkah itu sudah sesuai dengan apa yang direkomendasikan oleh Google.

Ganti Baterai

Berbagai cara sudah saya coba namun belum membuahkan hasil positif. Saya pun mengikuti langkah terakhir yang juga disarankan oleh orang-orang di forum internet. Yakni, ganti baterai.

Masalahnya desain body Google Pixel ini adalah menggunakan non-removable battery. Namun bukan berarti baterai tidak bisa diganti sama sekali. Bisa, tapi cara menggantinya yang sangat, sangat, sangat tricky.

Di tulisan berikutnya akan saya ceritakan bagaimana pengalaman saya mencari dan mengganti baterai Google Pixel ini.

Google Location History

Aku baru tahu belakangan ini bahwa Google ternyata memiliki fitur location history setelah membaca artikel di TechChrunch ini kemarin. Sebenarnya sekitar 1-2 minggu yang lalu juga pernah membaca artikel serupa, cuma lupa di website mana. Nah, di artikel TechCrunch itu disebutkan bahwa sebenarnya fitur ini tuh sudah ada sejak 4 tahun yang lalu. Wew, kenapa aku bisa baru tahu. 😯

Location history itu bisa diakses di alamat https://maps.google.com/locationhistory. Ini dia salah satu screenshoot dari location history punya ane.

Riwayat lokasi

Riwayat lokasi

Location history ini bisa kita lihat secara detail per tanggal dan bahkan juga per jam. Jadi pada tanggal sekian jam sekian kita berada di mana, Google sudah merekamnya ternyata.

Google tahu dari mana? Jika Anda adalah seorang pengguna Android, ketika melakukan setup account pertama kali di hp Anda, pasti akan muncul prompt dengan tulisan “Google wants to know your location” atau “Google could transmit your location…” atau yang semacamnya (aku lupa tepatnya). Nah, bila Anda menyetujuinya, artinya pada saat-saat tertentu Google bisa saja mengakses lokasi Anda dan mengirimkannya ke server Google. Selain di initial setup, opsi pengaturan izin akses lokasi ini dapat diubah kapanpun di menu Settings. Aku kurang begitu tahu apakah di device lain selain Android, apakah Google melakukan hal serupa (baca: meminta akses lokasi).

Alasanku kenapa aku memilih menghidupkan servis Google ini sebenarnya sebagai tindakan preventif saja sih seandainya aku terkena musibah hp hilang, dicuri orang, dan sebagainya. Nah, lucunya aku baru tahu jika ternyata Google juga menyediakan ‘fasilitas’ untuk melihat riwayat lokasi kita itu. Kelebihan lainnya jika menghidupkan servis lokasi ini, Google bisa menebak di mana rumah dan tempat kerja/sekolah/kampus kita berdasarkan rutinitas kita sehari-hari.

Tahu kan fitur “Google Now” yang diunggulkan Google sebagai saingannya Siri-nya Apple, yang berperan (seolah) sebagai asisten pribadi. Nah, di fitur Google Now itu Google akan menanyakan apakah alamat ini tuh rumah kita atau kantor kita. Kalau kita mengiyakan atau mengoreksinya, besok-besoknya Google akan memberikan reminder jam berapa kita berangkat kerja dan jam berapa kita waktunya pulang, serta rekomendasi jalan mana yang sebaiknya kita lalui, berdasarkan ya rutinitas tadi. Pernah suatu saat aku stay di hotel di Kuala Lumpur beberapa hari karena ada urusan kerja, eh, hebatnya dia bisa langsung meng-adjust di mana “home” dan di mana “work”.

Mind blowing bukan? 😀

Nah, setelah mengetahui itu kadang-kadang aku merasa ngeri sendiri. Di sisi lain aku memang merasa terbantukan dengan adanya “asisten” pribadi ini. Tapi di sisi lain tetap saja aku merasa khawatir dengan disalahgunakannya data pribadiku ini (kayak orang penting aje, haha). Tahu sendiri kan beberapa waktu lalu sempat heboh berita penyadapan di Indonesia-Australia dan beberapa negara lainnya. Thanks to Edward Snowden yang telah membocorkan informasi-informasi “sakral” terkait dengan dunia perintelijenan.

Yep, itulah teknologi yang terkadang bisa menjadi pisau bermata dua. Yang penting perlu dicamkan sih bahwa sekarang ini kita hidup di zaman di mana informasi mudah didapat. Karena itu, kita perlu bijak membagikan suatu informasi. Di halaman location history itu kita bisa menggunakan fitur hapus riwayat, baik per lokasi, per hari, ataupun seluruh riwayat, jika kita tidak ingin riwayat lokasi kita diketahui oleh Google. 😀

Ikutan #GDG #DevFestBDG

Hari Sabtu yang lalu, 6 Oktober 2012, aku mengikuti acara Google Developer Group (GDG) DevFest Bandung yang bertempat di Hotel The Luxton, Dago-Bandung. Sebagaimana dilaporkan oleh blog GDG Bandung, acara ini diikuti oleh sekitar 140 orang peserta. Namun, aku agak heran juga sih, dari sekian jumlah itu — di luar panitia — hanya sedikit mahasiswa/alumni ITB yang mengikuti acara itu. Selain aku, ada satu orang lagi anak STI ’09 yang ikutan.

Yang pasti yang nggak ikutan akan menyesal. Soalnya tempatnya cozy lux banget. Ada coffee break dan makan siang prasmanan khas hotel berbintang, serta dapat goodies kaos dan sticker, hehehe.

Tapi bukan karena itu juga kali motivasi untuk datang ke sini. Topik-topik yang ditawarkan di acara ini menurutku cukup menarik. Ada tentang project butter Android Jelly Beans, tips membangun aplikasi Android, membangun aplikasi dengan HTML5, menggunakan Canvas di HTML5, membangun aplikasi artificial intelligence sederhana, dan perkenalan beberapa electronic frameworks.

Presentation by Tony Chan

Presentation by Tony Chan (src: foto panitia)

Dari sekian pembicara yang berkesempatan sharing knowledge pada hari itu, materi yang disampaikan oleh Tony Chan (Google Android Dev. Advocate) adalah yang paling menarik bagiku. Di sesi pertama dia menjelaskan mengenai project butter yang digunakan di Android 4.1 (Jelly Beans).Perubahan-perubahan apa saja yang terdapat pada Jelly Beans dibandingkan OS terdahulunya. Bagaimana strategi yang digunakan para engineer OS Android di sana untuk membuat proses display menjadi lebih smooth. Bagaimana fitur notifikasi di Jelly Beans sekarang lebih fleksibel dan sebagainya.

Di sesi kedua Tony menjelaskan mengenai tips-tips dalam membuat aplikasi Android, terutama dari segi desain atau layout. Materi ini sebenarnya sangat menarik dan berguna sekali bagi developer. Karena dengan mengetahui tips-tips tersebut, para developer akan mengetahui bagaimana aplikasi yang dipandang menarik oleh user. Sayang sekali, waktu untuk sesi kedua ini benar-benar terbatas sekali. 😦

Kang Imaduddin

Kang Imaduddin menyampaikan materi HTML5

Materi lain seperti HTML5 juga cukup menarik. Memberikan pandangan kepadaku mengenai pros n cons membangun aplikasi dengan HTML5, dibandingkan dengan native, dan juga hybrid. Terus terang HTML5 ini adalah hal yang baru bagiku. Aku belum banyak mengoprek di sana. Hmm … jadi tertarik untuk mempelajari lebih dalam HTML5. Terutama fitur canvas-nya yang pada pertemuan kemarin banyak sekali demo yang diperlihatkan tentangnya.

Sementara itu materi dari Pak Peb — oh ya, aku nggak nyangka kalau Pak Peb mengisi juga di acara ini — sebelumnya asa sudah pernah dapat. Kalau tidak salah, di acara Phyton Meet Up beberapa bulan yang lalu di kampus ITB. Tapi tidak pernah ada kata rugi atau bosan untuk mendengarkan materi yang sama untuk kedua kalinya. Karena biasanya yang kedua, (seharusnya) jadi lebih mengerti, hehehe.

Materi terakhir mengenai electronic frameworks. Itu merupakan materi yang benar-benar baru bagiku karena selama berkuliah di Informatika, tidak pernah bersentuhan dengan itu. Sayangnya kebanyakan framework tersebut berbayar euy. Mudah-mudahan ada waktu untuk mengoprek framework-framework itu. Seru juga sepertinya ‘bermain-main’ dengan electronic frameworks itu.

Alhamdulillah, puaslah ikutan acara kemarin. Selain dapat makanan gratis (banyak lagi, hihihi), kaos gratis, tapi yang paling penting nih … juga dapat banyak knowledge baru. 😀

Foto bersama seusai acara

Foto bersama seusai acara (src: foto panitia)

Fitur Plot Mathematical Function di Google Search Engine

Tengah-tengah malam begini ketika sedang online Twitter, tiba-tiba ada satu tweet dari akun official-nya Google yang mengabarkan fitur baru yang dirilisnya, yakni plot mathematical function. Yap, dengan fitur ini, kita dapat memasukkan suatu persamaan matematika ke dalam kotak pencarian. Kemudian Google pun akan melakukan pencarian dengan kata kunci persamaan tersebut serta menampilkan gambar plot persamaan atau fungsi tersebut dalam sebuah bidang koordinat.

Asyik nggak tuh? Belajar kalkulus pun menjadi lebih mudah dan tentunya menyenangkan. Coba dari dulu ketika aku masih berjibaku di TPB (Tahap Persiapan Bersama) alias tahun pertama kuliah di ITB. Ketika zaman pusing-pusingnya belajar kalkulus. Zaman di mana ketiduran di kelas gara-gara sudah nggak kuat lagi mikir konsep-konsep kalkulus menjadi pemandangan yang biasa kita lihat saat kuliah. 😀

Btw, masih ada yang nyantol nggak ya kuliah kalkulus yang dipelajari dulu? 😀

Persamaan lingkaran

Persamaan lingkaran

persamaan-persamaan kalkulus

persamaan-persamaan kalkulus

 

 

Circle Me

Hmm… kalau Google Plus (Google+)—Jejaring sosial terbaru bikinan Google—jadi populer dan banyak orang yang tergabung, kira-kira akan ada frase atau idiom baru apa lagi ya yang bakal populer? Di Twitter kita kenal istilah “follow me”, “follow back”, “timeline”, dan “mention me”. Di Facebook kita kenal istilah “like this” dan “news feed” (Terus pa lagi sih?).

Google sendiri telah “menyumbangkan” satu kosa kata baru dalam bahasa Inggris yang akhirnya terdaftar pada Oxford Dictionary.  Di sana dikatakan sbb:

Google : search for information about (someone or something) on the Internet, typically using the search engine Google.

Nah, kelak apabila Google+ benar-benar populer, kayaknya bakal populer juga frase atau istilah “circle me”, “circle back”, “hangout”, dan “stream”. Jadi, nanti kalau ketemu teman atau orang lain, atau ngasih komentar di status orang, bakal ada yang bilang: “Eh, circle back gue dong”, “Eh, hangout-an yuk!”, “Stream gue lagi sepi nih”, dan lain sebagainya.

Mungkin ada tambahan lagi? Barangkali suatu saat kamus Oxford bakal nambah lagi daftar atau penjelasan kosa katanya gara-gara tren baru yang terbentuk. Hehehe. :mrgreen:

Main Pac-Man di Google

Dalam rangka ulang tahun game Pac-Man yang ke-30 perusahaan pembuat game Pac-Man bekerja sama dengan Google menyediakan layanan game Pac-Man yang bisa langsung dimainkan oleh para pengguna di halaman Google. Game Pac-man ini bisa dibilang game yang sangat klasik. Waktu masa kecilku dulu, game ini bisa dikatakan primadona bagi kami. Hampir di setiap vendor game console seperti SPIKA, SEGA, NINTENDO, bahkan di home-nya VCD pun ada game ini. Sayangnya game Pac-Man ini muncul di Google hanya untuk dua hari ini saja (21-22 Mei 2010). Lumayanlah bisa buat membunuh waktu di kala bosan browsing… Hehehe…

Dalam permainan ini juga disuguhkan backsound yang khas Pac-Man banget seperti di game aslinya. Kita juga bisa bermain berdua dengan mengklik tombol “Insert Coin” atau “Masukkan Koin” sebelumnya. Oiya, kalau permainan berhenti (game over) maka halaman tersebut akan otomatis di-redirect ke halaman pencarian Google dengan kata kunci “PAC-MAN 30th Anniversary”. Selamat bermain Pac-Man!

Halaman Google dengan Game Pac-Man

Halaman Google dengan Game Pac-Man