Google Location History

Aku baru tahu belakangan ini bahwa Google ternyata memiliki fitur location history setelah membaca artikel di TechChrunch ini kemarin. Sebenarnya sekitar 1-2 minggu yang lalu juga pernah membaca artikel serupa, cuma lupa di website mana. Nah, di artikel TechCrunch itu disebutkan bahwa sebenarnya fitur ini tuh sudah ada sejak 4 tahun yang lalu. Wew, kenapa aku bisa baru tahu. :shock:

Location history itu bisa diakses di alamat https://maps.google.com/locationhistory. Ini dia salah satu screenshoot dari location history punya ane.

Riwayat lokasi

Riwayat lokasi

Location history ini bisa kita lihat secara detail per tanggal dan bahkan juga per jam. Jadi pada tanggal sekian jam sekian kita berada di mana, Google sudah merekamnya ternyata.

Google tahu dari mana? Jika Anda adalah seorang pengguna Android, ketika melakukan setup account pertama kali di hp Anda, pasti akan muncul prompt dengan tulisan “Google wants to know your location” atau “Google could transmit your location…” atau yang semacamnya (aku lupa tepatnya). Nah, bila Anda menyetujuinya, artinya pada saat-saat tertentu Google bisa saja mengakses lokasi Anda dan mengirimkannya ke server Google. Selain di initial setup, opsi pengaturan izin akses lokasi ini dapat diubah kapanpun di menu Settings. Aku kurang begitu tahu apakah di device lain selain Android, apakah Google melakukan hal serupa (baca: meminta akses lokasi).

Alasanku kenapa aku memilih menghidupkan servis Google ini sebenarnya sebagai tindakan preventif saja sih seandainya aku terkena musibah hp hilang, dicuri orang, dan sebagainya. Nah, lucunya aku baru tahu jika ternyata Google juga menyediakan ‘fasilitas’ untuk melihat riwayat lokasi kita itu. Kelebihan lainnya jika menghidupkan servis lokasi ini, Google bisa menebak di mana rumah dan tempat kerja/sekolah/kampus kita berdasarkan rutinitas kita sehari-hari.

Tahu kan fitur “Google Now” yang diunggulkan Google sebagai saingannya Siri-nya Apple, yang berperan (seolah) sebagai asisten pribadi. Nah, di fitur Google Now itu Google akan menanyakan apakah alamat ini tuh rumah kita atau kantor kita. Kalau kita mengiyakan atau mengoreksinya, besok-besoknya Google akan memberikan reminder jam berapa kita berangkat kerja dan jam berapa kita waktunya pulang, serta rekomendasi jalan mana yang sebaiknya kita lalui, berdasarkan ya rutinitas tadi. Pernah suatu saat aku stay di hotel di Kuala Lumpur beberapa hari karena ada urusan kerja, eh, hebatnya dia bisa langsung meng-adjust di mana “home” dan di mana “work”.

Mind blowing bukan?😀

Nah, setelah mengetahui itu kadang-kadang aku merasa ngeri sendiri. Di sisi lain aku memang merasa terbantukan dengan adanya “asisten” pribadi ini. Tapi di sisi lain tetap saja aku merasa khawatir dengan disalahgunakannya data pribadiku ini (kayak orang penting aje, haha). Tahu sendiri kan beberapa waktu lalu sempat heboh berita penyadapan di Indonesia-Australia dan beberapa negara lainnya. Thanks to Edward Snowden yang telah membocorkan informasi-informasi “sakral” terkait dengan dunia perintelijenan.

Yep, itulah teknologi yang terkadang bisa menjadi pisau bermata dua. Yang penting perlu dicamkan sih bahwa sekarang ini kita hidup di zaman di mana informasi mudah didapat. Karena itu, kita perlu bijak membagikan suatu informasi. Di halaman location history itu kita bisa menggunakan fitur hapus riwayat, baik per lokasi, per hari, ataupun seluruh riwayat, jika kita tidak ingin riwayat lokasi kita diketahui oleh Google.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s