Tag Archives: OS

Windows Guest OS-Ubuntu Host OS

Pakai VirtualBox Windows Guest OS di Ubuntu

Tak terasa sudah hampir 2 tahun saya konsisten pakai Ubuntu sebagai sistem operasi laptop saya untuk penggunaan sehari-hari. Tidak ada kesulitan berarti yang saya alami sepanjang memakai Ubuntu.

Memang sebagian besar penggunaan saya didominasi untuk coding, browsing, multimedia, dan pakai terminal saja. Kadang-kadang ketika perlu untuk buka dokumen word, excel, dan powerpoint pun saya bisa memakai LibreOffice.

Namun, semenjak terlibat projek yang memaksa saya untuk banyak berkutat dengan dokumen word, excel, dan powerpoint, saya pun menyerah pakai LibreOffice. Saya perlu sekali untuk menggunakan Microsoft Office.

Bisa jadi karena saya belum terbiasa menggunakan LibreOffice (atau OpenOffice). Tapi alasan utamanya sebenarnya karena formatting-nya yang berbeda dengan Ms Office. Jadi kadang-kadang format asli dokumen yang dibuat di Ms Office menjadi rusak ketika dibuka di LibreOffice. 

Saya pun kemudian memasang aplikasi Wine di Ubuntu saya agar bisa menjalankan aplikasi Windows. Namun, untuk Microsoft Office baru versi 2010 saja yang didukungnya. Walaupun demikian saya sempat bertahan lama menggunakan Ms Office 2010 untuk keperluan perdokumenan.

Suatu saat, datang projek lain lagi yang mengharuskan saya Continue reading

Advertisements

Mount HD Eksternal dengan OS Windows di Dalamnya

Masih berhubungan dengan tulisan sebelumnya, di SSD yang baru ini saya memutuskan untuk hijrah ke OS (Operating System) Ubuntu. Sebelumnya di hard disk (HD) yang lama saya menggunakan Windows 8. HD yang lama itu kemudian saya jadikan sebagai HD eksternal. Di dalamnya masih terinstall Windows 8.

Namun ada hal yang perlu diperhatikan ketika ingin menjadikan hard disk dengan OS Windows (versi 8 ke atas) sebagai HD eksternal. Pastikan bahwa Windows benar-benar telah dalam kondisi fully shutdown, bukan hybrid shutdown (setengah shutdown dan setengah hibernate) yang memang adalah default configuration dari Windows 8 (dan juga 10).

Jika tidak, maka HD tersebut tidak akan bisa diakses saat berada di OS Linux (dalam kasus saya, saya menggunakan Ubuntu). Mounting bisa, tapi hanya dalam mode read-only saja.

Untuk melakukan full shutdown ini cukup simpel. Kita bisa melakukannya dari Command Prompt dengan menjalankan perintah sebagai berikut:

shutdown /s /t 0

Kata “shutdown” sudah jelas adalah perintah untuk melakukan shutdown (atau reboot). Sementara itu parameter “/s” menyatakan shutdown, bukan reboot (dinyatakan dengan “/r”) atau hybrid shutdown (dinyatakan dengan “/hybrid”). Sementara parameter “/t 0” menyatakan berapa detik komputer harus melakukan shutdown sejak perintah itu dieksekusi. Karena itu parameter “/t 0” menyatakan bahwa komputer akan melakukan shutdown seketika command line dieksekusi.

Apabila OS sudah benar-benar shutdown, HD tersebut pun bisa di-mount dengan sebagaimana mestinya di OS Linux. Kita bisa melakukan aksi read & write terhadap HD tersebut.

 

Libur 17an, Instal Ulang OS

Sebenarnya tidak ada hubungan implikasi sih antara frase pertama dan frase kedua judul di atas. Setelah 14 bulan bertahan dengan triple O: Windows XP, Windows 7, dan Ubuntu 11.0, akhirnya aku instal ulang OS di laptopku lagi. Kebetulan momennya pas hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus, jadi judulnya kubuat seperti itu, hehehe. Oiya, sebelumnya aku ucapkan Dirgahayu RI yang ke-66!

Sudah lama sebenarnya mau instal ulang laptopku ini karena sudah sebulan belakangan kewalahan banget menghadapi virus yang menyerang windows 7-ku. Akibatnya, browser dan microsoft office nggak bisa dibuka, dan sistem jadi sering shut down sendiri. Tapi karena aku masih butuh banget Ubuntu-nya buat mengerjakan TA, jadinya belum kuinstal ulang. Salah juga sih sejak awal nggak instal antivirus. Soalnya, biasanya aku menghapus virusnya manual. Tapi kalau virus yang dihadapi banyak dan muncul-muncul sendiri terus kewalahan juga, haha.

Sekarang laptop sudah diinstal ulang. Kerjaan berikutnya yang agak bikin malas itu adalah menginstal driver-driver dan program-program yang dibutuhkan. Banyak dan lama. Fiuhh…