Monthly Archives: November 2015

Let’s Run

Barusan tadi nyari-nyari lagu yang diputer waktu start Penang Bridge International Marathon (PBIM) 2015 kemarin. Waktu itu cuma denger jelas bagian reff-nya aja sih, “Let’s run, run, run… Let’s run together…”

Lagunya enak juga bikin semangat waktu mulai lari. Saya baru tahu lagu itu memang lagu official-nya PBIM. Hoo… ternyata. Niat juga. Wajar sih, PBIM ini sudah menjadi event tahunan dan ikon tourism-nya Penang juga. Hebatnya biaya pendaftaran eventnya jauh lebih murah lho setelah saya bandingkan dengan event-event lari marathon lainnya, termasuk Jakarta Marathon.

 

Advertisements

Kali Pertama Ikutan Full Marathon

Akhirnya pecah telur juga. Dua hari yang lalu (22/11) untuk pertama kalinya saya mengikuti lari full marathon alias lari 42,195 km. Saya ikutan lari full marathon itu di event Penang Bridge International Marathon (PBIM) 2015. Setahun yang lalu di event yang sama, saya mengikuti lari yang kategori half marathon. Alhamdulillah target ikutan full marathon di tahun berikutnya berhasil terpenuhi. 

Bisa dibilang nekat juga sih. Sejujurnya sejak terakhir ikutan half marathon setahun yang lalu, saya tidak pernah lari lebih dari belasan kilo. Makanya sempat ragu-ragu juga sih apakah saya kuat untuk tiba-tiba berlari sejauh 42,195 km ini.

Dan ternyata memang tidak kuat. Namun alhamdulillah saya Continue reading

Royal Palace

Ke Phnom Penh Lagi

Pekan lalu saya berkesempatan traveling ke Kamboja kembali. Bukan khusus jalan-jalan sih. Ada suatu keperluan sebenarnya.

Tiga hari saya berada di Phnom Penh, ibukota Kamboja. Sedangkan satu setengah tahun yang lalu saya hanya sempat mampir setengah hari saja di kota ini, dalam rangkaian perjalanan backpacking Indochina dari Kuala Lumpur hingga Ho Chi Minh. Dalam masa setengah hari itu saya hanya sempat mengunjungi kawasan Riverside (tepi sungai Mekong) dan taman depan Royal Palace saja. Karena itu tentu saja puas banget lah kali ini.

Di sela-sela waktu 3 hari itu saya sempat berjalan-jalan ke beberapa tempat di Phnom Penh. Riverside dan Royal Palace tentu saja salah satu di antaranya. Ke Phnom Penh menurut saya tidak lengkap kalau tidak mampir ke tempat ini.

Saya pergi ke kedua tempat itu saat sore hari. Menyenangkan sekali suasana sore di sana. Banyak orang Continue reading

Rumah adat Shan State

Catatan Perjalanan Solo Backpacking di Myanmar 4D3N: Day 4 – Yangon (Bag. 2)

Pagi itu jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Seharusnya pukul segitu matahari sudah membagikan kehangatannya kepada penduduk kota Yangon. Namun ternyata awan mendung masih setia menutupi langit sedari subuh.

Saya dan bapak mertua senior saya keluar rumah memakai payung. Kami pergi ke restoran di dekat flat untuk menikmati sarapan. Saya memesan menu nasi goreng dengan telor mata sapi. Enak juga ternyata nasi gorengnya. Saya suka bagaimana telor mata sapi itu disajikan. Dia tidak ditaruh di atas nasi goreng langsung, tetapi ditempatkan pada piring terpisah dan disiram kuah kari. Tidak saya sangka kuning telornya yang masih setengah matang bercampur dengan kuah kari ternyata memberikan rasa yang enak yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.

Ke National Races Village

Seusai sarapan, saya pamitan kepada mertua senior saya untuk pergi ke National Races Village. Saya bertanya bus no berapa yang menuju ke sana dari downtown ini. Tanpa saya duga beliau malah langsung membantu saya menyegatkan bus. Saya pun jadinya tidak tahu sebenarnya bus no berapa yang saya tumpangi, haha. Tulisannya keriting semua.

Bus kota di Yangon ini besar-besar. Jumlahnya juga banyak. Penumpangnya pun juga hampir selalu penuh. Mungkin karena di Yangon ini bebas Continue reading