Suasana sebelum gratis start

Kali Pertama Ikutan Full Marathon

Akhirnya pecah telur juga. Dua hari yang lalu (22/11) untuk pertama kalinya saya mengikuti lari full marathon alias lari 42,195 km. Saya ikutan lari full marathon itu di event Penang Bridge International Marathon (PBIM) 2015. Setahun yang lalu di event yang sama, saya mengikuti lari yang kategori half marathon. Alhamdulillah target ikutan full marathon di tahun berikutnya berhasil terpenuhi. 

Bisa dibilang nekat juga sih. Sejujurnya sejak terakhir ikutan half marathon setahun yang lalu, saya tidak pernah lari lebih dari belasan kilo. Makanya sempat ragu-ragu juga sih apakah saya kuat untuk tiba-tiba berlari sejauh 42,195 km ini.

Dan ternyata memang tidak kuat. Namun alhamdulillah saya bisa tiba di garis finish sebelum cut off time 7 jamyang berarti masih berhak mendapatkan medali dan kaos finisher. Saya finish dalam waktu 6 jam 50 menit (gun time) atau 6 jam 47 menit (net time).

Medali finisher PBIM 2015

Medali finisher PBIM 2015

Event full marathon PBIM 2015 ini mengambil start pukul 1.30 waktu setempat atau 00.30 WIB. Sangat menguntungkan menurut saya. Menguntungkannya ya karena dengan diadakan malam begitu, pelari pun tak akan menghadapi cuaca panas.

Waktu sholat subuh di Penang saat itu adalah 5.49 waktu setempat. Sementara waktu matahari terbit di sana adalah 7.09. Saya pun di awal membuat hitung-hitungan. Saya harus bisa finish dalam tempo maksimal 5 jam agar bisa sholat shubuh di surau dekat garis finish. Sebuah target yang awalnya saya pikir cukup realistis kalau melihat pengalaman sebelumnya finish half marathon dalam waktu 2 jam 10 menit.

Kembang api sebelum start full marathon

Kembang api sebelum start full marathon

Tapi ketahanan kaki memang tidak bisa dibohongi. Tidak pernah latihan lari sejauh ini, praktis kaki saya ternyata cuma kuat dibuat lari sampai 20-an kilometer. Saya mulai merasakan ketegangan otot pada telapak kaki, paha, betis, dan nyeri pada sendi lutut.

Setelah itu saya memutuskan untuk tidak memaksakan diri agar tidak sampai terjadi kram. Saya cuma melakukan kombinasi antara jogging, jalan cepat, dan jalan santai. Saya sholat subuh di musholla yang disediakan panitia di KM 29. Ada 20 menit saya singgah di musholla untuk antri wudlu dan melaksanakan sholat subuh.

Setelah sholat subuh, saya pun kembali ke jalan, melakoni jarak 13 km tersisa. Saya membutuhkan waktu 2 jam untuk menghabiskan jarak 13 km ini hingga akhirnya bisa finish. Benar-benar push it to the limit. Alhasil sampai sekarang kaki saya pun masih pegal-pegal.😀

Yeayy… dapat finisher tee :)

Yeayy… dapat finisher tee🙂

3 thoughts on “Kali Pertama Ikutan Full Marathon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s