Monthly Archives: October 2015

Catatan Perjalanan Solo Backpacking di Myanmar 4D3N: Day 4 – Yangon (Bag. 1)

Rabu, 19 Agustus 2015

Pukul setengah 5 subuh bus yang saya tumpangi akhirnya tiba di di terminal bus Aung Mingalar, Yangon, mengakhiri perjalanan selama 11 jam. Langit masih gelap. Saya turun dari bus. Banyak sopir taksi sudah menunggu di luar bus menyambut para penumpang yang baru turun.

Para sopir taksi tersebut menawarkan jasanya kepada setiap penumpang, tak terkecuali saya. Saya lagi-lagi dikira orang Myanmar. Begitu saya menggeleng dan mengatakan saya bukan orang Myanmar, salah seorang dari mereka menebak, “Are you from Thailand?”

Saya tersenyum sambil mengatakan, “No. I’m not from Thailand.” Itu bukan kali pertama juga saya dikira orang Thailand.

Sejujurnya pengalaman orang lain salah menebak negara asal saya itu adalah hal yang cukup menarik bagi saya. Saya penasaran berapa negara yang mereka sebutkan sampai akhirnya mereka bisa menebak dengan benar. Jarang sekali mereka berhasil menebak dengan tepat saya berasal dari Indonesia pada tebakan pertama, kedua, atau bahkan tak jarang hingga ketiga.

Ada sopir taksi lain yang menebak Malaysia. Yang cukup bikin kaget, Continue reading

Advertisements
Nelayan di Inle Lake

Catatan Perjalanan Solo Backpacking di Myanmar 4D3N: Day 3 – Inle Lake (Bag. 2)

Pukul 9 pagi saya mendatangi meja resepsionis untuk check out. Kebetulan saya melihat tulisan di papan di dinding belakang meja resepsionis bahwa hotel menyediakan jasa booking bus ke Bagan, Yangon, dan beberapa jurusan lain. Saya pun memutuskan untuk memesan sekalian saya tiket bus ke Yangon untuk malam hari itu.

Saya paham harga yang ditawarkan pihak hotel biasanya akan lebih mahal karena bakal ada fee untuk mereka. Tapi tak mengapa karena saya memang ingin menghemat waktu.

Mbak resepsionis yang melayani saya kemudian menghubungi kantor agen bus untuk menanyakan ketersediaan tiket bus ke Yangon malam itu. Untungnya masih ada. Tiket bus diantarkan setengah jam kemudian oleh orang dari agen bus. Nama perusahaaan busnya Thit Sar Oo Express. Harga tiketnya Ks15.000.

Btw, saya baru paham kenapa hotel yang saya inapi ini namanya Lady Princess Hotel. Pegawainya cewek semua soalnya, haha. Yang ini saya cuma nebak-nebak aja, hahaha. At least dari beberapa yang saya temui semuanya cewek sih.

Sebelumnya, sambil menunggu tiket bus tersebut diantarkan, saya menikmati breakfast gratis yang disediakan oleh pihak hotel. Sekedar omelette, roti bakar, pisang, dan kopi saja sih.

Sembari makan saya memikirkan plan saya hari itu. Aktivitas utama yang populer di Inle ini adalah naik perahu menikmati Inle Lake dan melihat aktivitas nelayan di Inle Lake yang ikonik itu. Nelayan lokal di sana terkenal memiliki cara yang unik dalam mendayung perahu mereka. Mereka berdiri dengan Continue reading

Tiket masuk Inle Lake

Catatan Perjalanan Solo Backpacking di Myanmar 4D3N: Day 3 – Inle Lake (Bag. 1)

Selasa, 18 Agustus 2015

Saya mendadak terbangun karena mendengar kru bus memberikan pengumuman, “Kalaw.. Kalaw..” Saya mengecek jam. Wew, masih pukul 1.30 dan bus sudah sampai di Kalaw.

Kalaw adalah sebuah township sebelum Inle. Seperti halnya Inle, Kalaw juga berada di daerah pegunungan. Kalaw juga merupakan salah satu tujuan populer backpacker di Myanmar ini, terutama bagi mereka pecinta petualangan trekking. Di Kalaw ini para turis bisa melakukan trekking menyusuri perbukitan, melintasi areal persawahan, perkebunan dan pedesaan di kawasan pedalaman. Tak sedikit juga yang menjadikan Inle Lake sebagai garis finish dari trekking tersebut.

Beberapa backpacker bule tampak turun di Kalaw ini. Saya pun lanjut tidur kembali, memaksimalkan kesempatan istirahat sebelum menginjakkan kaki di Inle.

Ternyata hanya sebentar saja saya bisa tertidur lagi. Tak sampai 2 jam kemudian Continue reading