Ranu Kumbolo

Pendakian Mahameru (Day 1): Mendaki Sampai Kalimati

Setelah 2 tahun yang lalu, akhir November kemarin aku kesampaian lagi untuk berkunjung ke Gunung Semeru, Jawa Timur. Jika 2 tahun lalu aku datang dengan tujuan hanya ingin menikmati Ranu Kumbolo saja (dan Gunung Bromo), pada kesempatan kali ini aku datang dengan misi untuk berusaha menjejakkan kaki di Puncak Mahameru yang berada di ketinggian 3676 mdpl.

Peserta pendakian kali ini selain aku, ada Zaki (EL’07), Fahmi (EL’07), Aban (EL’07), dan Ragil (teman kantor Zaki). Zaki sendiri adalah ketua tim kami. Dia yang menginisiasi rencana pendakian ini. Dia pula yang mengurus pendaftaran online perizinan pendakian ini.

Sabtu, 29 November 2014

Perjalanan ke Tumpang dari Jakarta

Pada hari Jumat, 28 November, kami bersama-sama menumpang pesawat AirAsia dari Jakarta menuju Surabaya dengan jadwal keberangkatan pukul 22.35. Pesawat sempat mengalami delay sekitar 15 menit. Kami tiba di bandara Juanda sekitar pukul 12 malam.

Keluar hall kedatangan, kami disambut belasan orang yang menawarkan jasa antar. Kami bilang tujuan kami hendak ke Tumpang, Malang. Mereka kompak menawarkan ongkos 500.000 rupiah. Kami mencoba menawar ke salah satu orang 400.000. Namun, mereka tetap keukeuh dengan harga segitu. Akhirnya kami pun sepakat dengan harga tersebut.

Perjalanan dari Juanda ke Tumpang menempuh waktu selama 2 jam. Kami di-drop di Alfamart yang terletak sekitar 100 meter setelah Masjid Jami’ Tumpang. Di Alfamart kami membeli logistik yang kami butuhkan untuk pendakian.

Perjalanan ke Ranu Pani

Saat tengah beristirahat di depan Alfamart, kami dihampiri sejumlah calon pendaki lain. Ternyata mereka adalah anak-anak Unair (Universitas Airlangga, Surabaya). Mereka mengajak untuk share cost naik truk ke Ranu Pani (biasa disebut dengan Ranu Pane juga), desa di kaki Gunung Semeru. Terang saja kami menyambut baik ajakan tersebut.

Jadilah kami naik truk ke Ranu Pani bersama rombongan anak Unair yang berjumlah 9 orang tersebut. Per orang dikenakan ongkos Rp40.000. Kami berangkat dari rumah sang pemilik truk jam setengah 6 pagi. Perjalanan ke Ranu Pani ini memakan waktu hampir 2 jam.

Ranu Pani

Ranu Pani

Setibanya di Ranu Pani kami langsung menuju ke Pos Ranu Pani untuk mengurus perizinan. Tak lupa kami menyiapkan persyaratan seperti bukti pembayaran, surat keterangan sehat, dan 1 lembar fotocopy KTP untuk diserahkan. Kami membayar Rp57.500 per orang sebagai tiket masuk (Tarif hari biasa Rp17.500/hari dan hari libur Rp22.500/hari).

Setelah surat izin pendakian dikantongi, kami segera bergerak ke warung untuk sarapan sebelum memulai pendakian. Di warung itu kami juga membungkus nasi untuk makan siang dan malam. Yak, kami memutuskan untuk tidak pakai acara masak-memasak di hari pertama ini demi menghemat waktu. Pasalnya kami berencana untuk langsung summit attack pada malam pertama ini.

Mengurus perizinan

Mengurus perizinan

Pendakian Dimulai

Pukul 9.30 kami memulai pendakian. Kami melewati jalur biasa (bukan lewat Ayak-Ayak). Total waktu yang kami tempuh untuk sampai ke Ranu Kumbolo adalah 3,5 jam. Tentu saja itu sudah termasuk waktu istirahat dan foto-foto.

Perjalanan dari start menuju Pos I sekitar 1 jam. Kami men-skip istirahat di Pos II karena jaraknya terlalu dekat dengan Pos I. Hanya 20 menit perjalanan saja. Satu jam kemudian kami tiba di Pos III. Kami tiba di Ranu Kumbolo menjelang pukul 1 siang.

Di Ranu Kumbolo kami beristirahat. Di sana kami mengambil air wudlu dari danau untuk melaksanakan sholat Dhuhur dijama’ dengan Ashar. Kami juga makan siang bekal nasi bungkus yang sudah kami bawa tadi.

Makan siang di Ranu Kumbolo

Makan siang di Ranu Kumbolo

Lanjut Hingga ke Kalimati

Pukul 14.15 kami melanjutkan perjalanan kembali. Tanjakan Cinta menjadi rute pertama yang kami tempuh. Konon sih katanya ada mitos nggak boleh menoleh ke belakang.

Tapi siapa yang bisa menolak untuk memandang keindahan Ranu Kumbolo. Makanya sebelum benar-benar melalui Tanjakan Cinta ini, aku menyempatkan untuk memandang Ranu Kumbolo dan mengabadikannya dalam foto. Pasalnya kami tak akan tahu apakah keesokan harinya ketika kembali ke Ranu Kumbolo, cuaca akan secerah ini. Maklum, pendakian yang kami lakukan ini bertepatan dengan datangnya musim hujan.

Mendaki Tanjakan Cinta

Mendaki Tanjakan Cinta

Melewati Tanjakan Cinta, kemudian terhampar di hadapan kami Oro-Oro Ombo. Sayang, tanaman-tanaman yang ada di sana tidak sedang berbunga. Tentu akan semakin indah Oro-Oro Ombo ini dengan kehadiran bunga-bunga yang sedang bermekaran.

Oro-Oro Ombo

Oro-Oro Ombo

Setelah melewati Oro-Oro Ombo, kami memasuki Cemoro Kandang. Pendakian dari Cemoro Kandang ke Jambangan ini ternyata menjadi rute yang paling melelahkan bagi kami hari itu. Medannya menanjak secara konstan. Mungkin karena fisik sudah cukup lelah juga sih. Kami bahkan sempat memutuskan untuk tidur sebentar di tengah perjalanan di Cemoro Kandang itu. Sekitar 20 menitan mungkin.

Istirahat di Cemoro Kandang

Istirahat di Cemoro Kandang

Sesudah energi terkumpul kembali, kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Begitu tiba di Jambangan, medan menjadi lebih bersahabat. Trek yang kami lalui relatif datar, bahkan cenderung banyak turunan. Dari Jambangan ini Puncak Mahameru terlihat sangat dekat.

Puncak Mahameru terlihat dari Jambangan

Puncak Mahameru terlihat dari Jambangan

Hanya butuh setengah jam saja dari Jambangan ke Kalimati. Kami tiba di Kalimati pukul 17.45. Kalau dihitung dari Ranu Kumbolo, total ada 3,5 jam berarti. Begitu tiba di Kalimati, kami segera mendirikan tenda sebelum malam keburu datang.

Setelah tenda dan flysheet selesai didirikan, kami mulai mengeluarkan barang-barang yang kami butuhkan untuk perlengkapan tidur di dalam tenda. Selebihnya keril-keril kami letakkan di dalam flysheet. Selepas itu, kami melaksanakan sholat maghrib dan isya’ berjamaah, lalu makan malam bekal nasi bungkus yang sudah kami beli pagi harinya.

Malam masih menunjukkan pukul 20.00. Namun, kami memutuskan untuk langsung beristirahat saat itu. Kami merencanakan untuk bangun pukul 11 malam untuk bersiap-siap summit attack. Karena itulah kami perlu mengisi tenaga dengan tidur lebih awal. (bersambung)

4 thoughts on “Pendakian Mahameru (Day 1): Mendaki Sampai Kalimati

  1. Pingback: Kata Siapa Cowok Pengeluarannya Lebih Sedikit Dari Cewek. Ini Curhatan Para Cowok yang Kalau Belanja Juga Bikin Dompet Mewek | Berita Online

  2. Pingback: Kata Siapa Cowok Pengeluarannya Lebih Sedikit Dari Cewek. Ini Curhatan Para Cowok yang Kalau Belanja Juga Bikin Dompet Mewek | Phantom Site

  3. Pingback: Kata Siapa Cowok Pengeluarannya Lebih Sedikit Dari Cewek. Ini Curhatan Para Cowok yang Kalau Belanja Juga Bikin Dompet Mewek

  4. Pingback: Kata Siapa Cowok Pengeluarannya Lebih Sedikit Dari Cewek. Ini Curhatan Para Cowok yang Kalau Belanja Juga Bikin Dompet Mewek - Avatar Nusantara Technologies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s