Tag Archives: ranu pani

Ke Ranu Kumbolo Lagi (Bagian 2-Tamat)

Sabtu, 23 Juli. Pagi itu, usai melakasanakan sholat subuh, saya berjalan-jalan di sekitar tenda. Melakukan sedikit stretching untuk menghangatkan badan. Temperatur di Ranu Kumbolo pagi itu masih cukup dingin.

Setelah itu, bersama teman saya, kami menyusuri garis tepi Ranu Kumbolo hingga ke sisi utara. Empat kali ke Ranu Kumbolo, saya tak pernah bosan dengan suasana pagi di sana. Saya benar-benar menikmati suasana pagi Ranu Kumbolo kali itu. Apalagi Ranu Kumbolo saat itu tak seramai kunjungan saya 2 bulan sebelumnya ke sana.

rakum di pagi hari

Sinar matahari pagi baru menyinari sebagian Ranu Kumbolo

Tak terasa waktu sudah menjelang pukul 8 pagi. Lama juga kami berjalan-jalan menyusuri Ranu Kumbolo ini. Bener-bener nggak terasa.

Teman-teman mulai memasak makanan untuk sarapan. Saya cuma membantu nyuci-nyuci piring saja sesudahnya. Hahaha. Habisnya job masak-memasak sudah terisi semua.

Usai sarapan, kami langsung bergegas untuk packing. Sebagian juga ada yang bersih-bersih diri. Berbeda dengan pengalaman saya saat ke Gede-Pangrango Continue reading

Advertisements

Ke Ranu Kumbolo Lagi (Bagian 1)

Sekitar 3 minggu yang lalu, saya berkesempatan jalan-jalan ke Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, lagi. Kebetulan ada teman yang mengajak saya. Ia ingin sekali pergi ke sana untuk pertama kalinya.

Tanpa berpikir panjang, saya mengiyakan ajakannya. Padahal baru saja 2 bulan sebelumnya saya bersama teman saya yang lain baru ke Ranu Kumbolo juga. Kalau diajak naik gunung, selama waktunya cocok sih biasanya saya tidak akan bisa menolak, hehe.

baca juga: Catatan Perjalanan ke Ranu Kumbolo (Bagian 1): Sabtu Pagi di Tumpang

Sebenarnya ia naik ke Semeru beramai-ramai bersama teman-temannya. Namun, karena ia hanya bisa pergi 2 hari saja, sementara teman-temannya berencana naik sampai Puncak Mahameru, ia hanya bisa naik sampai Ranu Kumbolo saja.

Jumat, 22 Juli. Kami janjian bertemu di Tumpang sebelum Jumatan. Btw, 4 kali ke Semeru, baru kali ini saya berangkat dari rumah di Malang. Tiga pendakian sebelumnya saya tidak sempat mampir ke rumah di Malang sama sekali.

Saya pergi ke Tumpang dengan mengendarai sepeda motor dari rumah. Tapi saya tidak naik ke Ranu Pani dengan mengendarai sepeda motor. Saya bergabung dengan teman-teman yang lain menyewa jeep. Sepeda motor saya titipkan di basecamp. Tarifnya Rp10.000.

Sebelum Jumatan, kami bersama-sama pergi ke puskesmas untuk membuat surat keterangan sehat. Setelahnya,  Continue reading

Catatan Perjalanan ke Ranu Kumbolo (Bagian 3-Tamat): Menikmati Ranu Kumbolo

Minggu, 8 Mei 2016. Suhu Ranu Kumbolo subuh itu terasa cukup dingin. Namun kondisi itu tak menghalangi para pendaki yang berkemah di Ranu Kumbolo ini untuk bangun lebih awal demi menyaksikan matahari terbit pagi itu.

Berangsur-angsur ratusan pendaki memadati garis tepi Ranu Kumbolo. Mereka berdiri berjajar menantikan sunrise di Ranu Kumbolo ini. Beberapa orang tampak sibuk memasang tripod dan melakukan pengaturan terhadap kamera mereka.

Niat awal saya dan Listi yang ingin menyaksikan sunrise dari depan tenda — tenda kami hanya berjarak 5 meter saja dari tepi Ranu Kumbolo — pun urung terlaksana. Pemandangan kami terhalang oleh keramaian orang-orang itu.

Kami pun memutuskan pergi mencari tempat yang agak sepi. Setelah tenda kami kunci, kami pergi menjauhi kerumunan. Kami berjalan menuju ke tempat yang lebih tinggi.

Dari tempat tersebut saya bisa menyaksikan dengan leluasa ke arah bukit di ujung Ranu Kumbolo yang menjadi tempat munculnya matahari dari Continue reading

Catatan Perjalanan ke Ranu Kumbolo (Bagian 2): Bermalam di Ranu Kumbolo

Begitu sampai Ranu Pani kami langsung mengurus SIMAKSI. Walaupun sudah mendaftar online, kami masih perlu mengisi formulir pendakian, termasuk mengisi daftar barang bawaan.

Namun, ada prosedur baru yang saya temui dalam pendakian Semeru kali ini. Sebelum SIMAKSI disahkan, calon pendaki diwajibkan untuk mengikuti briefing yang diadakan pihak Taman Nasional.

perizinan semeru

Mengurus SIMAKSI pendakian Semeru

Semua calon pendaki dikumpulkan dalam sebuah aula yang terletak di belakang kantor tempat registrasi. Di sana kami mendengarkan pengarahan dari mas-mas utamanya mengenai kondisi medan pendakian. Beliau menjelaskan mengenai hal-hal yang harus menjadi perhatian pendaki sepanjang jalur pendakian, mulai dari Pos 1 hingga puncak Gunung Semeru.

Beberapa hal dari briefing tersebut yang menarik perhatian saya di antaranya: Continue reading

Catatan Perjalanan ke Ranu Kumbolo (Bagian 1): Sabtu Pagi di Tumpang

Sabtu, 7 Mei 2016. Hari baru berjalan 1,5 jam ketika saya dan Listi menginjakkan kaki di Tumpang. Setelah menempuh 2 jam perjalanan, kami turun dari mobil yang mengantarkan kami dari bandara Juanda, Sidoarjo.

Dalam perjalanan kami sempat singgah sekitar setengah jam di sebuah warung lesehan di daerah Purwosari. Kami terpaksa menghentikan perjalanan karena ada seorang penumpang yang memergoki pak sopir mengendarai mobil sambil mengantuk. Beliau mengambil inisiatif untuk meminta pak sopir istirahat sejenak sambil ngopi-ngopi untuk menghilangkan kantuk di warung tersebut.

Saat perjalanan kembali dilanjutkan, kami semua para penumpang tidak ada yang tertidur sampai tiba di Malang. Ya tentu saja menjaga agar pak sopir tidak sampai ketularan ngantuk. Alhamdulillah akhirnya kami tiba di tujuan dengan selamat. 🙂

Pendakian ke Gunung Semeru ini sebenarnya direncanakan sangat mendadak. Long weekend kemarin sebenarnya saya sudah pasrah Continue reading

Bunga di Ranu Kumbolo

Pendakian Mahameru (Day 3-Tamat): Bye Ranu Kumbolo!

Senin, 1 Desember 2014

Hujan di luar tenda membuatku agak malas bangun subuh itu. Aku menunggu hujan reda. Kondisi cuaca Ranu Kumbolo dari semalam masih labil, gerimis-reda-gerimis-reda.

Pukul setengah 5 pagi hujan akhirnya reda. Aku pun segera bangun dan bergerak ke luar tenda. Mengambil air wudlu di Ranu Kumbolo kemudian mendirikan sholat subuh.

Rencana untuk melihat sunrise pagi itu gagal karena langit ternyata masih berawan. Walaupun demikian, menit demi menit, langit berangsur-angsur menjadi terang. Namun, tetap, matahari tak menampakkan bulatan wajahnya pagi itu. Hanya sinarnya saja yang bisa kami rasakan kehadirannya.

Suasana sunrise di Ranu Kumbolo

Suasana sunrise di Ranu Kumbolo

Aku mengambil beras yang tersisa untuk dimasak. Setelah menyalakan api kompor dan meletakkan panci berisi air beras ke atasnya, aku kembali berdiri di depan Ranu Kumbolo untuk memotret keindahan yang diperlihatkan oleh alam di sana.

Sementara itu, Zaki memasak air panas untuk kami semua. Ia juga sekaligus membuatkan kopi untuk masing-masing dari kami. Kopi hangat, udara sejuk khas pegunungan, dan keindahan Ranu Kumbolo di depan mata, wow, sebuah perpaduan sempurna untuk menikmati suasana pagi itu.

Aku mencoba menyusuri sisi selatan Ranu Kumbolo dan Continue reading

Ranu Kumbolo

Pendakian Mahameru (Day 1): Mendaki Sampai Kalimati

Setelah 2 tahun yang lalu, akhir November kemarin aku kesampaian lagi untuk berkunjung ke Gunung Semeru, Jawa Timur. Jika 2 tahun lalu aku datang dengan tujuan hanya ingin menikmati Ranu Kumbolo saja (dan Gunung Bromo), pada kesempatan kali ini aku datang dengan misi untuk berusaha menjejakkan kaki di Puncak Mahameru yang berada di ketinggian 3676 mdpl.

Peserta pendakian kali ini selain aku, ada Zaki (EL’07), Fahmi (EL’07), Aban (EL’07), dan Ragil (teman kantor Zaki). Zaki sendiri adalah ketua tim kami. Dia yang menginisiasi rencana pendakian ini. Dia pula yang mengurus pendaftaran online perizinan pendakian ini.

Sabtu, 29 November 2014

Perjalanan ke Tumpang dari Jakarta

Pada hari Jumat, 28 November, kami bersama-sama menumpang pesawat AirAsia dari Jakarta menuju Surabaya dengan jadwal keberangkatan pukul 22.35. Pesawat sempat mengalami delay sekitar 15 menit. Kami tiba di bandara Juanda sekitar pukul 12 malam.

Keluar hall kedatangan, kami disambut belasan orang yang menawarkan jasa antar. Kami bilang tujuan kami hendak ke Tumpang, Malang. Mereka kompak menawarkan ongkos 500.000 rupiah. Kami mencoba menawar ke salah satu orang 400.000. Namun, mereka tetap keukeuh dengan harga segitu. Akhirnya kami pun sepakat dengan harga tersebut.

Perjalanan dari Juanda ke Tumpang menempuh waktu selama 2 jam. Kami di-drop di Alfamart yang terletak sekitar 100 meter setelah Masjid Jami’ Tumpang. Di Alfamart kami membeli logistik yang kami butuhkan untuk pendakian.

Perjalanan ke Ranu Pani

Saat tengah beristirahat di depan Alfamart, kami dihampiri sejumlah calon pendaki lain. Ternyata mereka adalah anak-anak Unair (Universitas Airlangga, Surabaya). Mereka mengajak untuk share cost naik truk ke Ranu Pani (biasa disebut dengan Ranu Pane juga), desa di kaki Gunung Semeru. Terang saja kami menyambut baik ajakan tersebut.

Jadilah kami naik truk ke Ranu Pani bersama rombongan anak Unair yang berjumlah 9 orang tersebut. Per orang dikenakan ongkos Rp40.000. Kami berangkat dari rumah sang pemilik truk jam setengah 6 pagi. Perjalanan ke Ranu Pani ini memakan waktu hampir 2 jam.

Ranu Pani

Ranu Pani

Setibanya di Ranu Pani kami langsung menuju ke Pos Ranu Pani untuk mengurus perizinan. Tak lupa kami menyiapkan persyaratan seperti bukti pembayaran, surat keterangan sehat, dan 1 lembar fotocopy KTP untuk diserahkan. Kami membayar Rp57.500 per orang sebagai tiket masuk (Tarif hari biasa Rp17.500/hari dan hari libur Rp22.500/hari).

Setelah surat izin pendakian dikantongi, kami segera bergerak ke warung untuk sarapan sebelum memulai pendakian. Di warung itu kami juga membungkus nasi untuk makan siang dan malam. Yak, kami memutuskan untuk tidak pakai acara masak-memasak di hari pertama ini demi menghemat waktu. Pasalnya kami berencana untuk langsung summit attack pada malam pertama ini.

Mengurus perizinan

Mengurus perizinan

Pendakian Dimulai

Pukul 9.30 kami memulai pendakian. Kami melewati Continue reading