Dalam event Goat Run – Gunung Salak minggu lalu, berbekal informasi dari internet, saya menggunakan transportasi umum untuk menuju ke Javana Spa (Cidahu, Sukabumi), lokasi racecentral ajang tersebut. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi juga pengalaman saya kemarin.
Ada dua jenis moda transportasi umum yang bisa dipilih untuk menuju ke sana. Yakni, kereta api dan bus. Kebetulan saya mencoba keduanya. Pergi naik kereta api, pulang naik bus.
Saya berangkat naik kereta api Argo Parahyangan dari Bandung ke Jakarta dan menyambung naik KRL ke Bogor. Dari Stasiun Bogor kemudian saya jalan kaki sedikit menuju Stasiun Bogor Paledang untuk naik KA Pangrango tujuan Sukabumi, turun di Stasiun Cicurug.
Stasiun Bogor Paledang
Dalam sehari, KA Pangrango ini memiliki jadwal 3x perjalanan Bogor-Sukabumi PP. Pastikan kita sudah membeli tiketnya jauh-jauh hari agar tidak kehabisan tempat duduk. Saya menaiki KA Pangrango dengan jadwal keberangkatan pukul 13.10 dan tiba pukul 14.07.
Dari Bandung sebetulnya bisa juga naik bus langsung ke Bogor atau Sukabumi. Tapi saya lebih memilih untuk naik kereta api karena waktu tempuh yang fixed, perjalanan lebih santai, dan bisa ngecharge HP juga.
Stasiun Cicurug
Persis dari depan Stasiun Cicurug, tanpa perlu menyeberang jalan raya, saya langsung melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkutan kota (angkot) berwarna putih menuju Cidahu. Ongkosnya Rp7.000. Angkot ini cukup banyak wira-wiri di depan stasiun.
Perpanjangan SIM adalah hal yang perlu dilakukan setiap 5 tahun sebelum masa berlakunya habis. Kebetulan SIM saya akan kadaluarsa dalam waktu dekat ini.
Sekitar sebulan yang lalu sebetulnya saya sudah berniat untuk melakukan perpanjangan di kampung halaman. Kebetulan ketika itu saya memang tengah pulang kampung.
Saya sudah datang ke kantor Satlantas setempat. Tapi ketika tiba di sana saya diberitahu oleh petugas bahwa saya tidak bisa mengurus perpanjangan hari itu.
Perpanjangan SIM bisa dilakukan mulai 2 minggu sebelum kadaluarsa. Setelah saya cross check di internet, ternyata memang betul seperti yang disebutkan dalam berita ini.
Saya pun bertanya kepada beliau apakah perpanjangan SIM bisa dilakukan di luar provinsi. Kata beliau bisa. Setelah itu saya pun mencoba mencari informasi di internet untuk mencari tahu di mana tempat untuk memperpanjang SIM di Bandung, khususnya untuk KTP luar kota.
Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda, tapi dulu bagi saya membatalkan tiket kereta api adalah sebuah aktivitas yang sungguh merepotkan. Di saat proses pembelian tiket sudah online, tapi untuk membatalkannya kita masih harus datang ke stasiun, ambil nomor antrian, dan menunggu dipanggil (untuk dapat membatalkan tiket).
Proses menunggu giliran dilayani itu bisa memakan waktu hingga berjam-jam. Pengalaman terburuk saya di Stasiun Bandung, pernah hampir 2 jam nomor saya belum dapat panggilan. Menurut hitung-hitungan saya ketika itu, saya masih harus menunggu minimal 1 jam lagi. Tidak ingin banyak membuang waktu, saya pun akhirnya memutuskan untuk kembali saja keesokan harinya dan datang lebih pagi.
Biasanya salah satu siasat saya agar tak perlu ikut antrian reguler, adalah datang ke stasiun saat hari H keberangkatan sesuai tiket. Dengan begitu baru kita bisa membatalkan di loket yang disediakan khusus. Tapi tentu saja tidak setiap kasus saya bisa datang ke stasiun pada hari H.
Untungnya, segala kerepotan itu kini dapat dihindari. PT KAI (Kereta Api Indonesia) telah menyediakan opsi pembatalan secara online melalui aplikasi KAI Access. Fitur ini sudah tersedia sejak 2 bulan yang lalu sebenarnya. Bulan lalu saya baru saja berkesempatan untuk mencobanya dan baru hari ini menceritakan pengalaman saya setelah saya memastikan dana refund memang sudah masuk ke rekening saya.
Saya sebetulnya sangat jarang berpergian jarak jauh dengan naik bus. Selama bertahun-tahun wara-wiri Bandung-Malang, baru 2 kali saya naik bus yang melayani jurusan tersebut.
Transportasi kereta api selalu menjadi pilihan utama saya. Pengalaman terakhir naik bus Malang-Bandung 3 tahun yang lalu membuat saya kapok karena saya harus melalui perjalanan selama 22 jam. Bandingkan dengan kereta api yang (normalnya) ‘hanya’ menempuh perjalanan selama 16 jam. Ketika itu memang tengah libur long weekend sehingga macet parah tak bisa dihindari.
Sebetulnya saya suka juga naik bus. Karena itu, ketika mengetahui Traveloka menjual tiket bus juga, saya pun ingin mencoba fitur baru tersebut. Apalagi Traveloka sering mengadakan diskon untuk pembelian tiket bus ini.
Ketika saya membeli tiket beberapa waktu yang lalu, saya mendapat diskon 12%. Tiket bus Pahala Kencana Malang-Bandung yang semula Rp252.000 menjadi hanya Rp221.760. Jika membeli di agen, menurut informasi yang saya peroleh dari penumpang lain, harganya Rp280.000.
Ternyata lebih murah beli online di Traveloka. Jika dibandingkan dengan tiket kereta api Malang-Bandung yang saya naiki, yang biasanya ada di kisaran 270.000-345.000, tentu Continue reading →
Mungkin tidak banyak yang tahu jika PT. KAI (Kereta Api Indonesia) memiliki loyalty program bagi pelanggan. Pelanggan yang melakukan sejumlah perjalanan kereta api sesuai dengan yang disyaratkan KAI bisa menukarkannya dengan satu tiket gratis.
Saya sudah lama mendengar adanya program ini sejak beberapa tahun yang lalu. Tapi belum pernah memanfaatkan program ini karena jumlah tiket yang saya kumpulkan belum memenuhi persyaratan.
Beberapa waktu yang lalu, saya menanyakan kepada KAI melalui Twitter perihal program tersebut, apakah masih berlaku dan jika masih, bagaimana detail ketentuannya.
@KAI121 Mau tanya, promo tukar 20 tiket (periode perjalanan 12 bulan) dapat tiket gratis itu apakah masih berlaku ya? Apa saja ketentuannya?
Berikut jawaban akun Twitter KAI tersebut berkaitan dengan detail persyaratan dan ketentuan loyalty program ini.
Syarat :
Memiliki 20 #BoardingPass dengan rentang waktu 12 bulan atau 15 #BoardingPass dengan rentang waktu 6 bulan sejak keberangkatan tiket pertama.
Diharuskan memiliki bukti fisik #BoardingPass (jika keberangkatan awal per 01 Juli 2016). Jika terdapat kendala cetak pada #BoardingPass (tinta luntur/tidak jelas), silakan melampirkan bukti pembayaran sebagai pembanding atau catat kode booking pada bagian belakang #BoardingPass yang dimiliki.
Ketentuan :
Perjalanan dengan KA kelas Komersial.
Data penumpang sesuai.
Perjalanan dihitung sejak tanggal keberangkatan tiket pertama dan tidak boleh lebih dari rentang waktu yang ditentukan, apabila lewat dari rentang waktu tersebut maka sudah tidak berlaku.
Tiket gratis tidak dapat dilakukan perubahan jadwal maupun pembatalan.
Tiket gratis yang diberikan adalah dengan kelas dan relasi terendah, sesuai yang terdapat pada tiket awal yang dikumpulkan.
Silakan datang ke Customer Service di stasiun, dengan membawa tiket fisik dan identitas yang sesuai pada tiket, untuk dilakukan pengecekan dan verifikasi data.
Selanjutnya, petugas kami akan mengarahkan untuk tahapan berikutnya.
Kemarin saya akhirnya berkesempatan sendiri memanfaatkan loyalty program ini. Saya datang ke Customer Service (CS) Stasiun Bandung dengan membawa 20 tiket perjalanan KA yang telah saya kumpulkan selama setahun ke belakang ini.
Oleh CS yang melayani saya, tiket-tiket saya tersebut diverifikasi. Setelah memeriksa satu per satu tiket saya tersebut, CS menjelaskan kepada saya bahwa saya hanya bisa mendapatkan tiket gratis untuk relasi Jakarta-Bandung kelas ekonomi saja.
Tidak mengejutkan bagi saya. Persis dengan pemahaman saya mengenai ketentuan loyalty program ini. Walaupun banyak di antara tiket yang saya kumpulkan itu adalah tiket perjalanan Bandung-Surabaya/Malang dan juga ada kelas bisnis/eksekutif, tetapi tetap yang diambil adalah relasi terpendek dan kelas terendah di antara tiket yang terkumpul tersebut. Dalam kasus saya adalah relasi Bandung-Jakarta dan kelas ekonomi.
CS kemudian mencap setiap tiket itu yang menandakan bahwa tiket telah diverifikasi. Setelah itu saya diminta untuk mengisi formulir pemesanan tiket KA dan mengambil antrian untuk loket pemesanan.
Peran CS hanya memverifikasi saja. Pemesanan tetap dilakukan di loket pemesanan biasa sambil menyerahkan formulir dan menunjukkan tiket-tiket yang sudah dicap tadi.
Lumayan lah dapat tiket gratis. Hehehe. 😄
Update 09-Feb-2019
Alhamdulillah, hari ini sudah terkumpul 20 tiket dan bisa dapat tiket gratisan lagi. Hehehe.
Dengan berakhirnya pertandingan pamungkas Grup G dan H malam tadi, maka lengkap sudah seluruh pertandingan fase grup Piala Dunia 2018. 48 Pertandingan fase grup telah dimainkan.
16 Negara telah memastikan tempatnya di babak 16 besar. Piala Dunia 2018 masih menyisakan 16 pertandingan lagi di fase gugur (knock-out phase) yang akan dimainkan mulai babak 16 besar besok (30 Juni) hingga final (15 Juli) nanti.
Piala Dunia kali ini agak hampa bagi saya karena jagoan saya di setiap turnamen, Italia, tidak ikut berpartisipasi. Saya pun menjadi fans netral kali ini. Eh, tidak 100% netral juga sih. Di setiap pertandingan yang saya tonton, saya mendukung tim underdog untuk membuat kejutan.
Kalau terkait siapa yang juara, secara pribadi saya berharap ada juara dunia baru kali ini. Negara yang saya lihat paling berpeluang untuk menjadi juara baru adalah Belgia dan Kroasia.
Kedua negara tersebut tampak solid sejauh ini. Keduanya berhasil mengumpulkan poin maksimal di grup masing-masing. Secara tim, keduanya menurut saya juga memiliki kedalaman skuad yang luar biasa.
Jika semua berjalan sesuai prediksi, di perempat final mereka sudah harus menghadapi lawan yang sangat berat. Kekuatan mereka akan diuji oleh dua negara yang juga sangat diunggulkan dalam Piala Dunia ini, masing-masing oleh Brazil dan Spanyol.
Menarik ditunggu. Semoga saja salah satunya memang bisa keluar sebagai juara atau minimal bisa masuk final.
Ada program baru yang diluncurkan PT KAI dalam Ramadan kali ini. PT KAI membagi-bagikan makanan untuk berbuka puasa dan sahur kepada penumpang kereta api secara gratis mulai H-10 hingga H-1 Idul Fitri.
Semalam dan tadi pagi saya juga ikut menikmati program ini. Ketika KA Mutiara Selatan yang saya tumpangi meninggalkan Stasiun Bandung pukul 16.50, ada pengumuman yang menginformasikan bahwa seluruh penumpang akan memperoleh makanan berbuka dan sahur gratis.
Tak lama kemudian, beberapa prama dan prami kereta api berkeliling membagikan nasi kotak dan satu gelas air mineral kepada setiap penumpang. Menu berbuka saat itu adalah nasi goreng dengan lauk telor dadar dan nugget.
Sedangkan menu sahurnya kurang lebih juga sama. Hanya bedanya kali ini pakai nasi putih. Makanan sahur sudah mulai didistribusikan ketika jam menunjukkan pukul 2.30.
Menu buka puasa
Menu sahur
Alhamdulillah, tentu saja sebagai penumpang saya sangat senang dengan adanya program ini. Tapi saya rasa masih kurang sosialisasi di awal. Penumpang di sebelah saya sudah terlanjur membawa bekal makanan sendiri bersama keluarganya. Jadi ‘terpaksa’ dobel makannya, hehe.
Kalau saya sendiri, untungnya sempat mengetahui adanya program ini dari media sosial sebelum melakukan perjalanan. Jadi tidak perlu membawa bekal makanan sendiri.
Bagi Anda yang ingin mengetahui apakah kereta api yang Anda tumpangi termasuk bagian dalam program ini dapat melihatnya di press release PT KAI di sini. Mengenai menu makanan, jika melihat di media sosial, sepertinya bervariasi antar kereta api. Beda hari mungkin juga beda menu.