Tag Archives: Bagan

Fase Gugur Piala Dunia 2018

Dengan berakhirnya pertandingan pamungkas Grup G dan H malam tadi, maka lengkap sudah seluruh pertandingan fase grup Piala Dunia 2018. 48 Pertandingan fase grup telah dimainkan.

16 Negara telah memastikan tempatnya di babak 16 besar. Piala Dunia 2018 masih menyisakan 16 pertandingan lagi di fase gugur (knock-out phase) yang akan dimainkan mulai babak 16 besar besok (30 Juni) hingga final (15 Juli) nanti.

Bagan Fase Gugur Piala Dunia 2018 (screencaptured from https://www.fifa.com/worldcup/matches/?#knockoutphase)

Bagan Fase Gugur Piala Dunia 2018 (screencaptured from https://www.fifa.com/worldcup/matches/?#knockoutphase)

Piala Dunia kali ini agak hampa bagi saya karena jagoan saya di setiap turnamen, Italia, tidak ikut berpartisipasi. Saya pun menjadi fans netral kali ini. Eh, tidak 100% netral juga sih. Di setiap pertandingan yang saya tonton, saya mendukung tim underdog untuk membuat kejutan.

Kalau terkait siapa yang juara, secara pribadi saya berharap ada juara dunia baru kali ini. Negara yang saya lihat paling berpeluang untuk menjadi juara baru adalah Belgia dan Kroasia.

Kedua negara tersebut tampak solid sejauh ini. Keduanya berhasil mengumpulkan poin maksimal di grup masing-masing. Secara tim, keduanya menurut saya juga memiliki kedalaman skuad yang luar biasa.

Jika semua berjalan sesuai prediksi, di perempat final mereka sudah harus menghadapi lawan yang sangat berat. Kekuatan mereka akan diuji oleh dua negara yang juga sangat diunggulkan dalam Piala Dunia ini, masing-masing oleh Brazil dan Spanyol.

Menarik ditunggu. Semoga saja salah satunya memang bisa keluar sebagai juara atau minimal bisa masuk final.

Advertisements
Pemandangan Bagan dari atas Shwesandaw Pagoda

Catatan Perjalanan Solo Backpacking di Myanmar 4D3N: Day 2 – Bagan (Bag. 2)

Tempat pertama yang saya datangi adalah Shwezigon Pagoda yang memang lokasinya lebih dekat dicapai dari tempat rental sepeda ini. Cukup menyusuri jalan Lanmadaw 3 Road kemudian akan menemui pertigaan dengan petunjuk ke arah Shwezigon Pagoda.

Shwezigon Pagoda ini sepertinya satu-satunya pagoda yang berwarna emas di Bagan ini. Pagoda-pagoda lainnya yang ada di Bagan ini hampir semuanya berwana merah bata karena memang sengaja dibiarkan seperti warna asli komponen batu penyusunnya.

Shwezigon Pagoda

Shwezigon Pagoda

Di Swhezigon Pagoda ini saya cuma memotret luarnya saja. Saya merasa sangat awkward masuk ke dalam area pagoda. Pagoda kan sebenarnya tempat ibadah. Oleh karena itulah saya biasanya memilih memotret dari luar saja. Selain itu mungkin karena saya turis satu-satunya saat itu sehingga semakin menambah perasaan awkward saya.

Selepas dari Swhezigon Pagoda, saya mengayuh, eh, mengegas sepeda listrik saya kembali menuju tujuan berikutnya. Sebenarnya saya nggak tahu tujuan berikutnya pagoda apa lagi sih, haha. Pokoknya Continue reading

e-Bike yang saya sewa di Bagan

Catatan Perjalanan Solo Backpacking di Myanmar 4D3N: Day 2 – Bagan (Bag. 1)

Senin, 17 Agustus 2015

Saya mendadak terbangun ketika mendengar pengumuman dari pramugari. Tentu saja saya tidak mengerti sepatah kata pun yang ia ucapkan dalam bahasa Myanmar. Saya menduga jangan-jangan bus sudah mau sampai Bagan.

Saya melihat jam. Angka di jam tangan saya masih menunjukkan pukul 4 kurang. Kemudian saya mengecek Google Maps melalui HP saya. Sebelum berangkat backpacking ke Myanmar ini, saya sudah menyimpan peta Bagan secara offline di dalam HP saya. Ternyata masih sangat jauh.

Ketika bus akhirnya berhenti, para penumpang beriringan turun. Tetapi barang bawaan mereka tinggalkan di dalam bus. Hanya seperangkat alat mandi seperti handuk basah kecil, sikat dan pasta gigi yang memang telah diberikan oleh pihak bus kepada setiap penumpang. Saya pun ikut turun dan kemudian bertanya kepada pramugari, di mana ini sebenarnya. Oh… ternyata bus berhenti untuk istirahat di rumah makan.

Penumpang yang turun kebanyakan langsung menuju kamar mandi dan mencuci muka mereka dengan handuk basah serta menggosok gigi dengan peralatan tadi. Bisa kompak begitu ya, haha. Saya pun ikut-ikutan mereka.

Semua penumpang bus wajib turun. Kru bus pun juga demikian. Pintu bus dikunci. Kami diberikan waktu 30 menit untuk istirahat.

Singgah di rumah makan

Singgah di rumah makan

Tiba di Bagan

Dua jam kemudian, setelah bus melanjutkan perjalanannya kembali, bus pun tiba di Bagan Shwe Pyi Highway Bus Terminal. Kira-kira saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 6.30. Pramugari memberikan pengumuman yang kira-kira artinya “Pengumuman, pengumuman… Sebentar sebentar lagi kita akan sampai di Bagan, bagi penumpang yang hendak mengakhiri perjalanannya di sini silakan bersiap-siap” (haha, sok tau). Ia juga memberikan kode kepada saya Continue reading