Author Archives: otidh

Unknown's avatar

About otidh

Muslim | Informatician | Blogger | Interisti | Kera Ngalam | Railfan | Badminton-Football-Running-Cycling-Hiking-Traveling-Book Enthusiast

Emoji di Desktop

Menggunakan emoji (bukan smiley/emoticon) sudah menjadi hal yang tak asing lagi kita lakukan saat menulis pesan melalui smartphone. Pada aplikasi messaging seperti Whatsapp dan Telegram, fitur untuk menambahkan emoji dapat langsung kita kenali karena ditampilkan dalam bentuk shortcut yang memang visible di ujung kiri text box untuk menulis pesan.

whatsapp send message

Shotcut emoji di Whatsapp

Selain itu (pada Android) emoji itu bisa ditambahkan melalui fitur di dalam virtual keyboard juga. Di virtual keyboard tersebut ada shortcut bergambar yang kurang lebih sama dengan shortcut di Whatsapp tadi. Kita bisa memilih emoji dari daftar yang isinya juga sama.

emoji keyboard

Shortcout emoji di keyboard Android

Nah, selain di smartphone, di komputer desktop pun kita bisa menambahkan emoji dengan mudah. Kalau kita cari di keyboard fisik komputer kita, tentu saja nggak bakal ketemu shortcut emoji seperti di Android itu. Untuk pengguna OS Windows 8 ke atas, caranya sangat mudah. Kita bisa pakai virtual keyboard yang tersedia di Desktop. Cara membukanya seperti ini (cukup setup sekali saja)

  1. Klik kanan Taskbar
  2. Pilih “Toolbars”
  3. Pilih “Touch Keyboard”
  4. Klik ikon emoji

preview keyboard emoji

Saya baru tahu, haha 😅😅. Maklum, jarang pakai emoji kalau ngetik di desktop. Untuk pengguna OS lainnya, bisa lihat caranya di artikel WordPress ini. Saya baru ngehnya juga setelah baca artikel itu. Sebelumnya biasa copy paste dari emoji yang sudah ada di website lain aja sih. Haha. Ternyata emoji sudah tersedia juga di virtual keyboard bawaan OS.

Catatan Perjalanan ke Ranu Kumbolo (Bagian 3-Tamat): Menikmati Ranu Kumbolo

Minggu, 8 Mei 2016. Suhu Ranu Kumbolo subuh itu terasa cukup dingin. Namun kondisi itu tak menghalangi para pendaki yang berkemah di Ranu Kumbolo ini untuk bangun lebih awal demi menyaksikan matahari terbit pagi itu.

Berangsur-angsur ratusan pendaki memadati garis tepi Ranu Kumbolo. Mereka berdiri berjajar menantikan sunrise di Ranu Kumbolo ini. Beberapa orang tampak sibuk memasang tripod dan melakukan pengaturan terhadap kamera mereka.

Niat awal saya dan Listi yang ingin menyaksikan sunrise dari depan tenda — tenda kami hanya berjarak 5 meter saja dari tepi Ranu Kumbolo — pun urung terlaksana. Pemandangan kami terhalang oleh keramaian orang-orang itu.

Kami pun memutuskan pergi mencari tempat yang agak sepi. Setelah tenda kami kunci, kami pergi menjauhi kerumunan. Kami berjalan menuju ke tempat yang lebih tinggi.

Dari tempat tersebut saya bisa menyaksikan dengan leluasa ke arah bukit di ujung Ranu Kumbolo yang menjadi tempat munculnya matahari dari Continue reading

Catatan Perjalanan ke Ranu Kumbolo (Bagian 2): Bermalam di Ranu Kumbolo

Begitu sampai Ranu Pani kami langsung mengurus SIMAKSI. Walaupun sudah mendaftar online, kami masih perlu mengisi formulir pendakian, termasuk mengisi daftar barang bawaan.

Namun, ada prosedur baru yang saya temui dalam pendakian Semeru kali ini. Sebelum SIMAKSI disahkan, calon pendaki diwajibkan untuk mengikuti briefing yang diadakan pihak Taman Nasional.

perizinan semeru

Mengurus SIMAKSI pendakian Semeru

Semua calon pendaki dikumpulkan dalam sebuah aula yang terletak di belakang kantor tempat registrasi. Di sana kami mendengarkan pengarahan dari mas-mas utamanya mengenai kondisi medan pendakian. Beliau menjelaskan mengenai hal-hal yang harus menjadi perhatian pendaki sepanjang jalur pendakian, mulai dari Pos 1 hingga puncak Gunung Semeru.

Beberapa hal dari briefing tersebut yang menarik perhatian saya di antaranya: Continue reading

Catatan Perjalanan ke Ranu Kumbolo (Bagian 1): Sabtu Pagi di Tumpang

Sabtu, 7 Mei 2016. Hari baru berjalan 1,5 jam ketika saya dan Listi menginjakkan kaki di Tumpang. Setelah menempuh 2 jam perjalanan, kami turun dari mobil yang mengantarkan kami dari bandara Juanda, Sidoarjo.

Dalam perjalanan kami sempat singgah sekitar setengah jam di sebuah warung lesehan di daerah Purwosari. Kami terpaksa menghentikan perjalanan karena ada seorang penumpang yang memergoki pak sopir mengendarai mobil sambil mengantuk. Beliau mengambil inisiatif untuk meminta pak sopir istirahat sejenak sambil ngopi-ngopi untuk menghilangkan kantuk di warung tersebut.

Saat perjalanan kembali dilanjutkan, kami semua para penumpang tidak ada yang tertidur sampai tiba di Malang. Ya tentu saja menjaga agar pak sopir tidak sampai ketularan ngantuk. Alhamdulillah akhirnya kami tiba di tujuan dengan selamat. 🙂

Pendakian ke Gunung Semeru ini sebenarnya direncanakan sangat mendadak. Long weekend kemarin sebenarnya saya sudah pasrah Continue reading

Quicksilver Scene di X-Men

Baru saja nonton X-Men: Apocalypse dan lagi-lagi sebagaimana pada sekuel X-Men sebelumnya (X-Men: Days of Future Past), scene di mana Quicksilver doing his thing, menjadi scene ter-epic dalam film ini menurut saya, haha. Sebelum menonton ini, saya sama sekali nggak mengikuti trailer atau build-up story tentang film X-Men ini. Jadi nggak expect sama sekali kehadiran Quicksilver (diperankan oleh Evan Peters) di film ini, mengingat perannya di sekuel sebelumnya tidak terlalu menonjol.

Ini dia scene epik Quicksilver di X-Men: Days of Future Past:

Ini dia lagu yang dipakai di scene Quicksilver di X-Men: Days of Future Past. Time In A Bottle by Jim Croce. Liriknya juga pas banget sama scene-nya Quicksilver. 😀

Eh, ternyata Quicksilver muncul lagi di Apocalypse ini dan perannya ternyata cukup vital. Tapi yang paling epik tentu saja scene dia ketika menyelamatkan (hampir) semua orang di X-Mansion. Dan, sama seperti sekuel sebelumnya di Days of Future Past, entah gimana backsound music-nya bisa terasa pas banget dengan scene dia beraksi dengan latar belakang karakter-karakter lain yang lagi frozen.

Lagunya ternyata lumayan bikin stuck juga haha. Iseng-iseng nyari lagunya di YouTube.

 

Kirim Paket Motor via Herona Express

Beberapa waktu yang lalu saya mencoba mengirim sepeda motor dari Malang ke Bandung menggunakan jasa ekspedisi via kereta api. Perusahaan jasa expedisi via kereta api ini sebenarnya ada beberapa. Yang populer ada KALOG (anak perusahaan PT. KAI) dan PT. Herona Express.

Saya sempat bingung juga memilih untuk menggunakan jasa perusahaan yang mana. Saya belum ada pengalaman menggunakan jasa keduanya sama sekali sebelumnya. Ngubek-ngubek websitenya, saya tak menemukan informasi yang saya butuhkan mengenai syarat-syarat, prosedur, dan tarif pengiriman. Sempat nemu sih salah satu artikel yang menyebutkan mengenai tarif. Tapi sepertinya sudah tidak up to date karena sudah ditulis lama sekali.

Saya juga bertanya kepada teman yang pernah memaketkan sepeda motor via kereta api. Dia menggunakan jasa Herona Express. Dan pengalamannya cukup bagus.

Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Herona Express. Pertama saya datang ke kantor Herona Express di Stasiun Malang untuk menanyakan tarif dan syarat-syarat pengiriman. Tarif pengiriman sepeda motor bebek dari Malang ke Bandung adalah Continue reading

Mampu Memahami

Sebenarnya saya memiliki pantangan bercerita mengenai kehidupan orang di blog ini. Tetapi cerita yang dialami teman ini termasuk sesuatu hal yang mungkin agak langka. Saya mencoba untuk tidak bercerita dengan detail, tapi semoga bisa dapat poinnya.

“Jangan sama dia.”

Begitu kata-kata yang diterima oleh calonnya teman saya itu dari teman-temannya. Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan teman lama saya ini. Lama tak berjumpa, kami saling bercerita kabar masing-masing. Salah satunya, dia bercerita mengenai perjalanannya dalam mencari pasangan hidup.

“Wew, tega sekali teman-temannya. Kenapa mereka sampai bilang gitu mas?” tanya saya padanya.

“Ya sampeyan tahu sendirilah mas, aku orangnya agak freak.”

Jujur, saya terkejut ketika teman saya mengatakan itu. Bertahun-tahun mengenalnya, tak terbersit sedikit pun anggapan seperti itu dari saya dan teman-teman yang lain.

Saya lebih cenderung menyebutnya sebagai seseorang yang cukup unik. Of course in a positive way. Bukankah tiap orang memang punya keunikan masing-masing?

Dia sangat likeable di kalangan teman-temannya. Banyak unexpected things yang dia lakukan atau katakan. Sangat sering kami dibuatnya tertawa. Karena itu saya tidak pernah menyangka kalau dia akan menyebut kata itu atau ada orang lain yang menganggapnya seperti itu.

“Makanya mas, aku bersyukur sekali akhirnya menemukan wanita yang bisa memahami diriku. Walaupun dia diomongi gitu sama teman-teman kantornya, dia cuek saja.”

Di kalangan teman-teman, sudah menjadi rahasia umum bahwa teman saya satu ini cukup gigih perjuangannya dalam mencari pendamping hidup. Beberapa kali patah hati. Pernah ditikung teman sendiri. Bela-belain terbang jauh-jauh dari pulau seberang untuk berkunjung ke rumah wanita yang dikejarnya. Namun sayangnya ia belum bertemu jodohnya.

Beruntunglah dia akhirnya sekarang telah menemukan sosok wanita yang menurutnya bisa memahami dirinya. Itu adalah hal yang paling ia syukuri dari calonnya itu. I’m happy for him. Semoga mereka diberikan kelancaran hingga pernikahannya nanti.