Di Balik Cerita My Name Is Khan

Baru saja kemarin malam aku dan beberapa kawan di KOKESMA menonton film My Name is Khan di salah satu sinema di Kota Bandung ini. Cukup telat sih karena sudah sebulan yang lalu film ini dirilis. Aku cukup tertarik untuk menontonnya karena mendengar dari beberapa teman tentang ide cerita dari film ini yang mencoba mengangkat fenomena islamofobia di Amerika Serikat pasca serangan 9/11. Film Bollywood yang hak distribusinya dibeli oleh FOX STAR ini memang berbeda dengan film-film Bollywood seperti kebanyakan yang banyak menyelipkan musik-musik dan tarian India.

My Name is Khan menceritakan tentang perjalanan hidup seorang muslim India bernama Rizvan Khan, yang diperankan oleh Shahruk Khan. Dalam film ini Rizvan Khan diceritakan sebagai seorang yang memiliki kelainan mental “Aspergus Syndrome”. Meskipun demikian, dia adalah seorang yang sangat cerdas dan memiliki jiwa kemanusiaan yang sangat tinggi. Saat dewasa, pasca meninggalnya ibunya,  ia memutuskan untuk menyusul adiknya, Zakir, yang lebih dahulu menetap di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat ia menikahi seorang wanita janda beranak satu bernama Mandira. Pernikahan tersebut sempat ditentang adiknya karena tidak setuju Rizvan menikahi wanita yang berbeda agama dengan dirinya (Mandira seorang Hindu).

Rizvan dan istrinya menjalani kehidupan dengan penuh bahagia dan mereka berdua memiliki usaha produk kosmetik sendiri yang berjalan sukses. namun semuanya berubah sejak kejadian 9/11. Suatu ketika istrinya mengalami depresi berat akibat terbunuhnya anak mereka yang bernama Sameer Khan dalam sebuah insiden yang dilatarbelakangi kebencian teman-temannya karena Sameer adalah anak seorang muslim. Kematian itu sangat menyakitkan dan tidak bisa diterima oleh Mandira. Mandira mempersalahkan keputusannya menikah dengan seorang muslim sehingga menyebabkan terbunuhnya satu-satunya anak mereka. Mandira pun dalam keadaan emosi yang luar biasa meluapkan amarahnya kepada Rizvan dan meminta suaminya itu memberitahukan kepada seluruh rakyat Amerika dan juga presiden AS bahwa Rizvan Khan adalah seorang muslim dan ia bukan teroris.  Ia tidak diperbolehkan kembali ke istrinya sebelum misinya terpenuhi.

Perjalanan panjang ditempuh Rizvan untuk menunaikan misinya yaitu menyampaikan pesan “My Name is Khan, and I’m not a Terrorist” kepada presiden AS. Berbulan-bulan dan berbagai upaya dilakukan demi misi tersebut. Segala rintangan ia hadapi dengan tenang dan kepolosannya. Hingga akhirnya ia berhasil menemui presiden amerika dan menyampaikan pesannya.

My Name is Khan menyuguhkan nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan yang dicitrakan pada sesosok pria yang tidak normal secara mental. Namun di tengah keterbatasan tersebut justru Rizvan-lah yang mampu mengetuk pintu hati jutaan rakyat Amerika tentang bagaimana agama itu mengajarkan keindahan. Agama tidak pernah mengajarkan kebencian, dendam, dan pembunuhan atas nama jihad.

Namun, di balik cerita film tersebut ada beberapa bagian di dalamnya yang menggelitikku. Pertama, pesan dari ibu Rizvan Khan kepada dirinya sewaktu masih kecil saat terjadi konflik Islam dan Hindu di India. Dalam dialognya, ibu Rizvan berkata bahwa “Semua manusia itu sama, yang ada hanyalah manusia yang baik dan manusia yang tidak baik”. Aku menangkap ada ide pluralisme yang ingin disampaikan di sana yaitu bahwa semua agama adalah sama. Memang secara general, semua agama di dunia pasti mengajarkan kebaikan di dalamnya. Namun, di dalam QS. Ali Imran ayat 19 sudah dijelaskan bahwasannya agama yang diridloi di sisi Allah SWT hanyalah Islam. Jika memang meyakini Islam sebagai Ad-Diin, sudah seharusnya konsep bahwa tidak ada perbedaan Islam dengan agama yang lainnya itu ditolak.

Bagian lainnya adalah ketika Rizvan bersikeras menikahi Mandira, yang seorang Hindu, padahal sudah diingatkan oleh Zakir, adiknya, bahwasannya haram menikahi wanita yang berbeda keyakinan. Namun, Rizvan memiliki keyakinan bahwa tidak ada yang membedakan antara Islam dan Hindu, yang ada hanyalah manusia yang baik dan manusia yang buruk. Sehingga ia tetap menikahi Mandira. Shahrukh Khan sendiri dalam kehidupan aslinya juga memiliki istri yang berbeda keyakinan dengan dirinya. Di dalam Al-Quran dinyatakan bahwa seorang muslim haruslah menikahi seorang muslim juga atau menikahi seorang ahli kitab. Ahli kitab adalah orang yang menjadikan kitabnya untuk memahami ayat-ayat Allah.

Masih ada lagi. Yaitu saat Rizvan ikut melakukan doa dan bernyanyi bersama di dalam gereja saat ia berada di Wilhelmina, Georgia. Fenomena yang kutangkap seolah ingin menjelaskan bagaimana sebuah nilai kemanusiaan itu bisa melebihi batas-batas pemisah antar agama. Untuk masalah akidah, Islam secara jelas dan tegas menyatakan bahwa untukku agamaku dan untukmu agamamu (QS. Al-Kafiruun). Toleransi adalah menghormati masing-masing pemeluk agama untuk beribadah sesuai agamanya. Mengikuti acara berdoa bersama dengan pemeluk agama lain bukanlah bentuk toleransi yang dibenarkan itu.

Film ini memang mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat. Film ini turut membantu memulihkan citra bahwa Islam bukan agama terorisme seperti anggapan yang terbentuk pada masyarakat barat secara umum. Film ini juga diharapkan mampu mengurangi perlakuan rasisme yang diterima masyarkat muslim di  negara barat.

Secara keseluruhan film ini memang cukup bagus ditonton karena banyak pelajaran yang bisa diambil. Namun, di balik itu semua, juga harus dilihat seluruh substansi yang dikandung film “My Name Is Khan” ini dan secara bijak memfilter pesan-pesan yang disampaikan dalam film ini. Jangan sampai diri ini tertanam pesan yang salah tentang Islam karena terbuai dengan jalan cerita dan akting tokoh-tokohnya. Tanpa bermaksud menggurui, tulisan ini hanya pendapat pribadiku saja yang mencoba melihat film ini dari sudut pandang lain.

12 thoughts on “Di Balik Cerita My Name Is Khan

  1. dinda

    film na bguz bgd palg da idola q kren abiez lah pkokna
    shahrukh khan nd kajol sering2 bwat film breng ea ..

    Like

    Reply
    1. otidh Post author

      Terima kasih, Pak Rin.

      Insya Allah masih ada di bioskop. Saya menontonnya sekitar 2 minggu yang lalu di Ciwalk
      harusnya masih ada sih pak, soalnya peminatnya juga masih cukup banyak

      Like

      Reply
    1. otidh Post author

      Hmm… udah lama saya nonton my name is khan, mudah2an ga salah ingat. Kalo ga salah sih, si khan waktu itu menyebut penceramahnya pendusta karena mengajarkan kebohongan. Seingat saya waktu itu khan tidak setuju dengan isi ceramah itu yang menyebutkan bahwa perintah membunuh (lebih tepatnya menyembelih) nabi Ismail yang diterima nabi Ibrahim itu berasal dari Allah. Khan menyebutnya perintah membunuh itu datangnya dari iblis karena Islam mengajarkan kedamaian.

      Terus si Khan marah-marah dengan mengatakan bahwa orang itu adalah teroris yang berusaha menghasut jamaah masjid itu. Tolong dikoreksi kalo salah. Seingat saya sih itu. Saya sendiri waktu nonton itu juga kurang mengerti pembicaraannya. Yang saya tangkap itu.

      Like

      Reply
  2. cpas

    iya nih,, aq juga liat keanehan pas dy masuk gereja..
    Xixixiii,,😀
    Soalnya setau ku masuk gereja ntu kan hal yg ”ganjil” bgt.. oke lah kalo masok doank, eh.. Tiba2 nyanyi-.-”
    Aq sejenak mikir, itu nyanyi,,,atau doa paka christ yak?😀 Hahah…si khan pun terjemahin ke hindustan bahasa lagu tsb..😀 :O
    trus,, kog islam nikah ama hindu, aq heran sangat..:D jeles2 kaga boleh😀
    Kalo masalah pluralisme, aq ga sbrapa nangkap, soalnya yg di ucapin mamah nya khan itu, semua manusia, bukan agama🙂
    Cmiiw😀

    Like

    Reply
  3. taufik rahmat

    manusia yang bertingkah baik akan mendafatkan safaatnya
    itulah yg diperan oleh sharukhan dan ni pelajaran agamaku agamamu kita tak boleh saling menghina atau mencela karna kehidupan itulah yang harus menjadikan perdamaian

    Like

    Reply
  4. nurulain nabilah

    salam. ingin bertanya. pendapat saudara mengenai part dimana khan jumpa dengan isterinya ketika di tempat ‘mama’.. ketika itu datang seorang lelaki yang mengatakan khan kafir. emm.. part ni saya tidak begitu faham. boleh sertakan pendapat saudara?

    Like

    Reply
    1. otidh Post author

      Wa’alaikumsalam.

      Maaf mbak, untuk saat ini saya belum bisa menjawab karena saya sendiri sudah lupa jalan cerita pada bagian tersebut. Nanti, begitu saya sempat menonton bagian itu, akan saya coba berikan pendapat saya.

      Like

      Reply
    2. ridholloh ahmad

      d sana menceritakan tentang kaum yang rela jihad dan telah tercuci otaknya, tidak terima dengan apa yang telah khan lakukan, karna bagi khan, apa yg doa lakukan telah benar, namun bagi kaum yg rela jihad juga mereka merasa merekalah yg benar, dn kaum yg rela jihad menusuk khan karna beranggapan khan telah memelencengkan agama, dan tidak sejalan dengan agama islam, itu sebab nya dia mengatakan bahwa islam akan marah kepada kamu, d pandangan nya khan adlh salah, inilah bahaya nya jika berani mengangkat tema agama, maka akan banyak mata yg menilai tntng buruk dn naik nua agama itu

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s