Monthly Archives: April 2010

Argo Gede + Parahyangan = Argo Parahyangan

Banyaknya suara masyarakat yang menyayangkan kebijakan PT KA untuk menghentikan operasional KA Parahyangan ternyata didengarkan juga oleh PT KA. Maklum, KA Parahyangan ini sudah menjadi legenda dalam dunia perkeretaapian. Ibaratnya KA Parahyangan ini adalah simbahnya jalur Jakarta-Bandung karena sudah melayani jalur tersebut sejak tahun 1971. Manajemen PT KA akhirnya tetap mengadakan KA Parahyangan tersebut. Hanya saja namanya kini mendapatkan embel-embel “Argo” di depannya karena dilebur dengan “saudara”nya yaitu KA Argo Gede.

Cukup aneh juga sebenarnya kalau namanya berubah menjadi “Argo Parahyangan” mengingat Parahyangan bukan nama gunung, sementara kata “Argo” sendiri berarti gunung. Di samping itu KA Argo biasanya hanya terdiri atas KA kelas eksekutif argo saja, tidak ada tambahan kelas lainnya. Tapi pada rangkaian KA Argo Parahyangan ini akan tersiri 4 gerbong eksekutif milik KA Argo Gede plus 2 gerbong bisinis milik KA Parahyangan.

Yang patut disyukuri adalah meskipun hasil peleburan dengan KA Argo Gede, ternyata tarif mengikuti KA Parahyangan yang lama, yaitu Rp 50.000 untuk eksekutif dan Rp 30.000 untuk bisnis. Jadwal pemberangkatan regular KA Argo Parahyangan dari Bandung sendiri menurut rencana adalah sebanyak enam kali perhari, yaitu pada pukul 05.30, 06.30, 11.30, 14.40, dan 16.30 WIB dengan satu pemberangkatan fakultatif pada malam hari (pukul 20.15 WIB).  Selain itu khusus pada hari Sabtu dan Minggu, PT KA juga akan menambah satu perjalanan pada pukul 08.45 WIB, serta satu pemberangkatan tambahan pada setiap Senin pukul 04.00 WIB  dari Bandung.

Kebijakan PT KA ini jelas disambut gembira oleh masyarakat Bandung atau Jakarta yang biasa menggunakan KA Parahyangan terutama pelanggan kelas bisnis karena kebutuhannya akan terakomodasi dengan adanya KA Argo Parahyangan ini. KA Argo Parahyangan ini akan resmi beroperasi tanggal 27 April 2010 besok. Jadi hari ini, 26 April 2010, adalah kesempatan terakhir bagi pecinta KA Parahyangan dan KA Argo Gede untuk menaikinya.

Gerakan Menabung Air

Masih dalam rangka memperingati hari bumi 22 April 2010 (memangnya Bumi lahir tanggal segitu… :D), hari ini di ITB diadakan kegiatan “Gerakan Menabung Air” yang diprakarsai oleh Forum Ganesha Hijau (forum yang terdiri atas beberapa unit dan himpunan mahasiswa jurusan di ITB yang peduli pada lingkungan). Aku sangat antusias sekali ketika diajak salah seorang teman di divisi Pengabdian Masyarakat HMIF untuk ikut mewakili himpunan dalam acara tersebut. Kebetulan aku punya interest terhadap hal-hal yang berkenaan dengan lingkungan alam.

Berikut ini kutipan dari milis himpunan deskripsi mengenai kegiatan tersebut:

Gerakan ini dilatarbelakangi oleh maraknya pembangunan tidak pada tempatnya yang mengakibatkan berkurangnya area resapan air. Dampak dari fenomena tersebut adalah tingginya limpasan air yang berujung pada bencana banjir di Bandung yang merupakan daerah cekungan. Dengan membuat lubang sebesar 10cm dan kedalaman 100cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140cm atau 1/3 m (Brata & Nelistya, 2008). Kegiatan ini dapat menjadi  program solusi jangka panjang untuk menanggulangi banjir dan meningkatkan peran serta masyarakat menjadi lebih pro-aktif, demi Bandung yang semakin lestari.

Kegiatan ini merupakan aksi seluruh warga Bandung yang dikoordinasi oleh partisipan Forum Hijau Bandung (FHB). Isu kunci yang diangkat ialah menambah sistem resapan air di wilayah Bandung, dapat dengan cara membuat lubang biopori, sumur resapan, membersihkan saluran drainase, dll. Kegiatan ini juga didukung oleh Pemerintah Kota, BPLH Kota, dan BPLHD Provinsi, yang sedemikian bersama-sama dengan semangat kolaborasi untuk membuat Bandung semakin lestari.

Kegiatan “Gerakan Menabung Air” ini melibatkan perwakilan himpunan-himpunan jurusan di ITB. Alhamdulillah ternyata teman-teman himpunan lain banyak juga yang antusias mengikuti kegiatan ini. Hampir semua himpunan mengirimkan perwakilannya.

Kegiatan diawali dengan membuat lubang biopori di beberapa spot di dalam kampus. HMIF bergabung bersama HMT (Pertambangan), Nymphaea (Biologi), HMP (Planologi), HME (Elektro Teknik), Himastron (Astronomi), dan juga tentunya beberapa orang dari HMTL (Teknik Lingkungan) menempati spot kantin bengkok.

Untuk membuat lubang biopori kita bisa menggunakan alat bor tanah yang memang dirancang khusus (klik di sini). Dalam kegiatan ini kita menggunakan alat bor tanah yang sudah disediakan oleh HMTL. Sebelum kita mulai bekerja, kita di-briefing dulu oleh teman-teman HMTL. Kedalaman lubang biopori yang akan dibuat idealnya antara 80-100 cm. Ternyata tidak semudah itu kita mengebor tanah. Seringkali lubang buatan teman-teman cuma sedalam 40-50 cm, gara-garanya di dalam tanah tersebut ada batu yang membuat alat tersebut susah untuk mengebor lebih dalam lagi karena tidak kuat menghancurkan batu itu.

Setelah dilubangi, selanjutnya adalah mengisi lubang itu dengan daun-daunan kering yang dipotong kecil-kecil. Tujuannya agar menarik cacing tanah untuk memakan daun-daunan tersebut sekaligus akan membuat lubang biopori menjadi lebih dalam lagi. Terakhir, di ujung permukaan lubang dipasang sebuah paralon dengan panjang kira-kira 15-20 cm untuk menahan lubang tersebut agar tanah di sekelilingnya tidak ambrol.

Setelah satu jam berada di spot dalam kampus, kegiatan dilanjutkan dengan membuat lubang biopori di taman ganesha. Kebetulan selama musim penghujan baru-baru ini, taman ganesha ini selalu terendam oleh air hujan. Air tersebut sulit sekali untuk meresap ke dalam tanah sehingga menggenang beberapa lama di taman ganesha.

Nah, dengan kegiatan membuat lubang biopori ini harapannya tanah akan mudah meresap air hujan sehingga tabungan air di dalam tanah akan menjadi semakin banyak, sesuai dengan namanya “Gerakan Menabung Air”. Di taman ganesha ini semua perwakilan himpunan bergabung, dan kembali disebar di spot-spot taman ganesha untuk membuat lubang biopori. Kira-kira ada satu jam kita membuat lubang-lubang biopori di taman ganesha ini. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan ngobrol santai diisi dengan sharing mengenai lingkungan. Sambil duduk-duduk menikmati gorengan yang disediakan panitia, kita juga mendengarkan sharing pengalaman dari beberapa orang yang memang aktif dalam kegiatan lingkungan. Semoga dengan adanya kegiatan ini turut membangkitkan sense pada diri kita untuk ikut peduli pada lingkungan kita.

Ngebor terus...

Ngebor terus...

Memasukkan dedaunan ke dalam lubang biopori

Memasukkan dedaunan ke dalam lubang biopori

SMAN 3 Malang Masuk Acara TV Korea

Tiba-tiba saja aku jadi teringat kembali masa SMA. Hal ini terjadi karena tahu-tahu salah seorang teman SMA-ku, Bayu Akbar, menge-tag aku beserta anak-anak yang lain di video yang di-upload-nya di facebook (klik di sini). Wew… Ternyata video itu adalah video rekaman acara salah satu stasiun TV Korea (tentunya Korea Selatan ya maksudnya). Acara TV tersebut sebenarnya mirip-mirip dengan acara “K*SM*S” yang pernah ditayangkan stasiun TV R**I, atau acara “DU**A L**N” yang pernah ditayangkan TR**S TV. Yup, acara TV Korea tersebut memang biasa menyiarkan hasil liputan khusus mengenai fenomena-fenomena “mistis” yang ada di tengah-tengah masyarakat. Uniknya, kali ini yang menjadi liputan adalah SMA-ku, SMAN 3Malang. SMA Tugu (SMA 1, 3, dan 4 yang berada di kompleks Tugu Kota Malang) memang terkenal dengan kisah “keangkerannya”. Wah, tidak disangka, hebat juga ya, kisah tentang sekolahku itu ternyata terdengar juga sampai ke Korea. Wow… 😀 (halah…kok bangga).

Aku masih ingat, saat itu aku masih kelas XI SMA (sekitar bulan-bulan awal 2006). Tiba-tiba suatu hari ada pemandangan yang tidak biasa di sekolah kami. Selama beberapa hari kami melihat orang-orang entah dari mana, yang jelas kelihatan sekali kalau mereka dari Asia Timur, berkeliaran di sekolah. Awalnya aku, dan mungkin teman-teman yang lain, mengira bahwa orang-orang tersebut berada di sekolah kami karena ada urusannya dengan kerjasama sekolah atau sejenisnya. Ternyata prakiraan kami salah. Sempat tidak percaya juga saat tahu bahwa mereka berasal dari salah satu stasiun TV di Korea dan tujuan mereka datang kemari waktu itu adalah untuk meliput tentang fenomena “lantai berdarah” di SMAN 3 Malang.

"Lantai berdarah" di ruang 28 (Matematika)

"Lantai berdarah" di ruang 28 (Matematika)

“Lantai berdarah” itu berada di ruang 28 (ruang Matematika), terletak di pojokan lantai 2 SMAN 3 Malang. Konon katanya warna merah yang muncul di lantai itu adalah warna darah yang merembes ke permukaan lantai. Bahkan konon katanya lagi, meskipun lantai itu sudah diganti berkali-kali warna merah itu tetap saja muncul. Hihihi… Percayakah Anda?

Beberapa guru dan karyawan sempat dimintai komentarnya mengenai fenomena aneh itu oleh host acara tersebut. Di antaranya ada Pak Sukarji dan Pak Subur Waluyo. Pak Sukarji malah sempat diliput juga ketika sedang mengajar kelas 3 IPA 3 di ruangan “horor” tersebut. Tampaknya orang-orang Korea itu ingin mengetahui bagaimana suasana kelas itu saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Pak Sukarji sedang mengajar di ruang 28

Pak Sukarji sedang mengajar di ruang 28

Selain guru dan karyawan, beberapa siswa juga dimintai “keterangan” mengenai apa yang pernah mereka rasakan tentang ruang 28 itu.

Salah seorang siswa (Mas Tegar, 3 IPA 3) sedang diwawancarai

Salah seorang siswa (Mas Tegar, 3 IPA 3) sedang diwawancarai

Tidak puas dengan hasil pengamatannya di siang hari yang tidak menunjukkan tanda-tanda “mistis”, mereka pun mencobanya lagi di malam harinya langsung. TV Korea itu meminta beberapa siswa SMAN 3 Malang untuk menjadi relawan acara mereka dengan duduk menempati ruang 28 itu saat tengah malam. TV Korea itu ingin sekali menemui fenomena “mistis” yang mereka harapkan. Bahkan, TV Korea itu juga sengaja mengundang salah seorang paranormal lokal untuk hadir juga malam itu. Wew… niat sekali orang-orang Korea ini…

Anak-anak dikumpulkan di ruang 28

Anak-anak dikumpulkan di ruang 28

Memang, menurut sejarah yang kami ketahui, dulunya lokasi SMAN 3 Malang sekarang ini sebelum menjadi sekolah, pernah dipakai juga untuk tempat penyiksaan orang-orang tawanan Belanda. Nah, dari kisah tersebut akhirnya orang-orang menyimpulkan bahwa warna merah yang keluar di lantai itu adalah warna merah dari darah korban-korban penyiksaan dahulu.

Yang jelas, selama aku bersekolah di sana belum pernah aku menemui fenomena-fenomena ganjil seperti yang banyak diceritakan. Pernah beberapa kali juga menginap di sekolah, malamnya keliling kelas, aku tidak menemui apa-apa. Terakhir kali ke sekolah, lantai-lantai yang lama di SMAN 3 Malang sudah ditumpuk dengan lantai-lantai yang baru. Tapi pemasangan lantai itu tidak ada kaitannya dengan fenomena “lantai berdarah” itu lho… Itu murni dalam rangka renovasi sekolah. Sekarang SMAN 3 Malang berubah menjadi sekolah dengan fasilitas yang benar-benar lengkap. Setiap kelas sekarang disediakan komputer dan LCD projector, kamera CCTV, dan ada fasilitas wifi juga. Nah, tentang fenomena “lantai berdarah” itu, entahlah, apakah itu masih terdengar sekarang ini.

SMAN 3 Malang dalam acara TV Korea

SMAN 3 Malang dalam acara TV Korea

—edited—

UPDATE

Barangkali ada yang mau lihat videonya, sudah saya upload di Youtube:

[HotNews] Jumlah Penduduk Dunia Bertambah Lima, KF Siap Tanggung Jawab

Bandung, menjelang siang hari ini Selasa, 20 April 2010 sekitar pukul sepuluh, wanita yang tidak diketahui namanya berkunjung ke salah satu kontrakan mahasiswa di daerah sangkuriang dalam, menunjukkan tanda-tanda hendak melahirkan. Mahasiswa yang menempati kontrakan bertanya-tanya terlebih ketika wanita itu berusaha memaksa memasuki kamar salah satu mahasiswa yang berada di lantai dua, yaitu Khairul Fahmi (KF). Namun tentu saja Khairul Fahmi tidak menginginkan hal tersebut sehingga dia langsung mengunci kamarnya.

Setelah sekian lama erangan si wanita tersebut tak tertahankan lagi, akhirnya hati Khairul pun luluh dan bersedia memberikan tempat – meskipun bukan kamarnya – untuk wanita tersebut agar dapat mempersiapkan kelahirannya. Namun pada akhirnya wanita tersebut yang masih misterius identitasnya tersebut memilih untuk melahirkan di lantai satu yang ternyata anaknya kembar lima.

Kini kelima anaknya telah ditempatkan di tempat yang telah disiapkan Khairul sebelumnya. Salah seorang reporter sempat bertanya kepadanya seputar hal ini. “Maaf, no comment”, kata Khairul menolak menanggapi peristiwa tersebut. Kelima anak tersebut sekarang masih tertidur tanpa nama. Meskipun demikian kejadian ini masih belum dilaporkan ke polisi setempat untuk menemukan tempat tinggal atau keluarga wanita tersebut. Bukan hanya karena wanita tersebut masih dalam keadaan labil, melainkan juga karena wanita tersebut ternyata diketahui sebagai seekor kucing biasa. (diadaptasi dari kisah nyata, dari blog teman satu kontrakan, Kamal Mahmudi)

Si ibu kucing bersama anak-anak yang baru dilahirkannya

Si ibu kucing tenang bersama anak-anak yang baru dilahirkannya

Temanku Menangkan Tiket Ke Piala Dunia 2010

Subhanallah, beruntung sekali temanku satu ini, Andi Hendra Paluseri. Dia termasuk ke dalam pemenang under the crown, program promosi “hadiah di balik tutup botol coca-cola” (bukan bermaksud promosi lho…). Sudah lama sebenarnya dia cerita kalau di KBL (Kantin Barat Laut) ITB yang diketuainya dia menemukan tutup botol dengan hadiah tiket ke piala dunia 2010. Sayang juga ya, orang yang sudah membelinya tapi tidak tahu kalau tutup botolnya ternyata berhadiah… :D. Belum rezekinya.

Tutup Botol Piala Dunia

Tutup Botol Piala Dunia

Nah, teman-teman di Kokesma dan STEI, bahkan mungkin di seantero ITB sekarang lagi heboh-hebohnya setelah si Andi ini masuk berita Detik Bandung kemarin. Padahal dia sudah sekitar dua minggu yang lalu mengganti profile pict di facebook-nya dengan tutup botol “keberuntungan”nya itu. Tetapi teman-teman tidak ada yang menyadari maksud si Andi itu.

Saking hebohnya, bahkan di milis Elektro, teman-teman di prodinya sampai ada yang iseng-iseng mencoba menawar hadiah yang didapat Andi itu. Tawaran tertinggi sementara ini “hanya” 7,5 juta rupiah. Tapi sepertinya Andi tidak terlalu menanggapi ulah teman-temannya itu. Hadiah bisa menonton perempat final hingga final (kalau tidak salah) piala dunia 2010 dan jalan-jalan di Afrika Selatan, tentu akan menjadi pengalaman yang tidak terbayarkan. Apalagi ini diperoleh gratis..tis..tis.. Hehehe…

Selamat ya Andi…! Ingat jangan lupa akhir semester ini kita sudah mulai kerja praktek lho… hohoho…

Mendengarkan Streaming Radio Online

Anda berada di luar kota? Ingin tetap mendengarkan siaran radio favorit di kota asal Anda? Streaming Radio Online (via internet) adalah solusinya. Saat ini sudah banyak radio di Indonesia yang merambah dunia maya dengan menyediakan layanan streaming radio online ini. Untuk mendengarkan siaran radio online itu selain dapat melalui webcast, ada juga yang bisa didengarkan melalui winamp, i-tunes ataupun windows media player.

Untuk yang bisa diputar di winamp, alamat/url file streaming radio tersebut dapat kita tambahkan melalui menu File > Play URL (Ctrl + L). Untuk webcast bisa langsung kita putar dari web browser. Tapi, untuk beberapa stasiun radio mengharuskan kita untuk menginstall  media player untuk bisa mendengarkan secara streaming.

Sayangnya untuk Kota Malang tidak banyak radio (yang kuketahui dari hasil pencarian search engine) yang menyediakan fasilitas streaming. Yang kuketahui cuma radio MasFM, Makobu, dan RCBFM saja. Dari ketiga stasiun radio itupun aku hanya pernah bisa terhubung dengan RCBFM. Sedangkan untuk kedua stasiun radio lainnya selalu gagal terkoneksi. Mendengarkan siaran radio RCBFM cukup untuk mengobati kerinduanku kepada kampung halaman. Aku bisa mendengar suara logat atau bahasa khas kera-kera Ngalam, bisa mengikuti perkembangan Kota Malang dan Arema khususnya.

Kita juga bisa mendengarkan streaming radio dari kota lain di Indonesia. Ada dari Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Bali, dan lain-lain. Seru kan…

Ingin mendengarkan tausiyah dan menambah tsaqofah islamiyah, lantunan Qur’an, atau nasyid? Perlu kita coba dengarkan beberapa stasiun radio seperti Radio Rodja Bogor, MQ FM, Radio Muslim, dan Radio Hang Batam. Di saat kita surfing di dalam dunia maya browsing tugas-tugas, kita bisa juga sambil mendengarkan siaran streaming radio-radio tersebut. Insya Allah siaran radio mereka sangat bermanfaat bagi kita.

Beberapa website yang mempunyai daftar stasiun radio online di Indonesia:
http://www.indonesiaindonesia.com
http://radioindonesia.info/
19bee.blogspot.com
– dan masih banyak lainnya… 😀

PT KA Luncurkan Kereta Api Malabar Malang-Bandung PP

Terhitung sejak 30 April 2010 nanti, PT KA akan resmi mengoperasikan kereta api jurusan Bandung-Malang. Kereta Api yang diberi nama KA Malabar (kepanjangan dari Malang-Bandung Raya) ini akan menggunakan rangkaian kereta api bekas KA Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta Gambir yang akan dihentikan operasinya tanggal 27 April 2010. Kabarnya, KA Parahyangan dihentikan karena rendahnya okupansi kereta tersebut sehingga PT KA terus merugi pada trayek tersebut. Sebelum memutuskan untuk mengubah relasi Jakarta Gambir-Bandung menjadi relasi Malang-Bandung, PT KA melakukan polling terlebih dahulu pada website resminya, dan ternyata lebih dari 90% peserta polling menyetujui rencana relasi Bandung-Malang itu. Oiya, sedikit out of topic, nama Malabar yang dipilih sebagai nama kereta api Bandung-Malang ini mengingatkanku kepada nama sebuah hutan kota di Kota Malang yang letaknya di dekat jalan Ijen.. 😀

Kembali lagi. Nah, tentunya berita ini akan menjadi kabar gembira bagi warga Malang dan sekitarnya yang ingin bepergian ke Bandung, dan juga sebaliknya. Bagi pecinta kereta api seperti aku ini tentunya sangat menyambut baik dengan adanya kereta api langsung jurusan Malang-Bandung PP. Sebelumnya aku dan sebagian teman mahasiswa asal Malang yang berkuliah di Bandung biasa menggunakan jasa KA Mutiara Selatan untuk pulang kampung ke Malang, turun di Jombang kemudian oper bus Puspa Indah ke Malang.  Alternatif lainnya naik KA Mutiara Selatan turun di Surabaya oper KA Malang Ekspres (sekarang sudah dihapuskan) atau KA Ekonomi Penataran Surabaya-Malang. Pernah juga sekali-kali naik yang KA Turangga (eksekutif). Kalau mau yang jauh lebih murah, naik KA Ekonomi Kahuripan (Rp 35.000) turun di Kediri oper bus Puspa Indah (Rp 18.000) ke Malang. Tetapi yang repot itu kalau mau pergi ke Bandung-nya. Capai juga kalau harus ke Surabaya atau Jombang dulu untuk naik kereta api ke Bandung. Makanya dengan adanya kereta langsung Bandung-Malang PP ini tentu akan sangat menguntungkan.

Menurut rencana KA Malabar ini akan berangkat dari Bandung pukul 15.30 dan tiba di Malang pukul 8.11. Sebaliknya, berangkat dari Malang pukul 15.30 dan sampai di Bandung pukul 8.37.

KA Malabar ini rencananya akan tersusun atas 2 gerbong eksekutif, 3 gerbong bisnis, 2 gerbong ekonomi plus, dan 1 gerbong barang (mungkin untuk jasa titipan paket). Aneh juga komposisinya. Benar-benar komposisi gado-gado. Satu rangkaian bisa sampai terdiri atas 3 kelas gerbong berbeda. Definisi ekonomi plus ini juga baru dengar. Dulu ada sih istilah bisnis plus (pernah dipakai pada KA Gajayana di awal peluncurannya). Harga tiket kelas ekonominya tergolong sangat mahal. Mudah-mudahan pelayanan untuk penumpang kelas ekonomi plus ini sesuai juga dengan “kemahalan tiketnya”.

Hmmm…. Apakah kebijakan rangkaian dengan 3 kelas itu adalah dalam rangka mensurvei karakteristik pasar jalur Bandung-Malang. Bisa jadi, ke depannya kereta ini hanya akan terdiri dari kelas bisnis-eksekutif, eksekutif saja, atau ekonomi saja seperti kereta-kereta yang ada saat ini. Jadi penasaran. Patut disimak keberjalanannya bagaimana nantinya. Mudah-mudahan kereta api ini bisa tetap terawat dan terus melayani masyarakat kota Malang, Bandung, dan sekitarnya. Bukan MALABAR = Malah Bubar. Tanggal 30 April 2010 nanti harus datang langsung nih ke stasiun Hall Bandung untuk ikut menjadi saksi peristiwa bersejarah ini.

Oiya, selama masa promosi, tarif untuk KA Malabar ini adalah Rp 200 ribu untuk eksekutif, bisnis Rp 130 ribu, dan ekonomi Rp 80 ribu. Sesudah tanggal 15 Juni 2010, tarif akan kembali normal, yaitu Rp 220 ribu untuk eksekutif, bisnis Rp 150 ribu, dan ekonomi Rp 90 ribu. Kereta pertama akan diberangkatkan pada tanggal 30 April 2010 jurusan Bandung-Malang.

Spanduk promosi KA Malabar

Spanduk promosi KA Malabar

Dengan keberadaan KA Malabar ini tentu akan mengancam moda transportasi lain yang melayani trayek Malang-Bandung, yaitu bus malam. Harga tiket bus malam Bandung-Malang sendiri relatif mahal, terutama untuk kantong mahasiswa. harganya saat ini mencapai lebih dari 200 ribu rupiah. Bahkan saat hari raya, lonjakan harganya bisa mencapai 100%. Dengan kondisi seperti itu tentu saja masyarakat akan lebih memilih menggunakan jasa kereta api untuk bepergian karena lebih murah dan perjalana dengan kereta api lebih menyenangkan.

Peralihan: KA Parahyangan akan dialihkan menjadi KA Malabar

KA Parahyangan dialihkan menjadi KA Malabar

Sumber:
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/04/16/brk,20100416-240975,id.html
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/04/16/111462-ptka-hapus-perjalanan-ka-parahyangan
http://bandung.detik.com/read/2010/04/16/130145/1339630/486/kereta-api-malabar-diskon-hingga-15-juni-2010
– Gambar: railpictures.net