Daily Archives: 23 April 2010

SMAN 3 Malang Masuk Acara TV Korea

Tiba-tiba saja aku jadi teringat kembali masa SMA. Hal ini terjadi karena tahu-tahu salah seorang teman SMA-ku, Bayu Akbar, menge-tag aku beserta anak-anak yang lain di video yang di-upload-nya di facebook (klik di sini). Wew… Ternyata video itu adalah video rekaman acara salah satu stasiun TV Korea (tentunya Korea Selatan ya maksudnya). Acara TV tersebut sebenarnya mirip-mirip dengan acara “K*SM*S” yang pernah ditayangkan stasiun TV R**I, atau acara “DU**A L**N” yang pernah ditayangkan TR**S TV. Yup, acara TV Korea tersebut memang biasa menyiarkan hasil liputan khusus mengenai fenomena-fenomena “mistis” yang ada di tengah-tengah masyarakat. Uniknya, kali ini yang menjadi liputan adalah SMA-ku, SMAN 3Malang. SMA Tugu (SMA 1, 3, dan 4 yang berada di kompleks Tugu Kota Malang) memang terkenal dengan kisah “keangkerannya”. Wah, tidak disangka, hebat juga ya, kisah tentang sekolahku itu ternyata terdengar juga sampai ke Korea. Wow… 😀 (halah…kok bangga).

Aku masih ingat, saat itu aku masih kelas XI SMA (sekitar bulan-bulan awal 2006). Tiba-tiba suatu hari ada pemandangan yang tidak biasa di sekolah kami. Selama beberapa hari kami melihat orang-orang entah dari mana, yang jelas kelihatan sekali kalau mereka dari Asia Timur, berkeliaran di sekolah. Awalnya aku, dan mungkin teman-teman yang lain, mengira bahwa orang-orang tersebut berada di sekolah kami karena ada urusannya dengan kerjasama sekolah atau sejenisnya. Ternyata prakiraan kami salah. Sempat tidak percaya juga saat tahu bahwa mereka berasal dari salah satu stasiun TV di Korea dan tujuan mereka datang kemari waktu itu adalah untuk meliput tentang fenomena “lantai berdarah” di SMAN 3 Malang.

"Lantai berdarah" di ruang 28 (Matematika)

"Lantai berdarah" di ruang 28 (Matematika)

“Lantai berdarah” itu berada di ruang 28 (ruang Matematika), terletak di pojokan lantai 2 SMAN 3 Malang. Konon katanya warna merah yang muncul di lantai itu adalah warna darah yang merembes ke permukaan lantai. Bahkan konon katanya lagi, meskipun lantai itu sudah diganti berkali-kali warna merah itu tetap saja muncul. Hihihi… Percayakah Anda?

Beberapa guru dan karyawan sempat dimintai komentarnya mengenai fenomena aneh itu oleh host acara tersebut. Di antaranya ada Pak Sukarji dan Pak Subur Waluyo. Pak Sukarji malah sempat diliput juga ketika sedang mengajar kelas 3 IPA 3 di ruangan “horor” tersebut. Tampaknya orang-orang Korea itu ingin mengetahui bagaimana suasana kelas itu saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Pak Sukarji sedang mengajar di ruang 28

Pak Sukarji sedang mengajar di ruang 28

Selain guru dan karyawan, beberapa siswa juga dimintai “keterangan” mengenai apa yang pernah mereka rasakan tentang ruang 28 itu.

Salah seorang siswa (Mas Tegar, 3 IPA 3) sedang diwawancarai

Salah seorang siswa (Mas Tegar, 3 IPA 3) sedang diwawancarai

Tidak puas dengan hasil pengamatannya di siang hari yang tidak menunjukkan tanda-tanda “mistis”, mereka pun mencobanya lagi di malam harinya langsung. TV Korea itu meminta beberapa siswa SMAN 3 Malang untuk menjadi relawan acara mereka dengan duduk menempati ruang 28 itu saat tengah malam. TV Korea itu ingin sekali menemui fenomena “mistis” yang mereka harapkan. Bahkan, TV Korea itu juga sengaja mengundang salah seorang paranormal lokal untuk hadir juga malam itu. Wew… niat sekali orang-orang Korea ini…

Anak-anak dikumpulkan di ruang 28

Anak-anak dikumpulkan di ruang 28

Memang, menurut sejarah yang kami ketahui, dulunya lokasi SMAN 3 Malang sekarang ini sebelum menjadi sekolah, pernah dipakai juga untuk tempat penyiksaan orang-orang tawanan Belanda. Nah, dari kisah tersebut akhirnya orang-orang menyimpulkan bahwa warna merah yang keluar di lantai itu adalah warna merah dari darah korban-korban penyiksaan dahulu.

Yang jelas, selama aku bersekolah di sana belum pernah aku menemui fenomena-fenomena ganjil seperti yang banyak diceritakan. Pernah beberapa kali juga menginap di sekolah, malamnya keliling kelas, aku tidak menemui apa-apa. Terakhir kali ke sekolah, lantai-lantai yang lama di SMAN 3 Malang sudah ditumpuk dengan lantai-lantai yang baru. Tapi pemasangan lantai itu tidak ada kaitannya dengan fenomena “lantai berdarah” itu lho… Itu murni dalam rangka renovasi sekolah. Sekarang SMAN 3 Malang berubah menjadi sekolah dengan fasilitas yang benar-benar lengkap. Setiap kelas sekarang disediakan komputer dan LCD projector, kamera CCTV, dan ada fasilitas wifi juga. Nah, tentang fenomena “lantai berdarah” itu, entahlah, apakah itu masih terdengar sekarang ini.

SMAN 3 Malang dalam acara TV Korea

SMAN 3 Malang dalam acara TV Korea

—edited—

UPDATE

Barangkali ada yang mau lihat videonya, sudah saya upload di Youtube: