Daily Archives: 16 April 2010

PT KA Luncurkan Kereta Api Malabar Malang-Bandung PP

Terhitung sejak 30 April 2010 nanti, PT KA akan resmi mengoperasikan kereta api jurusan Bandung-Malang. Kereta Api yang diberi nama KA Malabar (kepanjangan dari Malang-Bandung Raya) ini akan menggunakan rangkaian kereta api bekas KA Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta Gambir yang akan dihentikan operasinya tanggal 27 April 2010. Kabarnya, KA Parahyangan dihentikan karena rendahnya okupansi kereta tersebut sehingga PT KA terus merugi pada trayek tersebut. Sebelum memutuskan untuk mengubah relasi Jakarta Gambir-Bandung menjadi relasi Malang-Bandung, PT KA melakukan polling terlebih dahulu pada website resminya, dan ternyata lebih dari 90% peserta polling menyetujui rencana relasi Bandung-Malang itu. Oiya, sedikit out of topic, nama Malabar yang dipilih sebagai nama kereta api Bandung-Malang ini mengingatkanku kepada nama sebuah hutan kota di Kota Malang yang letaknya di dekat jalan Ijen.. 😀

Kembali lagi. Nah, tentunya berita ini akan menjadi kabar gembira bagi warga Malang dan sekitarnya yang ingin bepergian ke Bandung, dan juga sebaliknya. Bagi pecinta kereta api seperti aku ini tentunya sangat menyambut baik dengan adanya kereta api langsung jurusan Malang-Bandung PP. Sebelumnya aku dan sebagian teman mahasiswa asal Malang yang berkuliah di Bandung biasa menggunakan jasa KA Mutiara Selatan untuk pulang kampung ke Malang, turun di Jombang kemudian oper bus Puspa Indah ke Malang.  Alternatif lainnya naik KA Mutiara Selatan turun di Surabaya oper KA Malang Ekspres (sekarang sudah dihapuskan) atau KA Ekonomi Penataran Surabaya-Malang. Pernah juga sekali-kali naik yang KA Turangga (eksekutif). Kalau mau yang jauh lebih murah, naik KA Ekonomi Kahuripan (Rp 35.000) turun di Kediri oper bus Puspa Indah (Rp 18.000) ke Malang. Tetapi yang repot itu kalau mau pergi ke Bandung-nya. Capai juga kalau harus ke Surabaya atau Jombang dulu untuk naik kereta api ke Bandung. Makanya dengan adanya kereta langsung Bandung-Malang PP ini tentu akan sangat menguntungkan.

Menurut rencana KA Malabar ini akan berangkat dari Bandung pukul 15.30 dan tiba di Malang pukul 8.11. Sebaliknya, berangkat dari Malang pukul 15.30 dan sampai di Bandung pukul 8.37.

KA Malabar ini rencananya akan tersusun atas 2 gerbong eksekutif, 3 gerbong bisnis, 2 gerbong ekonomi plus, dan 1 gerbong barang (mungkin untuk jasa titipan paket). Aneh juga komposisinya. Benar-benar komposisi gado-gado. Satu rangkaian bisa sampai terdiri atas 3 kelas gerbong berbeda. Definisi ekonomi plus ini juga baru dengar. Dulu ada sih istilah bisnis plus (pernah dipakai pada KA Gajayana di awal peluncurannya). Harga tiket kelas ekonominya tergolong sangat mahal. Mudah-mudahan pelayanan untuk penumpang kelas ekonomi plus ini sesuai juga dengan “kemahalan tiketnya”.

Hmmm…. Apakah kebijakan rangkaian dengan 3 kelas itu adalah dalam rangka mensurvei karakteristik pasar jalur Bandung-Malang. Bisa jadi, ke depannya kereta ini hanya akan terdiri dari kelas bisnis-eksekutif, eksekutif saja, atau ekonomi saja seperti kereta-kereta yang ada saat ini. Jadi penasaran. Patut disimak keberjalanannya bagaimana nantinya. Mudah-mudahan kereta api ini bisa tetap terawat dan terus melayani masyarakat kota Malang, Bandung, dan sekitarnya. Bukan MALABAR = Malah Bubar. Tanggal 30 April 2010 nanti harus datang langsung nih ke stasiun Hall Bandung untuk ikut menjadi saksi peristiwa bersejarah ini.

Oiya, selama masa promosi, tarif untuk KA Malabar ini adalah Rp 200 ribu untuk eksekutif, bisnis Rp 130 ribu, dan ekonomi Rp 80 ribu. Sesudah tanggal 15 Juni 2010, tarif akan kembali normal, yaitu Rp 220 ribu untuk eksekutif, bisnis Rp 150 ribu, dan ekonomi Rp 90 ribu. Kereta pertama akan diberangkatkan pada tanggal 30 April 2010 jurusan Bandung-Malang.

Spanduk promosi KA Malabar

Spanduk promosi KA Malabar

Dengan keberadaan KA Malabar ini tentu akan mengancam moda transportasi lain yang melayani trayek Malang-Bandung, yaitu bus malam. Harga tiket bus malam Bandung-Malang sendiri relatif mahal, terutama untuk kantong mahasiswa. harganya saat ini mencapai lebih dari 200 ribu rupiah. Bahkan saat hari raya, lonjakan harganya bisa mencapai 100%. Dengan kondisi seperti itu tentu saja masyarakat akan lebih memilih menggunakan jasa kereta api untuk bepergian karena lebih murah dan perjalana dengan kereta api lebih menyenangkan.

Peralihan: KA Parahyangan akan dialihkan menjadi KA Malabar

KA Parahyangan dialihkan menjadi KA Malabar

Sumber:
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/04/16/brk,20100416-240975,id.html
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/04/16/111462-ptka-hapus-perjalanan-ka-parahyangan
http://bandung.detik.com/read/2010/04/16/130145/1339630/486/kereta-api-malabar-diskon-hingga-15-juni-2010
– Gambar: railpictures.net