Monthly Archives: May 2010

Millatfacebook.com, Situs Jejaring Sosial Muslim Tandingan Facebook

Millatfacebook.com bisa jadi merupakan situs jejaring sosial muslim pertama yang pernah ada. Sebelumnya aku pernah mendengar kabar akan ada situs jejaring sosial muslim beralamat nahnumuslim.com, tapi hingga saat ini situs tersebut belum diisi apa-apa. Namun, saat ini situs jejaring sosial muslim yang ditunggu-tunggu itu akhirnya rilis juga.

Pendirian situs ini dilatarbelakangi oleh munculnya sebuah fan page di facebook bernama “Everybody Draw Mohammed Day!” (EDMD). Kemudian, pemerintah pakistan melalui otoritas telekomunikasinya memblokir situs facebook tersebut. Pada tanggal 20 Mei 2010 yang lalu muncul sebuah ajakan untuk memboikot facebook melalui sebuah fan page yang bernama “AGAINST Everybody Draw Mohammed Day!”. Akhirnya sehari kemudian fan page EDMD tersebut ditutup oleh facebook. Tidak hanya sekali itu muncul grup atau fan page yang menyebarkan kebencian terhadap Islam. Sementara itu, grup-grup yang mengajak persatuan Islam dsb. ditutup oleh facebook.

Akibat perilaku diskriminasi tersebut, maka muncullah niatan dari sekelompok anak muda profesional di bidang IT dari kota Lahore (Pakistan) untuk mendirikan sebuah situs jejaring sosial muslim. Pemilik situs millatfacebook.com, Usman Zaheer, mengatakan bahwa situs jejaring sosial buatan mereka adalah pesaing dari Facebook dan timnya berusaha menempatkan yang terbaik untuk membuat MillatFacebook menjadi salah satu situs sosial yang besar dan sukses di dunia.

Halaman depan millatfacebook.com

Halaman depan millatfacebook.com

Tampak di halaman depan millatfacebook itu terdapat sebuah tagline yang mengatakan “MillatFacebook helps you connect and share with more than 1.57 billion Muslims and Sweet people from other Religions”. Dari tagline tersebut jelas sekali harapan ke depannya MillatFacebook ini dapat menjadi media interaksi di dunia maya bagi umat Muslim dan juga umat agama lain yang tidak memusuhi kaum Muslim.

Millatfacebook memiliki nama, tampilan dan fitur yang sangat mirip dengan Facebook. Tambahan kata “millat” itu sendiri diambil dari bahasa Urdu yang biasa digunakan untuk merujuk kepada negara. Dalam MillatFacebook ini setiap pengguna dapat menuliskan pesan di dinding temannya. Situs ini juga memungkinkan pengguna mengirim foto, email, video, dan juga melakukan chat. Yang agak unik adalah dalam pengaturan profil terdapat isian mengenai diri kita apakah “smoker” & “drinker”. Tapi ada hal yang lebih unik lagi dan menurutku itu keren sekali, yaitu konten Term of Use MillatFacebook tersebut:

Only Terms of using this website are:

1) You must respect Humanity
2) You must respect Believes of all People
3) No Disrespect to anyone

Thanks,

millAtfacebook Team

Saat ini akses terhadap situs MillatFacebook memang terasa sangat lambat, belum secepat facebook. Hal tersebut sudah dikonfirmasi oleh pihak pengembang MillatFacebook. Mereka saat ini sedang melakukan upgrading MillatFacebook. Selama proses itu dilakukan, akses akan berjalan lambat. Sekedar informasi, pengguna MillatFacebook sekarang sudah mencapai angkai 19.000 orang. Termasuk angka yang fantastis untuk ukuran situs yang baru saja lahir.

Menarik untuk menantikan bagaimana sikap resmi facebook terhadap kemunculan situs yang menyerupainya ini. Ada kekhawatiran facebook akan menuntut MillatFacebook dengan alasan plagiasi atau melanggar hak cipta. Tetapi sebenarnya jika kita mengeksplorasinya, kita akan menemukan user experience yang berbeda dari facebook yang sudah kita kenal. Jadi kalau menurutku sih seharusnya MillatFacebook itu bisa dikatakan legal.

Terakhir, yang jelas aku senang sekali ada sebuah situs jejaring sosial muslim yang tidak kalah bagusnya dengan facebook. “Well done guys. You have made a great alternative for the whole Muslim ummah (nation)!”

Advertisements

Main Pac-Man di Google

Dalam rangka ulang tahun game Pac-Man yang ke-30 perusahaan pembuat game Pac-Man bekerja sama dengan Google menyediakan layanan game Pac-Man yang bisa langsung dimainkan oleh para pengguna di halaman Google. Game Pac-man ini bisa dibilang game yang sangat klasik. Waktu masa kecilku dulu, game ini bisa dikatakan primadona bagi kami. Hampir di setiap vendor game console seperti SPIKA, SEGA, NINTENDO, bahkan di home-nya VCD pun ada game ini. Sayangnya game Pac-Man ini muncul di Google hanya untuk dua hari ini saja (21-22 Mei 2010). Lumayanlah bisa buat membunuh waktu di kala bosan browsing… Hehehe…

Dalam permainan ini juga disuguhkan backsound yang khas Pac-Man banget seperti di game aslinya. Kita juga bisa bermain berdua dengan mengklik tombol “Insert Coin” atau “Masukkan Koin” sebelumnya. Oiya, kalau permainan berhenti (game over) maka halaman tersebut akan otomatis di-redirect ke halaman pencarian Google dengan kata kunci “PAC-MAN 30th Anniversary”. Selamat bermain Pac-Man!

Halaman Google dengan Game Pac-Man

Halaman Google dengan Game Pac-Man

Buku-Buku Pun Bisa Diperoleh dengan Gratis

Membeli buku? Wah, mungkin kata-kata itu susah ditemukan dalam kamus mahasiswa sekarang. Bayangkan saja harga buku kuliah, semisal Fisika Dasar Ha***day saja (waktu zaman aku masih tingkat 1 dulu) harganya Rp 120.000,-. Itu baru satu mata kuliah. Belum lagi untuk mata kuliah yang lain. Bisa jadi satu semester kita harus keluar uang lebih dari setengah juta untuk membeli buku (ditambah lagi membayar SPP satu semester). Bahkan, aku masih ingat dulu ingin membeli buku Concepts In Engineering terbitan Mc***w Hill karena melihat ukurannya yang jauh lebih tipis daripada buku fisika dasar Ha***day tadi, eh ternyata perkiraanku salah. Harganya sampai tiga kali lipatnya! Wow kk wow… Untungnya, alhamdulillah, ada perpustakaan jurusan sehingga kita bisa tetap membaca buku referensi. Kalau ngotot tetap ingin punya buku sendiri, ya terpaksa fotocopy. Yah… buku murah memang hanya mimpi. Benar kata orang, pengetahuan itu mahal harganya. Untuk memperolehnya pun ikut-ikutan mahal.

Tetapi ternyata jika kita mempelajari sejarah, buku murah, bahkan buku gratis, itu pernah terjadi pada masa kekhalifahan Islam, tepatnya pada masa Khalifah Al-Makmun. Beliau yang bernama asli Abdullah bin ar-Rasyid bin al-Mahdi (putera dari Khalifah Harun ar-Rasyid dan saudara khalifah sebelumnya, al-Amin) adalah khalifah dari Bani Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 813-833 Masehi. Beliau merupakan seorang negarawan yang sangat menghargai orang-orang yang berilmu. Pada masa beliau berdiri lembaga ilmiah pertama di dunia yang dinamakan Darul Hikmah.

Pada masa beliau itu ilmu pengetahuan benar-benar mencapai puncaknya. Buku-buku dibayarkan oleh negara kepada penulis dengan emas seberat buku yang ditulis. Buku tersebut kemudian dipasarkan dengan gratis atau seharga minimal sekadar mengganti ongkos cetak. Sedangkan penulisnya tidak perlu lagi menerima bayaran atau royalti dari penerbit. Salah satu penerjemah yang terkemuka pada masa khalifah al-Makmun adalah Hunain ibn Ishaq (809-877 M), seorang filsuf berbakat sekaligus pakar fisika yang. Beliau dibayar oleh khalifah al-Makmun dengan emas seberat kitab-kitab ilmu pengetahuan yang ia salin ke bahasa Arab.

Semua orang berhak untuk memperoleh buku-buku tersebut ketika isinya adalah ajakan pada kebaikan ataupun ilmu pengetahuan. Pengetahuan bukan milik kalangan tertentu saja. Bahkan ketika seseorang memiliki suatu pengetahuan atau informasi yang bemanfaat bagi kemaslahatan bersama, ia wajib untuk menyebarkannya.

Oleh karena itu, setiap orang berhak untuk menggandakan suatu buku dengan cara apa pun. Tidak akan ada penulis atau penerbit yang merasa dirugikan karena konsumen menggandakan tanpa seizin mereka. Bahkan sebaliknya, mereka akan sangat mendorong setiap orang untuk sama-sama menyebarkan buku dan isinya tersebut. Tidak ada lagi orang yang berteriak-teriak menuntut ganti rugi karena bukunya disalin atau digandakan tanpa seizinnya. Alasannya adalah hak cipta, padahal intinya ia berteriak karena dirugikan secara materi. Hal ini memang biasa terjadi di alam Kapitalisme karena memang segala sesuatu selalu dinilai secara materi.

Dalam sistem Islam yang begitu menghargai ilmu pengetahuan, kaya tidaknya seorang ulama/ilmuwan tidak bergantung dari laku tidaknya karya mereka di pasaran. Khalifah akan memberikan imbalan lebih dari cukup kepada pengarang, penerjemah dan ilmuwan agar mereka bisa hidup layak. Bila kehidupan terjamin maka konsentrasi dan dedikasi menjadi lebih fokus untuk pengembangan ilmu pengetahuan demi kemajuan Islam dan kemaslahatan umat manusia. Tak heran bila saat itu, wilayah kekhilafahan Islam menjadi pusat ilmu pengetahuan dan teknologi mengalahkan peradaban lainnya di zaman itu, melahirkan banyak ilmuwan dan ulama yang terkenal akan ketinggian ilmunya semisal al-Farabi (ahli filsafat), Ibnu Khaldun (sejarawan dan ahli sosiologi), Ibnu Sina (dikenal sebagai”Bapak Kedokteran Dunia”), al-Zahrawi (penemu alat bedah modern pertama), dan masih banyak lainnya.

Tapi sayang sekali, hari ini orang-orang berprestasi dengan keahlian di bidang sains dan teknologi, kurang pendapat perhatian dan penghargaan yang semestinya di negeri ini. Bahkan acara-acara televisi di negeri ini banyak diisi hiburan-hiburan yang sia-sia. Padahal televisi itu dapat menjadi media penyebar pengetahuan yang efektif dan murah, bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat. Di negara maju saat ini, orang-orang cerdas begitu dihargai, karena mereka sangat mengerti bahwa boleh jadi satu orang berilmu lebih berharga dibandingkan dengan seribu orang bodoh.

Sumber: voa-islam, dudung.net, wikipedia

Menjalankan Apache pada XAMPP

Saat menggunakan XAMPP, sebagian dari kita akan menghadapi error “Apache is not able to start”. Berkali-kali kita mengklik “start” pada tombol di samping label “Apache”, tapi tetap saja Apache tidak mau jalan (Port 80 busy).

XAMPP Control Panel

XAMPP Control Panel

Penyebab yang sangat mungkin terjadi adalah karena telah ada service lain yang telah menempati port 80, misalkan ColdFusion Server, IIS Server, Skype, dll. Apache server sendiri secara default mensyaratkan untuk menempati port 80 agar dapat berjalan. Jika kita menemui hal seperti di atas di mana Apache server tidak mau berjalan, untuk memastikan bahwa port 80 memang digunakan oleh service lain di PC kita, kita bisa mengubah port untuk menjalankan Apache service tersebut. Caranya:

– ubah file “HTTPD.CONF” pada direktori (?:\xampp\apache\conf\)
– ubah “Listen 80” menjadi “Listen 85” (Port 80 diganti menjadi port 85)
– simpan file tersebut
– start kembali Apache Server

Jika Apache server dapat berjalan (running), berarti benar bahwa ada service lain yang sedang berjalan di port 80. Kasus yang sering ditemui adalah port 80 ternyata sudah ditempati oleh IIS Server karena memang service tersebut sudah menjadi bagian pada OS Windows. Oleh karena itu, jika kita ingin Apache server tetap berjalan pada port 80 maka kita harus mematikan IIS Server pada sistem kita.

http://localhost dengan IIS server

http://localhost (pada port 80) ditempati IIS server

Untuk mematikan IIS server tersebut dapat dilakukan melalui Start > Control Panel > Administrative Tools > Services (atau tekan Windows+R lalu ketikkan “services.msc”). Cari “World Wide Web Publishing Service”. Klik “Stop the service”. Ubah kembali “Listen 85” menjadi “Listen 80” pada file “HTTPD.CONF” tadi. Jalankan Apache server (pastikan Apache server telah berjalan / running). Masukkan URL http://localhost pada web browser. Sekarang XAMPP sudah dapat digunakan lagi sebagai local development server.

Disable World Wide Web Publishing Service

Disable World Wide Web Publishing Service

Kasus lain jika ada aplikasi Skype yang berjalan pada PC kita, bisa jadi service  aplikasi tersebut yang telah menempati port 80. Untuk mematikasnnya, buka aplikasi Skype lalu pilih menu Tools -> Advanced -> Connections. Lalu hilangkan tanda centang (uncheck) pilihan “Use Port 80 and 443″ dan tutup aplikasi Skype. Coba jalankan kembali Apache server.

Sebenarnya, ketika di awal tadi kita mencoba mengubah port ke 85, dengan cara itu pun kita sudah dapat menjalankan Apache server. Hanya saja saat memanggil Apache server dari web browser perlu ditambahkan angka port tersebut pada URL sehingga menjadi http://localhost:85.

Joy Trip to Padalarang

Sabtu itu aku numpang browsing artikel-artikel tentang sejarah KA Parahyangan pake internet-nya Adi. Aku tertarik dengan rute yang dilalui KA Parahyangan yang kabarnya sangat menarik dan melalui pemandangan alam yang indah. Terus terang, aku baru sekali naik KA Parahyangan dari Jakarta ke Bandung. Itu pun berangkat dari Jakarta sudah pukul 16.30. Ketika sampai di wilayah pegunungan daerah sekitar Cisaat, Cikubang, Padalarang, dsb, sudah malam hari, sehingga pemandangan di luar tidak tampak. Padahal di daerah-daerah tersebut terdapat pemandangan yang menarik seperti di Cisaat terdapat terowongan yang panjangnya sekitar 1 km dan di daerah Cikubang terdapat jembatan yang cukup tinggi dan panjang ratusan meter melintasi perbukitan.

Lalu iseng-iseng di tengah-tengah ngenet aku ngomong ke Adi, “Di, jalan-jalan ke Padalarang yok!”. Ternyata Adi pun menyambut baik ajakanku. Oke, siang itu juga kami langsung ngajak Khairul dan Kamal ikut jalan-jalan ke Padalarang naik KRD.
Dari kontrakan kami berangkat ke Stasiun Hall. KRD ekonomi ke Padalarang perjalanan berikutnya ternyata baru ada pukul 16.08. Oke, nggak masalah buat kami. Sebagai salah seorang railfan, waktu menunggu kedatangan kereta itu aku manfaatkan untuk menikmati pemandangan kereta api yang lalu lalang di Stasiun Hall. Kebetulan aku masih sempat melihat persiapan keberangkatan KA Malabar tujuan Malang. Kemudian ada juga langsiran lokomotif jenis BB yang baru saja pulang mengantarkan rangkaian KA “Argo Peuyeum” dari Cianjur.

Langsiran Lokomotif KA "Argo Peuyeum"

Langsiran Lokomotif KA "Argo Peuyeum"

Akhirnya KRD Ekonomi tujuan Padalarang tiba sekitar pukul 16.05. Gerbong satu penuh, gerbong dua penuh, … sampai akhirnya lewat entah gerbong ke berapa, dan Alhamdulillah ternyata … sepi! Langsung saja tanpa ragu kita langsung naik ke atas kereta. Tidak berapa lama kemudian KRD melanjutkan perjalanan lagi ke Stasiun Ciroyom.

Bagi temanku, Khairul, naik KRD Ekonomi ini menjadi pengalaman naik kereta pertama kali bagi dirinya. Dia berasal dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Di Sumatera Barat kereta api memang bukan angkutan massal yang populer. Kereta api di sana lebih diarahkan sebagai kereta wisata, sejauh yang aku tahu. Dia tampak menikmati perjalanan dan melampiaskan penasarannya dengan kereta api dengan berjalan-jalan di dalam kereta api.

Sampai di Stasiun Padalarang (PDL) sekitar pukul 17.00. Kami langsung Sholat Ashar di masjid di dalam stasiun tersebut. Ada yang unik di toilet di dekat masjid di dalam Stasiun PDL itu, yaitu ada tulisan “Toilet Gratis” di dekat pintu masuk toilet. Tapi di pintu kamar mandi ada tulisan lagi “Toilet Gratis Bagi Pengguna Jasa Kereta Api”. Benar saja, setelah kami keluar dari toilet kami diminta untuk menunjukkan karcis kereta kami. Untungnya karcisnya belum kami buang… 😛

Selesai sholat ternyata di jalur 2 Stasiun PDL telah stabling KA “Argo Peuyeum” yang akan melanjutkan perjalanan ke Stasiun Cianjur dari Stasiun Ciroyom. Menurut jadwal di stasiun, KA tersebut akan berangkat pukul 17.12 dari Stasiun PDL. Sebenarnya kami ingin melanjutkan perjalanan dengan kereta lagi, entah baik itu ke Purwakarta atau ke Cianjur untuk sekedar melihat pemandangan sepanjang perjalanan. Tapi berhubung ternyata sudah mendekati malam, niat itu kami batalkan dan akhirnya kami cuma jalan-jalan di sekitaran Stasiun Padalarang.

Narsis di sawah Padalarang

Narsis di sawah Padalarang

Stasiun Padalarang langsung berhadapan dengan pasar (aku kurang tahu namanya, mungkin Pasar Padalarang). Iseng-iseng jalan menembus pasar itu. Eh, nggak taunya langsung sawah saja. Akhirnya kami jalan-jalan di tengah pematang sawah. Maklum, di Bandung jarang melihat sawah :-P. Jadi teringat kampung halaman di Malang yang dekat persawahan, hehehe. Setelah melihat sawah ini, tiba-tiba jadi terpikir olehku jangan-jangan di dekat sini ada yang jual lalapan belut. Belum pernah aku menemui lalapan belut di tempat-tempat makan di sekitaran Dago. Langsung saja kami hunting tempat makan yang jualan lalapan belut. Setelah berjalan tanpa arah, bahkan sampai Kota Baru Parahyangan, ternyata tidak kami temui. Kami pun memutuskan balik ke stasiun sambil mampir ke tempat makan seadanya.

KRD Ekonomi terakhir dari Padalarang tujuan Cicalengka via Stasiun Hall Bandung berangkat pukul 19.20. Tapi, malam itu KRD datang telat. Baru masuk Stasiun PDL sekitar pukul 19.30. Kami langsung mengincar gerbong paling depan agar bisa melihat langsiran lokomotif yang akan dirangkaikan ke gerbong paling depan. Sebelum lokomotif langsir, ternyata tepat di jalur 2 telah datang KA Argo Parahyangan dari Jakarta tujuan Bandung. Setelah KA Argo Parahyangan melanjutkan perjalanan lagi, lokomotif baru bisa langsir melewati jalur 2. KRD Eknomi akhirnya berangkat sekitar pukul 19.50.

Di Stasiun Ciroyom (kalau tidak salah) lewat KA Argo Parahyangan yang sudah balik lagi ke Jakarta gambir. Wow… sepi sekali KA Argo Parahyangan malam itu. Mungkin okupansinya hanya sekitar 5-10% untuk yang kelas eksekutif. Mungkin karena faktor malam minggu ya…

Akhirnya kereta kami tiba di Stasiun Hall Bandung sekitar pukul 20.20. Di Stasiun Hall Bandung sudah tersedia rangkaian KA Harina tujuan Semarang dan KA Lodaya tujuan Solo Balapan. Kedua KA itu meruapakan KA terakhir yang akan berangkat dari Stasiun Hall Bandung ini. Kami sendiri pun langsung pulang kembali ke kosan.

Warna-Warni Tugas Besar IF Semester 6

Kuliah semester ini selesai juga akhirnya. Hari Jumat 7 Mei 2010 kemarin adalah hari kuliah terakhir semester ini di ITB. Tetapi semester ini masih menyisakan setidaknya 2 minggu ke depan untuk masa UAS.

Bagi sebagian anak angkatan 2006, tanggal 7 Mei 2010 itu bisa jadi akan menjadi kuliah terakhir mereka di ITB. Tidak sedikit dari mereka yang meng-update status di akun facebook-nya untuk menyatakan kesedihannya akan kuliah terakhir di ITB ini. Bahkan ada seorang teman yang menyesal karena dia “gagal” mengikuti kesempatan kuliah terakhir karena bangun kesiangan. Wah, wah… 😀

Bagiku sendiri dan mungkin sebagian teman-teman IF seangkatan denganku semester ini mungkin adalah semester terberat di antara semester-semester sebelumnya. Hampir setiap minggu ada deadline tugas besar yang cukup menyita waktu. Mulai dari kuliah Interaksi Manusia Komputer (IMK), Intelegensia Buatan (IB), Kriptografi, dan Pemrogaman Internet (Progin), serta mungkin kuliah lain di samping kuliah utama semester 6 ini yang disebutkan barusan. Tetapi di situlah aku benar-benar merasakan salah satu “sensasi” menjadi mahasiswa. Aktivitas “menubes” itu juga sangat berperan dalam mengubah pola tidur dan makanku. Seringkali dalam “menubes” itu kami baru tidur sekitar waktu dinihari, kadang-kadang juga sampai lupa atau menunda makan karena saking hectic-nya dalam “menubes”.

Bicara tentang makan dalam aktivitas “menubes”, kami sepertinya memang perlu adanya sukarelawan untuk menjadi “sie konsumsi”… hehehe. Serius lho ini. Sie konsumsi ini bertugas untuk membelikan makanan buat teman-teman sekelompoknya. Dengan demikian, kebutuhan jasmani para anggota kelompok tetap terpenuhi. 😛

Makan dulu...

Makan dulu...

Tertidur

Tertidur

Mengoding

Mengoding

Foto untuk cover tubes kriptografi

Foto untuk cover tubes kriptografi

Sepanjang semester ini rumah kontrakan kami menjadi homebase untuk pengerjaan tugas besar. Tidak jarang bisa sampai 3 kelompok mengerjakan bersama di kontrakan kami ini. Nah, repotnya waktu tidur. Karena kontrakan kami tidak cukup luas, akhirnya terpaksa tidur berjejer kayak ikan pindang dijemur… hehehe.

Efek lain dengan dijadikannya kontrakan kami sebagai homebase adalah tentu saja tagihan listrik jadi melonjak! Bulan Maret yang lalu di mana juga merupakan puncak-puncak tubes, tagihan listrik kontrakan kami melonjak hingga sekitar 80% dari rata-rata bulan biasanya. Wow…

Tetapi di balik itu semua sebenarnya pengalaman “menubes” ria ini akan menjadi pengalaman yang akan selalu dikenang. Suka duka selama tubes dijalani bersama-sama. Tubes kuliah Pemrograman Internet ke-5 yang dikumpulkan pada hari jumat 7 Mei yang lalu mengakhiri rangkaian tugas besar semester ini. Sekarang saatnya mempersiapkan UAS selama 2 minggu ke depan. Semester depan aku sudah menginjak tingkat IV. Wah, tak terasa ternyata kesempatanku belajar di ITB tinggal sebentar lagi… hiks.. hiks…

BumpTop 3D Desktop Technology

Desktop yang terlihat benar-benar seperti nyata dengan antarmuka 3D?  Sebaiknya Anda perlu segera mencoba aplikasi BumpTop 3D ini. Aplikasi ini sebenarnya sudah lama diperkenalkan oleh Anand Agarawala,pengembang teknologi tersebut, pada tahun 2007 dalam suatu konferensi TED  (lihat video). Aplikasi itu sendiri telah dirancang untuk dapat berjalan pada lingkungan Mac dan Windows. Fitur-fitur yang disediakan adalah icon piles, di mana pengguna dapat memanajemen ikon atau berkas-berkas yang diletakkan di desktop. Lalu ada fitur photo pin-ups, di mana pengguna dapat “menempel” atau “menggantung” suatu berkas, ikon, atau foto pada “dinding” virtual pada desktop. User experience lain yang ditawarkan aplikasi ini adalah pengguna dapat secara mudah melakukan drag and drop berkas-berkas atau ikon pada desktop dengan memberikan efek seperti pada di dunia nyata. Misal, melempar berkas ke “dinding”, maka berkas tersebut akan memantul.

Setelah tanggal 7 Mei 2010 aplikasi BumpTop ini tidak akan available secara bebas lagi untuk pengguna karena BumpTop sekarang telah diakuisisi oleh Google  dan kemungkinan aka diadopsi sebagai standard desktop dalam Google Chrome OS. Jadi, bagi Anda yang belum sempat mencobanya dan berminat terhadap aplikasi ini bisa mengunduhnya pada link ini. Aplikasi ini sebenarnya berbayar. Dengan membeli aplikasi ini Anda akan dapat menjadi pro user yang akan mendapatkan fitur-fitur yang lebih daripada pengguna biasa. Installer tersedia untuk lingkungan Mac dan Windows. Setelah tanggal 7 Mei 2010 link untuk mengunduh tersebut akan ditutup.

BumpTop Desktop 3D

BumpTop Desktop 3D