Monthly Archives: December 2013

2013 in Review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 74,000 times in 2013. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 3 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Advertisements

Color Me Run

Hari Minggu kemarin (29/12) OZ Radio Bandung mengadakan event lari yang berjudul OZ Color Me Bdg (OZCMBDG). Bedanya dengan event lari yang lain adalah pada event lari ini tidak ada yang namanya cepet-cepetan lari untuk menjadi juara 1, 2, 3, dan seterusnya. Event ini murni untuk fun, dan diselenggarakan dalam rangka ulang tahun OZ Radio Bandung yang ke-42.

Ketika Rizky memberikan info event ini, pikiranku langsung tertuju pada The Color Run yang memiliki konsep serupa. Kupikir event ini diselenggarakan oleh The Color Run Indonesia, ternyata bukan. Biaya registrasi OZCMBDG ini Rp100.000, jauh lebih murah daripada event The Color Run 5K Jakarta, Rp225.000, yang akan diadakan minggu terakhir Januari 2014 nanti.

Aku pun ikut saja acara ini. Jarang-jarang ada event lari di Kota Bandung. Race pack-nya juga tampak menarik. Dapat kaos, handuk, tas race pack dari Niion, dan mie Nissin. Selain itu ada berbagai door prize menarik yang disediakan (sayangnya aku nggak dapat, hiks hiks). Aku ikut bersama 3 orang teman. Baru kali ini aku ada berengan event lari sampai 3 orang, hihi.

Start dan finish mengambil tempat di gerbang Balai Kota Bandung. Rutenya dari balai kota belok menuju Jalan Jawa, lalu belok lagi ke Jalan Sumbawa, Belitung, Banda, Diponegoro, Juanda, dan sampai di balai kota lagi. Sayangnya, color zone yang sebenarnya menjadi magnet utama event lari ini cuma tersedia dua spot saja sepanjang rute ini. Bayanganku minimal setidaknya ada dua zona lah.

Terlepas dari itu, menyenangkan juga ya ternyata lari tanpa diburu-buru waktu. Jarak 5K menjadi terasa sangat pendek dibandingkan dengan kenikmatan mengeluarkan keringat (halah haha). Apalagi sepanjang rute yang dilalui bertebaran pohon-pohon besar nan rindang di pinggir jalan, memberikan kesejukan bagi para pelari. Di dua spot color zone itu kita dilempari serbuk-serbuk warna oleh panitia. Namun, color zone itu adalah pilihan. Bagi peserta yang tak ingin kena lempar serbuk warna-warni itu, bisa mengambil lajur ‘aman’ yang disediakan.

Alhasil setelah finish, kaos dan celana lari pun penuh dengan bercak-bercak berwarna-warni. Rambut, kulit tangan, kaki, dan sepatu pun juga tak luput dari serbuk berwarna-warni itu. Sudah kayak orang gila aja nih penampilan. Sebelum pulang kan kami sempat mampir di Pujasera Merdeka. Sepanjang jalan orang-orang pada melihat ke arah kita, haha. Untungnya kami jalan berempat. Kalau sendirian pasti makin malu-maluin, haha.

Hadew… sekarang repot nyucinya nih. Katanya sih noda-noda warna ini (dari tepung tapioka) gampang dibersihinnya. Let’s see.

Dago Pagi Ini

Tumben-tumbenan pagi tadi sekitar pukul 7 jalanan Dago bisa sepi banget. Mungkin karena hari ini tanggal merah karena bertepatan dengan hari Natal. Kalau hari biasa, pasti ramai banget di sini orang-orang pada berangkat ke sekolah atau kantor. Kalau hari minggu, tetap ramai juga karena warga tumplek blek di sini untuk menikmati car free day.

Makanya, pas banget tadi aku memutuskan untuk lari pagi di jalanan Dago ini. Jadi bisa merasakan sejuknya kawasan Dago. Selain karena banyaknya pepohonan rindang di sepanjang jalan sana, juga karena masih sedikit asap kendaraan yang beredar di sana. Biasanya aku lari pagi di lapangan SARAGA (Sasana Olahraga Ganesha).

Cukup banyak juga ternyata yang berolahraga pagi di area Dago ini. Definisi “cukup banyak” di sini, maksudnya paling nggak ada 10 orang lah yang kulihat. Kebanyakan sih bersepeda, lainnya cuma ada 1-3 orang yang lari pagi.

Ada pemandangan berbeda yang menarik perhatianku. Pertama, di sepanjang median jalan dipasang pot-pot besar berisikan pohon. Kalau tidak salah, pot-pot itu baru dipasang awal pekan ini (baca beritanya di sini). Kedua, tempat-tempat sampah bukan terbuat dari fiber/tong lagi, melainkan berupa kantong keresek yang terbuat dari bahan tapioka. Kalau yang satu ini, sudah agak lama sih diluncurkannya. Sekitar minggu kedua bulan Desember ini (baca beritanya di sini). Kerenlah, bener-bener Go Green sekarang mah!

Pot-pot di median jalan

Pot-pot di median jalan kawasan Dago

Tempat sampah dari kantong keresek berbahan tapioka

Tempat sampah dari kantong keresek berbahan tapioka

Aplikasi Halal Locator

Sebulan yang lalu sebelum berangkat trip ke Penang, Malaysia, aku tiba-tiba kepikiran ada nggak ya aplikasi Android untuk mencari restoran halal. Malaysia walaupun negaranya mayoritas (lebih dari 50%) berpenduduk muslim, tapi tetap saja aku merasa perlu untuk meyakinkan diri bahwa makanan-makanan yang akan kukonsumsi adalah halal.

Apalagi dari review-review yang kubaca di internet terkait wisata kuliner di Penang ini menceritakan bahwa beberapa rumah makan di sana, terutama masakan-masakan China, menyajikan makanan non halal. Tapi salutnya dari pengalaman beberapa traveler ketika mereka akan membeli makanan di sana, oleh pelayan/pemilik beberapa rumah makan di sana ia diperingatkan bahwa makanan yang disajikan di sana adalah non halal.

Kembali ke pencarian aplikasi Android tadi. Eh, ternyata ada lho aplikasi halal locator di Google Play. Ada beberapa, dan yang mendapatkan rate di atas 4 (skala 5) ada aplikasi Halal dan Sri Lanka Halal Product Finder. Well, coverage-nya memang tak seluruh negara di dunia. Aplikasi yang kedua kusebutkan, dari namanya sudah kelihatan lah ya… dia khusus negara Sri Lanka saja. Aplikasi yang pertama, Halal, ternyata hanya mencakup wilayah Malaysia saja. Tapi itu pas banget dengan yang kubutuhkan.

Aku tidak begitu tahu apakah aplikasi ini ada hubungannya dengan MUI-nya Malaysia atau tidak. Tapi di aplikasi itu ada copyright milik HDC (Halal Industry Development Corporation). Apa itu HDC? Silakan baca penjelasan lengkapnya di sini. Singkatnya sih, HDC ini adalah sebuah lembaga yang didirikan oleh pemerintah Malaysia untuk mendorong perkembangan industri halal di Malaysia. Terkait dengan industri halal ini, Malaysia tampaknya memang menunjukkan keseriusannya sih. Mereka ingin menjadi role model dan bahkan leader di industri halal internasional, salah satunya melalu World Halal Forum.

Ok, balik lagi ke aplikasi tadi. Yang jelas direktorinya memang benar-benar lengkap. Hanya saja aku kurang begitu tahu apakah direktori itu terus diperbaharui ataukah tidak. Melalui aplikasi itu, pengguna bisa melakukan pencarian berdasarkan keyword tertentu, di negara bagian tertentu, dan ukuran perusahaan (UKM kah, sedang kah, atau multinasional).

Ini dia beberapa screenshoot dari aplikasi Halal tersebut.

Screenshoot di atas diambil dari menu Directory. Itu berguna sekali ketika kita mau ngecek apakah suatu produk atau restoran sudah tersertifikasi halal atau tidak. Nah, bagaimana kalau kita ingin mencari daftar restoran halal di dekat kita. Di aplikasi ini ada fitur Nearby. Halal locator lah istilah kerennya.

Sayang aku nggak sempat mengambil screenshoot-nya waktu di Penang kemarin. Baru kuambil saat sudah berada di Bandung ini. Tentu saja nggak muncul hasilnya lah, hihi.

Search nearby

Search nearby

It really works. Aku lumayan terbantukan sewaktu kelaparan mencari rumah makan saat jalan-jalan di Georgetown, Penang, sebulan yang lalu. Sebenarnya konsepnya miriplah sama aplikasi semacam foursquare, toresto, atau aplikasi pencari tempat makan yang lain. Cuma ini lebih spesifik ke produk halal (yang sudah tersertifikasi).

Sayang euy di Indonesia belum ada aplikasi semacam ini. Mungkin masih belum merasa perlu ya kita. Kalau di negara di mana umat muslimnya adalah minoritas, jelas akan sangat diperlukan aplikasi semacam ini. Semoga dari World Halal Forum tadi mampu membuat direktori produk-produk dan restoran halal di seluruh dunia kalau bisa. Dan semuanya itu bisa diakses dari satu aplikasi yang sama, jadi tidak perlu menginstal satu aplikasi tiap satu negara, hehe.

Google Location History

Aku baru tahu belakangan ini bahwa Google ternyata memiliki fitur location history setelah membaca artikel di TechChrunch ini kemarin. Sebenarnya sekitar 1-2 minggu yang lalu juga pernah membaca artikel serupa, cuma lupa di website mana. Nah, di artikel TechCrunch itu disebutkan bahwa sebenarnya fitur ini tuh sudah ada sejak 4 tahun yang lalu. Wew, kenapa aku bisa baru tahu. 😯

Location history itu bisa diakses di alamat https://maps.google.com/locationhistory. Ini dia salah satu screenshoot dari location history punya ane.

Riwayat lokasi

Riwayat lokasi

Location history ini bisa kita lihat secara detail per tanggal dan bahkan juga per jam. Jadi pada tanggal sekian jam sekian kita berada di mana, Google sudah merekamnya ternyata.

Google tahu dari mana? Jika Anda adalah seorang pengguna Android, ketika melakukan setup account pertama kali di hp Anda, pasti akan muncul prompt dengan tulisan “Google wants to know your location” atau “Google could transmit your location…” atau yang semacamnya (aku lupa tepatnya). Nah, bila Anda menyetujuinya, artinya pada saat-saat tertentu Google bisa saja mengakses lokasi Anda dan mengirimkannya ke server Google. Selain di initial setup, opsi pengaturan izin akses lokasi ini dapat diubah kapanpun di menu Settings. Aku kurang begitu tahu apakah di device lain selain Android, apakah Google melakukan hal serupa (baca: meminta akses lokasi).

Alasanku kenapa aku memilih menghidupkan servis Google ini sebenarnya sebagai tindakan preventif saja sih seandainya aku terkena musibah hp hilang, dicuri orang, dan sebagainya. Nah, lucunya aku baru tahu jika ternyata Google juga menyediakan ‘fasilitas’ untuk melihat riwayat lokasi kita itu. Kelebihan lainnya jika menghidupkan servis lokasi ini, Google bisa menebak di mana rumah dan tempat kerja/sekolah/kampus kita berdasarkan rutinitas kita sehari-hari.

Tahu kan fitur “Google Now” yang diunggulkan Google sebagai saingannya Siri-nya Apple, yang berperan (seolah) sebagai asisten pribadi. Nah, di fitur Google Now itu Google akan menanyakan apakah alamat ini tuh rumah kita atau kantor kita. Kalau kita mengiyakan atau mengoreksinya, besok-besoknya Google akan memberikan reminder jam berapa kita berangkat kerja dan jam berapa kita waktunya pulang, serta rekomendasi jalan mana yang sebaiknya kita lalui, berdasarkan ya rutinitas tadi. Pernah suatu saat aku stay di hotel di Kuala Lumpur beberapa hari karena ada urusan kerja, eh, hebatnya dia bisa langsung meng-adjust di mana “home” dan di mana “work”.

Mind blowing bukan? 😀

Nah, setelah mengetahui itu kadang-kadang aku merasa ngeri sendiri. Di sisi lain aku memang merasa terbantukan dengan adanya “asisten” pribadi ini. Tapi di sisi lain tetap saja aku merasa khawatir dengan disalahgunakannya data pribadiku ini (kayak orang penting aje, haha). Tahu sendiri kan beberapa waktu lalu sempat heboh berita penyadapan di Indonesia-Australia dan beberapa negara lainnya. Thanks to Edward Snowden yang telah membocorkan informasi-informasi “sakral” terkait dengan dunia perintelijenan.

Yep, itulah teknologi yang terkadang bisa menjadi pisau bermata dua. Yang penting perlu dicamkan sih bahwa sekarang ini kita hidup di zaman di mana informasi mudah didapat. Karena itu, kita perlu bijak membagikan suatu informasi. Di halaman location history itu kita bisa menggunakan fitur hapus riwayat, baik per lokasi, per hari, ataupun seluruh riwayat, jika kita tidak ingin riwayat lokasi kita diketahui oleh Google. 😀

Undian 16 Besar Liga Champions Dimanipulasi?

Well, sampai gatal nulis ini di blog (selain karena bingung cari topik untuk ditulis di blog :D) gara-gara tiba-tiba beredar twit-twit secara viral mengenai isu “CL Draw Manipulation” di Twitter. Sumber twitnya ternyata berasal dari akun Twitter @uefacorruption.

Ini dia skrinsyut twit-twit dari akun tersebut:

Twit-twit @uefacorruption

Twit-twit @uefacorruption

Skrinsyut di atas aku ambil sekitar pukul 21.00 WIB. Undian Liga Champions (Champions League) berlangsung pukul 18.00 WIB atau 20 jam setelah twit tersebut diketik. Mind blowing bukan? 😀

Apalagi ada hasil undian yang cukup membuat fans-fans Barcelona, Manchester City, Arsenal, dan Bayern Muenchen mengernyitkan dahi. Bagaimana tidak, tim kesayangan mereka bakal menghadapi lawan yang sangat berat. Wah, ini pasti ada apa-apanya nih. Pasti ada rekayasa dari UEFA nih untuk menyajikan partai-partai big match sejak 16 besar demi kepentingan ekonomi. Atau ada rekayasa dari UEFA untuk memuluskan jalan salah satu tim. Manchester United misalnya, yang “cuma” melawan Olympiakos.

Setelah membaca twit-twit tersebut makin kuatlah dugaan orang-orang akan adanya manipulasi. Apalagi jika bukan karena twit-twit tersebut diketik 20 jam sebelum undian dilakukan. Bisa jadi sang pemilik akun ada koneksi ke dalam UEFA sehingga informasi tersebut bisa diperoleh.

Benarkah demikian? Well, I don’t think so. Kalau mau berpikir jernih, sebenarnya bisa jadi sang pemilik Twitter justru yang tengah melakukan manipulasi. Yakni manipulasi twit-twit mereka. Ini dia kemungkinan trik yang dilakukan akun tersebut:

  • Pertama, list semua possible matches untuk babak 16 besar. Ingat, dalam menentukan undian babak 16 besar ini UEFA memiliki beberapa rule, sebuah tim tidak akan bertemu dengan tim yang berasal dari grup dan negara yang sama. Karena itu, daftar kemungkinan match-nya jadi lebih sempit.
  • Kedua, akun @uefacorruption itu dibuat menjadi private account agar tak ada yang melihat twit-twit mereka sebelum “waktunya”.
  • Setelah hasil draw keluar, mereka menghapus twit-twit pertandingan yang salah. Lho bukannya walaupun twit dihapus jumlah twit yang asli akan tetap tersimpan? Ah, masa… coba aja hapus beberapa twit. Nanti jumlah twitnya juga akan berkurang kok.

Well, yang kutulis tadi adalah dugaan ya. Artinya, kalau memang ada saksi mata yang memang mengikuti akun ini dari awal, melihat langsung dia ngetwit secara tepat tanpa manipulasi, dugaanku tadi jelas-jelas salah. Berarti benar ada manipulasi di UEFA.

Sebaliknya, seandainya dugaanku benar pun tidak berarti secara otomatis membantah tidak adanya manipulasi atau corruption di tubuh UEFA. Cuma menjadikan twit-twit akun itu sebagai bukti bahwa ada manipulasi di UEFA, hmm… itu adalah sesuatu sekali, haha. Pikirku akun ini cuma cari sensasi saja untuk menjaring banyak followers. Setelah mendapatkan banyak followers, selanjutnya mungkin akun itu dijual ke mana gitu dan berganti username terserah si pembeli. Haha, just my two cents.

Drawing Piala Dunia 2014

Jumat pekan lalu (6/12) FIFA (Fédération Internationale de Football Association) bertempat di kota Mata de São João, Brazil, telah melangsungkan pengundian babak grup Piala Dunia 2014 Brazil. Hasilnya terdapat beberapa grup yang disebut-sebut grup neraka. Yang paling menyita perhatian tentu saja Grup B dan Grup D. Grup B terdiri atas dua negara raksasa Eropa, Spanyol dan Belanda, serta tim kuat Amerika Latin, Chile, dan negeri kanguru, Australia, yang tak bisa dianggap remeh. Sementara itu, Grup D terdiri atas tiga mantan juara dunia, yakni Italia (4 kali juara dunia), Uruguay (2 kali), dan Inggris (1 kali), serta tim underdog Kosta Rika.

Hasil lengkap undian babak grup Piala Dunia 2014 bisa dilihat di gambar berikut (gambar diambil dari screenshot halaman http://www.fifa.com/worldcup):

Group Stage World Cup 2014

Group Stage World Cup 2014

Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa penyelenggaraan ini berlangsung di Brazil yang memiliki iklim tropis, yang cuacanya sering tidak bersahabat dengan negara-negara beriklim 4 musim, khususnya negara-negara Eropa. Selain itu, fakta bahwa selama penyelenggaraan dilangsungkan di benua Amerika, belum pernah sekalipun kompetisi piala dunia ini dimenangi oleh negara non-Amerika Latin.

Maka dari itu, walaupun mungkin Kosta Rika adalah tim ‘tercupu’ di Grup D, bisa jadi malah akan menjadi batu sandungan untuk tim yang lain. Karena itulah Piala Dunia 2014 ini agak sukar diprediksi. Kegagalan tim-tim besar Eropa untuk beradaptasi dengan cuaca di Brazil, tentu akan berakibat berubahnya peta persaingan menuju juara.

Aku sendiri dalam piala dunia kali ini seperti biasa tetap menjagokan Italia untuk menjadi juara. Ini menjagokan lho ya… bukan prediksi. Kalau bicara prediksi juara, aku cenderung merasa bahwa Piala Dunia 2014 nanti bakal menjadi milik Brazil. Argentina dan Kolombia juga bisa memberikan kejutan (menjadi juara).

Knock-Out Stage World Cup 2014

Knock-Out Stage World Cup 2014 (sumber gambar: wikipedia)

Jalan Brazil sendiri sebenarnya nggak mudah juga. Andaikan lolos ke babak berikutnya (16 besar), Brazil berpeluang bertemu wakil dari grup B, antara Spanyol, Belanda, atau Chile. Kalau lolos babak berikutnya lagi (perempat final), besar kemungkinan bertemu Kolombia atau runner-up dari Grup D yang mungkin diisi oleh Uruguay, Italia, atau Inggris. Hmm… menarik. Bakal tersaji banyak big match nih.

Semoga saja Italia jagoan saya bisa melaju sampai ke final dan menjadi juara. Kalau gagal di babak-babak awal, mudah-mudahan jagoan nomor dua saya, Brazil, juga bisa lolos sampai ke final, hehe. Habisnya Piala Dunia 2010 kemarin nyesek banget, Italia yang kujagokan harus kandas di penyisihan. Babak-babak berikutnya pun terasa hambar karena nggak ada negara yang dijagokan lagi. Makanya perlu jagoan ‘cadangan’, hihi.

Well, masih lama juga sih Piala Dunia 2014 ini. Masih 182 hari lagi dari saat tulisan ini dibuat. Nah, ngomong-ngomong negara mana jagoan Anda di Piala Dunia 2014 nanti?