Tag Archives: balai kota

Color Me Run

Hari Minggu kemarin (29/12) OZ Radio Bandung mengadakan event lari yang berjudul OZ Color Me Bdg (OZCMBDG). Bedanya dengan event lari yang lain adalah pada event lari ini tidak ada yang namanya cepet-cepetan lari untuk menjadi juara 1, 2, 3, dan seterusnya. Event ini murni untuk fun, dan diselenggarakan dalam rangka ulang tahun OZ Radio Bandung yang ke-42.

Ketika Rizky memberikan info event ini, pikiranku langsung tertuju pada The Color Run yang memiliki konsep serupa. Kupikir event ini diselenggarakan oleh The Color Run Indonesia, ternyata bukan. Biaya registrasi OZCMBDG ini Rp100.000, jauh lebih murah daripada event The Color Run 5K Jakarta, Rp225.000, yang akan diadakan minggu terakhir Januari 2014 nanti.

Aku pun ikut saja acara ini. Jarang-jarang ada event lari di Kota Bandung. Race pack-nya juga tampak menarik. Dapat kaos, handuk, tas race pack dari Niion, dan mie Nissin. Selain itu ada berbagai door prize menarik yang disediakan (sayangnya aku nggak dapat, hiks hiks). Aku ikut bersama 3 orang teman. Baru kali ini aku ada berengan event lari sampai 3 orang, hihi.

Start dan finish mengambil tempat di gerbang Balai Kota Bandung. Rutenya dari balai kota belok menuju Jalan Jawa, lalu belok lagi ke Jalan Sumbawa, Belitung, Banda, Diponegoro, Juanda, dan sampai di balai kota lagi. Sayangnya, color zone yang sebenarnya menjadi magnet utama event lari ini cuma tersedia dua spot saja sepanjang rute ini. Bayanganku minimal setidaknya ada dua zona lah.

Terlepas dari itu, menyenangkan juga ya ternyata lari tanpa diburu-buru waktu. Jarak 5K menjadi terasa sangat pendek dibandingkan dengan kenikmatan mengeluarkan keringat (halah haha). Apalagi sepanjang rute yang dilalui bertebaran pohon-pohon besar nan rindang di pinggir jalan, memberikan kesejukan bagi para pelari. Di dua spot color zone itu kita dilempari serbuk-serbuk warna oleh panitia. Namun, color zone itu adalah pilihan. Bagi peserta yang tak ingin kena lempar serbuk warna-warni itu, bisa mengambil lajur ‘aman’ yang disediakan.

Alhasil setelah finish, kaos dan celana lari pun penuh dengan bercak-bercak berwarna-warni. Rambut, kulit tangan, kaki, dan sepatu pun juga tak luput dari serbuk berwarna-warni itu. Sudah kayak orang gila aja nih penampilan. Sebelum pulang kan kami sempat mampir di Pujasera Merdeka. Sepanjang jalan orang-orang pada melihat ke arah kita, haha. Untungnya kami jalan berempat. Kalau sendirian pasti makin malu-maluin, haha.

Hadew… sekarang repot nyucinya nih. Katanya sih noda-noda warna ini (dari tepung tapioka) gampang dibersihinnya. Let’s see.

Jogging Pagi Kontrakan—Alun-Alun Bandung

Akhirnya dengan “susah payah” rencana jogging pagi dari kontrakan menuju alun-alun kota Bandung via balai kota dan Braga terwujud juga :). Alasan kenapa aku tambahkan keterangan “susah payah” karena rencana sebelum-sebelumnya cuma berakhir menjadi sebuah kebambangan alias hoax. Yup, sudah beberapa minggu yang lalu sebenarnya aku dan dua teman sekontrakanku berencana untuk jogging pagi ke Braga, tapi selalu gagal karena susahnya anak-anak bangun subuh-subuh karena kebiasaan begadang malamnya.

Malam kemarin aku minta mereka termasuk aku tidur cepat agar bisa berangkat jogging habis subuh. Kenapa harus berangkat habis subuh, ya karena jalanan pada jam segitu masih sepi-sepinya, jadi kami bisa leluasa untuk jogging tanpa harus berhenti lari.

Kami berangkat dari kontrakan pukul 5 lewat 15 menit. Sebenarnya ini sudah termasuk siang dan lewat dari target untuk berangkat pukul 5 tepat. Langit juga sudah mulai terang dan jalanan mulai bermunculan kendaraan yang lalu lalang. Jogging pagi hari ini kami mengambil rute Sangkuriang-Tamansari-Purnawarman-Balai kota-Braga.

Orang-orang jogging di area balai kota

Orang-orang jogging di area balai kota

Dalam rute perjalanan itu kami menyempatkan mampir ke dalam area lingkungan balai kota Bandung. Masak sudah 4 tahun menetap di Bandung nggak pernah main-main ke dalam areanya, hihihi. Sebenarnya karena kami melihat banyak orang yang juga berolahraga di sana sih, jadi mumpung ramai main-main ke sana saja sekalian foto-foto.

Setelah puas foto-foto dan lari mengelilingi area balai kota serta menikmati udara sejuk dan asrinya pepohonan di sana, kami melanjutkan perjalanan lagi ke Braga. Langit sudah semakin terang. Jalanan pun semakin ramai. Jam sudah menunjukkan waktu sekitar pukul 6.15.

Jalanan Braga yang lengang

Jalanan Braga yang lengang

Akhirnya sampai juga di Braga. Kami pun berfoto-foto sejenak di sana sambil menikmati jalanan Braga yang agak lengang. Kawasan Braga ini memang terlihat sangat bersih dan trotoarnya pun nyaman untuk dilalui oleh pejalan kaki, tidak seperti beberapa trotoar di tempat lain. Selain itu, trotoarnya juga cukup lebar.

Awalnya niat kami hanya jogging pagi sampai jalanan Braga saja. Tapi kami merasa kurang puas. Cieee… pakai acara nggak puas-puasan segala ini anak-anak. Kami pun melanjutkan langkah kami menuju ke alun-alun kota melalui jalanan Asia-Afrika tentunya.

Tiang-tiang bendera Gedung Merdeka

Tiang-tiang bendera Gedung Merdeka

Di sekitaran gedung Asia-Afrika lagi-lagi anak-anak berhenti untuk foto-foto kembali. Jalanan Asia-Afrika, tepatnya di area sekitar gedung Merdeka, sudah sangat ramai ketika itu. Walaupun ada beberapa saat di mana jalanan menjadi sangat lengang. Sementara itu, alun-alun dengan menara masjid Agung-nya tampak sangat jelas dari posisi kami saat itu. Ya, jarak kami sudah 100 meteran lagi dari alun-alun.

Setelah sampai alun-alun, terus? Kami berjalan menuju area Pasar Baru untuk mencari angkot ungu yang ke Cisitu. Ya, kami langsung balik pulang dan memutuskan mencari sarapan di daerah Cisitu saja karena ada banyak pilihan. Hmm… lumayanlah jogging pagi hari ini, cukup membakar kalori. Habis ini sepertinya mau merutinkan lari pagi di lapangan SARAGA saja, hehehe.