Monthly Archives: February 2012

Siapa Ikon Teknologi Kita?

Menarik juga ketika beberapa hari yang lalu di pertemuan kuliah Filsafat Ilmu sempat dibahas mengenai posisi ilmu dalam era kontemporer seperti sekarang ini di mana ilmu tidak lagi sebagai sebuah sarana yang digunakan manusia untuk mencapai tujuan hidupnya. Namun, bahkan ilmu kini digunakan untuk mencapai tujuan hidup itu sendiri.

Ya, ilmu dan teknologi kini telah menjadi primadona yang menempati posisi atas dalam kehidupan manusia. Bahkan suatu negara dipandang sebagai negara maju ketika “peradaban”-nya mampu menghasilkan suatu produk teknologi yang “mutakhir”.

“Peradaban” Finlandia mampu membentuk perusahaan dan produk raksasa bernama Nokia, Perancis dengan Airbus, Amerika dengan Boeing, Apple, Microsoft, dan kini Facebook. Lalu Jepang dengan ToyotaHonda, dan Yamaha, dan Korea Selatan dengan  Samsung dan Hyundai misalnya.


SteveJobs of Apple [1]

(1) SteveJobs of Apple

Tidak hanya perusahaan atau produk raksasa saja, beberapa negara itu juga memiliki tokoh-tokoh teknologi yang menjadi kebanggaan negeri itu dan memberikan inspirasi kepada banyak orang di negeri itu bahkan di belahan negara lain pula. Di antaranya adalah Steve Jobs dengan inovasi-inovasi IT-nya di Apple, Bill Gates yang seorang mahasiswa DO namun mampu menciptakan inovasi IT melalui Microsoft-nya, Linus Trovalds yang merintis Linux. Kalau di Asia ada Soichiro Honda yang merintis pabrikan otomotif Honda  , dan lain-lain yang bisa kita cari infonya di internet.

(2) BJ. Habibie

(2) BJ. Habibie

Hmm … lantas kalau di Indonesia? Hampir semuanya mungkin sepakat bahwa Pak Habibie-lah yang layak disebut bapak teknologi kita. Ketika zamanku masih SD, beberapa teman ketika ditanya ingin jadi seperti siapakah mereka kelak ketika besar, sebagian menjawab: “Aku ingin menjadi seperti Pak Habibie! Biar bisa nyiptain pesawat terbang sendiri.” Seriously, ada temanku yang menjawab seperti itu. Mungkin karena Habibie terkenal ahli di bidang pesawat terbang yang teknologinya dianggap teknologi tinggi.

(3) Pesawat N250

(3) Pesawat N250

Selain itu, mungkin juga karena bangsa kita sedang bangga-bangganya dengan produk pesawat buatan anak bangsa N250 yang peluncuran terbang perdananya dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1995. Tanggal tersebut kemudian diabadikan sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional negara kita. Pesawat N250 bukanlah pesawat main-main dengan menjadi yang pertama (dan mungkin satu-satunya kah?) yang menggunakan teknologi ‘Fly by Wire’. Habibie sendiri sebelumnya juga pernah mengemukan sebuah teori  yang dikenal dengan teori crack progression yang telah diakui dunia. Kalau soal itu mungkin anak jurusan teknik penerbangan atau aeronoutika lebih tahulah.

Nah, sekarang apakah generasi muda kita mengenali sosok Habibie ini? Masih adakah yang mengidolakan beliau, ingin mengikuti jejak beliau? Jangan-jangan adik-adik kita ternyata lebih mengenali dan mengidolai artis-artis boyband atau girlband Indonesia yang lagi booming?

Siapakah tokoh teknologi yang bakal menjadi penerus Habibie ini yang bisa dibanggakan oleh negara ini? Yang dapat menginspirasi generasi mudanya untuk membangun bangsa ini? Orang itu adalah Anda, Anda, dan Anda … yak benar, Anda. 😀

(Sumber gambar: 1, 2, 3)

Bonci Versi 2.0

Yak inilah dia kucing kesayangan kontrakan kami. Namanya Bonci. Berasa pernah dengar ya sebelumnya? Iya, sekitar setahun lebih yang lalu kami juga pernah punya anak kucing dengan nama yang sama. Hal itu juga pernah ku-post di artikel terdahulu di sini.

Bonci versi 2.0 in action

Bonci versi 2.0 in action

Kenapa dinamai Bonci lagi? Jangan tanyakan itu kepadaku karena Wafi — salah satu teman sekontrakanku — yang menamainya :P. Ya, di antara para penghuni kontrakan kami, Wafi memang yang paling perhatian sama kucing. Dan Bonci “versi 2.0” ini adalah satu-satunya the survivor di antara anak-anak kucing lain seangkatannya yang dilahirkan oleh si Kuma. Pemberian nama “Bonci versi 2.0” sebenarnya juga menunjukkan bahwa Bonci berada di bawah peliharaan sekumpulan anak-anak Informatika, hehehe.

Masa-masa sulit di mana kami — khususnya Wafi — harus bolak-balik membersihkan kotoran dan air pipisnya yang suka sembarangan kini berangsur-angsur mulai terlewati. Si Bonci versi 2.0 ini mulai tumbuh menjadi kucing yang lovely dan menggemaskan. Paling suka memang ngelus-ngelus bulunya si Bonci ini, hehehe. Kalau lagi suntuk, entah kenapa setiap ngelus-ngelus bulunya Bonci ini jadi bikin rileks.

Si Bonci ini punya kebiasaan tiap salah seorang dari kami keluar kontrakan, dia selalu mengikuti ke mana kami pergi walaupun paling jauh biasanya cuma 20-30 meteran. Tapi sewaktu kami keluar bertiga, dia tiba-tiba mengikuti kami berjalan hingga ratusan meter sampai ke kosan teman.

Bukan cuma kami yang suka main-main dengan si Bonci. Anak kecil tetangga depan rumah juga suka ngajak main si Bonci, minimal sekedar ngelus-ngelus. Tak hanya anak itu, ayahnya ternyata juga suka tiba-tiba manggil-manggil si Bonci, terus dielus-elus. Hahaha … Bonci, bonci … 😀

 

Kekuatan Amal-Doa dan Manajemen Barat

Beberapa hari aku mendengarkan tausiyah pagi di Radio Streaming Eramuslim di sini. Ada satu atau dua buah paragraf mungkin yang disampaikan oleh sang ustadz yang membuatku merenung.

Di “kehidupan modern” ini seringkali manusia tersibukkan oleh urusan dunia. Dan di tengah kesibukan dengan urusan dunia itu seringkali kita sebagai umat Islam terlena, tertipu daya, dan terlupakan pada kekuatan amalan ibadah dan doa.

Kita telah terpengaruh oleh pola manajemen Barat, yang merupakan produk pola pikir kapitalisme, di mana semua hasil dari pekerjaan dipahami secara rasional sebagai serba sebab-akibat. Semakin giat kita bekerja, semakin banyak rezeki yang kita dapatkan.  Begitu mungkin yang ada di pemahaman mereka. Paham Barat yang serba sebab-akibat itu jelas telah nyata mengabaikan faktor Sang Pencipta sebagai penentu, bertentangan dengan Islam yang memahami bahwa semua yang terjadi di dunia ini merupakan atas seizin Allah.

Memang kalau kita lihat, banyak dari mereka penganut manajemen Barat itu yang sukses dalam usahanya. Namun, perlu disadari bahwa itu hanyalah materi saja. Seseorang yang tidak mengimbangi usaha “keduniaan”-nya dengan ibadah kepada Allah, berpeluang kehilangan keberkahan pada rezekinya itu. Selain itu pula, jiwa dan keimanan seseorang itu menjadi kering bahkan hampa.

Hidup di dunia ini hanya perjalanan sementara, bukan tujuan. Oleh karena itu, jangan sampai kita tersilaukan dan takjub pada nikmat dunia ini. Sedih juga ketika kita misalnya menunda sholat karena menganggap pekerjaan kita lebih penting untuk diselesaikan terlebih dahulu, jumlah shodaqoh masih setaraf kertas bergambar orang bawa golok dan bukannya kertas bergambar orang berpeci padahal di sisi lain kita tak segan membelanjakan harta kita untuk jalan-jalan atau keperluan lain.

Yah … ini merupakan sebuah tulisan yang dibuat dari hasil mendengarkan siaran radio Eramuslim itu ditambah dengan sedikit sindiran, renungan, dan muhasabah untuk pribadi agar jangan sampai pribadi ini terjerembab dalam kesibukan dan tipu daya dunia.

[Video] BWF Coach Education Level 1

Ada kabar baik nih bagi para pecinta badminton. BWF (Badminton World Federation) sekitar 4 hari yang lalu baru saja mengunggah sejumlah video tutorial atau pelatihan untuk permainan badminton di YouTube. Bagi yang tak tergabung dalam suatu klub profesional badminton apapun, seperti saya ini, video ini sangat membantu saya untuk mengenali dan memahami teknik-teknik pukulan dan taktik-taktik dalam permainan badminton. Walaupun saya bukan pemain “beneran”, setidaknya apa yang saya tonton di video itu bisa saya praktikkan sewaktu bertanding melawan teman-teman di main rutin tiap minggu.

Lalu, ada apa saja video pelatihan itu? Ada banyak. Mulai dari penjelasan mengenai beberapa macam pemanasan (warm up) yang perlu dilakukan sebelum bermain badminton, cooling downmovement (pergerakan) menerima shuttle cock, teknik-teknik pukulan forehand/backhand, strategi service and return, hingga pengenalan taktik-taktik bermain tunggal, ganda wanita, ganda putra, dan ganda campuran. Untuk masing-masing materi, durasi videonya berkisar 1-3 menit.

Ini dia salah satu video coaching mengenai taktik permainan rally di ganda putra.

Ok, let’s learn and practice it! Enjoy badminton! 😀

Kuliah Filsafat Ilmu

Salah satu mata kuliah semester ini yang aku ambil adalah Filsafat Ilmu. Bobot kuliah ini “hanya” 2 SKS dan dalam satu minggu hanya ada tatap muka sekali selama 100 menit.

Menarik juga di ITB yang notabene kampus teknik, ada mata kuliah filsafat yang tak ada sangkut pautnya dengan engineering. Kalau di ITB, mata kuliah-mata kuliah seperti itu masuknya ke kelompok Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang bobotnya biasanya cuma 2 SKS. Namun, aku termasuk yang jarang mengambil kuliah MKDU.

Di semester 10 ini akhirnya aku berkesempatan untuk mengambil kuliah Filsafat Ilmu. Untungnya walaupun kuliah ini diberikan di kampus teknik, namun pengajarnya memang yang berkompeten di bidang filsafat karena memang pernah mengenyam pendidikan di jurusan filsafat.

Awal perkenalanku dengan dunia filsafat bermula saat SMP kelas 3 dipinjami buku tentang pemikiran-pemikiran KH. Misbach yang seorang komunis muslim. Kemudian, ketika SMA, semasa di aktif di Rohis aku bersama teman-teman juga pernah mengkaji mengenai sejarah filsafat Islam, khususnya mengenai perselisihan tentang konsep Qadla dan Qadar di para pemikir Islam dulu.

Sebenarnya aku kurang terlalu suka dengan bidang ilmu filsafat. Mungkin karena terlalu banyak perdebatan di dalamnya. Tapi entah kenapa, mengikuti atau membaca tentangnya selalu menarik, walaupun kadang-kadang bikin pusing, hehehe.

Pusing. Itu juga yang kurasakan saat pertemuan kedua kuliah kemarin. Topiknya sih masih seputar perkenalan ilmu filsafat itu sendiri. Nah, pada pertemuan kedua kemarin dari yang semula topiknya membahas mengenai “APA ITU ILMU”, tiba-tiba karena ada satu atau dua pertanyaan dari mahasiswa, lalu bahasannya tiba-tiba melebar ke topik humanisme, kapitalisme, sosialisme, paganisme, dll. Jadi bahasan kemarin itu muteerrr … entah ke mana. Tapi seru juga sih.

Kalau sudah demikian, 2 SKS untuk kuliah Filsafat Ilmu pun rasanya sangat kurang. Materi bahasan yang sedemikian banyaknya, tak cukup bila disampaikan dalam waktu 100 menit kali sekitar 14 pertemuan dalam sesemester. Hmm … tak sabar untuk segera masuk ke bahasan filsafat Barat dan Islam. 😀

 

Company Outing ke Citarik

Sekitar dua minggu lalu sepulangnya dari Malaysia, siangnya ba’da Sholat Jumat aku bersama teman-teman kantor Mobilus dan Javan — dua perusahaan startup anak-anak IF’04 — pergi jalan-jalan ke Citarik, Sukabumi. Perjalanan ke Citarik dari Bandung memakan waktu kurang lebih 5 jam dengan bus. Kami yang meninggalkan Bandung pukul 4 sore baru tiba sekitar pukul 9 malam.

Tempat istirahat

Tempat istirahat

Camp tempat kami menginap dan pihak EO yang mengurusi segala kebutuhan kami selama di Citarik ini namanya adalah Kaki Langit. Sesampainya di Kaki Langit Camp kami langsung disuguhi makan malam dengan menu lalapan ikan (sayangnya aku nggak tahu nama ikannya, hehehe). Kami juga sudah disiapkan satu rumah panggung untuk tempat kami beristirahat. Tenang saja, laki-laki dan perempuan tidak dicampur kok tempat istirahatnya. Di rumah itu juga tersedia kamar yang diperuntukkan bagi yang perempuan.

Kami baru memulai kegiatan keesokan harinya. Subuh-subuh kami sudah bangun untuk menunaikan sholat Subuh dan setelah itu menikmati suasana pagi di desa yang masih asri ini dengan duduk-duduk mengobrol sambil menyeruput secangkir kopi.

Suasana pagi di Kaki Langit Camp

Suasana pagi di Kaki Langit Camp

Tak terasa waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 6 pagi tapi matahari belum menampakkan batang hidungnya. Tak lama kemudian hujan gerimis pun turun. Untungnya itu tak berlangsung lama. Mungkin sekitar 30-45 menit. Setelah itu hujan benar-benar reda. Kami pun langsung keluar untuk bermain bola di lapangan yang ada di belakang Kaki Langit Camp ini.

Main sepakbola

Main sepakbola

Puas main sepakbola, kami kembali ke penginapan untuk mengisi energi alias sarapan pagi. Menu sarapan pagi saat itu adalah nasi goreng.

Setelah sarapan pagi, kegiatan kami berikutnya adalah main PAINTBALL! Wow, ini adalah kali pertama aku main paintball. Sebelumnya aku cuma pernah main airsoft gun saja semasa SMA dulu. Dan pengalaman paling menyenangkan adalah saat main airsoft gun ketika Bedhol Bhawikarsu di Tutur saat kelas XII dulu dengan “medan perang” ketika itu adalah kawasan hutan di sebuah desa di Tutur sana.

Sebelum main, kami di-briefing terlebih dahulu oleh Aa’ dari Kaki Langit. Kami dijelaskan perlengkapan paintball, cara menggunakannya, aturan permainan, dan bagaimana menentukan pemenangnya.

Masa “pertempuran” diberi waktu 30 menit dengan masing-masing “tentara” dipersenjatai 30 peluru. Kedua kubu ditempatkan pada kedua sisi berlawanan di dalam medan pertempuran. Misinya adalah Continue reading