Tag Archives: semester 10

Kuliah Filsafat Ilmu

Salah satu mata kuliah semester ini yang aku ambil adalah Filsafat Ilmu. Bobot kuliah ini “hanya” 2 SKS dan dalam satu minggu hanya ada tatap muka sekali selama 100 menit.

Menarik juga di ITB yang notabene kampus teknik, ada mata kuliah filsafat yang tak ada sangkut pautnya dengan engineering. Kalau di ITB, mata kuliah-mata kuliah seperti itu masuknya ke kelompok Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang bobotnya biasanya cuma 2 SKS. Namun, aku termasuk yang jarang mengambil kuliah MKDU.

Di semester 10 ini akhirnya aku berkesempatan untuk mengambil kuliah Filsafat Ilmu. Untungnya walaupun kuliah ini diberikan di kampus teknik, namun pengajarnya memang yang berkompeten di bidang filsafat karena memang pernah mengenyam pendidikan di jurusan filsafat.

Awal perkenalanku dengan dunia filsafat bermula saat SMP kelas 3 dipinjami buku tentang pemikiran-pemikiran KH. Misbach yang seorang komunis muslim. Kemudian, ketika SMA, semasa di aktif di Rohis aku bersama teman-teman juga pernah mengkaji mengenai sejarah filsafat Islam, khususnya mengenai perselisihan tentang konsep Qadla dan Qadar di para pemikir Islam dulu.

Sebenarnya aku kurang terlalu suka dengan bidang ilmu filsafat. Mungkin karena terlalu banyak perdebatan di dalamnya. Tapi entah kenapa, mengikuti atau membaca tentangnya selalu menarik, walaupun kadang-kadang bikin pusing, hehehe.

Pusing. Itu juga yang kurasakan saat pertemuan kedua kuliah kemarin. Topiknya sih masih seputar perkenalan ilmu filsafat itu sendiri. Nah, pada pertemuan kedua kemarin dari yang semula topiknya membahas mengenai “APA ITU ILMU”, tiba-tiba karena ada satu atau dua pertanyaan dari mahasiswa, lalu bahasannya tiba-tiba melebar ke topik humanisme, kapitalisme, sosialisme, paganisme, dll. Jadi bahasan kemarin itu muteerrr … entah ke mana. Tapi seru juga sih.

Kalau sudah demikian, 2 SKS untuk kuliah Filsafat Ilmu pun rasanya sangat kurang. Materi bahasan yang sedemikian banyaknya, tak cukup bila disampaikan dalam waktu 100 menit kali sekitar 14 pertemuan dalam sesemester. Hmm … tak sabar untuk segera masuk ke bahasan filsafat Barat dan Islam. 😀

 

(Masih) Masuk Kuliah (Lagi)

Ya, akhirnya masuk kuliah lagi. Kok masih masuk kuliah? You know why lah … kenapa aku masuk kuliah lagi. Setelah semester kemarin mengambil “cuti” alias 0 SKS, sekarang aku mengambil kuliah lagi 8 SKS. Sebenarnya aku tinggal butuh 2 SKS lagi untuk lulus, tapi rasa haus akan ilmu (cieeeh…) dan suasana perkuliahan membuatku ingin mengambil lebih.

Tapi fakta di lapangan sungguh berbeda. Dengan usia segini dan status bahwa aku adalah mahasiswa semester 10 yang masih nyetor muka ke kampus membuat langkah kaki ini terasa berat. Beberapa mata memandangku dan mungkin seraya bertanya dalam hati mereka — walaupun ada juga yang menanyakan langsung, “Lho mas ini kok masih di kampus aja, kirain udah lulus.” Aku pun hanya bisa tersenyum, tapi kecut.

Untungnya ada beberapa teman senasib dan seperjuangan dalam meneruskan sisa kuliah di ITB ini. Jadi perasaan malu dan berat itu sedikit tereduksilah. Ibarat kopi, yang mulanya pahit setelah dikasih gula jadi berkurang pahitnya. Yah, dijalani sajalah.

Akhirnya aku pun perlu mereview lagi keputusanku mengambil 8 SKS. Mungkin saat masa PRS nanti, aku akan menguranginya menjadi hanya 5 SKS saja maksimum. Tapi yang jelas, setidaknya aku ingin menyampaikan salam hangat kepada diriku sendiri, “Welcome back to your campus again, buddy!” Hehehe … 😀

Bismillah …