Kekuatan Amal-Doa dan Manajemen Barat

Beberapa hari aku mendengarkan tausiyah pagi di Radio Streaming Eramuslim di sini. Ada satu atau dua buah paragraf mungkin yang disampaikan oleh sang ustadz yang membuatku merenung.

Di “kehidupan modern” ini seringkali manusia tersibukkan oleh urusan dunia. Dan di tengah kesibukan dengan urusan dunia itu seringkali kita sebagai umat Islam terlena, tertipu daya, dan terlupakan pada kekuatan amalan ibadah dan doa.

Kita telah terpengaruh oleh pola manajemen Barat, yang merupakan produk pola pikir kapitalisme, di mana semua hasil dari pekerjaan dipahami secara rasional sebagai serba sebab-akibat. Semakin giat kita bekerja, semakin banyak rezeki yang kita dapatkan.  Begitu mungkin yang ada di pemahaman mereka. Paham Barat yang serba sebab-akibat itu jelas telah nyata mengabaikan faktor Sang Pencipta sebagai penentu, bertentangan dengan Islam yang memahami bahwa semua yang terjadi di dunia ini merupakan atas seizin Allah.

Memang kalau kita lihat, banyak dari mereka penganut manajemen Barat itu yang sukses dalam usahanya. Namun, perlu disadari bahwa itu hanyalah materi saja. Seseorang yang tidak mengimbangi usaha “keduniaan”-nya dengan ibadah kepada Allah, berpeluang kehilangan keberkahan pada rezekinya itu. Selain itu pula, jiwa dan keimanan seseorang itu menjadi kering bahkan hampa.

Hidup di dunia ini hanya perjalanan sementara, bukan tujuan. Oleh karena itu, jangan sampai kita tersilaukan dan takjub pada nikmat dunia ini. Sedih juga ketika kita misalnya menunda sholat karena menganggap pekerjaan kita lebih penting untuk diselesaikan terlebih dahulu, jumlah shodaqoh masih setaraf kertas bergambar orang bawa golok dan bukannya kertas bergambar orang berpeci padahal di sisi lain kita tak segan membelanjakan harta kita untuk jalan-jalan atau keperluan lain.

Yah … ini merupakan sebuah tulisan yang dibuat dari hasil mendengarkan siaran radio Eramuslim itu ditambah dengan sedikit sindiran, renungan, dan muhasabah untuk pribadi agar jangan sampai pribadi ini terjerembab dalam kesibukan dan tipu daya dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s