Author Archives: otidh

Unknown's avatar

About otidh

Muslim | Informatician | Blogger | Interisti | Kera Ngalam | Railfan | Badminton-Football-Running-Cycling-Hiking-Traveling-Book Enthusiast

Fitur Plot Mathematical Function di Google Search Engine

Tengah-tengah malam begini ketika sedang online Twitter, tiba-tiba ada satu tweet dari akun official-nya Google yang mengabarkan fitur baru yang dirilisnya, yakni plot mathematical function. Yap, dengan fitur ini, kita dapat memasukkan suatu persamaan matematika ke dalam kotak pencarian. Kemudian Google pun akan melakukan pencarian dengan kata kunci persamaan tersebut serta menampilkan gambar plot persamaan atau fungsi tersebut dalam sebuah bidang koordinat.

Asyik nggak tuh? Belajar kalkulus pun menjadi lebih mudah dan tentunya menyenangkan. Coba dari dulu ketika aku masih berjibaku di TPB (Tahap Persiapan Bersama) alias tahun pertama kuliah di ITB. Ketika zaman pusing-pusingnya belajar kalkulus. Zaman di mana ketiduran di kelas gara-gara sudah nggak kuat lagi mikir konsep-konsep kalkulus menjadi pemandangan yang biasa kita lihat saat kuliah. 😀

Btw, masih ada yang nyantol nggak ya kuliah kalkulus yang dipelajari dulu? 😀

Persamaan lingkaran

Persamaan lingkaran

persamaan-persamaan kalkulus

persamaan-persamaan kalkulus

 

 

Foto Kunjungan ke Gunung Madu

Selama lima hari aku berada di Lampung, tepatnya menginap di Senior Mess, perumahan II Gunung Madu. Selama lima hari itu akitivitas tidak jauh-jauh dari mess dan koperasi gunung madu. Boleh dibilang kawasan perumahan ini berada di daerah “pedalaman” :D.

Gunung Madu memiliki berhektar-hektar — mungkin ratusan bahkan ribuan — perkebunan tebu. Perumahan dibangun untuk tempat tinggal para karyawannya. Di daerah sekitar perumahan itu, khususnya tempat aku menginap, suasananya begitu asri, banyak pepohonan. Ada “kebun binatang” juga, yang cuma dihuni menjangan. Lalu juga ada semacam danau buatan kecil — lebih pas disebut kolam sebenarnya.

Lima hari berada di sana membuat pikiran dan indera ini menjadi rileks. Mungkin karena lingkungan dan suasana di sana masih sepi. Tidak seperti kota Bandung yang super padat di mana-mana. Sumpek, hehehe.

Kandang menjangan

Kandang menjangan

Jalan yang sepi

Jalan yang sepi

Kolam ikan

Kolam ikan

 

Pertama Kali ke Tanah Sumatra

Ya, mungkin terkesan agak ndeso postingan kali ini. Cuma ke Sumatra saja sampai dibikin postingannya segala. Tapi jujur saja, pengalaman ke Lampung kali ini memang merupakan sejarah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di tanah Sumatra, hehehe.

Jadi ceritanya hari Ahad lalu aku dihubungi oleh seorang teman dan juga “bos” tempatku mroyek sekarang. Terus aku ditawari untuk ikutan proyek temannya di Lampung mulai hari Selasa kemarin (2011/11/29) sampai hari Ahad besok (2011/12/04). Tanpa banyak mikir, aku langsung mengiyakan tanpa tahu proyeknya seperti apa.

Ternyata proyeknya nggak jauh-jauh dari kegiatanku dulu semasa masih aktif di Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (Kokesma) ITB, tepatnya di bagian Toserba. Proyek ini tentang sistem informasi akuntansi dan penjualan (Point of Sales) dari sebuah koperasi yang berada di bawah sebuah perusahaan di Lampung. Proyek ini sudah berjalan beberapa bulan dan aku diminta untuk membantu mengerjakan beberapa bagian yang belum selesai.

Oke, hari Selasa aku pun ikut berangkat bersama dua orang lainnya menggunakan pesawat Merpati dari Bandung menuju Lampung langsung. Jujur saja, ini baru kali kedua aku naik pesawat. Sempat kagok juga sih dengan aturan bandara.

Dari bandara Radin Inten II, Bandar Lampung, kami melanjutkan perjalanan selama kurang lebih 2 jam menuju utara, menempuh jarak kurang lebih 90 km. Ternyata Aku berada di kabupaten Bandar Mataram, hehehe. 😀

Lampung, Lampung … di sini suasananya ternyata Jawa banget ya :D. Di mana-mana ada saja pemandangan orang mengobrol memakai bahasa Jawa. Tanah Sumatra, cita rasa Jawa, hehehe :lol:. Tapi enak … makanan di sini cocok banget dengan selera lidahku. Suatu hal yang jarang sekali kudapatkan di Bandung. Hmm … mungkin karena memang masakannya bercita rasa Jawa ya.

Akhirnya Punya Paspor Juga

Alhamdulillah … akhirnya punya paspor juga. Awalnya aku tak pernah berpikir untuk membuat paspor dalam waktu dekat ini. Namun, aku disuruh oleh “bos” tempatku mroyek sekarang ini untuk membuat paspor karena ada salah satu klien yang ingin memberikan training di Singapura.

Paspor baru

Paspor baru

Hmm … aku sendiri tak tahu apakah rencana itu jadi atau tidak, yang penting aku bikin dulu saja. Lagipula aku dan beberapa teman memang sempat ada wacana untuk backpacking ke luar negeri. Itupun kalau jadi dan ada uang :D. Tapi nggak apa-apalah. Setidaknya dengan punya paspor, mudah-mudahan memotivasiku untuk pergi ke luar negeri, entah untuk studi atau urusan yang lain, hehehe. 😆

Mengurus paspor itu ternyata “cuma” butuh waktu seminggu saja (7 hari kerja). Hari pertama kita memasukkan formulir beserta pemeriksaan persyaratan. Hari ketiga pengambilan foto, sidik jari, dan wawancara. Hari keenam atau ketujuh, pengambilan paspor.

Proses pemeriksaan formulir, pengambilan foto, sidik, jari, dan wawancara itu masing-masing tidak memerlukan waktu yang lama. Paling sekitar 5-15 menit. Namun, yang lama itu adalah antriannya. Bisa berjam-jam. Untuk kantor imigrasi di Bandung, buka pukul 7.30. Aku yang datang pukul 10.00 mendapatkan antrian nomor 300-an dan baru mendapat giliran layanan sekitar pukul 13.30, itu juga karena terpotong jam istirahat pukul 12.00-13.00. Makanya, sangat disarankan untuk datang sebelum kantor imigrasi dibuka agar mendapatkan nomor antrian awal-awal.

Tentang persyaratan, beberapa dokumen yang harus kita siapkan meliputi kartu keluarga (asli & fotocopy 1 lembar), KTP (asli & fotocopy 1 lembar), Akte kelahiran (asli & fotocopy 1 lembar), ijazah (asli & fotocopy 1 lembar). Akte kelahiran dan ijazah itu sifatnya opsional, kita cukup memilih salah satu saja. Tapi tak ada salahnya membawa dua-duanya untuk jaga-jaga. Seperti pengalamanku kemarin. Akte kelahiranku tidak diterima karena ada bekas semacam tip-ex di akte kelahiranku sehingga dianggap tidak valid. Akhirnya aku pun memakai ijazah sebagai persyaratan. Sialnya, ijazah yang diminta ternyata ijazah SD, sedangkan aku membawa ijazah SMA saja. Akhirnya, aku pun diminta untuk membawa fotocopy-an ijazah SD saat wawancara.

Terkait dengan dokumen asli, kemarin sempat menyesal juga sih harus meminta dikirimkan kartu keluarga asli dari Malang ke Bandung. Saat memasukkan formulir permohonan, aku cuma menyerahkan persyaratan yang fotocopy-an saja. Sedangkan yang asli tidak aku keluarkan demi melihat respon petugasnya. Ternyata benar, kartu keluarga yang asli tidak diminta. Petugasnya cuma mencocokkan data formulir dengan data yang di fotocopy-an saja. Menyesal karena sudah membayar mahal untuk biaya pos kilat Malang-Bandung tapi ternyata yang asli nggak dipakai. Padahal kalau fotocopy-an saja aku juga sudah punya cadangannya.

Nonton Langsung Final Bulutangkis SEA Games XXVI

Ini kali kedua aku menonton langsung pertandingan bulutangkis di Istora Senayan, Jakarta. Kalau sebelumnya aku menonton final Djarum Indonesia Open Premier Super Series (DIOPSS) bersama dua orang teman, kali ini aku sendirian saja :(. Habisnya mereka tidak cukup tertarik untuk menyaksikan langsung final bulutangkis SEA Games yang notabene memang kalah gengsinya dibandingkan dengan turnamen bulutangkis sekelas Super Series.

Namun, aku tetap memutuskan berangkat ke Istora sendirian. Kapan lagi bisa menyaksikan langsung jagoan-jagoan bulutangkis Indonesia tampil di final lima nomor sebuah turnamen.

Aku berangkat dari Bandung pagi-pagi dengan menumpang KA Argo Parahyangan. Sampai di stasiun Gambir langsung jalan kaki menuju shelter busway Monas untuk ganti menumpang busway menuju kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Suasana kompleks GBK lebih ramai dibanding aku ketika datang menonton final Indonesia Open dulu. Apalagi sebabnya bila bukan karena timnas U-23 juga akan bertanding petang hari itu. Jadi selain final bulutangkis, juga ada pertandingan semifinal cabang sepakbola.

Sementara itu, suasana Istora Senayan cukup “lengang” kala aku datang ke sana. Tak perlu mengantri untuk mendapatkan tiket. Kali ini aku membeli tiket untuk tribun I. Variasilah, dulu sudah pernah nyoba tribun II, sekarang ingin mencoba juga rasanya menonton dari tribun I :D.

Tiket SEA Games

Tiket SEA Games

Ngomong-ngomong soal tiket, tiket untuk pertandingan cabang badminton ini cover depannya sama dengan cabang-cabang olahraga SEA Games yang lain. Bagian depan dicetak dalam warna dominan biru dengan bahan kertas karton mengkilap. Baru di bagian belakangnya tertera nama cabang yang dipertandingkan dan nama babaknya.

Oh ya, dibandingkan dengan saat penyelenggaraan DIOPSS, kondisi Istora terlihat lebih segar sekarang. Mungkin karena spanduk dan baliho yang dipasang di seantero stadion lebih bervariasi warnanya, tidak seperti penyelenggaraan DIOPSS kemarin yang penuh warna merah (warna sponsor) di mana-mana.

Motto SEA Games XXVI : Bersatu & Bangkit

Motto SEA Games XXVI : Bersatu & Bangkit

Pertandingan final bulutangkis SEA Games ini akan dimulai pukul 14.00. Pintu masuk stadion baru dibuka pukul sekitar pukul 13.15. Aku termasuk beruntung bisa berada di antrian yang agak awal sehingga ketika masuk ke dalam masih belum terlalu ramai sehingga masih bisa mendapatkan tempat yang cukup pewe untuk menyaksikan pertandingan walaupun bukan berada di deretan kursi paling depan.

Setengah jam sebelum pertandingan dimulai, tiba-tiba Nadya Melati, salah satu pemain ganda putri Indonesia, memasuki lapangan bulutangkis. Oh, ternyata dia melakukan uji coba lapangan (atau uji coba shuttle cock ya?). Jadi, dia diminta oleh official pertandingan untuk memukul shuttle cock dari sisi lapangan yang satu ke sisi yang lain. Hmm … aku baru tahu ada prosedur seperti itu. Apa biasanya memang harus seperti itu ya?

Nadya Melati uji coba lapangan

Nadya Melati uji coba lapangan

Sebelum pertandingan pertama dimulai, panitia menyuguhkan tarian adat Jawa — aku lupa namanya — bertempat di court 2. Kira-kira ada sekitar 10 menitlah tarian itu dipertunjukkan.

Tak berapa lama kemudian tibalah saat yang dinanti-nanti, pertandingan pertama final SEA Games cabang bulutangkis antara Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari vs Nadya Melati/Vita Marissa! Dua pasangan ganda putri yang tengah melejit peringkatnya di ranking dunia. Anneke/Nitya kini ada di peringkat 19 dunia di mana sekitar 3 bulan lalu berada di kisaran 30-an. Sedangkan Nadya/Vita saat ini berada di peringkat 10 dunia.

Anneke/Nitya vs Nadya/Vita

Anneke/Nitya vs Nadya/Vita

Pertandingan berlangsung seru. Awal-awal set 1 Nadya/Vita tampak mendominasi dengan smash-smash keras mereka. Tapi pertahanan Anneke/Nitya kokoh juga ya. Terbukti saat kedudukan 20-19 untuk Anneke/Nitya, sebuah serangan bertubi-tubi dari Vita yang tampaknya akan membuat mati, dapat dikembalikan dengan baik oleh Nitya sehingga skor pun terkunci di angka 21-19.

Pertandingan itu sendiri akhirnya dimenangkan Anneke/Nitya dengan 2 set langsung yang berarti mereka berhak memperoleh medali emas dan merupakan gelar kedua mereka tahun ini setelah menjuarai Vietnam GP Agustus lalu. Melihat kiprah mereka selama SEA Games yang tak pernah terkalahkan, pasangan ini memang terlihat menjanjikan. Aku optimis peringkat pasangan ini dapat terus meningkat lagi hingga menembus 10 besar dunia.

Bona/Ahsan vs Kido/Hendra

Bona/Ahsan vs Kido/Hendra

Pertandingan berikutnya yang digelar adalah partai final ganda putra antara Bona Septano/Mohammad Ahsan vs Markis Kido/Hendra Setiawan. Rekor pertemuan mereka sebelum ini adalah 1-1. Pertandingan yang menarik untuk disimak karena melibatkan dua kakak beradik yang akan saling bermusuhan di lapangan, yakni Markis Kido dan Bona Septano.

Permainan yang dipertontonkan kedua pasangan di set pertama benar-benar sesuai dengan ekspektasiku, banyak jumping smash keras dilancarkan dan skor pun juga ketat alias kejar-kejaran. Terbukti permainan harus diakhiri setelah melalui beberapa kali deuce dan berakhir dengan skor 25-23 untuk Bona/Ahsan.

Namun, sayangnya tidak demikian di set kedua. Bona/Ahsan melejit dengan mudah dan unggul jauh. Entah kenapa, pertahanan Markis/Hendra saat itu begitu buruk dan sering salah pengertian. Kesalahan-kesalahan seperti shuttle cock gagal melewati net juga kerap terjadi. Set kedua pun benar-benar menjadi milik Bona/Ahsan. Sama halnya dengan Anneke/Nitya, medali emas SEA Games ini juga menjadi gelar kedua Bona/Ahsan tahun ini setelah gelar Indonesia GPG sekitar 1-2 bulan yang lalu.

Fu Mingtian vs Adriyanti Firdasari

Fu Mingtian vs Adriyanti Firdasari

Cukup sudah partai All-Indonesian Finalnya. Partai berikutnya giliran mempertemukan tunggal putri Singapura Fu Mingtian melawan jagoan tunggal putri Indonesia, Adriyanti Firdasari. Keduanya sama-sama membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama dan kedua dari Thailand, Porntip Buranaprasertsuk dan Inthanon Ratchanok, di semifinal. Fu Mingtian tidak sendirian. Ia didukung beberapa pemain dan official Singapura yang berada di tribun VIP timur. Sementara Firdasari tentu saja didukung oleh ribuan suporter INA.

Set pertama tampak berjalan mudah bagi Firdasari. Apalagi dibantu dengan banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh Fu Mingtian. Firda unggul di set pertama dengan skor 21-14. Namun, aku baru tahu kalau Firda tengah cedera di pertandingan itu. Saat break set 1 menuju set 2, Firda meminta spray penghilang rasa sakit. Ternyata dia memang Continue reading

[VIDEO] Tolah-Toleh Ala Wasit Badminton

Ada yang menarik saat siaran langsung final ganda putra France Open Super Series 2011 yang berlangsung 2 minggu yang lalu. Dalam siaran itu sempat ada tayangan replay yang menunjukkan “lirikan mata” wasit (umpire) partai final tersebut kala mengamati pertandingan yang berlangsung. Hm

Ya, tanpa tersadar mata dan kepala seorang wasit badminton akan secara reflek mengikuti arah gerak shuttle cock ke mana pun pergi. Lucu juga ngeliat video itu. Kalau pertandingan bulutangkis yang temponya pelan mungkin nggak akan begitu kelihatan. Tapi ini pertandingan antara Cai Yun/Fu Haifeng vs Jung Jae Sung/Lee Yong Dae yang notabene peringkat 1 & 2 dunia. Banyak pukulan smash dan drive kencang yang dilancarkan kedua pasangan. Mau nggak mau “tolah-toleh”-nya jadi lebih sering dan cepet dong, hehehe. Capek nggak sih? 😀

Kuliner Masakan India

Setiap sebulan sekali aku bersama anak-anak sekontrakan meluangkan waktu untuk kulineran di kota Bandung ini. Malam ini aku bersama dengan 3 orang teman sekontrakan kulineran nyobain salah satu restoran masakan India yang ada di Jalan Pasir Kaliki, Bandung. Adalah Khairul yang mengajak untuk ke kulineran di restoran itu. Tenang saja, restoran ini menyediakan jaminan halal 100%.

Beruntung kami ketika datang ditawarin untuk masuk di ruang VIP. Disebut ruang VIP karena di dalamnya ada AC dan satu TV LCD dan tempatnya pun benar-benar privasi. Di ruang ini mampu memuat sampai 8 orang normalnya. Kalau yang di tempat biasa, semeja cuma bertiga normalnya.

Aku memesan menu paket student beserta chocolate lassie (yoghurt cokelat). Kenyang bangetlah makan makanan paket yang satu ini. Mungkin karena ada “parata”, sejenis roti cane gitu. Lebih kenyang dari makan nasi rasanya. Sementara itu, yang lain memesan menu daging kambing yang nama menunya aku lupa, hahaha.

Memilih menu

Memilih menu

Daging kambing

Daging kambing

Paket student

Paket student