Author Archives: otidh

Unknown's avatar

About otidh

Muslim | Informatician | Blogger | Interisti | Kera Ngalam | Railfan | Badminton-Football-Running-Cycling-Hiking-Traveling-Book Enthusiast

Rekomendasi film dari Netflix

Eranya Rekomendasi

Pernah kepikiran nggak sih kalau sekarang ini kita hidup di eranya “rekomendasi”? Mau ngapa-ngapain — terutama untuk sesuatu hal yang baru yang belum pernah kita lakukan atau temui sebelumnya — secara naluri kita akan melihat (atau mendengar) terlebih dahulu review orang lain.

Nah, yang namanya review itu biasanya sih kalau nggak mengandung pujian, ya kritikan, atau juga dua-duanya sekaligus. Ujungnya si pe-review biasanya ngasih rating, entah itu dalam skala 5, 10, 100 atau suka-suka dia :D. Rating yang diberikan itu kemudian akan masuk dalam pertimbangan orang yang membaca review. Apabila si pe-review juga ngasih kesimpulan dalam kata-kata seperti recommended atau nggak recommended (atau kata-kata yang sejenis), wah itu tentu bakal semakin membekas pada si pembaca. Jadi polanya review → rating → recommendation.

Kenapa saya sebut “era”, karena memang seiring dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, akses terhadap review-review tersebut menjadi sangat mudah. Banyak sekali Continue reading

Selimut Debu

[Book] Selimut Debu: Impian dan Kebanggaan dari Negeri Perang Afghanistan

Judul : Selimut Debu: Impian dan Kebanggaan dari Negeri Perang Afghanistan
Penulis : Agustinus Wibowo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : September 2011 (Terbitan pertama 12 Januari 2010)
Tebal : 461 halaman

Dibandingkan buku-buku Agustinus Wibowo yang lain yang pernah saya baca (Garis Batas dan Titik Nol), Selimut Debu ini mungkin bisa dikatakan cenderung monoton dari sisi cerita petualangannya. Penyebabnya barangkali memang karena buku ini hanya fokus kepada petualangan Agustinus di Afghanistan saja. Hanya ada secuil cerita saja yang menceritakan perjalanan Agustinus ke Continue reading

[Kuliner] Mencoba Masakan Thailand di Thai Palace

Dua minggu yang lalu aku bersama teman-teman satu kontrakan berbuka puasa di sebuah rumah makan masakan Thailand yang terletak tak jauh dari kontrakan kami. Namanya Thai Palace. Lokasinya berada di Jl. Ir. H. Djuanda No. 345, Dago-Bandung. Kalau dari arah Simpang Dago, Thai Palace ini berada di kiri jalan, tepat sebelum Hotel Sheraton yang berada di seberangnya.

Mengenai Thai Palace ini, sebenarnya aku sudah sering lihat setiap kali lewat jalan Dago. Namun baru kali ini aku dan juga teman-temanku itu makan di sini. Penasaran aja sih sama rasa masakan Thailand.

Sebelumnya pernah nyobain masakan Thailand waktu backpacking ke Thailand tahun lalu. Waktu itu nyobain nasi goreng dan “bakso” ala sana di sebuah restoran. Sempat nyobain juga menu “warteg” di sana. Rasanya alhamdulillah cocok-cocok saja sih di lidahku.

Kala kami datang ke Thai Palace ini, suasananya tak begitu ramai. Mungkin karena sudah lewat jam berbuka juga sih. Tempatnya luas. Sepertinya muat lah itu menampung hingga 100 orang pengunjung.

Waktu melihat-lihat daftar menunya, kami Continue reading

Taman Narmada

Jalan-Jalan di Lombok: Hari 4 – Taman Narmada dan Sate Bulayak (Tamat)

Selasa, 2 Juni 2015

Usai melaksanakan sholat Subuh, kami keluar penginapan mengayuh sepeda menuju dermaga Gili Trawangan. Kami hendak menikmati momen matahari terbit di Gili Trawangan ini. Kebetulan lokasi dermaga itu terletak tak jauh dari penginapan kami.

Di dermaga ternyata sudah berkumpul beberapa orang yang juga ingin menyaksikan momen matahari terbit. Kebanyakan adalah turis lokal. Sementara itu beberapa bule juga terlihat datang ke dermaga. Namun, mereka tampak langsung berjalan menuju ke beberapa kapal yang tengah stand by di dermaga. Entah hendak ke mana mereka pagi-pagi itu.

View matahari terbit dari dermaga Gili Trawangan

View matahari terbit dari dermaga Gili Trawangan

Semakin tinggi matahari, pemandangan di sekitarnya mulai tampak secara jelas. Di kejauhan, tepatnya di sisi kanan tempat matahari terbit, terlihat penampakan puncak Gunung Rinjani di Continue reading

Senja di Gili Trawangan

Jalan-Jalan di Lombok: Hari 3 – Gili Trawangan

Senin, 1 Juni 2015

Pagi itu menjelang pukul 9 shuttle yang hendak mengantar kami ke Pelabuhan Bangsal sudah datang. Kami pun check-out dari penginapan. Di dalam shuttle sudah ada 4 orang bule yang bergabung.

Shuttle ini sudah kami booking melalui tempat rental motor kami sehari sebelumnya. Awalnya kami ingin ngeteng aja ke Gili Trawangannya. Namun, pihak rental motor kami menawarkan diskon harga yang lumayan besar dari harga normal.

Umumnya tiket shuttle ke Pelabuhan Bangsal dari Senggigi sih Rp75.000 udah include tiket public boat buat nyeberang ke Gili Trawangan. Kami ditawari Rp40.000 per orang oleh pihak rental tadi. Setelah kami pikir-pikir, harganya sepertinya nggak terlalu jauh dibandingkan jika ngeteng naik taksi ke sana.

Di Bangsal shuttle berhenti di sebuah kafe bernama “Bunga Bunga Cafe” yang menjadi tempat singgah traveler-traveler yang hendak pergi atau baru saja datang dari Gili. Kami bersantai dahulu di sana sambil menunggu kapal kami yang dijadwalkan berangkat pukul 10.30.

Di dalam kapal menyeberang ke Gili Trawangan

Di dalam kapal menyeberang ke Gili Trawangan

Perjalanan menyeberang ke Gili Trawangan dengan public boat ini menempuh waktu kurang lebih Continue reading

Tanjung Aan

Jalan-Jalan di Lombok: Hari 2 – Jelajah Pantai Selatan

Minggu, 31 Mei 2015

Hari itu agenda kami adalah menjelajahi pantai-pantai di bagian selatan Pulau Lombok. Berdasarkan informasi yang sudah kami baca-baca sebelumnya di internet, kabarnya di sepanjang garis selatan pulau Lombok ini terdapat banyak pantai cantik yang masih belum ramai dikunjungi oleh turis. Karena itulah kami tertarik untuk mengeksplornya.

Kami menyewa 2 sepeda motor sebagai kendaraan kami untuk menuju pantai-pantai tersebut. Kebetulan di samping penginapan kami terdapat rental sepeda motor juga. Nama tempat rentalnya “Adventure Lombok Tour”. Selain rental sepeda motor, mereka juga menerima rental mobil dan paket tur di Lombok. Kami menyewa 2 sepeda motor untuk 1 hari dengan biaya Rp50.000 per motor.

Setelah mandi dan mengepaki beberapa pakaian ganti dan perbekalan, kami pun berangkat meninggalkan kawasan Senggigi ini. Tujuan pertama kami adalah Pantai Selong Belanak. Aplikasi Google Maps menjadi panduan kami dalam menentukan rute perjalanan kami.

Rute jelajah pantai-pantai selatan Lombok

Rute jelajah pantai-pantai selatan Lombok

1. Pantai Selong Belanak

Perjalanan dari Senggigi menuju Pantai Selong Belanak ini kurang lebih menempuh waktu sekitar 1,5 jam-an. Akses jalan menuju pantai ini sebagian besar sudah bagus. Hanya beberapa Continue reading

Pemandangan Pantai Senggigi

Jalan-Jalan di Lombok: Hari 1 – Tiba di Senggigi

Sabtu, 30 Mei 2015

Jalan-jalan di Lombok ini sudah aku rencanakan jauh-jauh hari. Tepatnya pada bulan Februari awal tahun ini. Gara-garanya ada rute baru Bandung-Lombok yang dioperasikan oleh maskapai Citilink.

Aku dan temanku, Kamal, pun langsung membeli tiket untuk akhir Mei. Pada tanggal-tanggal tersebut sudah dapat dipastikan Kamal sudah selesai dari aktivitas perkuliahan S2-nya. Dan kebetulan Senin tanggal 1 Juni-nya adalah hari kecepit, jadi aku hanya perlu ambil cuti sehari.

Penerbangan Bandung-Lombok

Boarding ke dalam Citilink

Boarding ke dalam Citilink

Sabtu itu, pesawat Citilink yang akan kami tumpangi seharusnya berangkat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung pukul 10.45 WIB dan tiba pukul 13.25 WITA. Namun, pesawat kami mengalami keterlambatan hingga 45 menit hingga menyebabkan kami baru tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) sekitar pukul 14.00 WITA.

Di BIL kami menunggu satu orang teman lagi yang menyusul dari Surabaya. Dani namanya. Untungnya tak lama kami menunggu. Pesawat Garuda Indonesia yang ditumpangi Dani tiba 15 Continue reading