Tag Archives: Thai tea

[Kuliner] Mencoba Masakan Thailand di Thai Palace

Dua minggu yang lalu aku bersama teman-teman satu kontrakan berbuka puasa di sebuah rumah makan masakan Thailand yang terletak tak jauh dari kontrakan kami. Namanya Thai Palace. Lokasinya berada di Jl. Ir. H. Djuanda No. 345, Dago-Bandung. Kalau dari arah Simpang Dago, Thai Palace ini berada di kiri jalan, tepat sebelum Hotel Sheraton yang berada di seberangnya.

Mengenai Thai Palace ini, sebenarnya aku sudah sering lihat setiap kali lewat jalan Dago. Namun baru kali ini aku dan juga teman-temanku itu makan di sini. Penasaran aja sih sama rasa masakan Thailand.

Sebelumnya pernah nyobain masakan Thailand waktu backpacking ke Thailand tahun lalu. Waktu itu nyobain nasi goreng dan “bakso” ala sana di sebuah restoran. Sempat nyobain juga menu “warteg” di sana. Rasanya alhamdulillah cocok-cocok saja sih di lidahku.

Kala kami datang ke Thai Palace ini, suasananya tak begitu ramai. Mungkin karena sudah lewat jam berbuka juga sih. Tempatnya luas. Sepertinya muat lah itu menampung hingga 100 orang pengunjung.

Waktu melihat-lihat daftar menunya, kami Continue reading

Advertisements

[Kuliner] Karnivor Restaurant

Kamis pekan lalu (17/7) aku dan teman-teman kantor mengadakan event buka bersama. Kali ini tempat yang menjadi pilihan kami adalah Karnivor Restaurant yang berlokasi di Jalan Riau no. 127, Bandung. Ini pengalaman pertamaku mencoba menu makanan di sana.

Reservasi tempat

Pada event buka bersama ini aku kebagian urusan reservasi tempat. Total ada 14 orang yang saat itu rencananya akan ikut buka bersama. Tentu akan riskan apabila kami spontan datang ke sana. Dengan jumlah orang sebanyak itu belum tentu kami bisa mendapatkan tempat saat datang ke sana menjelang waktu berbuka.

Sangat mudah untuk menemukan nomor telepon reservasi Karnivor ini. Di akun Twitternya @KARNIVOResto dan page Facebooknya @Karnivor-Restaurant sudah dengan jelas tertera nomor telepon yang bisa dihubungi, yakni 022-7103111.

Dua hari sebelum hari H aku pun menelepon ke sana. Dari percakapan telepon itu aku baru tahu sebenarnya untuk reservasi itu jumlah minimal orangnya adalah 15. Namun, karena kami jumlah orangnya dekat-dekat itu jadi masih bisa ditoleransi lah, hehe.

Untuk reservasi ini kami harus membayar DP 200 ribu sebagai tanda jadi reservasi. Selain itu kami juga sudah harus menentukan menu-menu yang kami pesan. Jadi pihak Karnivor mengirimkan file image (resolusi tinggi) menu makanan dan minuman di sana via email kepada kami, kemudian kami mencatat menu apa saja yang kami order.

Menu makanan

Menu makanan

Menu minuman

Menu minuman

Keesokan harinya atau H-1 aku dan salah seorang teman kantor datang ke Karnivor Restaurant. Kami menyerahkan daftar menu yang kami order pada secarik kertas dan membayar 200 ribu rupiah sebagai DP. Mbak-mbak yang melayani kami kemudian memberikan kwitansi sebagai bukti DP.

Menu-menu yang dipesan

Pada hari H kami datang beberapa menit menjelang pukul setengah 6 sore. Masih ada waktu sekitar 20 menitan sebelum adzan Maghrib. Kami langsung menuju ke meja yang sudah disiapkan oleh pihak Karnivor. Alhamdulillah ada ta’jil gratis yang disediakan oleh mereka di lobby depan untuk para pengunjung, yakni air kacang hijau.

Sekitar 10 menit setelah kami datang, makanan-makanan dan minuman-minuman yang sudah kami pesan sehari sebelumnya mulai diantarkan ke meja kami. Menu yang aku pesan saat itu adalah Continue reading