Taman Narmada

Jalan-Jalan di Lombok: Hari 4 – Taman Narmada dan Sate Bulayak (Tamat)

Selasa, 2 Juni 2015

Usai melaksanakan sholat Subuh, kami keluar penginapan mengayuh sepeda menuju dermaga Gili Trawangan. Kami hendak menikmati momen matahari terbit di Gili Trawangan ini. Kebetulan lokasi dermaga itu terletak tak jauh dari penginapan kami.

Di dermaga ternyata sudah berkumpul beberapa orang yang juga ingin menyaksikan momen matahari terbit. Kebanyakan adalah turis lokal. Sementara itu beberapa bule juga terlihat datang ke dermaga. Namun, mereka tampak langsung berjalan menuju ke beberapa kapal yang tengah stand by di dermaga. Entah hendak ke mana mereka pagi-pagi itu.

View matahari terbit dari dermaga Gili Trawangan

View matahari terbit dari dermaga Gili Trawangan

Semakin tinggi matahari, pemandangan di sekitarnya mulai tampak secara jelas. Di kejauhan, tepatnya di sisi kanan tempat matahari terbit, terlihat penampakan puncak Gunung Rinjani di pulau Lombok. Gili Meno yang terletak tak jauh di seberang Gili Trawangan juga terlihat jelas.

Kembali ke Pulau Lombok

Setelah puas menikmati — lebih tepatnya berfoto-foto — matahari terbit, kami kembali ke penginapan. Kami segera bersih-bersih diri dan mengemasi ransel kami kemudian bersiap-siap untuk check-out dari penginapan.

Tak terasa hari itu menjadi hari terakhir kami di jalan-jalan di Lombok ini. Aku dan satu teman dari Bandung memiliki jadwal pesawat balik ke Bandung pukul 13.55. Sementara teman yang satu lagi balik ke Surabaya dengan penerbangan pukul 12 siang. Karena itulah kami pergi meninggalkan Gili Trawangan ini pagi-pagi.

Tiket kapal balik ke Pelabuhan Bangsal, Lombok, sudah kami beli sebelumnya, jadi satu dengan tiket shuttle yang kami booking untuk pergi ke Mataram. Kami membeli tiket shuttle plus kapal itu saat singgah di Bunga Bunga Cafe sehari sebelumnya.

Di dermaga Gili Trawangan kami menunjukkan tiket bookingan kami ke loket penjualan tiket kapal untuk ditukarkan dengan tiket resmi. Pukul setengah 8 kurang kapal kami sudah berangkat. Penuh juga yang naik pagi itu.

Setibanya di dermaga Pelabuhan Bangsal orang yang melayani kami booking shuttle sehari sebelumnya ternyata sudah menunggu kami. Kami langsung diantarkan ke mobil Avanza yang tengah terparkir di pelabuhan. Enaknya, hanya kami bertiga yang menjadi penumpang saat itu. Mobil pun langsung berangkat.

Harga shuttle dari pelabuhan Bangsal ke Mataram ini adalah sebesar Rp90.000. Satu orang teman yang mengejar pesawat jam 12 siang, langsung booking untuk diantarkan hingga bandara. Ia dikenakan ongkos Rp220.000. Enaknya kami bisa memilih untuk diturunkan di mana di Mataram-nya. Aku meminta untuk diturunkan di Terminal Mandalika, Bertais.

Ke Taman Narmada

Perjalanan Bangsal-Mataram ini menempuh waktu kurang lebih sekitar sejam. Aku dan temanku yang dari Bandung turun di pangkalan angkot (bemo) dekat terminal. Sementara satu orang teman lagi meneruskan perjalanan dengan Avanza tadi ke bandara.

Kami memang berencana untuk mampir ke satu tempat lagi di Mataram sebelum pulang. Setelah googling-googling, dipilihlah Taman Narmada yang aksesnya cukup mudah.

Kami lanjut naik angkot ke Taman Narmada dari situ. Ongkosnya Rp5.000 saja. Jaraknya nggak terlalu jauh. Cuma 5 km dan jalannya lurus terus. 15 Menit saja sepertinya sampai ke sana.

Angkot terakhir berhenti di Pasar Narmada. Setelah itu kami tinggal berjalan kaki saja ke Taman Narmada yang terletak di seberangnya. Tiket masuk Taman Narmada ini adalah Rp6.000 per orang.

Taman Narmada

Taman Narmada

Ku kutip dari Wikipedia, Taman Narmada memiliki luas sekitar 2 hektar, dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem. Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau.

Saat kami berkunjung ke sana, tengah ada rombongan bapak-bapak ibu-ibu bule yang tengah tur di Taman Narmada. Ada juga rombongan bapak-bapak ibu-ibu satu bus dari Jawa.

Sejumlah orang umat Hindu juga tampak terlihat tengah beribadah di pura yang berada di dalam kompleks Taman Narmada. Tak hanya itu, di bagian lain kompleks Taman Narmada ternyata ada wisata kolam renangnya. Saat itu kolam renang tengah ramai dengan anak-anak kecil yang sepertinya memang les berenang di sana.

Kolam renang di Taman Narmada

Kolam renang di Taman Narmada

Setelah dirasa cukup menghabiskan waktu di Taman Narmada, kami pun keluar meninggalkan kompleks. Di seberang pintu gerbang Taman Narmada, tampak sebuah rumah yang terdapat gerobak bertuliskan “Sate Bulayak” di depannya. Karena penasaran, naluri kami pun mengantarkan kami untuk mampir ke tempat tersebut mencoba kuliner Sate Bulayak.

Kata “bulayak” tersebut ternyata adalah sebutan untuk lontong yang menjadi teman menu sate itu. Satenya sendiri macam-macam. Ada daging sapi, ayam, usus, dan ati. Kami pesan campur saat itu. Kuah bumbu satenya enak banget!! Bumbunya seperti ada campuran santan dan karinya. Wah, selain sate rembiga, ternyata sate bulayak ini juga tidak kalah enaknya!

Sate Bulayak

Sate Bulayak

Menuju Bandara

Usai makan, kami melanjutkan perjalanan kembali ke Terminal Mandalika dengan menumpang angkot yang sama. Terminal Mandalika ini terlihat seperti terminal mati. Jauh sekali dari bayangan terminal-terminal bus kota-kota besar di Pulau Jawa. Hampir tak ada aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang di sana. Hanya sedikit bus-bus besar yang tengah terparkir di sana.

Aku dan temanku langsung mencari kantor bus DAMRI. Di terminal walaupun seperti terminal mati, kami didekati banyak orang yang menawarkan jasa antar ke bandara. Tentu saja kami tolak karena harganya lebih murah naik DAMRI dan kami pun tak terlalu terburu-buru. Di kantor DAMRI ketika itu hanya ada kami berdua, satu orang petugas DAMRI, dan satu orang backpacker Denmark yang menunggu bus ke Labuan Bajo.

Menunggu bus DAMRI di Terminal Mandalika

Menunggu bus DAMRI di Terminal Mandalika

Kalau melihat jadwal yang tertera di baliho yang terpasang di dalam kantor DAMRI ini, bus ke Bandara Internasional Lombok (BIL) ada setiap satu jam mulai dari pukul 03.45 sampai 16.45. Kami kebagian bus pukul yang datang pukul 11.45.

Alhamdulillah bus datang tepat waktu. Kami pun segera naik ke dalam bus. Di dalam kami membayar tiket Rp25.000 per orang. Hanya ada sekitar 5 orang saja yang sudah berada di dalam bus ketika itu. Dari Terminal Mandalika ini bus singgah ke pool DAMRI untuk menaikkan penumpang lagi. Di sinilah bus kemudian terisi penuh. Setelah itu bus langsung menuju bandara.

Perjalanan ke BIL hanya memerlukan waktu 1 jam saja. Setibanya di bandara kami segera menuju ke konter Citilink untuk check-in. Rupanya pesawat yang mengantarkan kami pulang ke Bandung terkena delay setengah jam. 

Tak terasa sudah 4 hari 3 malam kami menjalani petualangan di Pulau Lombok ini. Waktu efektif yang kami punya hanya dua hari full saja kalau dihitung-hitung. Sungguh waktu yang sebentar saja rupanya. Mudah-mudahan ada kesempatan lagi untuk mengeksplorasi pulau yang cantik ini, terutama keinginan untuk mendaki Gunung Rinjani. Semoga. (tamat)

 

One thought on “Jalan-Jalan di Lombok: Hari 4 – Taman Narmada dan Sate Bulayak (Tamat)

  1. Pingback: 12 Kuliner Khas Lombok Yang Bikin Ngiler - Yuk Piknik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s