Monthly Archives: July 2015

Social Media

FOMO, Dilema Bermedia Sosial

Sebelumnya disclaimer terlebih dahulu, saya tidak tahu apakah kata “bermedia sosial” itu tepat dalam bahasa Indonesia. Maksudnya sih ingin menyingkat kalimat “Dilema Menggunakan Media Sosial”, hehe. Kalau tidak salah, di pelajaran bahasa Indonesia pernah diajarkan bahwa imbuhan ber- itu bisa bermakna menggunakan. 😀

Oke, masuk ke latar belakang saya memilih judul di atas. Jadi akhir-akhir ini saya berpikir bahwa bermedia sosial itu semakin melelahkan. Saya menilai terlalu banyak informasi dalam berbagai ragamnya di media sosial. Jadi dalam sekali scrolling, saya akan menjumpai banyak orang membagikan artikel dalam berbagai macam topik, baik itu kesehatan, makanan, teknologi, agama, politik, dan lain sebagainya.

Dahulu di awal kemunculannya Facebook, Twitter, dan jejaring sosial yang lainnya cenderung lebih sering digunakan untuk meng-update kegiatan atau curhatan pribadi. Bermedia sosial pun kala itu Continue reading

Advertisements
Rekomendasi film dari Netflix

Eranya Rekomendasi

Pernah kepikiran nggak sih kalau sekarang ini kita hidup di eranya “rekomendasi”? Mau ngapa-ngapain — terutama untuk sesuatu hal yang baru yang belum pernah kita lakukan atau temui sebelumnya — secara naluri kita akan melihat (atau mendengar) terlebih dahulu review orang lain.

Nah, yang namanya review itu biasanya sih kalau nggak mengandung pujian, ya kritikan, atau juga dua-duanya sekaligus. Ujungnya si pe-review biasanya ngasih rating, entah itu dalam skala 5, 10, 100 atau suka-suka dia :D. Rating yang diberikan itu kemudian akan masuk dalam pertimbangan orang yang membaca review. Apabila si pe-review juga ngasih kesimpulan dalam kata-kata seperti recommended atau nggak recommended (atau kata-kata yang sejenis), wah itu tentu bakal semakin membekas pada si pembaca. Jadi polanya review → rating → recommendation.

Kenapa saya sebut “era”, karena memang seiring dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, akses terhadap review-review tersebut menjadi sangat mudah. Banyak sekali Continue reading

Selimut Debu

[Book] Selimut Debu: Impian dan Kebanggaan dari Negeri Perang Afghanistan

Judul : Selimut Debu: Impian dan Kebanggaan dari Negeri Perang Afghanistan
Penulis : Agustinus Wibowo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : September 2011 (Terbitan pertama 12 Januari 2010)
Tebal : 461 halaman

Dibandingkan buku-buku Agustinus Wibowo yang lain yang pernah saya baca (Garis Batas dan Titik Nol), Selimut Debu ini mungkin bisa dikatakan cenderung monoton dari sisi cerita petualangannya. Penyebabnya barangkali memang karena buku ini hanya fokus kepada petualangan Agustinus di Afghanistan saja. Hanya ada secuil cerita saja yang menceritakan perjalanan Agustinus ke Continue reading

[Kuliner] Mencoba Masakan Thailand di Thai Palace

Dua minggu yang lalu aku bersama teman-teman satu kontrakan berbuka puasa di sebuah rumah makan masakan Thailand yang terletak tak jauh dari kontrakan kami. Namanya Thai Palace. Lokasinya berada di Jl. Ir. H. Djuanda No. 345, Dago-Bandung. Kalau dari arah Simpang Dago, Thai Palace ini berada di kiri jalan, tepat sebelum Hotel Sheraton yang berada di seberangnya.

Mengenai Thai Palace ini, sebenarnya aku sudah sering lihat setiap kali lewat jalan Dago. Namun baru kali ini aku dan juga teman-temanku itu makan di sini. Penasaran aja sih sama rasa masakan Thailand.

Sebelumnya pernah nyobain masakan Thailand waktu backpacking ke Thailand tahun lalu. Waktu itu nyobain nasi goreng dan “bakso” ala sana di sebuah restoran. Sempat nyobain juga menu “warteg” di sana. Rasanya alhamdulillah cocok-cocok saja sih di lidahku.

Kala kami datang ke Thai Palace ini, suasananya tak begitu ramai. Mungkin karena sudah lewat jam berbuka juga sih. Tempatnya luas. Sepertinya muat lah itu menampung hingga 100 orang pengunjung.

Waktu melihat-lihat daftar menunya, kami Continue reading