Tag Archives: kereta api

Naik Kereta Surabaya-Bandung Lewat Pantura

Perjalanan arus balik ke Bandung kemarin menjadi pengalaman pertamaku menaiki kereta api melalui jalur pantai utara (pantura) dari Surabaya. Terhitung sejak 1 Maret 2013, KA Harina yang aslinya hanya melayani trayek Bandung-Semarang (stasiun Semarang Tawang), diperpanjang rutenya hingga Surabaya (stasiun Surabaya Pasar Turi). Mungkin ini adalah kali pertama ada kereta Surabaya-Bandung yang melintasi jalur utara.

Menurut jadwal, KA Harina berangkat dari stasiun Surabaya Pasar Turi pukul 16.00. Untuk mengantisipasi seandainya jalanan macet, aku pun berangkat sekitar 5 jam lebih awal dari Malang. Sekitar pukul 10.15 aku menaiki bus patas HAZ dari terminal Arjosari Malang menuju Surabaya. Perjalanan Malang-Surabaya ternyata sangat lancar. Pukul 12 siang lebih sedikit bus sudah tiba di terminal Bungurasih.

Setiap singgah di terminal Bungurasih ini aku hampir selalu menyempatkan untuk mampir ke warung dan menyantap nasi rawon. Nggak ada warung khusus sih. Dan nggak cuma di terminal Bungurasih ini. Pokoknya kalau pas lagi mampir di terminal atau stasiun di Jawa Timur, selalu aku sempatin mampir makan rawon di warung. Maklum, makanan favoritku ini, haha, dan kalau di Bandung susah sekali menemukan warung yang menyediakan rawon.

Setelah makan, aku langsung menuju ke terminal bus dalam kota. Untuk mencapai stasiun Surabaya Pasar Turi dari terminal Bungurasih ini kita bisa menumpang bus kota nomor 32, melewati Jayabaya dan Kupang, kemudian baru stasiun Pasar Turi. Ongkosnya 5000 rupiah. Jalanan Surabaya siang itu cukup lancar. Hanya sempat agak merambat di jalan Ahmad Yani, tapi masih dalam batas wajar. Perjalanan terminal Bungurasih-stasiun Pasar Turi pun ditempuh dalam waktu setengah jam, dan masih harus menunggu sekitar 2,5 jam sebelum waktu keberangkatan KA Harina.

KA Harina

KA Harina

Btw, ini pertama kalinya pula aku berkunjung ke stasiun Pasar Turi. Ternyata bangunan stasiunnya masih kalah besar dengan stasiun Gubeng. Tapi di stasiun Pasar Turi ini terdapat dipo lokomotif dan trek-trek untuk parkir beberapa rangkaian kereta. Uniknya, di ujung utara stasiun terdapat gedung semacam mall(?) yang di bawah gedung itu melintas rel-rel dari stasiun Pasar Turi. Mirip seperti stasiun Surabaya Kota (Semut). Kalau nggak salah, dari sekian rel di bawah gedung itu, hanya ada satu atau dua rel yang menembus gedung menuju Dipo Sidotopo.

Dibandingkan jalur selatan, jalur utara ini ternyata tidak terlalu ramai lalu lintas kereta apinya. Setidaknya sepanjang rute Surabaya-Semarang. Hanya sekali berpapasan, yakni dengan KA Argo Bromo Anggrek di stasiun Bojonegoro kalau tidak salah. Setelah Semarang, ya mulai terasa ramainya.

Secara keseluruhan waktu tempuh KA Harina ini mengacu pada GAPEKA (Grafik Perjalanan Kereta Api), lebih lama setengah jam dibandingkan KA Mutiara Selatan yang melalui lintas selatan. Yang unik dari KA Harina ini, sesampainya di stasiun Cikampek, lokomotif akan berpindah ke ‘belakang’ rangkaian, dan akan menarik ‘mundur’ kereta ke Bandung via Purwakarta. Selama 2 jam perjalanan Cikampek-Bandung, penumpang akan duduk dengan menghadap ke belakang kereta. 🙂

 

Berburu Tiket Sisa Arus Balik

Alhamdulillah akhirnya dapat juga tiket untuk arus balik ke Bandung :). Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku memang suka membeli tiket balik mepet menjelang atau sesudah lebaran. Agak spekulatif memang. Risiko untuk kehabisan tiket kereta selalu ada.

Habisnya mau bagaimana lagi, schedule lebaranku (berasa orang sibuk aje… :D) tiap tahunnya sering berbeda. Maksudnya, kepastian apakah aku balik ke Bandung dari Malang kah, atau Solo kah, atau Jogja kah, tergantung dari jadwal acara keluarga saat mudik.

Nah, sampai pagi tadi tak ada tiket tersisa untuk kereta jurusan ke Bandung, baik dari Malang, Surabaya, atau bahkan Solo/Jogja. Sesekali setiap beberapa menit mengecek ketersediaan tiket melalui situs http://tiket.kereta-api.co.id ataupun aplikasi Android ‘Tiket Kereta Api’.

Mau naik pesawat, sayang di ongkos karena tarif pesawat Surabaya-Bandung minimal sudah mencapai 700 ribuan. Itu belum termasuk ongkos transport dari Malang ke bandara Juandanya. Akhirnya cuma bisa berharap ada orang-orang yang membatalkan tiket keretanya.

Sisa kursi KA Harina

Sisa kursi KA Harina

Alhamdulillah menjelang siang, ngecek lagi situs Tiket KA, ternyata ada 2 kursi yang tersedia untuk KA Harina. Ndak apa-apalah naik yang ini saja walaupun terpaksa harus ke Surabaya dulu. Daripada nanti kehabisan lagi karena menunggu kursi kosong KA Malabar yang nggak datang-datang :D.

Cukup diuntungkanlah dengan sistem tiket online yang sekarang. Masih teringat beberapa tahun yang lalu harus ngecek langsung ke stasiun untuk melihat ketersediaan tiket. Dan enaknya sekarang bayarnya juga bisa secara online, jadi bagi mereka yang ingin membeli tiket, bisa melakukan transaksi pembelian tiket dari mana saja, tak perlu ke stasiun.

Bagi Anda yang masih belum mendapatkan tiket, pantau saja terus situs tiket KA itu. Refresh setiap beberapa menit. Begitu ada tiket tersedia harus langsung gerak cepat agar tidak keduluan oleh para pemburu tiket lainnya. Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, pembatalan tiket ini biasanya masih berpeluang terjadi hingga sejam menjelang keberangkatan.

Vandalisme Terhadap Kereta Api

Aku tengah asyik membaca buku ketika tiba-tiba seorang yang berada di seberang kanan bangkuku berteriak, “Awasss…!,” sambil memandang ke arah jendela samping kiriku.

Aku terkejut dengan teriakan Ibu itu dan secara spontan langsung menunduk dan menutupi mukaku dengan tangan. Tanpa menoleh pun aku tahu teriakan Ibu dimaksudkan mengenai adanya batu yang terbang ke arah jendela di samping kiriku itu. Sebab, sebelum itu ada setidaknya 3-5 kali terdengar hantaman batu pada badan kereta.

“Jeduarr…!” Suara hantaman batu pada kaca terdengar sangat cepat namun keras. Kali ini lemparan itu menyasar ke jendela tepat di sampingku. Kaca jendela pun pecah. Ya, pecah! Bukan sekedar menimbulkan garis-garis retakan pada kaca.

Jendela kaca pun nyaris bolong dibuatnya. Aku yakin hanya dengan sekali dorongan tangan, retakan yang sudah sangat rapuh itu akan membuat bolong kaca itu.

Sementara itu, serpihan-serpihan pecahan kaca nan kecil dan lembut terbang hingga ke lantai bawah Ibu yang berada di seberang kanan bangkuku. Tanpa sadar jempol kaki Ibu tersebut terluka kena serpihan tersebut. Sementara aku, alhamdulillah serpihan pecahan kaca itu tak sampai melukai. Namun, lantai kereta di bawahku telah dipenuhi serpihan-serpihan kaca itu. Celanaku pun tak luput jadi tempat mendarat beberapa serpihan tersebut.

Petugas kebersihan kereta secara sigap datang dan menyapu serpihan-serpihan kaca yang berceceran. Petugas keamanan kereta juga secara sigap datang dan mencatat kejadian tersebut ke dalam buku laporan yang dia pegang. Tak hanya itu, dia juga memplester retakan-retakan kaca tersebut dengan lakban. Bagian kaca yang nyaris lobang juga diplesternya dengan kardus.

Kaca jendela yang terkena lemparan batu

Kaca jendela yang terkena lemparan batu

Kejadian ini terjadi dalam perjalanan KA Malabar Bandung-Malang 3 Agustus kemarin. Kejadiannya di tengah area persawahan, petak antara Stasiun Cibatu dan Stasiun Bumiwaluya, sekitar pukul 17.15. Cerita tadi mungkin terkesan terlalu didramatisir, tapi aku ceritakan apa adanya.

Jujur, aku nggak habis pikir apa sih yang ada di pikiran orang-orang yang suka lempar batu ke kereta api itu. Oke, lebih tepatnya mungkin bukan ‘orang-orang’ tapi ‘anak-anak’. Selama ini aku tahunya yang suka iseng(?) lempar batu itu anak-anak. Mungkin mereka tidak cukup mengerti bahayanya tindakan mereka itu.

Ini pengalaman pertamaku kena lempar batu persis di jendela samping bangku tempat dudukku. Sebelum ini, beberapa kali naik kereta dan mendapati anak-anak yang melempar batu ke kereta. Di Purwakarta pernah, di petak Krian-Mojokerto pernah, dan paling sering di jalur sepanjang Garut ini, termasuk yang kemarin.

Pernah juga ada yang lempar lumpur dari sawah hingga masuk ke dalam kereta. Salah seorang ibu-ibu pakaiannya pun kotor terkena cipratan lumpur. Ketika itu kereta kelas bisnis belum dipasang AC sehingga celah di atas jendela masih bisa dibuka. Kejadiannya di sekitar Krian kalau nggak salah.

Pernah juga ada batu melayang hingga masuk ke dalam kereta. Untung tak sampai mengenai penumpang di dalamnya.

Solusi apa ya yang tepat untuk masalah seperti ini… . Idealnya sih memang jalur sepanjang rel itu steril dari pemukiman atau aktivitas warga dalam radius tertentu. Pengalaman naik kereta di Malaysia sih seperti itu. Sepanjang jalur kereta dikasih pagar. Tapi sepertinya susah diterapkan di Indonesia.

Mau tidak mau berarti harus ada tindakan hukum yang konkret sih terhadap pelaku-pelaku vandalisme seperti itu. Kalau pelakunya masih anak-anak, ya dikasih pembinaan. Peran orang tua, terutama warga di sekitar rel, sangat dibutuhkan untuk mendidik anaknya, agar tidak melakukan hal yang merusak dan membahayakan orang lain tersebut.

Ke Jombang

Pada hari Minggu kemarin aku pergi ke Jombang untuk menghadiri pernikahan seorang teman kuliahku dulu, yang memang berasal dari Jombang. Kami beda jurusan sebenarnya. Namun, kami saling mengenal dengan baik karena pernah berada pada kelas yang sama saat kuliah tingkat satu dulu.

Btw, sudah lama aku tak pernah mampir ke Jombang. Aku dan teman-teman yang berasal dari Malang dulu biasa ‘mencegat’ kereta api Mutiara Selatan jurusan Surabaya-Bandung. Karena tak ada kereta Malang-Bandung ketika itu, kami pun terpaksa naik kereta dari Jombang (atau kadang-kadang juga dari Surabaya).

Dari Malang kami biasa naik mini bus ‘legendaris’ Puspa Indah yang ‘memonopoli’ rute Malang-Jombang via Batu-Pujon-Ngantang-Kandangan. Perjalanan ditempuh selama 2,5-3 jam. Tarifnya ketika itu Rp12.000. Kami memilih bus ke Jombang karena jalan tempat kami turun dari bus tidak terlalu jauh dari lokasi Stasiun Jombang. Cukup berjalan kaki saja.

Nah, kemarin ketika aku datang ke nikahannya temanku itu, aku pun juga naik bus Puspa Indah ini. Ongkosnya sekarang Rp14.000 sampai Jombang. Tapi kemarin aku sempat kebablasan dari lokasi di mana aku seharusnya turun. Untung ada Google Maps, jadi aku bisa mengetahui jarak dan denah lokasiku saat itu dengan lokasi acara nikahan (Gedung PSBR Jombang). Untung aku masih bisa sampai setengah jam sebelum acara berakhir, hehe.

Setelah acara nikahan, sambil menunggu jadwal kereta Mutiara Selatan ke Bandung, aku mampir ke Masjid Agung Baitul Mukminin. Sambil menunggu waktu Ashar aku duduk-duduk saja di serambi masjid sambil membaca buku. Suasana masjid agung ini terasa adem. Angin-angin semilir yang masuk terasa sejuk.

Masjid Agung Baitul Mukminin

Masjid Agung Baitul Mukminin

Setelah Ashar, aku mampir ke alun-alun Jombang yang lokasinya persis di sebelah timur masjid. Yah, sekedar kulineran saja di sana sambil merasakan suasana alun-alun Jombang yang ketika itu masih basah setelah turun gerimis. Napak tilas masa-masa awal kuliah dulu ketika kami biasa menunggu kereta dengan duduk-duduk menikmati kulineran di alun-alun ini. Persis di sebelah selatan alun-alun di situlah terletak Stasiun Jombang. Sekitar pukul 5 aku pun masuk ke dalam stasiun untuk menunggu kereta yang datang pukul 6 sore.

Alun-alun Jombang

Alun-alun Jombang

 

Perubahan Jadwal Kereta Api Mulai 1 April 2013

Terhitung mulai tanggal 1 April 2013 kemarin, PT KAI telah menerapkan GAPEKA (Grafik Perjalanan Kereta Api) baru. Perubahan ini patut diperhatikan oleh para pelanggan layanan kereta api karena sebagian besar perjalanan mengalami perubahan jadwal yang selisih waktu keberangkatan dan kedatangan antara yang baru dengan yang lama bisa sangat drastis.

Contohnya KA Malabar yang kemarin saya tumpangi. Di GAPEKA lama kereta berangkat dari Malang pukul 15.45 dan tiba pukul 6.49 di stasiun Bandung. Nah, di GAPEKA baru kereta dijadwalkan berangkat dari Malang pukul 12.45 dan tiba pukul 04.10. Wew, selisihnya 3 jam lebih awal bukan?! Kalau sudah terbiasa dengan jadwal perjalanan yang lama dan tidak teliti dengan jadwal yang baru, bisa-bisa kita ketinggalan kereta atau datang terlalu dini di stasiun.

Untuk mengetahui GAPEKA yang baru — jadwal seluruh perjalanan kereta api jarak jauh di Sumatra dan Jawa, rekan-rekan bisa mengunduhnya di tautan berikut: http://www.kereta-api.co.id/ebook_infoka.html

GAPEKA 2013

GAPEKA 2013

Pergi Dadakan? Lupakan Kereta

Punya rencana bepergian — perjalanan jarak jauh dalam Pulau Jawa — secara mendadak? Bersiaplah untuk menanggalkan kereta api sebagai pilihan.

1. Alasan pertama, siap-siap kehabisan tiket mengingat sekarang pemesanan tiket kereta api dimulai sejak H-90 keberangkatan.

2. Alasan kedua, harga tiket sudah melonjak. Hmm … sebenarnya untuk alasan yang satu ini aku tidak bisa memastikan. Aku baru tahu demikian ketika pulang kampung pada momen Idul Adha kemarin.

Tiket yang aku pesan H-9 sebelum keberangkatan, harganya 190.000 (kelas ekonomi). Penumpang lain yang duduk di sebelahku, dia pesan H-14 dapat harga 135.000. Gila, gede banget selisihnya (55.000). Padahal cuma selisih 5 hari pembelian dan kami sama-sama membeli online di situs PT KAI. Yang kelas bisnis & eksekutif pun selisihnya juga sekitar itu.

Nah, untuk hal ini aku belum mendapatkan sosialisasinya baik di media massa online ataupun TV. Googling pun aku juga nggak nemu. Mungkin kata kuncinya yang kurang pas. Atau barangkali di stasiun sudah ada sosialisasinya? Entahlah.

Tampaknya aku harus mulai melirik moda transportasi lain untuk bepergian jauh. Pesawat adalah alternatif yang bersaing dengan kereta api sekarang. Kemarin saja, ada promo AirAsia Bandung-Surabaya 99.000. Tahu gitu aku pesan yang itu saja. Lebih cepat pula.

Tapi bagi railfan sepertiku ini susah memang untuk tidak bepergian jauh dengan kereta, haha. 😀

 

Pesan Tiket KA Online

Akhirnya aku kesampaian juga menjajal sistem pemesanan tiket kereta api melalui internet. Seminggu yang lalu aku memesan tiket untuk perjalanan balik ke Bandung dari Jogja. Sistemnya ternyata nggak jauh beda dengan sistem e-commerce pada umumnya. Hanya saja karena diriku tak punya kartu kredit, jadinya pembayaran kulakukan melalui ATM. Langkah-langkah pemesanan tiket KA ini kurang lebih sebagai berikut:

1. Buka situs http://kereta-api.co.id

2. Pada kolom “Info Jadwal & Reservasi” pilih stasiun asal, stasiun tujuan, tanggal keberangkatan, dan jumlah calon penumpang (maksimal untuk 4 orang).

Memilih stasiun asal, tujuan, tanggal, dan jumlah calon penumpang

Memilih stasiun asal, tujuan, tanggal, dan jumlah calon penumpang

3. Masukkan kode verifikasi sesuai gambar yang tertera dan klik tombol ‘Tampilkan’.

4. Lalu sistem akan menampilkan halaman daftar perjalanan dan tarif kereta api yang tersedia untuk rute dan tanggal tersebut.

Daftar perjalanan dan tarif kereta

Daftar perjalanan dan tarif kereta

Untuk mengetahui sisa tempat duduk yang tersedia untuk masing-masing kelas, kita bisa meng-hover tombol ‘Booking’. Di sana akan muncul tooltip bertuliskan angka yang menunjukkan sisa tempat duduk tersebut. 5. Klik tombol ‘Booking’ pada jadwal dan kelas kereta yang ingin kita pesan. 6. Sistem akan menampilkan halaman terms agreement. Beri tanda cek pada teks pernyataan dan klik tombol ‘Lanjutkan’.

7. Isi data calon penumpang sesuai dengan kartu identitas yang berlaku. Ingat, data (khususnya nama) yang nantinya akan tertera di tiket harus sesuai dengan data pada kartu identitas. Jangan lupa isikan alamat email yang valid dari pemesan. Pastikan alamat email tersebut valid. Sebab, email ini akan digunakan untuk pengiriman bukti pemesanan tiket. Klik ‘Selanjutnya’ untuk lanjut ke tahap berikutnya.

8. Pilih metode pembayaran. ATM atau kartu kredit. Klik ‘Selanjutnya’ untuk mengkonfirmasi.

9. Begitu proses reservasi selesai, kita akan mendapatkan kode pembayaran yang akan kita jadikan nomor referensi saat melakukan pembayaran baik via ATM maupun kartu kredit. Lembar reservasi ini selain dapat kita cetak langsung saat itu, juga dikirimkan ke email kita dalam format file PDF.

10. Melakukan proses pembayaran melalui alat yang sudah dipilih sebelumnya. Oh iya, perlu diingat, batas waktu pelunasan pembayaran adalah terhitung 3 jam sejak proses reservasi selesai dikonfirmasi. Apabila, pelunasan tidak segera dilakukan, reservasi yang telah dilakukan akan dianggap batal.

11. Untuk pengecekan status pembayaran dapat melalui halaman http://kereta-api.co.id/ibook.html?check=booking atau klik tombol “Check Kode Booking” pada halaman beranda. Masukkan kode pembayaran. Setelah itu, sistem akan menampilkan status pembayaran kita. Selain bisa mengecek melalui halaman tersebut, kita juga akan mendapatkan email konfirmasi status pembayaran yang telah diperbaharui beserta buktinya dalam format PDF. Lembar dalam file PDF inilah yang harus kita cetak untuk ditukarkan dengan tiket kereta yang valid.

Lembar tersebut hukumnya wajib kita bawa saat penukaran. Aku sempat mencoba untuk hanya menunjukkan email yang aku terima dengan HP. Namun, petugas tiket menolaknya. Padahal di beberapai maskapai penerbangan, hal seperti ini biasanya tidak dipermasalahkan.

Kelebihan dari reservasi tiket online ini tentu saja kita tidak perlu keluar rumah atau kantor untuk membeli tiket. Cukup dari komputer kita saja. Sedangkan kekurangannya mungkin ya selain kena charge, siap-siap saja antri lagi saat penukaran tiket di stasiun. Tapi biasanya nggak panjang juga kok antriannya.