Category Archives: Informasi

Keterbatasan Tidak Membatasi Diri

Mungkin tak banyak yang mengetahui sejak tanggal 7 September yang lalu — menyusul Olimpiade Rio 2016 — tengah diselenggarakan Paralimpiade Rio 2016. Paralimpiade seperti halnya Olimpiade adalah sebuah event olahraga musim panas 4 tahunan yang mempertandingkan berbagai cabang olahraga, namun diperuntukkan untuk atlet yang memiliki disabilitas. Event ini akan berlangsung hingga tanggal 18 September ini.

Sungguh menginspirasi melihat bagaimana atlet-atlet tersebut bertanding. Keterbatasan yang dimiliki ternyata tidak membatasi semangat juang maupun teknik bertanding mereka. Bahkan dengan keterbatasan itu ternyata membuat mereka bisa memiliki kemampuan yang orang biasa (umumnya) tidak punya.

Seperti yang dipertontonkan atlet tenis meja berkebangsaan Mesir di video di bawah ini. Beliau tidak seberuntung orang pada umumnya yang memiliki dua tangan. Hal tersebut memaksa beliau bermain tenis meja dengan menggenggam raket di mulutnya. Selain itu, beliau juga menggunakan kakinya untuk melempar bola servis. Luar biasa!

Bermain tenis meja dengan mulut, well in the beginning it may sound impossible. Saya yakin kemampuan tersebut tentunya setelah melalui latihan yang berkali-kali. Dan tentunya juga dengan tekad yang luar biasa.

Mengurus Perpanjangan Paspor (Walk-In)

Satu bulan yang lalu saya baru saja memperpanjang paspor. Saya mengurus perpanjangan paspor ini melalui jalur walk-in. Jalur walk-in ini saya pilih karena memang ketika itu kebutuhan akan paspor baru sudah sangat mendesak. Masa expired paspor kurang 3 bulan lagi, padahal minggu depannya saya harus pergi ke Kuala Lumpur untuk suatu urusan.

Dibandingkan jalur online yang harus registrasi dahulu, kemudian datang membayar ke bank, lalu menentukan tanggal kedatangan (untuk wawancara dsb), jalur walk-in bagi saya lebih praktis. Kita cukup datang langsung ke kantor imigrasi, lalu verifikasi administrasi, wawancara, pengambilan sidik jari dan foto.

Tapi ada satu hal yang saya khawatirkan, yakni antrian yang membeludak. Pengalaman pertama mengurus paspor seperti itu soalnya. Datang pagi-pagi tapi baru beres sekitar jam 2 siang.

baca juga: Akhirnya Punya Paspor Juga

Alhamdulillah kekhawatiran saya itu ternyata tidak terjadi. Pagi-pagi saya sudah datang ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung yang berlokasi di Jalan Surapati. Sebenarnya nggak pagi-pagi juga sih. Saya sampai di Kantor Imigrasi pukul 7.15. Sementara pelayanan dibuka pukul 7.30.

Ambil Nomor Antrian

Di teras depan Kantor Imigrasi ada dua bapak pegawai yang bertugas memberikan nomor antrian. Saya datang menghadap ke sana. Salah seorang meminta saya Continue reading

Kirim Paket Motor via Herona Express

Beberapa waktu yang lalu saya mencoba mengirim sepeda motor dari Malang ke Bandung menggunakan jasa ekspedisi via kereta api. Perusahaan jasa expedisi via kereta api ini sebenarnya ada beberapa. Yang populer ada KALOG (anak perusahaan PT. KAI) dan PT. Herona Express.

Saya sempat bingung juga memilih untuk menggunakan jasa perusahaan yang mana. Saya belum ada pengalaman menggunakan jasa keduanya sama sekali sebelumnya. Ngubek-ngubek websitenya, saya tak menemukan informasi yang saya butuhkan mengenai syarat-syarat, prosedur, dan tarif pengiriman. Sempat nemu sih salah satu artikel yang menyebutkan mengenai tarif. Tapi sepertinya sudah tidak up to date karena sudah ditulis lama sekali.

Saya juga bertanya kepada teman yang pernah memaketkan sepeda motor via kereta api. Dia menggunakan jasa Herona Express. Dan pengalamannya cukup bagus.

Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Herona Express. Pertama saya datang ke kantor Herona Express di Stasiun Malang untuk menanyakan tarif dan syarat-syarat pengiriman. Tarif pengiriman sepeda motor bebek dari Malang ke Bandung adalah Continue reading

Internetan di Malaysia dengan Hotlink

Beberapa waktu yang lalu saya sempat stay selama kurang lebih 2 minggu di Kuala Lumpur untuk suatu keperluan. Karena durasi stay yang terbilang cukup lama, saya pun membeli SIM card lokal agar bisa berkomunikasi lebih hemat selama di sana. Yang saya butuhkan tentu saja lebih kepada komunikasi online sebenarnya.

SIM card yang saya gunakan selama di Kuala Lumpur itu adalah Hotlink, sebuah brand kartu prabayar dari Maxis. Sebelumnya saya biasa menggunakan DiGi tiap kali ke Malaysia (itupun kalau memang terpaksa harus membeli SIM card). Kali ini saya ingin mencoba yang lain. Saya membeli SIM card Hotlink ini di kedai telekomunikasi yang ada di depan pintu keluar kedatangan internasional KLIA2.

baca juga : Internetan di Malaysia dengan DiGi

Harga SIM card-nya adalah RM30, dengan balance sebesar RM25. Pulsa tersebut langsung saya belikan paket internet 500MB+500MB untuk masa aktif 30 hari. Tarifnya adalah RM20.

paket-internet-hotlink

Daftar paket internet yang disediakan oleh Hotlink

Terbilang mahal banget sih kalau dibandingkan dengan tarif internet di Indonesia. SIM card Hotlink ini sudah support 4G btw. Internetnya pun laju sangat (bahasa Melayu untuk mengatakan cepat, hehehe). Dengan kuota sebesar itu kalau untuk pemakaian sehari-hari yang mengandalkan mobile internet, jelas sangat kurang. Namun, bagi saya, kuota sebesar itu sudah cukup untuk mengcover saya sewaktu lagi di jalan.

Screenshot_2016-03-08-20-55-38_com.android.phone (2)

Berlangganan paket 500MB+500MB

Bagaimana registrasinya? Dial number yang harus dihafal terus adalah *100#. Dari situ akan muncul berbagai macam menu. Salah satunya adalah menu untuk berlangganan internet dan mengecek sisa pulsa. Kalau ingin shortcut, bisa menekan *100*2*2# untuk melihat daftar paket internet dan menekan *100*2*1# untuk melihat status dan sisa kuota internet.

daftar menu hotlink

Menu utama *100#

Ingin informasi lebih detail mengenai Hotlink, langsung kunjungi websitenya saja ya di sini.

Kasyara – Organic Foods

Sekitar 1-2 bulan belakangan ini saya diminta kakak sepupu saya untuk dibuatkan website toko online untuk bisnis barunya, yakni berjualan bahan-bahan makanan organik, terutama sayuran. Nama tokonya Kasyara. Mengenai apa itu makanan organik, monggo dibaca sendiri definisinya di link Wikipedia ini, hehehe.

Kakak sepupu saya ini menjalankan bisnisnya ini bersama istrinya yang berasal dari Jepang. Karena itu jangan kaget kalau melihat banner iklan atau teks yang muncul di webnya ditulis dalam bahasa Jepang, hehehe. Salah satu sasaran market-nya memang ekspatriat asal Jepang di Jakarta sih.

12710708_10207466147870408_1581018060191219067_o

Banner info Kasyara

Bagi saya pribadi, bukan hal baru sih berhubungan dengan toko-tokoan. Dulu saat masih menjadi mahasiswa S1, saya sempat menjadi admin di Toko Kesejahteraan Mahasiswa (Tokema) ITB. Jadi cukup mengerti bagaimana proses yang berjalan di sebuah toko, terutama dari sisi manajemen produk di bagian backend-nya.

Untuk web Kasyara sendiri, saya memilih untuk menggunakan platform Magento. Ada banyak sebenarnya platform e-commerce yang beredar di luaran sana. Pertimbangan saya memilih Magento karena sepertinya memang lebih advanced daripada yang lain. Support untuk OAuth juga sehingga ke depannya seandainya ingin membuat aplikasi mobile-nya tidak perlu develop dari nol.

Setelah setup web selesai, selanjutnya yang lebih penting lagi adalah mengisi kontennya dan tentu saja itu termasuk menginput data produknya. Saya juga ikut membantu sedikit-sedikit lah manage kategori dan input data produknya. Lumayan lah nambah pengetahuan tentang nama-nama sayuran. Hahaha.

Di situ saya baru ngerti sayur horenso, lolorosa, dsb itu kayak gimana. Sebenarnya sudah sering lihat sih pas lagi makan di mana gitu, tapi seringnya saya nggak tahu nama sayuran ini tuh apa. 😀

Monggo monggo… bagi yang pingin sayuran organik bisa order melalui web-nya di sini atau telepon ke 082-111-222-345. Kalau mau belanja langsung juga bisa, datang saja ke tokonya di Blok M Square lt. 3 Blok B no. 061, Jakarta. Buka dari jam 11 pagi sampai 7 malam. 🙂

Membeli Sambal Bu Rudy

Libur long weekend Imlek kemarin saya pulang ke Malang via Surabaya. Saya terpaksa harus ke Surabaya dulu karena memang sudah kehabisan tiket kereta api ke Malang. Yang tersisa ketika itu tinggal KA Mutiara Selatan ke Surabaya saja.

Kereta api yang saya tumpangi tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 5.45 pagi. Sebelum melanjutkan perjalanan kembali, tiba-tiba saya kepikiran ingin beli oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Yang terdekat dari stasiun setahu saya ada Depot Sambal Bu Rudy.

Saya baru sekali ke sana. Itu pun 2 tahun yang lalu. Kebetulan kangen juga ingin mencoba sambalnya lagi.

Sempat nggak yakin juga sih apakah pagi-pagi jam segitu sudah buka. Googling-googling akhirnya nemu blog ini yang menyebutkan jam buka Depot Sambal Bu Rudy yang terletak di Jl. Dharmahusada 140. Ternyata bukanya jam 6.30. Wah Continue reading

Mengikuti Program WordAds

Jika ada di antara Anda yang mengamati blog saya ini (eh, emang ada ya? haha), pasti akan notice (bahasa Indonesianya yang pas apa ya?) dalam 3 bulan terakhir ini ada sesuatu yang berbeda di bagian header, kolom kanan, dan bagian bawah halaman setiap artikel. Yup betul… banner iklan.

Jadi ceritanya pada akhir tahun 2013 dulu ada kenalan saya yang meminta dipasangkan Google AdSense di websitenya. Sebelumnya, dia bertanya berapa biasanya revenue yang diperoleh dari Google AdSense. Karena saya tidak pernah mencobanya, tentu saja saya tidak bisa menjawabnya.

Saat itu pun saya jadi penasaran dan kepikiran untuk kenapa nggak ikut mencoba memasang Google AdSense di blog saya ini. Namun ternyata WordPress.com tidak mengizinkan platform iklan pihak ketiga seperti Google AdSense, OpenX, Lijit, dan lain sebagainya, dipasang di blog yang berada di bawah mereka. Kecuali WordPress di hostingan sendiri.

Saat itulah saya baru tahu ternyata WordPress memiliki platform iklan sendiri bernama WordAds. Saya pun mencoba mencari tahu mengenai WordAds ini dari Continue reading