Author Archives: otidh

Unknown's avatar

About otidh

Muslim | Informatician | Blogger | Interisti | Kera Ngalam | Railfan | Badminton-Football-Running-Cycling-Hiking-Traveling-Book Enthusiast

SeekDroid: Aplikasi untuk Melacak HP Android

SeekDroid

SeekDroid

HP Anda hilang? Ingin tahu HP Anda di mana posisinya? SeekDroid bisa menjadi solusinya. Tinggal buka website SeekDroid di http://www.seekdroid.com, Anda bisa langsung mengecek posisi HP Anda sekarang di mana. Jika perlu, Anda juga bisa mengirimkan pesan kepada HP Anda dan menyalakan alarm HP Anda via website tersebut. Jika perlu lagi, Anda bisa menghapus seluruh data pada HP Anda via website itu pula, demi keamanan data Anda. Yap, SeekDroid ini boleh dibilang bekerja layaknya remote control saja. Objeknya adalah HP Anda dan remote control-nya adalah aplikasi website tersebut.

Namun, sebelum dapat menggunakannya, kita harus menginstal aplikasi SeekDroid pada HP kita. Kemudian melakukan registrasi ke server SeekDroid via aplikasi HP tersebut. Username dan password yang kita daftarkan melalui aplikasi itulah yang akan kita gunakan juga untuk login ke website SeekDroid.

Requirement untuk dapat menjalankan SeekDroid ini di antaranya versi Android yang digunakan harus sudah 2.2 (Froyo) atau di atasnya, HP harus terkoneksi dengan jaringan internet, dan fungsi GPS pada HP harus aktif. Ya, tentu saja, tanpa adanya koneksi internet dan GPS, fitur-fitur SeekDroid ini tidak dapat bekerja.

Beberapa screenshot aplikasi SeekDroid:

Locate your phone

Locate your phone

Alert your phone

Alert your phone

Alert HP

Alert pada HP

 

Selamat Idul Adha 1432 H

🙂 SELAMAT IDUL ADHA 1432 H 🙂

Hari ini 6 November 2011 atau bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijah 1432 H yang berarti merupakan salah satu hari yang istimewa dalam Islam, yakni hari raya Idul Adha atau yang dikenal juga dengan hari raya haji dan hari raya qurban. Alhamdulillah, pada Idul Adha kali ini tak ada perbedaan penetapan waktu sebagaimana yang terjadi pada tahun lalu.

Ini kali keempat aku merayakan Idul Adha di kota Bandung ini. Sungguh merayakan hari raya di tanah perantauan tanpa adanya keluarga di sekeliling kita itu nggak enak :(. Utamanya tentu saja tak ada makanan, tak ada tongseng, tak ada gule, tak ada sate, dsb sebagaimana kebiasaan dahulu kala berlebaran Idul Adha di rumah bersama orang tua, hehehe… 😀

Namun ada yang spesial pada kesempatan Dzulhijah tahun ini. Alhamdulillah, orang tuaku akhirnya mendapatkan kesempatan untuk pergi haji ke tanah suci pada pelaksanaan haji kali ini. Semoga beliau berdua dimudahkan dalam menjalani ibadah haji di sana dan menjadi haji yang mabrur. Amin.

sumber gambar : blogspot dengan sedikit editing

Upgrade G5 ke CyanogenMod 7.1 v1.7.1 Gingerbread

Lama nggak ngupdate ROM HP G5 (Galaxy I5500) milikku. ROM terakhir yang kugunakan adalah Froyo (Android versi 2.2) dengan code name CM 2.0.9 final buatan MAD Team. Setelah itu aku sudah nggak mengikuti update-an berikut-berikutnya lagi karena kesibukan tugas akhir kala itu.

Nah, kemudian muncullah ROM-ROM Gingerbread dari MAD Team dengan code name CyanogenMod 7.x. Tetapi saat itu baca review-review yang ada, katanya masih banyak bug. Akhirnya niat untuk mengupgrade ke Gingerbread terpaksa diurungkan dahulu menunggu versi yang lebih stabilnya.

Beberapa hari yang lalu saat berkunjung ke situsnya MAD Team, ternyata ada berita baru: “New Release: CyanogenMod 7.1 [v 1.7.1] for G5”! Pada versi terbaru ini bug-bug terdahulu yang pernah ditemui seperti pada bluetooth, wifi, dsb sekarang sudah diperbaiki. Aku pun jadi tertarik untuk mencobanya.

Enaknya, di situs MAD Team itu sudah tersedia artikel yang menjelaskan secara runtut dan lengkap (disertai screenshots) langkah-langkah instalasi ROM CyanogenMod 7 ini. User guide itu sudah cukup jelas dan mudah dimengerti, bahkan oleh orang yang baru pertama kali (newbie) melakukan flashing CyanogenMod 7 seperti aku ini. Instalasinya tidak butuh waktu lama. Paling-paling sekitar 10 menit. File-file yang dibutuhkan juga sudah diberikan linknya pada artikel itu dan kita tinggal download saja..

Kesan pertama yang aku dapat saat menjajal CyanogenMod 7 v1.7.1 ini adalah: fresh! Themes dan animasi bawaannya bener-bener cakep dan segar, beda dengan yang sebelum-sebelumnya — aku sebelumnya pernah menggunakan Eclair bawaan Samsung dan Froyo buatan MAD Team. Locked style yang biasanya berupa sliding touch tombol di kiri dan kanan, sekarang ada pilihan variasi lainnya.

Tapi sayangnya, accelerator-nya terasa agak laggy. Hal ini sudah dikonfirmasi di artikel yang diterbitkan MAD Team itu dan akan segera diberikan update-an berikutnya (hotfix). Aku juga sebenarnya penasaran sama wifi-nya, bisa jalan dengan baik atau tidak. Mungkin besok mau ngetes di kantor saja. Namun, kalau kita mengecek performanya dengan quadrant advanced, ternyata system performance-nya jauh di atas performa gadget yang lainnya :D.

Ini enaknya pakai HP Android, bisa nyoba-nyoba ROM yang ada sesuka kita. Enaknya lagi, ada developer (MAD Team) yang concern dalam pengembangan ROM untuk Samsung G5 ini :

Quadrant Advanced CM 7 v 1.7.1

Performa CM 7 v 1.7.1

screenshot home

screenshot home

screenshot dalam keadaan locked

screenshot saat locked

screenshot menu

screenshot menu

Mengurus E-KTP

Hari ini, tepatnya pukul 10 pagi, aku datang ke kantor kecamatan Lowokwaru, Malang, untuk mengurus pembuatan e-KTP. Ketika aku tiba di sana, suasana tempat pembuatan e-KTP sangat ramai. Aku yang baru saja datang dan langsung mendaftar ke petugas, mendapatkan nomor antrian 233. Sementara itu, nomor antrian yang tengah dipanggil adalah nomor urut 121-130. Berarti kurang lebih harus menunggu 100-an orang lagi untuk sampai pada giliranku.

Menunggu proses pengurusan e-KTP 100 orang itu ternyata lama juga. Aku baru mendapatkan panggilan ketika jam sudah menunjukkan hampir pukul 1 siang. Setelah itu masuk ke dalam ruang pemrosesan, dan di sana harus duduk antri lagi untuk mendapat giliran pemrosesan. Pukul setengah dua aku baru mendapat giliran tersebut.

Dalam pemrosesan pengurusan e-KTP itu, pertama-tama kita difoto dulu. Setelah itu dimintai untuk memberikan tanda tangan secara digital lalu diambil sidik jari kesepuluh jari kita. Terakhir di-scanning iris mata kita lalu kita diminta untuk menandatangani pernyataan bahwa data yang kita masukkan itu benar, juga secara digital. Kartu e-KTPnya sendiri nggak langsung jadi. Nanti akan ada panggilan untuk pengambilan. Entah kapan.

Prosesnya sih cepat. Tapi antriannya itu lho yang puanjaang, bikin luamaa. Gara-gara baru beres jam 2-an siang, rencana balik ke Bandung hari ini nggak jadi deh, hahaha. Untungnya belum beli tiket kereta.Tapi, sebenarnya seperti ini aku harusnya ngurusnya hari Sabtu kemarin saja bersama adikku. Kata adikku, kemarin dia nggak perlu pakai antri, begitu datang langsung diproses.

Kantor pengurusannya sih memang buka setiap hari Senin-Sabtu. Untuk Senin-Jumat, buka mulai pukul 08.00-16.00 dan khusus Sabtu cuma sampai pukul 12.00. Petugas yang mengurusi pembuatan e-KTP ini, dari tulisan pada kemeja yang dikenakan mereka, tampak mereka berasal dari SMK 2 dan 5 Malang jurusan teknik komputer.

Dari pengalamanku tadi, menurutku pelayanan mereka cukup bagus. Maklum, mungkin karena masih muda sehingga masih semangat-semangatnya :).

Yah, harapannya sih “proyek mahal” ini — melibatkan dana kurang lebih Rp 6,3 triliun untuk penerbitan sekitar 160-170 juta lembar KTP — mudah-mudahan berjalan dengan baik dan lancar. Entah kenapa ada saja berita di media massa mengenai proyek pemerintah yang selalu berakhir tak optimal atau gagal karena ada penyelewengan anggaran alias dikorupsi. Contoh teranyar dan fenomenal tentu saja kasus “dugaan” korupsi Wisma Atlet SEA Games. Kabarnya pun proyek e-KTP ini juga demikian, mulai bermunculan isu korupsi di dalamnya.

Mudah-mudahan ini bukan pandangan skeptis, melainkan harapan untuk Indonesia agar bisa bersih (dari KKN) dan maju. Negara-negara lain seperti China, India, Jerman, bahkan Malaysia tetangga sebelah kita juga sudah menerapkan. Pengadaan e-KTP ini menurutku memang diperlukan karena akan mendorong reformasi dalam pelayanan administrasi kependudukan yang selama ini identik dengan kata “lambat”, “lama”, dan “pungli”.

ABK Inklusi

Pagi ini sekitar pukul 6 pagi salah satu teman yang juga tetanggaku berkunjung main ke rumah ketika aku tengah menyapu teras depan rumah (di Malang). Temanku ini masih kelas 1 SMK. Dia cowok. Ketika itu dia tengah bersepeda pagi dan kemudian mampir ke rumahku.

Kami pun mengobrol sambil duduk-duduk di kursi teras rumah. Dalam obrolan itu kami sedikit menyelipkan candaan dan dia juga sedikit mengerjaiku. Kemudian aku pun berkata, “Iya, iya, kamu kan emang pinter.”

Aku cukup terkejut ketika dia membalasnya dengan berkata, “Hei mas, sepinter-pintere aku, sek pinter sampeyan. Saya ini kan ABK inklusi, sementara mas anak reguler.”

Jujur, aku baru mendengar istilah “ABK inklusi” saat itu. Mungkin aku pernah mendengar atau membaca sebelumnya, tapi aku tak ingat. Begitu dia pulang, aku pun googling tentang apa yang dimaksud ABK inklusi itu. Aku pun menemukan artikel yang menyebutkan klasifikasi ABK itu di sini.

Jadi ceritanya, dia sempat mengatakan padaku bahwa dia termasuk ABK inklusi kategori hiperaktif. Dia juga mengatakan karena hal itu dia menjadi sangat lemah dalam pelajaran di sekolah, khususnya pelajaran yang ada berhitungnya. Akan tetapi, dia menambahkan, untuk pelajaran agama dan seni, khususnya musik, dia lumayan bagus.

Mungkin dia memang termasuk golongan ABK inklusi, tapi dari pengamatanku dia bersosial sangat baik dengan semua orang di kompleks tempat tinggalku. Dia juga rajin sholat 5 waktu di masjid kompleks, bahkan sering menjadi muadzin. Aku pun mengatakan padanya, “Dik, di mata Alloh ini, semua orang sama. Yang membedakan cuma derajat ketaqwaannya. Mungkin orang lain termasuk kategori reguler, tapi belum tentu mereka lebih baik dari mereka yang ABK inklusi. Kamu rajin sholat di masjid dan suka adzan lagi, itu bagus.”

Yah, aku cuma ingin dia nggak merasa minder saja. Tiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seseorang dibilang pinter bukan dilihat dari akademis saja.

Selama ini aku tak pernah melihat dia sebagai seorang ABK inlusi atau apalah istilahnya. Aku cuma menyadarinya sebagai sosok pribadi yang unik. Tak sungkan-sungkan untuk bersosialisasi dengan semua orang, termasuk dengan bapak-bapak atau ibu-ibu. Dia juga sangat humoris, dan tak jarang aku tertawa karenanya.

Selamat Wisuda Kawan-Kawan Oktopus

Hari ini adalah hari yang bahagia bagi kawan-kawan Oktopus — sebutan yang biasa diberikan kawan-kawan untuk para wisudawan Oktober — karena pada hari ini kawan-kawan diwisuda dari ITB. Sebagaimana tradisi wisudaan di ITB yang sudah bertahan dari masa ke masa, setiap habis acara yudisium di Sabuga kawan-kawan langsung diarak dari Sabuga menuju jurusan masing-masing melalui sebuah prosesi yang sudah diorganisir oleh kabinet mahasiswa. Yang jelas, momen wisuda ini bakal menjadi momen tak terlupakan bagi mereka.

Sayang aku tak bisa datang, baik pada acara syukuran wisuda dua hari lalu maupun pada acara arak-arakan wisuda hari ini. Sebab, aku terpaksa harus pulang ke Malang untuk suatu urusan.

Namun, seandainya aku ada di Bandung pun, tak yakin juga apakah akan hadir ke kedua acara itu. Sebab, jujur, aku masih memendam kekecewaan dan penyesalan yang amat dalam karena gagal wisuda Oktober tahun ini dan baru bisa menyusul paling cepat Juli tahun depan. Ibarat main bola, semua usaha untuk mencetak gol sudah dikerahkan, tapi aku gagal mengkonversinya menjadi sebuah gol karena satu masalah yang seharusnya tak perlu terjadi.

Aku kecewa dan kesal pada diriku sendiri. Seharusnya aku bisa melihat senyum bahagia keluargaku, khususnya kedua orang tuaku di hari wisuda ini, tapi yang terjadi aku malah membuat orang tuaku menangis ketika mengabarkan aku tak jadi wisuda Oktober ini. Sakit rasanya tiap kali ketemu orang, teman, keluarga diselamatin, tapi kemudian aku menjelaskan kepada mereka bahwa aku tak jadi wisuda, lalu mereka tanya kenapa, dan aku harus menjelaskan sebabnya berkali-kali. 😦

Tapi Insya Allah seiring berjalannya waktu aku semakin berusaha untuk ikhlas. Mungkin mimpi buruk ini adalah bentuk peringatan atau cobaan Allah padaku. Ya dengan waktu ekstra yang setahun ini setidaknya aku bisa menjadi memiliki banyak waktu luang yang bisa kumanfaatkan untuk hal-hal positif  untuk pengembangan diri.

Oke, cukup curcolnya, hehehe :D. Yang jelas, kawan-kawan Octopus, di kesempatan ini aku cuma ingin berkata, selamat wisuda kawan-kawan. You are really deserving of this. Selemat menempuh hidup baru. Selamat berkarya untuk bangsa!