Monthly Archives: December 2017

Lapangan Saraga

Lari Malam di Saraga

Kemarin untuk pertama kalinya saya mencoba lari di Saraga (Sarana Olahraga Ganesha) saat malam. Seringnya saya di Saraga cuma lari pagi dan kadang-kadang saja lari sore saat weekend atau bulan puasa.

Kemarin, usai pulang dari kantor ba’da Isya’, saya langsung bergerak menuju Saraga. Sebelum berangkat kantor hari itu, saya memang sudah menyiapkan baju dan sepatu untuk lari dari rumah. Jadi pulang dari kantor bisa langsung lari. Barang bawaan saya titipkan di tempat penitipan yang disediakan oleh pengelola (biaya Rp1000).

Kayaknya Saraga buka sampai jam 9 malam ini belum lama deh. Sebelumnya, jam buka Saraga cuma dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Saya masih ingat dulu ketika lari sore di Saraga, sering mendengar pengumuman yang mengingatkan pengunjung bahwa lapangan akan ditutup pukul 6 sore.

Entah sejak kapan perubahan jam buka yang baru ini diterapkan. Saya sendiri mengetahuinya dari beberapa kesempatan lari pagi sebelumnya di mana announcer mengumumkan bahwa Saraga buka sampai pukul 9 malam.

Catatan lari Runkeeper

Catatan lari Runkeeper

Enak juga ternyata lari malam. Habis suntuk karena pekerjaan, pikiran dan raga jadi rileks setelah berlari. Mungkin karena didukung juga oleh suasana yang gelap, sepi, sejuk, dan angin sepoi-sepoi di sekitar.

Sehabis pulang dari lari, tidur malam pun jadi lebih nyenyak. Sepertinya memang betul apa yang dikatakan oleh artikel ini mengenai manfaat lari malam. Selain membuat tidur malam menjadi lebih berkualitas, lari malam juga bisa menjadi lebih kencang dari biasanya.

 

Advertisements

Penang Street Art

Selepas mengikuti lari di event Penang Bridge International Marathon kemarin, saya dan teman saya menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di sekitaran Georgetown, Penang. Teman saya mengajak untuk mendatangi spot-spot street art di sekitaran Georgetown ini. Kebetulan dia memang menggemari fotografi.

Berbekal peta yang kami peroleh dari hotel tempat kami menginap, Just Inn, kami menyusuri gang demi gang dan berhenti sejenak untuk mengambil foto street art yang kami temukan. Street art ini benar-benar tersebar di hampir setiap penjuru kota Georgetown. Di dalam peta itu kita bisa mengetahui lokasi setiap street art. Jadi kita bisa memilih street art mana yang menarik untuk kita datangi.

Peta Penang Street Art

Peta Penang Street Art

 

Ernest Zacharevic, itulah nama seniman asal Lithuania yang karyanya banyak menghiasi dinding-dinding bangunan tua di sekitaran Georgetown ini. Lukisannya melebur dengan cantik pada dinding-dinding yang kusam dan tak jarang penuh dengan retakan itu. Dalam lukisannya ia juga menyelipkan objek-objek sungguhan yang membuat lukisannya tampak nyata.

Ayunan

Ayunan

Di jalan kami menemui banyak wisatawan lain yang juga ‘berpetualang’ seperti kami. Berbekal kamera di tangan mereka berjalan kaki menjelajahi setiap pelosok gang. Pintar juga otoritas setempat dalam mengemas pariwisatanya.

baca jugaSolo Backpacking ke Penang (Bagian 3-Tamat): Keliling Georgetown di Hari ke-2

Naik sepeda motor

Naik sepeda motor

Naik sepeda

Naik sepeda

Proyek Penang Street Art ini termasuk baru juga sebenarnya. Dikerjakan pada tahun 2012 yang lalu. Penang Street Art ini melengkapi objek-objek wisata lain di Georgetown yang sudah ada sebelumnya. Georgetown sendiri sudah ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage City karena kotanya yang kaya akan warisan budaya dan bangunan-bangunan bersejarah yang masih terjaga.

 

 

 

Medali Finisher PBIM 2017

Lari Full Marathon Lagi di PBIM 2017

Akhir November kemarin (26/11) untuk keempat kalinya berturut-turut saya berpartisipasi dalam event lari tahunan Penang Bridge International Marathon (PBIM). Kali ini saya mengikuti kategori full marathon. Ini kali kedua saya mengikuti kategori tersebut setelah pertama kali ikutan 2 tahun yang lalu.

baca jugaKali Pertama Ikutan Full Marathon

Terbilang cukup nekat sih sebenarnya. Pasalnya tahun 2017 ini saya sudah jarang sekali lari. Event PBIM 2017 ini adalah event lari pertama tahun ini yang saya ikuti. Saya ikut karena diajak teman saya yang tengah semangat untuk ikutan lari marathon pertama kalinya.

Tapi saya bukannya tanpa persiapan sama sekali. Selepas lebaran saya mulai membiasakan lagi lari jarak jauh. Bertahap mulai dari 5 km. Bertambah terus sampai seminggu menjelang hari H saya melahap jarak 17 km. Sebuah persiapan yang agak mengkhawatirkan juga sebenarnya. Apalagi itu saya lakukan dengan tidak rutin, bahkan sempat bolong nggak lari sama sekali dalam 3 minggu.

Pada hari H-1 atau bertepatan dengan hari keberangkatan saya dan teman saya ke Penang tanpa disangka ada satu masalah menghampiri. Jadwal Continue reading