Tag Archives: finisher medal

Medali Finisher PBIM 2017

Lari Full Marathon Lagi di PBIM 2017

Akhir November kemarin (26/11) untuk keempat kalinya berturut-turut saya berpartisipasi dalam event lari tahunan Penang Bridge International Marathon (PBIM). Kali ini saya mengikuti kategori full marathon. Ini kali kedua saya mengikuti kategori tersebut setelah pertama kali ikutan 2 tahun yang lalu.

baca jugaKali Pertama Ikutan Full Marathon

Terbilang cukup nekat sih sebenarnya. Pasalnya tahun 2017 ini saya sudah jarang sekali lari. Event PBIM 2017 ini adalah event lari pertama tahun ini yang saya ikuti. Saya ikut karena diajak teman saya yang tengah semangat untuk ikutan lari marathon pertama kalinya.

Tapi saya bukannya tanpa persiapan sama sekali. Selepas lebaran saya mulai membiasakan lagi lari jarak jauh. Bertahap mulai dari 5 km. Bertambah terus sampai seminggu menjelang hari H saya melahap jarak 17 km. Sebuah persiapan yang agak mengkhawatirkan juga sebenarnya. Apalagi itu saya lakukan dengan tidak rutin, bahkan sempat bolong nggak lari sama sekali dalam 3 minggu.

Pada hari H-1 atau bertepatan dengan hari keberangkatan saya dan teman saya ke Penang tanpa disangka ada satu masalah menghampiri. Jadwal Continue reading

Advertisements

Ikutan Jakarta International 10K 2013

Seminggu yang lalu (23/6) aku mengikuti event lari tahunan Jakarta International 10K 2013. Perhelatan tahun ini adalah yang ke-10 sejak dilaksanakan pertama kali tahun 2004 yang lalu. Ada empat kategori yang disediakan pada tahun ini, yaitu kategori atlet internasional, atlet nasional, umum, dan pelajar. Tentu saja aku mendaftar untuk kategori umum.

Aku mengikuti event lari ini bersama dua orang teman, yakni Rizky dan Khairul. Khusus untuk Rizky, event lari ini adalah yang pertama bagi dia dan hebatnya ia langsung mengikuti lari 10K hingga finish. Hat off!! 

Rute lari yang diambil adalah start dari pintu masuk barat daya Monas, keluar menuju jalan Thamrin-Sudirman, memutar di bawah jembatan Semanggi, dan kembali lagi ke jalur Sudirman-Thamrin, dan finish di garis yang sama dengan start di Monas. Dari info yang kuketahui rute ini kabarnya telah terakreditasi sebagai rute lari yang berstandar internasional. Tak heran banyak atlet internasional yang datang. Dan coba tebak, siapa pemenang balapan lari kali ini? Yup, aku tak tahu namanya, tapi yang pasti (lagi-lagi) ia dari Kenya! 🙂

Aku mencatatkan waktu 55:09 untuk total jarak 10,32 km yang kutempuh. Sebenarnya aku termasuk di dalam 1000 besar finisher  (tapi belum tahu di urutan berapa) dan seharusnya aku bisa memperoleh finisher medal sesuai yang dijanjikan. Sayangya, mungkin karena panitia yang belum siap atau informasinya yang kurang jelas, aku dan finisher-finisher di depanku urung mendapatkan medali itu. Sementara Khairul yang finish dengan catatan waktu sekitar 1 jam memperoleh medali finisher.

Agak kecewa sih sebenarnya. Kecewanya bukan karena tidak dapat medali, melainkan lebih kepada pemberian informasi dari panitia yang kurang jelas mengenai pengambilan medali ini. Tapi secara keseluruhan aku cukup salut dengan kinerja panitia, terutama terkait dengan pensterilan rute lari dan penanganan medis terhadap peserta atau penonton yang drop. Aku juga memahami bahwa mengatur peserta sejumlah yang hampir mencapai 35.000 orang ini tidak mudah. Semoga tahun depan penyelenggaraannya bisa lebih baik lagi. 🙂

Suasana menjelang start

Suasana menjelang start

 

Narsis dulu menjelang start

Narsis dulu menjelang start

Narsis bersama setelah finish (Khairul pegang medali finisher)

Narsis bersama setelah finish (Khairul pegang medali finisher)