Tag Archives: Jakarta International 10K

Ikutan Jakarta International 10K 2018

Hari Ahad lalu (15/7) saya pergi ke Jakarta untuk mengikuti event Milo Jakarta International 10K (#miloji10k), event tahunan yang diadakan dalam rangka memeringati ulang tahun Jakarta. Akhirnya setelah 4 tahun, saya ikutan event lari lagi di Jakarta.

Terakhir kali lari di Jakarta itu saat ikut event Independence Day Run yang diadakan oleh pihak Istana Presiden. Saya masih ingat betul ketika itu Pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang membuka event lari tersebut.

Sedangkan untuk event Jakarta International 10K sendiri, ini adalah kali kedua saya mengikutinya setelah yang pertama pada tahun 2013 lalu. Saya juga masih ingat pada tahun itu Pak Gubernur Joko Widodo (Jokowi) yang membuka perlombaan.

baca jugaIkutan Jakarta International 10K 2013

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang saya ikuti, event tahun ini mengambil rute di kawasan Kuningan. Entah sejak tahun berapa Jakarta International 10K mulai bertempat di sini.

Pada tahun 2013 dulu itu rute larinya melalui kawasan Sudirman-Thamrin dengan start dan finish di Monumen Nasional (Monas). Tentu saja sebuah pengalaman baru kali ini berlari di sepanjang kawasan Kuningan.

Suasana menjelang start

Suasana menjelang start

Perlombaan dimulai pada pukul 6 pagi dengan garis start dan finish di depan Mall Epiwalk Rasuna Epicentrum. Ada 16 ribu peserta yang terdaftar pada event ini menurut catatan panitia. Untuk pengkondisian start, panitia membagi peserta ke dalam 4 grup berdasarkan target waktu untuk menyelesaikan lomba.

Saya sendiri memulai lari dari grup B, yakni grup untuk pelari dengan target finish 25-30 menit untuk kategori 5K dan 50-55 menit untuk kategori 10K. Kenyataannya saya finish dalam waktu 58.50. Selisih hampir 4 menit dibandingkan catatan waktu 5 tahun yang lalu. 😓

Hasil lomba #miloji10k

Hasil lomba #miloji10k

Catatan waktu menurut aplikasi Strava

Catatan waktu menurut aplikasi Strava

Peserta mendekati garis finish

Peserta mendekati garis finish

Untuk penyelenggaraannya sendiri sih, menurut saya cukup baik. Jalan steril. Beda dengan rute di Sudirman-Thamrin dulu yang jadi satu dengan kegiatan masyarakat di Car Free Day.

Tapi jadinya suasananya memang lebih senyap. Bisa dikatakan hampir tidak ada kegiatan warga selain perlombaan lari ini di sepanjang jalan yang dilewati.

Water station (WS) juga ok. Jumlah dan jarak antar WS cukup imbang. Setiap 2,5 km ada WS. Overall, Milo Jakarta International 10K 2018 ini mungkin merupakan salah satu event terbaik dari segi pengkondisian rute lari yang pernah saya ikuti.

Advertisements

Ikutan Jakarta International 10K 2013

Seminggu yang lalu (23/6) aku mengikuti event lari tahunan Jakarta International 10K 2013. Perhelatan tahun ini adalah yang ke-10 sejak dilaksanakan pertama kali tahun 2004 yang lalu. Ada empat kategori yang disediakan pada tahun ini, yaitu kategori atlet internasional, atlet nasional, umum, dan pelajar. Tentu saja aku mendaftar untuk kategori umum.

Aku mengikuti event lari ini bersama dua orang teman, yakni Rizky dan Khairul. Khusus untuk Rizky, event lari ini adalah yang pertama bagi dia dan hebatnya ia langsung mengikuti lari 10K hingga finish. Hat off!! 

Rute lari yang diambil adalah start dari pintu masuk barat daya Monas, keluar menuju jalan Thamrin-Sudirman, memutar di bawah jembatan Semanggi, dan kembali lagi ke jalur Sudirman-Thamrin, dan finish di garis yang sama dengan start di Monas. Dari info yang kuketahui rute ini kabarnya telah terakreditasi sebagai rute lari yang berstandar internasional. Tak heran banyak atlet internasional yang datang. Dan coba tebak, siapa pemenang balapan lari kali ini? Yup, aku tak tahu namanya, tapi yang pasti (lagi-lagi) ia dari Kenya! 🙂

Aku mencatatkan waktu 55:09 untuk total jarak 10,32 km yang kutempuh. Sebenarnya aku termasuk di dalam 1000 besar finisher  (tapi belum tahu di urutan berapa) dan seharusnya aku bisa memperoleh finisher medal sesuai yang dijanjikan. Sayangya, mungkin karena panitia yang belum siap atau informasinya yang kurang jelas, aku dan finisher-finisher di depanku urung mendapatkan medali itu. Sementara Khairul yang finish dengan catatan waktu sekitar 1 jam memperoleh medali finisher.

Agak kecewa sih sebenarnya. Kecewanya bukan karena tidak dapat medali, melainkan lebih kepada pemberian informasi dari panitia yang kurang jelas mengenai pengambilan medali ini. Tapi secara keseluruhan aku cukup salut dengan kinerja panitia, terutama terkait dengan pensterilan rute lari dan penanganan medis terhadap peserta atau penonton yang drop. Aku juga memahami bahwa mengatur peserta sejumlah yang hampir mencapai 35.000 orang ini tidak mudah. Semoga tahun depan penyelenggaraannya bisa lebih baik lagi. 🙂

Suasana menjelang start

Suasana menjelang start

 

Narsis dulu menjelang start

Narsis dulu menjelang start

Narsis bersama setelah finish (Khairul pegang medali finisher)

Narsis bersama setelah finish (Khairul pegang medali finisher)